seorang wanita Roseline Selin yang awlnya hanya berkerja diperusahaan cabang terpaksa dipindahkan ke perusahaan pusat karena memerlukan karyawan tambahan
rose memiliki kekasih bernama Derin Haga seorang pengusaha hebat yang mencintainya apa adanya begitupun sebaliknya
semenjak kepindahannya tempat berkerja semua berubah dari dirinya yang bertemu CEO tampan bernama Angga Hardiwijaya pemilik perusahaan tempan dia berkerja dan rose yang diangkat menjadi sekretaris dadakan sang CEO tampan membuatnya bertemu dengan anak laki-laki tampan ternyata adalah anak dari sang CEO
bagaimana kisah kelanjutannya ikuti terus ceritanya dan jangan lupa beri tukung untuk penulis dengan berikan vote,like dan komen kalian
terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risgun29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
maaf
Mata itu mulai terbuka memperlihatkan mata coklat yang mengkilap dia melihat sekeliling dia bukan dikamar anaknya melainkan dikamar angga yang sekarang menjadi suaminya
Rose menoleh saat mendengar pintu terbuka
"Kau sudah bangun ternyata"ucap angga yang memasuki kamar mereka dan melangkah mendekati rose
Rose hanya diam dia meremas tanganya yang merah karena ruam
"Kenapa kau tidak bilang kalau kau elergi pada bunga?"tanya angga yang sudah terdudukan disamping rose
"Untuk apa aku bilang pada mu,kau tidak akan peduli bukan kah kau pernah mengatakan pada ku bahwa kau tau hal kecil yang karyawan mu tidak sukai lalu kenapa kau tidak tau akan hal itu?"balas rose angga terdiam tidak menjawab ucapan rose
Rose terseyum miring "aku hanya bisa berharap kau akan mengerti aku selalu berharap kau akan selalu bersikap baik pada ku tapi nyatanya tidak,kau selalu menghancurkan harapan ku"ucap rose
Angga menatap rose yang menunduk tangannya terangkat menyentuh pipi rose yang basah
"Maafkan aku"ucap angga
"Wah baru kali ini aku mendengar ucapan itu dari mu angga,aku kira seorang tuan terhormat seperti mu tidak tau kata maaf"ucap rose sembil terkekeh lalu menepis tangan angga yang ada dipipinya
"Mungkin ini semua memang salah,seharusnya rasa ini tidak tumbuh seharusnya harapan itu tidak ada yang hanya membuat ku sakit hati"ucap rose angga diam mendengarkan ucapan rose
"Aku memang wanita yang tidak pantas bahagia,bahkan untuk mendapatkan cinta pun tidak lalu untuk apa aku berharap,kita menikah atas dasar ingin menjadikan ku ibu sambung untuk michael bukan? aku sudah melakukannya....tapi aku tidak tau apakah keputusan ku itu tepat menerima pernikahan ini dan melupakan perasaan ku,aku tau cinta tidak akan tumbuh diantara kita karena sampai kapan pun kau tidak akan pernah mencintai ku bukankah begitu"
"Kau salah menilai ku rose"
"Apa yang aku harapkan itu semua tidak akan terjadi mungkin memang tuhan memberikan ku takdir seperti ini mencintai tapi tidak dicintai"rose menatap angga
"Aku ingin bahagia angga,aku ingin mendapat cinta tapi kenapa tuhan tidak mengijinkan hal itu"air mata itu mengalir
Hati angga menyerit sakit melihat wanita yang dia sayangi menangis
"Katakan angga apa aku tidak pantas untuk bahagia,jika iya maka ijinkan aku pergi untuk mencari kebahagian itu"
"Tidak kau tidak boleh pergi"ucap angga menangkup wajah rose
"Kenapa kua selalu melarang ku untuk pergi?"tanya rose
"Karena aku tidak ingin kehilangan mu"ucap angga
Rose terseyum miring "sungguh omong kosong,bahkan tidak ada cinta diantara kita lalu kenapa kau tidak ingin kehilangan ku,setelah aku pergi kau bisa mencari wanita lain yang lebih pantas untuk mu kau bisa mencari wanita yang lebih cocok untuk mu bukan seperti ku wanita miskin yang..."ucapan rose terhenti saat bibir itu menciumnya
Angga mencium rose dalam dia benci mendengar kata-kata itu kenapa wanita ini begitu mudahnya menyerah
Rose berusaha mendorong angga tapi tenaganya kalah dari pria itu tanggan itu berhenti bergerak dia meremas kaos yang angga kenakan dan mulai membalas ciuman itu
Angga pun semakin memperdalam ciuman itu melampiaskan semua perasaannya pada rose melalui ciuman itu
ciuman itu terlepas rose masih memejamkan matanya dangan mulut yang terbuka menghirup udara untuk menetralkan nafasnya
Mata itu terbuka dan menatap angga yang juga menatapnya mereka saling bersitatap tangan pria itu terangkat mengelus pipi rose
"Jangan pernah mengatakan kalimat itu lagi dimata ku kau wanita yang sepurna tidak ada kekurangan dalam diri mu,yang perlu kau lakukan adalah percaya dengan apa yang kau harapkan karena sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mu ku harap kau mengerti dari kata-kata ku"ucap angga
Bibir itu mulai bersatu kembali angga manarik rose agar lebih dekat dengannya aksi itu terus berlanjut angga yang sudah berada diatas rose pun tidak ingin kehilangan kesempatan dan yang selanjutnya terjadi hanya mereka sendiri yang tau penyatuan cinta yang akan tumbuh dikemuadian hari
Author tidak perlu menjelaskannya-author 😆😆
Langit sudah menunjukan hari yang mulai sore
Tangan itu terus mengelus dada bidang itu membuat sang empunya hanya terseyum geli
"Apa kau sedang menggoda ku?"tanya angga mengelus kepala rose yang ada didadanya wanita itu menggeleng
Tubuh mereka hanya tertutup oleh selimut baju yang mereka kenakan tergeletak dilantai
"Angga"rose mendanga menatap wajah angga
"Ada apa?"balas angga
"Apa maksud dari perkataan mu?"tanya rose
"Bukankah aku sudah bilang kau yang harus memahaminya"jawb angga mencium kening rose membuat mata itu terpejam merasakan kelembutan ciuman itu
Mereka saling tatap tangan angga bergerak mengelus pipi rose
"Apa kau mencintai ku?"tanya angga rose mengangguk dengan mudahnya
"Bagaimana dengan derin,tidak mungkin kau secepat iru melupakannya?"
"Jangan membahas tentangnya,aku sangat membencinya aku tidak mau mengulang masa lalu"ucap rose dia sudah terlalu sakit karena pria itu dan rose tidak mau lagi mengingatnya
Angga terseyum "maka dari sekarang kau hanya perlu percaya bahwa yang kau harapkan akan menjadi kenyataan"angga terseyum lembut membuat bibir rose juga ikut terseyum
Pelukan itu semakin erat rose membenamkan wajahnya didada angga pria itu terseyum dan mencium kening rose
"Aku juga mencintai mu"
Angga sudah rapi dengan baju santainya dia menuruni tangga lalu pergi menuju ruang makan
"Angga kemapa kamu baru keluar apa yang terjadi pada rose?"tanya hany
"Rose baik-baik saja mah dia sedang istirahat,dia akan makan dikamar saja"ucap angga hany mengangguk
"nana siapkan makan untuk rose dan antar kekamar"ucap hany
"Tidak,aku saja yang membawanya nanti"ucap angga
Tidak mungkin dia mengijinkan pelayan memasuki kamar yang sedang berantakan bahkan rose sedang tertidur sekarang karena permainan mereka
"Memangnya kenapa jika bibi yang mengantarnya angga?"tanya hany bingung
"Tidak papa mah,rose sedang tertidur dia sangat kelelahan jadi biarkan dia istirahat dulu"jawab angga
Hany menyerit bingung lalu sedetik kemudian seyumnya mengembang
"Apa kalian tadi sedang membuat cucu untuk mamah"
Uhuk uhuk
Angga terbatuk mendengar teriakan hany ditelinganya
"Mamah tidak perlu sekeras itu bicaranya"ucap angga mengusap kupingnya
"Benarkan yang mamah bilang? Kalian ingin memberikan mamah cucu"
"Tunggu saja apa akan cepat jadinya atau tidak"ucap angga
"Kau ini bicara seperti itu,bukan kah sekarang sudah saatnya michael mendapatkan adik jadi semoga saja benih mu cepat tumbuhnya"angga kembali terbatuk mendengar ucapan ibunya
Kenapa wanita itu bisa dengan santainya mengatakan hal itu didepan para pelayan bukan hanya mereka berdua saja ditempat itu angga hanya menggeleng
Angga membuka pintu itu pelan dan masuk kedalam dengan nampan ditanganya dia terseyum melihat rose yang masih tertidur pulas
"Sayang"panggil angga tapi rose hanya menggeliat
Rose dan angga sudah sepakat saling memanggil dengan panggilan itu tidak dengan nama kecuali hal lain saja
"Sayang ayo bangun,kamu belum makan dari tadi pagi"angga masih berusaha membangunkan rose
"Hhhmm...kau menggangguku saja"ucap rose membalikan badanya membelakangi angga
Tapi selimut itu terbuka memperlihatkan punggung mulus rose membuat angga menahan hasratnya
"Sayang ayo bangun"ucap angga
Rose bangun dari tidurnya tapi wajahnya meringis saat merasakan perih dibawah sana
"Kanapa?"tanya angga khawatir
"Ini masih sakit kau tega menyakiti ku"ucap rose memukul dada angga pria itu hanya terseyum
"Bukankah kau menikmatinya?"
"Jangan mengoda ku,ish aku kesal pada mu jangan bicara pada ku"ucap rose beranjak dari tempat tidur dengan selimut melilit tubuhnya
Rose berusaha melangkah menuju kamar mandi dan masuk kedalam kamar mandi angga tidak bisa menahan seyumnya
"Kenapa dia sangat menggemaskan"gumam angga menggelengkan kepalanya
sukses
semangat
mksh