NovelToon NovelToon
RAIDEN

RAIDEN

Status: tamat
Genre:Petualangan / Game / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

'Elvort Garden' merupakan sebuah dunia virtual game paling sempurna buatan sebuah perusahaan bernama HD Corporation.

Kau tidak perlu tidur seharian untuk memainkan game ini. Setelah memakai V-Gear dan memutuskan untuk Log In, tubuhmu akan langsung berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang. Rasanya mirip dengan perpindahan dimensi atau masuk ke dunia lain.

Tidak ada sistem yang akan menemanimu, tidak ada bar status atau lainnya. Karena setelah kau masuk, maka hanya ada dua jalan untuk bisa keluar..

Kalahkan Big Bos dan ucapkan keinginanmu atau.. Mati.

Tidak ada tipuan dari pengembang game saat Raiden menggunakan V-Gear miliknya. Dia telah membaca buku panduan game serta risiko yang ada di dalamnya.

Raiden telah memutuskan, dia akan mencoba peruntungan hidupnya di dunia yang sudah lama dia impikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 - Elvort Garden II

Tentu saja ucapan dari Theo membuat Raiden kaget bukan main, dia pun berusaha membantah. "Kau ini bicara apa?! Kapan aku pernah melakukan pembantaian? Apalagi itu sebuah kota, ka-kau jangan asal menuduh!"

Theo tidak mau kalah, "Memang benar. Aku memperhatikan wajahmu dan sangat yakin bahwa kau adalah Raiden Sang Iblis Petir itu. Kau jangan berbohong,"

!!

Ziyan terkejut, dia memperhatikan raut wajah Raiden. Jelas sekali bahwa orang ini sangat terganggu dengan ucapan Theo dan nampak bagai penjahat yang kedoknya baru saja terbongkar.

Raiden mengembuskan napas, berusaha tenang, dan lalu menggelengkan kepala. Dia tidak mau menerima tuduhan semacam ini.

"Ayolah, kalian pasti tahu seluas apa sebuah 'Kota' itu. Bagaimana mungkin aku melakukan pembantaian pada sebuah kota yang lingkup wilayahnya begitu luas, apalagi penghuni dari kota itu tidak hanya diisi oleh NPC, banyak pemain yang juga ada di sana. Mustahil aku melakukannya, memangnya aku ini sekuat apa..?"

Theo tidak percaya, "Lalu bagaimana dengan rumor yang kudengar itu? Mereka menyebutkan satu nama, sekaligus mengatakan ciri fisik pelakunya. Dan yang paling membuatku yakin pelakunya adalah kau sebab warna mata merahmu sangatlah langka di Elvort Garden. Pelaku dari pembantaian di Kota Petir memiliki ciri fisik ini, apalagi namamu juga sama--Kau jelas tidak bisa mengelak lagi,"

"Tapi tetap saja itu rumor, bukan? Kau jangan mempercayainya," Raiden merasa bahwa topik pembahasan yang awalnya sedang dia dan kedua orang ini bicarakan adalah tentang mengenai Yuna, tetapi entah bagaimana topiknya berubah menjadi membahas dirinya.

Ziyan tidak pernah melepaskan perhatiannya dari Raiden, "Seperti asap yang tidak akan ada tanpa api, begitu pula dengan rumor. Itu juga tidak akan muncul tanpa pemicu. Apa yang dikatakan Theo mungkin saja tidak bisa dipercaya, tetapi bukan berarti dia salah sepenuhnya. Kau ini.. Berasal dari Kota Petir, kan?"

"Bisa dibilang begitu, tapi aku tidak pernah melakukan pembantaian pada sebuah kota. Aku hanya.. Mungkin karena aku sering membuat keributan di sana, bertarung setiap hari, menyinggung siapa pun yang pantas disinggung, dan melakukan banyak kerusakan hingga mereka menyebar hal semacam itu tentangku."

Raiden tidak pernah mempermasalahkan ini sebelumnya meski dia juga sering mendengar kabar tersebut. Dia, Yun, dan Lulu bahkan memiliki cerita mengerikan masing-masing di kota yang mereka tinggali.

Ketiga sekawan itu tidak pernah mau membersihkan nama mereka dari rumor yang beredar. Alasannya agar orang-orang yang mengenal mereka akan lebih berhati-hati dan mereka juga dapat terhindar dari masalah yang tidak diperlukan.

Raiden kembali bicara, "Jangan bilang bahwa kalian juga mempunyai misi untuk mengambil kepalaku?"

Theo menggeleng pelan, "Sama sekali tidak. Aku hanya merasa antusias karena dapat bertemu denganmu apalagi bicara sedekat ini. Haah.. Sayang sekali kau mengatakan kau tidak melakukan pembantaian, padahal jika memang benar--itu pasti luar biasa."

?!

Raiden mengerutkan keningnya, dia memperhatikan pria bernama Theo ini dari atas sampai bawah dan menemukan bahwa pria tersebut adalah orang yang penuh semangat, sepertinya terobsesi dengan segala hal yang berbau kekuatan, dan dilihat lebih seksama pun--Raiden merasa bahwa Theo merupakan definisi dari orang 'bodoh' yang sesungguhnya.

Raiden bertanya, "Mn? Jadi kau ini sebenarnya mengagumiku?"

Theo, "Tentu. Hanya pemain yang berada di kebun paling dekat dengan wilayah tengah yang terkenal kuat, mereka jelas mampu menghancurkan sebuah kota. Jadi saat kudengar ada pemain dari kebun di wilayah luar yang mampu melakukannya, aku benar-benar ingin bertemu denganmu. Tapi ternyata.. Haah.. Kau membuatku kecewa."

"Maaf saja," Raiden tersenyum. "Tapi dibandingkan dengan membuat sebuah kota hancur, aku jauh lebih memilih menaklukkannya dengan menyebarkan pesonaku. Ketampananku ini adalah kekuatan mutlak, kekuatan absolut yang tiada tandingannya. Aku benar-benar sempurna."

!!

Theo bahkan sampai tidak berkedip kala melihat Raiden dengan penuh gaya mengakui diri sendiri sebagai orang yang paling tampan. Seumur hidup, Theo tidak pernah bertemu dengan pemuda yang senarsis ini.

Bila Raiden sudah membahas tentang ketampanannya, dia seakan berada dalam dunianya sendiri dan bahkan tidak sadar bahwa Ziyan sudah berjalan pergi. Pemuda itu menghampiri Yuna yang sedang dikerumuni oleh sekitar lima orang pemain.

".. Kami pasti akan melindungimu, Nona"

"Aku tidak butuh perlindungan,"

Yuna sejak tadi sudah dilempari banyak pertanyaan. Mulai dari hubungannya dengan kelompok Topeng Tengu itu, asal kota tempat tinggalnya, dan bahkan kejadian yang membuatnya menjadi buronan paling diincar oleh kelompok Topeng Tengu.

"Nona Yuna, sangat berbahaya bagimu jika tetap pergi ke Kota Cahaya. Menjadi anggota sebuah Guild justru akan membuatmu semakin dikenali."

"Itu benar, lebih baik kau bersama kami."

"Nona Yuna, kami akan mengantarmu ke Kota Bulan. Di sana keselamatanmu akan sangat terjamin."

Yuna mendengus pelan, "Kalian ingin aku melarikan diri? Hah, tidak akan. Hanya dengan menjadi bagian dari salah satu Guild besar yang bisa menolongku. Aku tetap akan pergi ke Kota Cahaya."

"Astaga, kau ini keras kepala sekali..!"

"Jangan mendesaknya," Ziyan kini berada di antara mereka. "Ini adalah pilihannya sendiri, jadi biarkan saja. Lagipula dia tidak sendirian."

Kelima orang yang dua di antara mereka adalah perempuan itu nampak menoleh dan mengikuti arah pandangan Ziyan. Pemuda tersebut menatap Raiden dan Theo yang kini berjalan menghampiri mereka.

!!

Salah seorang pria berpakaian yang sama dengan Ziyan terlihat tersentak, "Bukankah itu Raiden..?"

"Ah! Tunggu.." gadis dengan rambut merah mudah masih memperhatikan dengan lebih seksama, "Benar. Itu Raiden."

"Jadi dia benar-benar pelaku dari pembantaian di Kota Petir? Hebat. Kupikir dia sudah mati,"

"Si Iblis Petir itu.. Sama seperti julukannya. Warna matanya itu benar-benar merah."

Raiden sendiri tidak mendengar dirinya tengah dibicarakan. Dia berjalan tenang sambil sesekali berbincang dengan Theo.

Dari arah pandang Ziyan, warna mata Raiden nampak mengeluarkan cahaya merah redup. Apalagi cahayanya akan semakin jelas ketika dia berada di kegelapan---Rasanya benar-benar mirip dengan mata monster.

Raiden sendiri sudah biasa menjadi pusat perhatian, karena itulah mendapat pandangan semacam ini sama sekali tidak membuatnya terganggu. Dia pun menatap Yuna dan menanyakan keadaan gadis tersebut.

"Nona Yuna, apa kau baik-baik saja?"

"Mn.. Bagaimana denganmu?" Yuna sebenarnya mendengar ucapan kelima pemain ini, apalagi saat salah satu dari mereka menyebut Raiden sebagai 'Iblis'. Dia sendiri juga tidak menyangka warna mata pemuda ini akan begitu terang walau kondisi di sekitar mereka adalah malam hari.

"Seperti yang kau lihat, aku dalam keadaan baik." Raiden menjawab dengan tenang seakan tidak ada yang aneh pada pandangan orang-orang di sekelilingnya.

Dia pun menoleh ke arah kelima pemain yang lain, "Terima kasih karena sudah membantu,"

"Ah, ti-tidak masalah.."

"Bu-bukan apa-apa,"

Ada dua orang yang merasa gugup ketika membalas ucapan Raiden, lainnya agak ragu menjawab. Ziyan lantas mengajak mereka semua ke tempat yang lebih baik dan melanjutkan perbincangan ini di sana.

Mereka memilih sebuah kedai yang baru, di tempat itu teman-teman Theo masih berusaha untuk membujuk Yuna agar ikut bersama mereka. Hanya saja gadis itu tetap tidak mau ikut.

Ziyan, Theo, dan teman-teman mereka sebenarnya memiliki niatan yang baik untuk melindungi Yuna. Meskipun ada tujuan lain, itu semata-mata adalah memancing kelompok Topeng Tengu keluar--bisa dikatakan mereka ingin memanfaatkan gadis ini.

Raiden mengerti, Yuna diincar oleh kelompok penjahat itu dan dia yakin mereka tidak akan berhenti sebelum mendapatkan gadis yang telah menyelamatkan nyawanya ini. Dia sendiri sebenarnya tidak ingin terlibat, namun mengingat dirinya masih punya hutang budi--hal ini tentu tidak mungkin dia abaikan.

Theo, "Nona Yuna. Pikirkanlah lagi, kami tidak akan membiarkanmu terluka sedikit pun. Kita bisa bekerja sama untuk menangkap para penjahat itu."

Yuna, "Aku menghargai kebaikan kalian. Tapi aku sudah membuat keputusan dan akan kuselesaikan masalahku sendiri."

"Nona-"

"Baiklah," Raiden menyela, ".. Kalian tidak bisa memaksanya, dia ingin bergabung dengan Guild Singa Emas dan kurasa itu juga pilihan yang bijak. Di sana, dia akan memiliki banyak pelindung dan dapat mengembangkan kemampuannya. Menurutku, Nona ini tidak ingin menjadi beban. Dia ingin melindungi dirinya sendiri."

"Tapi para penjahat itu bukanlah kelompok biasa, mereka berasal dari organisasi yang sangat berbahaya." seorang gadis membalas ucapan Raiden, dia yakin hanya Guild Teratai Putih yang dapat mengatasinya karena mereka sudah pernah menghadapi kelompok Topeng Tengu itu sebelumnya.

Raiden tidak mau berdebat, "Kau benar. Tapi keputusan ada di pihak Nona Yuna. Dia ingin masuk ke Guild Singa Emas dan dia juga merupakan penyelamatku. Aku yang akan menjamin keselamatannya. Kalian bisa saja tetap bekerja.. Ehm.. Mungkin seperti menjaganya dari jarak jauh. Bagaimana dengan usulan ini?"

Ziyan mengusap pelan dagunya, dia lantas menoleh ke arah Yuna sebelum mengarahkan pandangan kepada Raiden. "Kelompok Topeng Tengu memang tidak bisa diremehkan, dan jujur saja berbahaya jika hanya kita yang bertindak. Kurasa lebih baik begitu.."

Theo, "Yaah.. Karena kau sudah mengatakannya, aku hanya ikut saja. Nona Yuna, kau tidak keberatan kan?"

Yuna mengangguk pelan sebagai jawaban. Walau dia tidak nyaman karena akan diawasi, namun setidaknya ini jauh lebih baik daripada harus ikut dengan Ziyan atau pergi ke Kota Bulan.

Tangan Yuna terlihat mencengkeram kuat pakaian miliknya. Demi mencapai tujuan yang selama ini telah direncanakannya, dia harus masuk ke salah satu Guild besar dan Guild Singa Emas adalah pilihannya.

Cengkeraman Yuna pada pakaiannya tidak disadari siapa pun selain Raiden. Pemuda tampan itu tahu bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis ini dan hal tersebut bukanlah masalah yang kecil.

Ziyan, Theo, dan rekan-rekan mereka memang berasal dari kebun di wilayah barat. Informasi yang mereka kumpulkan terkait kelompok Topeng Tengu dan hubungannya dengan Yuna sudah termasuk akurat, tetapi ini sepertinya masih belum mampu sebanding dengan yang Raiden dapatkan.

Sebelumnya saat pemuda bermata merah itu bertarung dengan salah satu pria yang memakai Topeng Tengu---Raiden berhasil merampas sebuah token. Dia memang belum memeriksa benda ini dan tidak mengatakannya pada siapa pun termasuk Ziyan atau yang lainnya karena masih tidak percaya dengan mereka.

Yuna merupakan NPC, dan bagi Raiden--NPC jauh lebih bisa dipercaya daripada pemain meski mereka terlihat bagai orang baik sekali pun. Yun dan Lulu sendiri awalnya juga diperlakukan demikian, Raiden butuh waktu yang lama untuk bisa mempercayai kedua temannya itu.

Kenyataannya, ini adalah Elvort Garden. Game di mana para pemainnya merupakan orang-orang yang dianggap sampah masyarakat. Ada sekitar 85 % pemain yang berotak licik dan penuh siasat di tempat ini, sementara sisanya bahkan jauh lebih buruk lagi.

Yaah, kemungkinan besar pemain yang dapat digolongkan ke dalam orang baik hanya sekitar 1 atau 2 %, itu pun jika mereka tidak terpengaruh dengan kekuatan dan ambisi untuk meraih kejayaan. Raiden tidak akan pernah melupakan fakta yang sebenarnya dari game ini.

Dia tentu masih bersikap baik, ramah kepada Ziyan termasuk Theo dan yang lainnya. Namun bukan berarti dia mudah menaruh sebuah kepercayaan. Mereka pun sepakat menginap dan melanjutkan perjalanan ke Kota Cahaya keesokan paginya.

***

1
Fadiyah NK
Kak jujur kangen Raiden, ini KK GK niat lanjut lagi kah? Sampe aku baca ulang saking kangennya
Uchy
Raiden nampaknya kurang mendapat perhatian dari Dasha.....
Uchy
Dari semua karya Dasha,,, hanya Raiden yang belum punya julukan fans.....
Uchy
Hari ini kok ngga dapet iklan LG favorit ku, ya.?!😁😁
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Uchy
Sepertinya Raiden perlu banyak persiapan untuk melanjutkan petualangannya.
Anna Bisay
ahmm suka
Uchy
meskipun hanya cerita sebuah game, tapi jln ceritanya sangat menarik
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Dasha masih sibuk kah.?!
Uchy
Ternyata Raiden belum di lanjut 😁😁
Uchy
jatuh cinta kah Raiden pada Yuna.?!
Uchy
Sebagai tokoh utama dalam cerita.
mana mungkin Raiden akan tewas.?!
sekalipun nyawa hanya tinggal seujung rambut....
Uchy
Raiden....
Pastikan bahwa itu adalah seringai terakhir dari lawan mu.....
Uchy
Raiden semangat 💪
Tunjukkan kemampuanmu pada Hide, dan tundukan Hide dlm pertandingan antar pemain.
Uchy
Hide kebakaran jenggot sampai rambutnya jadi pirang kepanasan 🤪🤪🤪🤪
Uchy
Meskipun bukan yang pertama.
tp aku akan tetap hadir dengan dukungan tulus.
Alan Bumi
banyak kalimat yang kehilangan satu huruf di setiap kata dan ada juga yang kelebihan satu huruf di setiap katanya
Hamtaro Dasha: Siap kak. Nanti direvisi kembali typo-nya, 。^‿^。Terima kasih ya karena sudah menolong Dasha memeriksa ulang tiap episode di novel kami. Ini sangat membantu (*´∀`~*)
total 1 replies
Alan Bumi
musuhnya = musuhmu
Alan Bumi
membunuh = pembunuhan
Alan Bumi
Adhd tuh apa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!