NovelToon NovelToon
Silent Trauma —Another Me

Silent Trauma —Another Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Tamat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Vey

[SEDANG HIATUS!]


Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.

Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.

Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.

Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?

Simak ceritanya di sini.

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Diana melangkah turun dari pesawat. Langkah nya ringan dan santai, seolah tak ada apa apa yang terjadi pada hari itu.

Ketika dia sampai di negara Z, hari sudah beranjak sore. Dia mengamati pemandangan yang berbeda dari sebelumnya. Suasana yang padat dan ramai. Orang orang hilir mudik.

Dia bergegas membuka Ponselnya, mencari hotel atau penginapan terdekat, dan menemukannya.

Hotel The Aethel, sebuah hotel bintang 3, tak terlalu jauh dari bandara, dan dari pusat kota, tempat Perusahaan pusat Lion Group berdiri.

Tangan nya melambai, memanggil taxi, dan segera menyebutkan tujuannya.

Matanya awas memperhatikan sekitar, menghafal setiap sudut jalan, dan semua topografi yang dapat diingatnya.

Dia akhirnya sampai di hotel tersebut, memandang sekitar, dari atas sampai bawah. Lumayan pikirnya.

Segera setelah memesan sebuah kamar untuk satu malam, dia pergi untuk membersihkan diri dan mandi.

Tak lupa juga dia memberi tahu Rylan bahwa dia telah sampai di Negara Z.

'sayang sekali aku belum tau bagaimana wajah CEO ini. Yang Diana tinggalkan untuk ku hanya sebuah ingatan samar, buram. Kecuali jika aku penah bertemu langsung.'

"baiklah. Sekarang apa yang harus aku lakukan?"

"aku datang kesini tanpa bisa diingat oleh Diana. Aku akan meninggalkan sebuah tanda bahwa dia sudah datang ke sini."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi itu mendung. Suasana di pusat kota tetap sibuk, bangunan bagunan menjulang di kawasan pusat bisnis, orang orang berlalu lalang. Suara deruman kendaraan memenuhi telinga, menjadi suara yang biasa didengar.

Salah satu orang di antara kerumunan adalah 'Diana Xylaria'. Seorang wanita wanita cantik yang membawa aura tajam dan misterius meski berpakaian kantoran.

Dia berjalan pelan menuju sebuah bangunan besar dan tinggi, yang memantulkan warna langit melalui dinding kacanya.

Sebuah tulisan besar menyambutnya di depan pintu masuk. Lion Group, tempat dimana dia akan bekerja sebagai wakil direktur.

'Diana' menuntun kakinya masuk ke perusahaan itu. Wajahnya tetap datar tanpa senyum. Matanya tajam memandang sekeliling.

"pagi nona. Ada yang bisa kubantu?"

"Aku Diana Xylaria. Wakil direktur yang baru dipromosikan kesini."

"Oh, baiklah nona Diana. Tunggu sebentar."

Gadis itu menoleh ke sekeliling, dan menemukan orang yang dicarinya.

"Vilia, tolong bawa Nona Diana ke kantor CEO, lantai paling atas."

Vilia menoleh, menunjukan wajah malas.

"baiklah, silahkan mengikuti ku."

'Diana' menyeringai tipis. Mengikutinya dari belakang. Ketika mereka memasuki lift. Sebuah percakapan kecil terjadi.

"aku harap kau bersikap baik. Jangan mencoba merayu Presdir seperti orang sebelumnya."

'Diana' tertawa kecil.

"aku serius! Aku peringatkan kau. CEO punya Calon istri yang seribu kali lipat lebih cantik dari mu. Semua orang di perusahaan ini menghormatinya."

"apakah itu Calantha?" 'Diana' spontan bertanya.

"nah kau juga pernah bertemu dia rupanya. jika kau berani selangkah lebih dekat pada CEO, aku tak segan berurusan denganmu."

Vilia menatapnya tajam. 'Diana' hanya tersenyum tipis, matanya diam diam mencibir.

'Calon istri? Heh. Aku ingin tau apa pikiran Rylan jika mengetahui apa yang dilakukan Calantha semalam'

Ting!

Pintu lift terbuka pelan. Menunjukan pemandangan spektakuler di lantai teratas. Semua hal yang terjadi dapat terlihat langsung oleh mata. Langit menjadi bingkai yang indah.

"CEO, ini nona Diana."

"baik, kau boleh turun duluan."

Vilia mengangguk pelan, berbalik masuk lift, meninggalkan Diana yang masih melihat pemandangan di depannya.

"apa sudah selesai melihat?"

'suara orang ini terdengar familiar.' pikir 'Diana'.

Dia berbalik, bertatapan langsung dengan CEO, membeku beberapa detik.

"Kau CEO Rylan?"

Rylan memandangnya aneh. Bukankah mereka pernah bertemu sebelumnya?

'Diana' berjalan mendekat. Tangannya terangkat, membelai halus wajah Rylan dan Tubuhnya yang berpakaian jas hitam elegan.

"apa yang kau lakukan?!" seru Rylan terkejut, menahan tangan 'Diana'.

"semuanya sama persis. Suaranya, wajahnya, tubuhnya.. Bahkan genggaman tangannya masih sama!" 'Diana' bergumam pelan, sedikit terkejut.

"apa yang kau katakan? Apanya yang sama persis? Ku peringatkan kau Diana. Aku bisa menendangmu keluar kapan saja" Rylan mengerutkan alisnya, sedikit marah.

'Diana' mendongak, menatap mata cokelat Rylan dalam dalam.

"kau.. Pria malam itu.."

Suasana hening seketika. Rylan tampak terkejut. Angin pelan berhembus dari luar jendela, meniup daun lebar tanaman hias di pojok ruangan. Suara air jatuh dari waterwall menderu di telinga.

"Xena?" Rylan bertanya, nadanya menunjukan ketidakpercayaan.

Diana menarik tangannya lepas dari genggaman Rylan.

"ya, itu aku. Xena Nyxira."

"tapi, tapi.. Bukankah kau Diana Xylaria? Bagaimana kau bisa menjadi Xena?" Rylan bertanya bingung.

"bukankah kita juga bertemu sebelumnya? Kenapa kau tidak bereaksi apa apa?..."

Dan entah berapa banyak 'kenapa' yang keluar dari mulut Rylan.

'Diana' mengepalkan tangannya, sedikit geram.

"Aku Bukan Dia!" Diana berseru, membuat Rylan terdiam. "kami sama.. Tapi berbeda."

"apa maksudnya?"

"ah, sudahlah. Karena kau, hidupku jadi berantakan, tau? Karena kau Calantha terus menerus mengganggu aku."

Rylan terdiam, berpikir sejenak.

'jadi, Calantha tau siapa wanita malam itu. Dia rekayasa cctv, sesuai dugaanku.'

"untung saja aku berhasil melepaskan diri darinya terakhir kali. Jika tidak, kau tak akan melihatku disini." 'Diana' mendengus.

"apa yang dilakukannya padamu?" Rylan bertanya lagi, kali ini murni penasaran.

"cih, lebih baik kau bertanya sendiri padanya. Baiklah. Lupakan pembicaraan kita. Aku bekerja disini sekarang. Apa tugas pertamaku?"

"pekerjaan? aku belum selesai dengan pertanyaanku. Disini, aku adalah bos, Xena."

Rylan mengucapkan nama itu penuh penekanan.

"bos? CEO Rylan Yang tak berdedikasi pada pekerjaannya sendiri." 'Diana' balas menantang.

"oke, baiklah, kau berani melawanku. Aku ingin tau kronologi kejadian malam itu, karena aku tak bisa mengingatnya sama sekali."

'Diana' menyeringai.

"kau serius ingin mendengarnya?"

Rylan menggangguk.

"malam itu, aku pergi ke bar untuk bersantai. Ketika ingin pulang, ada sebuah tangan yang menarik ku masuk dalam gang kecil yang gelap itu."

Dia berhenti, tersenyum tipis. Firasat Rylan menjadi tidak enak.

"kau bilang 'tolong aku.. Diamlah sebentar.' dan, tidak kusangka, kau mendekat dan langsung melumat bibir ku."

Rylan memalingkan wajahnya yang memerah.

'Diana' mendekat.

"tanganmu yang kurang ajar bergerak pelan menyusuri seluruh tubuhku, dan.."

"Cukup! Sudah, aku tak mau mendengarnya lagi!" Rylan menutupi wajahnya, tidak melihat 'Diana' yang menyeringai lebar.

"maksudku, kita bertemu, lalu setalah hal itu, apa yang kau lakukan? Kau hanya meninggalkan aku kan?"

"aku mengambil semua uangmu.."

Rylan melotot.

"tidak, aku bercanda. Tentu saja aku langsung pergi, memang apa yang menarik dari tubuhmu hingga aku harus melakukannya sekali lagi?"

"kau..! Ah! Sudahlah! Pergilah duduk disana! Tunggu arahan dari aku!"

Rylan berbalik, melangkah pergi dari sana, masuk ke ruang pribadinya. Dia duduk di atas sofanya, menahan wajahnya untuk tidak memerah lagi.

"Wanita itu.. Sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia bahkan berani langsung menggoda aku. Tapi anehnya, aku tak merasa jijik sama sekali. Berbeda ketika aku bersama Calantha."

"bicara soal Calantha, ini sudah 24 jam penuh, dan aku sangat senang jika dia tak menghubungiku lagi selamanya."

"apa yang dilakukan Diana padanya?"

Di luar ruangan, 'Diana' duduk diatas sebuah Sofa panjang berwarna abu abu. Lebih tepatnya, tempat ia duduk mirip tempat duduk tamu perusahaan.

Dia membuka sebuah ponsel yang Casingnya bertatahkan batu Ruby, memancarkan cahaya merah menyala, dihiasi taburan debu emas dan perak. Itu ponsel Calantha.

"norak sekali benda miliknya ini. Bahkan wallpaper nya juga, ckckck. Selfie paling narsis yang pernah kulihat."

Jari jari 'Diana' bergerak cepat, menelusuri setiap rahasia, setiap file berharga, dan akhirnya menemukan sesuatu yang penting.

"tak kusangka, dia menyimpannya."

Dia meng-klik tombol play pada video tersebut. Dadanya naik turun.

"hei, aku baru tau kalau ekspresiku seperti ini.."

"apa yang sedang kau lihat?" suara berat Rylan memecah keheningan.

'Diana' terkejut, menjatuhkan ponsel yang dipegangnya. Ponsel itu jatuh tepat di bawah kaki Rylan. Dia meraihnya.

"ini ponsel Calantha! Dimana kau mendapatkannya?!"

"kembalikan kepadaku! Aku yang mendapatkannya dengan susah payah!"

Dan mereka berdua berebut ponsel layaknya dua orang anak kecil. Video itu kembali nyala, memembuat mereka mendengar suara suara yang tak seharusnya didengar.

Mereka berdua terdiam, dengan wajah merah padam. Secepat kilat 'Diana' mengambil kembali ponsel itu, dan mematikan videonya.

"itu rekaman cctv malam itu kan?"

"hm."

"aku mau melihatnya."

"tidak."

"ada aku juga dalam sana."

"tidak."

"aku ingin melihatnya!" Rylan berseru.

"ck. Merepotkan. Kemarilah."

Rylan menurut, duduk disamping 'Diana'. Video tersebut diputarkan kembali.

"apakah aku memang seaktif itu?" tanya Rylan ketika video itu habis.

"dasar tak tahu malu! sudahlah! Jadi apa pekerjaan untukku?"

"pergi tagih utang."

"hah?!"

...----------------...

Dalam sekejap mata, 'Diana' telah berada di depan sebuah perusahaan manajemen properti.

"dasar pria sialan." gumam Diana pelan.

Dia segera masuk dan menagih uang yang seharusnya dibayarkan bulan lalu.

'aku merasa jadi seperti rentenir.'

...****************...

Malam harinya, di sebuah ruangan redup yang jauh dari negara Z..

"huf..huf.. Diana sialan.. Dia yang membuatku menjadi seperti ini. Apa kata Rylan jika dia mengetahui bahwa aku tidak suci lagi? Dia tak boleh tau.."

"nona.."

"ah.. Ah.. Berhenti.. Akan kubunuh kau nanti!"

"aku tak menyesal mati bahagia.."

"AAAHHH!!!"

Calantha berteriak, entah sudah berapa kali.

"k-kalian!!"

"pergi keluar! Cari pakaian, alat komunikasi, dan makanan! Siapapun yang bisa mendapatkannya, aku akan menjamin hidupnya, dan melayani kebutuhannya kapan pun dia meminta!"

"serius nona? Kapan pun?"

"ya tapi secara rahasia. siapapun yang tak mau pergi, aku pastikan dia tak akan mati dengan mudah."

Beberapa pergi keluar, mengamati situasi.

"sudah malam!"

Kebanyakan pria itu pergi mengendap endap keluar, memenuhi permintaan Calantha. Hanya tiga orang yang tinggal.

"kenapa kalian tidak pergi? Aku haus. Carikan aku minum"

"tidak nona, kami hanya ingin bersenang senag disini. Kami sudah tak peduli lagi jika mati. Bukankah nona haus? Ayo minum!"

"ugh! Ugh! geluargan bend ini dri mult ku!"

Tidak ada yang peduli. Calantha hanya pasrah, dipermainkan seperti pel*cur oleh bawahannya sendiri.

1
Risa Virgo Always Beau
Rylan kamu perhatian banget sama Diana deh
Risa Virgo Always Beau
Calantha itu nempel terus sama Rylan
Risa Virgo Always Beau
Rylan ternyata tipe orang yang tegas bahkan mengamati beberapa orang
Risa Virgo Always Beau
Rylan sangat membenci Calantha karena menduga Calantha yang memberi obat perangsang untuk dirinya
Risa Virgo Always Beau
Rylan di jebak obat perangsang ya sampai memaksa Xena melakukan hubungan layaknya suami istri
Risa Virgo Always Beau
Diana apa punya penyakit amnesia ya
Nuri_cha
aku kasih tahu ya Diana, kamu akan kecewa dengan calantha
Nuri_cha
rencana busukmu itu udah gagal Calantha 😐
Nuri_cha
nyata... Xena sudah mengambil alih tubuhmu Di
Xlyzy
Ini Bukan Diana deh ini kepribadian Lain nya dari diana
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
buset pertanyaannya. bisa ga usah curigaan ga? 🫵
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
ga usah diceritain. ga usah 😑
Three Flowers
Rylan gak tertarik sama kamu meski suci, karena hatimu jelas gak suci.. apalagi sekarang, dobel gak sucinya..
PrettyDuck
perlu banget. bahaya banget loh penyakitmu itu.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖
Three Flowers
nonton bokep versi mereka sendiri dong?😂
Three Flowers
hehehe... lucu sekali kalimat nya🤣
PrettyDuck
maap tapi aku ketawa 🥲
PrettyDuck
dia yg buat ulah dia yg dendam /Sweat/
MULIANA💦
astaga calanta /Panic/ pengen di getok /Hammer/
MULIANA💦
bener-bener psiko kamu calanta ya /Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!