NovelToon NovelToon
Arthur, Lihatlah Aku

Arthur, Lihatlah Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.

Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?

Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊

Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.

Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya menikah

Arthur berdiri dengan tegak di depan altar menunggu calon pengantinnya tiba. Jantungnya sedikit berdebar karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan calon istrinya.

Sebuah pintu besar dibuka dan muncullah dua orang yang begitu Arthur kenali. Itu adalah Tuan Adam yang menggandeng tangan Maureen.

Maureen mengenakan gaun pengantin dan untuk sesaat fokus Arthur teralihkan. Bukan karena kecantikan Maureen, melainkan kebingungan nya mengapa Maureen bisa ada disini.

Otak cerdasnya segera aktif. Ia menduga, jangan-jangan hari ini ia akan menikah dengan Maureen ?

Segera Arthur mengalihkan pandangannya pada keluarganya yang berdiri di sisi kanan altar dan ia melihat Daddy nya menganggukkan kepalanya.

Kini Arthur mengerti. Keluarganya sudah mengatur pernikahannya dengan Maureen. Salahnya juga tidak mau tau siapa calon istrinya. Di benaknya asalkan dia sudah menikah maka ia aman.

Arthur mengambil nafas panjang. Pandangannya lurus ke depan seperti seorang ksatria yang tidak bisa lari dari Medan perang.

Saat Tuan Adam dan Maureen tiba, Tuan Adam memberikan tangan Maureen agar Arthur menerimanya. Ia juga berpesan untuk menjaga Maureen.

"Bila kelak kau sudah tidak menginginkannya lagi, jangan sakiti dia. Kembalikan dia padaku karena aku akan selalu mencintainya sampai kapanpun," kata Tuan Adam.

"Aku akan menjaganya dengan sepenuh hatiku," balas Arthur tegas. Tidak ada keraguan dalam hatinya.

Menjaga seorang istri bukanlah hal sulit kan ? Ia hanya harus memastikan Maureen aman dan baik-baik saja dari segala hal buruk di luaran sana. Tanpa Arthur pedulikan bahwa menjaga bisa juga dalam artian mencintai.

Acara pemberkatan dilakukan dengan khidmat setelah itu dilanjutkan dengan pesta. Lagi-lagi Arthur hanya menahan nafasnya sebab permintaannya diabaikan.

Ia hanya ingin pernikahan sederhana yang dihadiri keluarga tapi malah seluruh rekan Tuan Raphael dan Tuan Adam berkumpul menjadi satu dan menyaksikan memberikan selamat untuk mereka. Tidak lupa hadiah-hadiah yang sudah menumpuk disudut ruangan.

"Aku belum mengucapkan selamat dengan benar padamu. Selamat, Arthur. Akhirnya kau sudah menikah. Aku berdoa agar rumah tangga kalian selalu bahagia," kata Tuan Raphael lalu memeluk Arthur dan Maureen bergantian.

"Mommy juga senang melihatmu menikah. Kau harus bahagia, Arthur..." kata Nyonya Anna kemudian melakukan hal yang sama.

"Terima kasih, Mom, Dad. Aku menyayangi kalian," ucap Maureen begitu bahagia.

Sedangkan Arthur hanya mengangguk dan tidak menampakkan senyumannya. Ia hanya ingin acara membosankan ini selesai dan ia bisa pergi beristirahat.

"Arthur, kau tidak senang menikah denganku ?" tanya Maureen dengan manja. Ia bergelayut di lengan Arthur hingga membuat Arthur risih.

"Maureen, kau tidak malu. Semua orang melihat kita," kata Arthur pelan.

Lalu Maureen melepas pegangannya dan berdiri tegak seperti sebelumnya. Ia tidak sakit hati dengan ucapan Arthur. Entah bila orang lain yang mengatakannya mungkin Maureen akan menghajarnya.

"Aku tidak malu. Aku kan memegang lengan suamiku. Bukan suami orang," jawab Maureen dengan senyuman yang akhirnya senyuman itu menukar pada Arthur.

"Menurutku, Maureen seperti sedang cinta sendirian, Mom.." ujar Shane pada Nyonya Rhea yang memperhatikan mereka dari jauh.

"Kurasa juga begitu," balas Nyonya Rhea sambil memakan jeruk.

"Kalau Mommy sudah tau mengapa mengizinkan Maureen menikah dengan Arthur ?" tanya Shane tidak mengerti. Bukankah itu sama saja dengan menjerumuskan Maureen.

"Kau pikir adikmu mau mendengarkan nasehat orang lain ? Lagi pula dia yang menginginkan pernikahan ini. Biarkan saja," kata Nyonya Rhea.

Shane akhirnya diam. Benar juga. Maureen adalah seorang wanita tegas dan pemberani. Ia jarang mendengarkan nasehat orang lain termasuk orang tua mereka.

Nyonya Rhea hanya menatap Maureen dan Arthur dengan diiringi doa dalam hatinya. Semoga apa yang ia takutkan tidak akan pernah terjadi. Semoga Arthur tidak meninggalkan Maureen demi wanita lain.

..

Setelah berjam-jam Arthur dan Maureen berdiri menyambut para tamu dan menerima ucapan selamat, akhirnya kini mereka berada di kamar juga.

Arthur dan Maureen sama-sama merebahkan diri mereka diatas ranjang yang sudah dihias dengan cantik.

Keduanya masih belum mandi ataupun berganti pakaian. Maureen yang Arthur rasa tidak mengeluh sama sekali akhirnya mengeluh juga. Kakinya memerah karena berdiri dengan sepatu hak tinggi terlalu lama dan sekarang ia kesulitan berjalan.

"Apa masih sakit ?" tanya Arthur bangkit dari ranjang dan melihat kedua kaki Maureen yang memang terlihat membengkak.

"Iya sedikit," balas Maureen lemah. Matanya terlihat mengantuk dan tidak lama ia benar-benar memejamkan matanya.

Arthur yang menyadari Maureen tertidur hanya membiarkan saja. Meskipun Maureen masih mengenakan gaun pengantin yang nampak tidak nyaman.

Arthur memutuskan untuk mandi lebih dulu. Ia menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi dengan merokok dan minum anggur sambil berendam.

Kini ia sudah menikah. Namun mengapa Rose tidak juga pergi dari hati dan pikirannya.

"Setidaknya untuk hari ini, enyahlah dari pikiran ku, Rose.." kata Arthur pelan.

Bayangan Rose yang sedang hamil anak Carlos begitu membekas di ingatannya. Susah payah Arthur berusaha melupakannya namun bayangan itu menjadi ingatan yang tidak mau pergi.

Arthur menghabiskan setidaknya dua jam berada di kamar mandi. Saat ia keluar hari ternyata sudah gelap.

Arthur memperhatikan Maureen yang sepertinya sangat pulas dalam tidurnya. Posisinya sudah berubah dari saat ia masuk ke kamar mandi tadi. Tidak tau saja Arthur kalau sebenarnya Maureen tidak tidur sejak kemarin karena tidak sabar menunggu hari ini datang.

Merasa kasihan, Arthur kembali ke kamar mandi mengambil handuk kecil yang sudah ia basahi dengan air hangat. Lalu membersihkan wajah Maureen yang masih penuh riasan.

Maureen tidak terganggu sama sekali. Ia diam saja. Saat tidur, Arthur merasa Maureen bertambah cantik. Ketegasan tidak juga luntur dari sosok nya.

Setelah selesai membersihkan wajah Maureen kini Arthur berusaha payah melepas gaun Maureen yang begitu menyakiti mata Arthur.

"Kenapa dia bisa tidur nyenyak dengan memakai gaun seperti ini," gerutu Arthur. Ia merasa kesulitan melepaskan resleting di belakang tubuh Maureen hingga akhirnya Arthur membalikkan tubuh Maureen agar tengkurap. Setelah itu barulah ia menarik gaun tersebut dari bawah hingga nampak lah tubuh Maureen yang hanya terbalut pakaian dalam saja.

"Sebenarnya kau ini sedang tidur atau pingsan sih ?" tanya Arthur sendiri. Bagaimana bisa ada orang tidur sampai tidak bisa merasakan apa-apa di sekitarnya. Sedangkan ia yang mendengar sedikit suara saja bisa langsung terbangun.

Arthur mengambil gaun tidur bermotif bunga warna merah muda dari dalam koper Maureen lalu memakaikannya. Setelah itu mengangkat Maureen ke sisi ranjang agar ia dapat tempat untuk tidur juga.

Tadinya Arthur ingin tidur di sofa saja. Tapi rupanya di kamar ini tidak ada sofa. Mungkin ini ulah Tuan Raphael yang menyuruh staf hotel mengeluarkannya.

Arthur berbaring di sebelah Maureen. Rasanya nikmat sekali. Ia melihat sebentar kearah Maureen.

Maureen nampak lebih cantik setelah wajahnya dibersihkan. Arthur tersenyum kecil. Wajah Maureen memang sekilas mirip dengan Rose.

Lambat lain mata Arthur mulai terpejam dan tidak berapa lama ia membuka matanya kembali saat merasa ada yang memeluknya.

Rupanya Maureen melingkarkan sebelah tangannya pada tubuh kekar Arthur. Arthur tidak merasa keberatan dan melanjutkan tidurnya.

...

Baru bisa up. Maaf banyak-banyak 🙏

1
Khusnul Khotimah
akhirnya sudah sekian purnama akhirnya up juga hampir q lupakan kaak
Susi Akbarini
waahhhh..
kejutan besar..

pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo


😍😍👍👍💪
sri wahyuni
ah aku jadi sedih bacanya....semoga ada solusinya
sri wahyuni
oo tenyata nyonya janet yg menculik dan memisahkan 3 anak rafael....karna suaminya selingkuh dan rumah tangganya berantakan.
Khusnul Khotimah
laki laki kok ngak punya pendirian
Sari Nilam
plin plam jadi laki
mama
janji km akan preet pd saat dpt tlp dari mantan km thur🤣..lama gk up smpe lupa
Susi Akbarini
tak sbar pengen taubenzo ank arthur apa bkn..

🤣😍😍🙏💪
Susi Akbarini
mkasi udah upppp...
😍😍🙏💪💪
Mei TResna Rahmatika
jangan gampang buat maureen luluh Thor harusnya
Sari Nilam
ya lama sekali subuk othornya
Miftah Rahma
Akhirnya setelah sekian lama up juga Thor lanjut lagi thor👍👍
Susi Akbarini
kok laammmaaaas gk uppppp

❤❤❤💪💪😍😍😍
Susi Akbarini
lanjuttttttt
😍😍❤❤💪💪
Susi Akbarini
cie3..
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
Sari Nilam
lha masih aja percaya kalau enzo anak arthur? aku kok gak percaya.
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
Susi Akbarini: laahhh..
iyaaaa..
betul3..

❤❤😍😍❤💪💪😄😄🤣🤣
total 2 replies
Susi Akbarini
lanajuuuuuuuttttt
😍😍❤💪💪💪💪
Susi Akbarini
rose ama moses aja..

😄😄😍❤❤💪
AlFit Safitri
luar biasa
Sari Nilam
syukurin . yakin itu bukan anak arthur , cuma aial bulus mawar berduri. biarin ajs arthur gak tahu kl.dia punya anak dengan maureen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!