NovelToon NovelToon
Cintaku karena ibadah

Cintaku karena ibadah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:363.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ummu Friska Nanda Raisa

Seorang dokter muda yang sedang meneruskan pedidikannya di S2, dipaksa untuk segera menikah...

ternyata salah satu pasiennya membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama

berhasilkah Dokter tersebut mendapatkan gadis pujaannya.


jangan lupa comen dan likenya ya..🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cerita SD

Setelah beberapa saat kemudian, akupun kembali dengan sepiring makanan dan juga minuman

“Hayo sekarang kamu harus berusaha untuk makan.” Ucapku dan Nuripun menggeleng

“Kenapa? Apa makanannya membuat kamu ga nafsu?” tanyaku

“Bukan begitu mas. Mulutku pahit. Aku ga nafsu makan.” Jelas Nuri

“Tapi Nur, kamu harus makan. Sedikit-sedikit aja ya. Yang penting perut kamu ke isi.” Pintaku

“Tapi mas..” ucapannya ku potong

“Ga ada tapi-tapian. Kamu makan ya.” Pintaku lagi

“Ya udah deh. Aku coba ya mas.” Sahutnya dan akupun mengangguk sambil tersenyum

“Uwek...” ucapnya

“Ini minum.” Ucapku memberikan minuman padanya.

“Pelan-pelan aja ya makannya. Tapi kamu harus tetap berusaha buat makan ya.” Pintaku

“Iya mas.” Sahutnya

Akhirnya diapun berusaha untuk makan walo hanya sesuap dua suap.

“Mas, mas kenapa kelihatan murung?” tanya Nuri

“Ga, ga ada apa-apa.” Sahutku

“Apa ada masalah di tempat kerja?” tanyanya lagi

“Ga kok. Semua lancar.” Sahutku

“Oh.. O ya mas, mas mau dengar sebuah cerita ga?” tanyanya

“Cerita apa?” tanyaku

“Mas tau ga, klo aku tuh sebetulnya benci banget sama sosok seorang Dokter.” Ucapnya

“Benci? Kok bisa?” tanyaku

“Iya, dulu waktu aku kecil, aku pernah sempat dipaksa buat di suntik. Aku ingat sekali waktu itu aku kabur. Lari... Terus mba Aisyah ngejar-ngejar aku sampai dia kecapean dan nyerah.” Ucapnya menceritakan

“Ya ampun Nur, sampe segitunya kamu takut disuntik?” tanyaku

“Iya mas. Waktu itu gara-garanya imunisasi ulang waktu kelas 1 SD. Guru-guru waktu itu juga heboh ngejar aku. Tapi karena terlalu takutnya aku, aku pun lari sangat cepat.” Jelasnya

“hmm... Hmm.. Ga nyangka ya kamu ini nakal. Trus akhirnya gimana?” tanyaku penasaran

“Akhirnya aku berhasil di tangkap dan dipegangi kaki serta tanganku. Dari situ, bukan hanya masalah jarum suntik, tapi juga aku benci dengan orang yang berprofesi sebagai dokter.” Jelasnya

“Berarti kamu benci juga donk sama aku?! Aku kan Dokter.” Ucapku lirih dan diapun tersenyum

“Kok kamu senyum sih? Aku tuh serius. Aku sedih klo kamu benci sama aku.” Ucapku lagi

“Mas yusuf... Mas yusuf... Mas tuh kaya’ anak kecil aja deh. Itukan kejadian waktu aku SD. Udah lama banget.” Ucap Nuri sambil tersenyum

“Jadi kamu tuh sekarang masih benci atau sudah ga nih?!” tanyaku

“Ga benci lagi kok pak Dokter.” Sahutnya

“Kamu ini.. Bisa aja.” Ucapku sambil mencet hidungnya pelan dan diapun hanya nyengir

“Nah gitu donk mas, senyum. Mas klo senyum cakep lho.” Puji Nuri

“Ah kamu bisa aja.” Ucapku yang sadar ternyata dari tadi raut wajahku ini muram

“Eh mas, kapan ya kira-kira aku udah boleh sekolah?” tanya Nuri

“Tunggu kamu sehat benar baru boleh sekolah lagi.” Sahutku

“Iya mas. Aku tahu itu, tapi kapan?” tanyanya lagi

“Klo kamu makannya udah banyak dan udah ga gemeteran lagi klo dibuat jalan.” Sahutku

“Oh begitu ya mas.” Sahutnya sedih

“Emang kenapa?” tanyaku kemudian

“Aku bosan mas di dalam kamar terus. Aku juga pasti bakalan ketinggalan pelajaran klo terus-terusan ga masuk kaya begini.” Jelasnya

“Oh jadi itu ya yang mengganjal di pikiranmu?!” ucapku dan diapun mengangguk

“Ya udah. Sekarang begini, klo kamu nurut semua arahan mas, mungkin dalam waktu dekat kamu bisa sekolah lagi. Gimana?” ucapku

“Arahan? Maksudnya?” tanyanya bingung

“Iya, klo waktunya minum obat ya minum obat, klo waktunya makan ya makan. Kamu harus berusaha wlopun terasa mual.” Jelasku

“Oh begitu ya mas. Ya udah deh aku bakalan berusaha.” Sahutnya walo sedikit terdengar ga yakin

“Nah gitu donk.” Ucapku sambil mengelus rambutnya

Sementara ditempat lain, Cindy terlihat sangat emosi

“Cin, lo kenapa?” tanya Randy yang saat itu baru saja selesai praktek

“Eh lo Ran, iya nih, gue BT banget sama temen lo itu.” Ucap Cindy

“Temen? Maksud lo si yusuf?” tanya Randy

“Ya iyalah. Siapa lagi klo bukan dia.” Sahutnya kesal

“Ada apa lagi sama si Yusuf?” tanya Randy

“Temen lo tu ya, kenapa sih klo ketemu gue itu kaya benci gimana gitu?!” ucap Cindy

“Oh itu, gue pikir apa?” ucap Randy

“Maksud lo apa Ran?” tanya Cindy

“Nih ya gue kasih tahu. Dari yang gue tahu, dia itu ga suka banget sama sikap lo ke dia. Dia tuh dari dulu paling ga suka sama orang yang suka maksa. Jadi ilfill katanya sih.” Jelas Randy

“Emang gue suka maksa gitu ke dia?” tanya Cindy ga sadar diri

“Ampun... Nih kaca. Lo ngaca deh. Gue juga jadi males ngomong sama perempuan kaya lo.” Ucap Randy sambil memberikan kaca kecil ke Cindy setelah itu pergi

“Sial lo Ran. Lo sama aja kaya Yusuf. Kalian emang cocok klo jadi sahabat.” Ucap Cindy teriak

“Sebodo amat. Emang gue pikirin.” Teriak Randy balik

Di sisi lain, aku sedang tenang nunggu pasien ku yang satu ini. Dia terlihat pucat dan lemas.

“Nuri.. Nuri.. Kamu itu ya, demi teman, kamu sampai seperti ini.” Gumamku dalam hati saat melihat raut wajahnya yang sayu

Disaat yang bersamaan, Adit masuk kedalam kamar.

“Gimana mas keadaan Nuri?” tanya Adit

“Sudah jauh lebih baik.” Sahutku

“Oh syukurlah. Aku sempat khawatir masalahnya waktu denger kabar dia sakit.” Ucap Adit

“Jangankan kamu, aku saja terus kepikiran.” Ucapku

“Oh ya mas, boleh aku tanya sesuatu?” ucap Adit

“Apa itu dit?” tanyaku

“Ini masalah surat mba Aisyah.” Ucap Adit

“Oh masalah itu.” Sahutku

“Gimana mas?” tanya Adit

“Sebentar lagi dit.. Tunggu sebentar lagi.” Ucapku

“Ya mas. Aku nya sih ga apa-apa. Hanya saja aku ga bisa jamin Nuri mas. Dia perempuan. Aku khawatir, dia bakalan suka dengan cowo lain. Trus nanti gimana dengan amanah mba Aisyah?!” ucap Adit khawatir

“Mas tahu dit. Kasih waktu buat mas sebentar lagi. Gimana?” ucapku mencoba meyakinkan Adit

“Baiklah mas.” Sahut Adit

.

.

.

.

.

.

Bersambung...

Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏

1
Irni Yusnita
ceritanya bagus
Irtahani Irtahani
next lagi
Anjelie Sharma
cerita nya ringan bngt ga bertele tele
singkat padat dan jelas
harus nya judul nya turun ranjang😀
FJA: hahaha... iya ya...😅 tp yang Author jadikan penilaian judul itu bukan dari dengan siapa dia menikah tp lebih ke arah maksud dari menikah itu sendiri karena menjaga amanah dan juga ibadah
jika masih tetap di rasa kurang pas dalam pemilihan judul, author minta maaf 🙏
total 1 replies
gercep
mampir Thor
Rubby Naura
💚💚💚
Rubby Naura
💚💚💚
Tri Susanti
suka bacanya ..... lanjut thor💪💪💪
Tri Susanti
singkat padat jelas gue suka bacanya..... lanjut thor..... semangat
Putri Pink
ini mah turun ranjang..
jd gk trima rasanya kl judulnya"cinta karna ibadah"..
angell
.
Alanna Th
cuman d novel kan, thor 👍🤭😂
Alanna Th
dasar perawan tuwir, dokter jg trnyata, tp klakuannya g pantes gitu y 😱💝👍
Alanna Th
nuri nie pelupa y, thor 🤔
Alanna Th
oom dokter romantis, meluk" 👍☺️💕💞
Alanna Th
thor, brp sih usia dr. yusuf n dia dktr bidang apa?
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
bagus
Riska Sutrisno
ijin promo ya kak. mampir yuk di ceritaku
" Cinta Dalam Doa ".
terima kasih kak
Meti Kusumawati
kampungan maennya tampar tamparan...jangan gitu Thor...yg lebih elegan donk
vi
aq suka..
.aq suka
Alanna Th: trima ksh, author, aq baca stengah hari udeh tamat. mmuaskn, smoga sukses selalu👍💝💝💝
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!