NovelToon NovelToon
Forget Hate, Remember Love

Forget Hate, Remember Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Gadis Amnesia / Orang Disabilitas
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

"Kakak, aku haus. Ambilin minum, dong!"

"Aku enggak sedih lagi, karena punya suami sebaik Kakak."

"Kakak udah maafin aku. Tapi Kakak enggak peluk aku."

Juan tak pernah mengira hidupnya akan berubah seperti ini.

Istri yang dulu bersikap dingin, tidak peduli, bahkan pernah meremehkannya karena kelumpuhannya, kini justru terus menempel di sisinya.

Sebuah kecelakaan telah merenggut sebagian ingatan Ailin.

Wanita itu melupakan tahun-tahun penuh kebencian di antara mereka. Melupakan luka yang pernah tercipta. Melupakan alasan mengapa ia begitu membenci suaminya.

Yang tersisa hanyalah Ailin dengan kepribadian ceria, banyak bicara, penuh perhatian, dan tanpa sadar terus membuat jantung Juan berdebar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Juan kembali memiliki harapan.

Namun harapan itu datang bersama ketakutan.

Karena cepat atau lambat, ingatan Ailin akan kembali.

Dan saat hari itu tiba...

Akankah wanita itu tetap memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 ~ Kakak Datang

Ailin tanpa sadar menarik senyuman lebar. Dalam sekejap tubuhnya telah berdiri lalu melangkah nyaris berlari.

"Kakak?" gumamnya sembari terus melangkah cepat. Pikirannya tiba-tiba saja terasa kosong. Terus bergerak dengan satu tujuan, ruang tamu. Yang pasti ia ingin cepat-cepat menemui pria yang dulu paling menyayangi dirinya.

Hingga akhirnya sampai di ruang itu, ia melihat seorang pria duduk di sofa membelakanginya. Di samping pria itu ada seorang wanita yang terasa familiar.

"Kakak," panggil Ailin dengan suara lirih. Dan mendengarnya, pria dan wanita itu segera berdiri. Berbalik dan menatap Ailin yang tidak bisa berkata-kata.

"Ailin..." gumam Renzhi. Gadis yang selama lima tahun hanya bisa ia pikirkan dalam ingatan, kini benar-benar berdiri di hadapannya. Hatinya senang namun juga kacau saat melihat wajah yang dulunya selalu menghiasi harinya.

"Kakak!" Kali ini Ailin memekik, dalam sekejap berlari kecil dan menghambur ke dalam pelukan Renzhi. Sementara pria itu tertegun sejenak, dalam ingatannya terbersit kelakuan Ailin dulu yang persis seperti ini. Apakah benar wanita ini hilang ingatan?

Hingga akhirnya tangan Renzhi terangkat dan membalas pelukan sang adik. Kedua sudut bibirnya tertarik tipis. "Sudahlah! Kamu ini, sudah menikah tapi masih seperti anak kecil begini."

Ia mengusap punggung sang adik lembut. Wajahnya masih tersenyum, namun senyum itu perlahan memudar ketika pandangannya bergeser ke arah Juan.

Jujur saja, di dalam hatinya masih tidak menyangka sahabat baiknya ini akan berakhir duduk di kursi roda begini. Ketika mendengar dan melihat dari media, ia masih belum begitu percaya. Namun kini ia melihat langsung dengan kedua mata sendiri.

Sementara di ujung tangga, seorang anak lelaki melihat dengan seksama. Wajah sang ibu yang begitu bahagia sembari memeluk pria asing itu membuatnya menatap sinis. Terlebih sang ayah juga berhenti tak jauh dari keduanya.

Tanpa berpikir panjang, ia segera berlari. Menghampiri Ailin dan Renzhi lalu langsung menepis tangan sang paman yang masih memeluk sang ibu. "Wanita jahat! Wanita jahat! Pelukan dengan laki-laki di depan papa. Wanita jahat!"

Juan yang melihat itu memijit pelipisnya pelan, entah harus melerai atau tertawa dengan tingkah sang putra. Diam-diam ia menunduk dan menyembunyikan senyum.

Sementara begitu mendengar teriakan, Ailin segera melepas pelukan. Renzhi sendiri tampak bengong sesaat. Sebelum membuka mulut ragu. "Ini... anak siapa?"

Ailin tertawa pelan. "Ini putraku. Masa Kakak enggak kenal? ...."

Saat ia ingin melanjutkan tawa, tiba-tiba ia menyadari sesuatu. Wanita itu lalu menatap Renzhi dengan kedua mata menyelidik. "Kakak enggak kenal dengan anakku?"

Wajah Renzhi berubah menjadi panik, cepat-cepat ia menyangkal sembari menggeleng pelan. "Bukan begitu... aku terakhir bertemu putramu saat dia masih kecil sekali. Sekarang sudah sebesar ini, mana mungkin aku langsung mengenalinya."

Ailin mengangguk pelan, merasa jawaban sang kakak ada benarnya.

"Halo," sapa Renzhi pada Kean yang masih memandangnya dengan aura permusuhan.

"Pria jahat! Wanita ini sudah menikah, jangan mendekatinya lagi!"

Saat itu ruangan jadi hening, hingga suara tawa kecil Lian yang terdengar. "Kakak, itu paman kita. Kakaknya mama."

Kean sontak terdiam, ia menatap pria di hadapannya. Lalu beralih pada sang ibu yang diam-diam tertawa kecil. Mendadak bocah lelaki itu merasa malu. "Wanita jahat! Ketawa apa? Kamu, kamu pelukan sama pria di depan papa. Aku enggak mau papa sedih."

Saat itu senyum di bibir Juan perlahan meredup, tatapannya melembut melihat punggung kecil yang berdiri kokoh beberapa meter di depannya itu. Yang tak pernah ia sangka, Kean yang keras kepala itu ternyata memiliki hati yang begitu lembut.

Sementara Ailin ikut tersenyum. Tanpa sadar tangannya mengacak rambut sang putra pelan, membuat pria kecil itu menggerutu kesal

"Iya, iya. Mama enggak ketawa lagi," ujar wanita itu namun tetap diakhiri dengan tawa pelan.

"Ish." Kean menepis tangan sang ibu. Menoleh ke arah lain namun tidak beranjak. Sementara wanita di samping Renzhi yang merasa tidak diacuhkan itu menatap tidak suka.

"Enggak sopan," gumamnya yang langsung diberi tatapan tajam dari Renzhi.

Ailin yang baru menyadari keberadaannya juga beralih memandangnya hingga kedua matanya membesar.

"Kak Yuna?!"

.

.

.

1
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
falea sezi
🤣🤣 ngakak
Manda
🤣🤣🤣
falea sezi
g lanjut kah
Joey: Lanjut dong😁
Bentar lagi update kok ✨
total 1 replies
falea sezi
baru nyimak klo bagus q ksih hadiah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!