NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi

Giovan memilih meninggalkan Elena begitu saja, dan duduk bergabung bersama istri juga sepupunya.

"Sedang apa?" tanya Giovan pada Alisha.

Alisha yang sedang mengawasi Rafael segera mengalihkan tatapannya pada Giovan.

"Tidak ada," jawabnya acuh.

Alisha merapikan rambutnya dan menatap ke depan di mana acara sudah mau mulai.

Sedangkan Giovan terus saja memerhatikan segerombolan kelompok mafia yang memang menjadi musuhnya.

"Gawat, jangan sampai dia tahu Alisha istriku. Karena kalau iya, kemungkinan besar dia akan mengincar Alisha," batin Giovan.

Giovan memutarkan otaknya, dia harus bisa melindungi Alisha dari para musuhnya tanpa membuat para musuh itu tahu kalau Alisha adalah bagian dari The Dangerous Devil tapi, bagaimana?

---

"Yang pertama kami mempunyai bunga cantik ini, bunga Azalea. Bunga ini kami jual di sekitaran 350 juta."

"Astaga, bunga apa itu? Kenapa mahal sekali?"

"Sepertinya itu hanya bunga biasa saja yang dijadikan pajangan."

"Ahh, tidak ada untungnya sama sekali. Siapa yang mau beli bunga itu?"

"Tidak ada yang menginginkan bunga ini kah? Padahal bunga ini melambangkan kecantikan dan keanggunan."

"Bunga ini juga bisa menjadi simbol kepercayaan diri sendiri."

"Serius ini, tidak ada yang ingin membelinya?"

Pembawa acara tersebut tampaknya heran dengan para tamu, padahal tanpa mereka ketahui bunga cantik itu memiliki racun yang mematikan, cocok untuk kalangan dunia bawah.

Alisha mengangkat tangannya. "Aku, aku orang yang akan membeli bunga tersebut dengan harga 1M."

Mata Giovan melebar. "Untuk apa, Alisha?!" tanyanya.

Alisha melirik Giovan sekilas. "Untuk apa saja, itu bukan urusanmu!" jawab Alisha.

"Baik, bunga ini didapatkan oleh Nona muda di sebelah sana. Silakan melakukan transaksinya, Nona."

Alisha mengangguk sekilas dan segera bangkit dari kursinya untuk melakukan pembayaran.

Giovan dibuat menggelengkan kepalanya. "Buat apa bunga itu?"

"Mungkin kakak ipar hanya ingin memajangnya saja," jawab Fabian.

Giovan menatap ke arah Fabian. "Memajang dengan harga 1M, itu gila sekali."

Fabian terkekeh mendengar ucapan Giovan. "Itu tidak membuatmu bangkrut, Gov. Santai sajalah!"

Tak lama Alisha kembali duduk di sebelah Giovan.

"Sudah?" tanya Giovan.

"Hm." Alisha sengaja berdehem sambil menganggukkan kepalanya.

---

"Baiklah untuk barang lelang kedua, ini ada ramuan gila. Ramuan ini cocok sekali untuk menaklukkan hati seseorang agar orang tersebut menjadi tergila-gila terhadap kita."

"Ramuan ini juga bisa menghipnotis seseorang secara tidak langsung."

"Saya menjualnya di sekitaran 2,5M. Tertarik?"

"Aku, 2,7M."

"3M."

"3,5M."

"Ya, apa tidak ada yang mau menawar lagi?"

"......"

"Baiklah, ramuan ini jatuh ke ta.."

"5M," ujar Giovan yang baru saja mengangkat tangannya.

"Wow, ada yang mau menawarnya lagi?"

"Baiklah, ramuan ini jatuh ke tangan Tuan Giovan dengan harga 5M."

Tok. Tok.

Alisha tersenyum miring melihat suaminya membeli ramuan gila. "Kau sengaja membeli ramuan itu, untuk membuatku klepek-klepek, kan?" tanya Alisha seraya menaik-turunkan alisnya.

"Hah? Kegeeran sekali!" jawab Giovan.

Giovan segera bangkit dari kursinya untuk membayar ramuan tersebut.

---

Tiga puluh menit sudah berlalu dan barang terakhir yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga.

"Ini adalah barang terakhir dan barang terakhir ini adalah sebuah pedang besar yang ditemukan 100 tahun yang lalu."

"Pedang ini dilapisi oleh emas dan juga perak. Di balik pedang ini juga terdapat sebuah peta harta karun."

"Yang katakan, peta ini akan membawa kalian ke istana emas."

"Tertarik? Aku menjualnya dengan harga.."

DORR.

Bruuk.

Pria itu langsung mati di tempat saat tiba-tiba saja dirinya ditembak.

"Aaaaa!!"

DOR. DOR.

Acara lelang mulai rusuh, beberapa tamu yang tidak bergabung di dunia bawah mulai berlarian keluar satu sama lain.

Namun, Alisha, Giovan, dan Fabian dengan santainya masih duduk di meja mereka sambil menikmati wine.

"Um, wine murah!" desis Alisha membuat Giovan dan Fabian terkejut.

"Memang kau pernah meminum wine?"

"Tentu saja pernah!"

Alisha menggoyangkan gelas di tangannya, dia terkekeh melihat orang-orang yang berlarian keluar hanya karena takut mendengar suara tembakan.

"Kakak ipar, kenapa tertawa?" tanya Fabian.

Alisha menaikkan kedua bahunya. "Aku hanya merasa lucu saja, melihat mereka ketakutan."

"Hah?!"

Giovan dan Fabian dibuat melongo, karena perkataan Alisha. Lucu? Lucu apanya di saat kita harus melihat orang-orang berlarian sedangkan kita sendiri saja masih santai.

---

Tuk.

"Diam dan jangan bergerak, atau ku lepaskan tembakan ini!" seru seseorang yang menempelkan senapan pada kepala Alisha.

"Ohh, takutnya," ucap Alisha seraya mengangkat kedua tangannya.

Giovan dan Fabian pun sama-sama ditodong oleh senapan namun, ketiga orang itu tampak biasa saja.

"Sekarang serahkan uang cash, ATM dan barang-barang lelang yang kalian beli."

"Hah, jadi kau menodongku karena berniat untuk mencuri?!"

"Diam, sekarang lakukan apa yang aku perintahkan!"

"Enggak mau!" tolak Alisha dengan tegas.

"Beraninya kau menolakku, jalang!!"

Alisha menarik senapan yang pria itu todongkan dan langsung menendang perut si pelaku.

Brukk.

"Aaahhk!"

BUG.

Sekali lagi Alisha melayangkan tendangan kakinya pada wajah si pelaku.

"HIYAAA!"

PRAANGG.

Alisha memukul kepala si pria menggunakan senapan yang dia pegang hingga membuat senapannya hampir saja patah.

"AAAARGHH, s-sakit.."

BRUK.

Si pria tadi langsung pingsan dengan kepalanya yang mengeluarkan darah.

"Huft, akhirnya pingsan juga!" gumam Alisha sambil meniup ujung dari senapan itu.

"Memang sudah pingsan namun, belum mati jadi.."

Alisha mengarahkan senapannya pada pria yang sudah tak berdaya itu. "Sampai jumpa, bitch!"

DORR.

DORR.

"A-apa, dia membunuh orang?" batin Fabian tak percaya ketika melihat pria yang mengganggu Alisha tadi benar-benar mati.

"Kenapa dia terlihat sangat keren, saat membunuh lawannya?" batin Giovan.

Mata Giovan terbelalak melihat seseorang dari arah belakang mengarahkan pistol pada Alisha.

"Lis, awas di sebelah kirimu!!"

Dengan sigap Alisha segera menghindar ke kanan dan membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang telah mencoba ingin menembaknya.

"Kurang ajar!"

Dor. Dor. Dor.

Tiga tembakan yang Alisha lepaskan mampu meluruhkan pria tadi, hingga terjatuh dan mati.

Keterampilan menembak Alisha benar-benar membuat Fabian berdecak kagum.

"Kakak ipar!" panggil Fabian yang mendekati Alisha.

"Hm."

"Dari mana kakak belajar menembak? Aku juga ingin dong, Kak."

"Ingin apa?"

"Menembak seperti kakak ipar tadi, dor, dor!"

Alisha tersenyum tipis. "Aku tidak belajar menembak pada siapa pun, aku belajar sendiri."

"Iya kah? Bukan selama ini kakak hanya berdiam diri saja di mansion tanpa melakukan apa pun?"

Raut wajah Alisha seketika berubah, Alisha yang dulu memang lebih sering bermalas-malasan bergerak dari pada Alisha yang sekarang.

"Alisha, kau tidak apa?" tanya Giovan.

"Tid... Astaga tanganmu kenapa, Gov?!" tanya Alisha saat melihat tangan Giovan mengeluarkan banyak sekali darah.

"Aku tak sengaja tertembak."

"Apa? Tak sengaja?!!"

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!