NovelToon NovelToon
Bintang Di Kegelapan Malam

Bintang Di Kegelapan Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:883.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anjani Putri

Retno punya semua yang diinginkan oleh gadis seusianya, kedua orang tua sempurna, harta dan kehormatan. Hidupnya sangat bahagia dan disiplin, ayah bilang disiplin membedakan manusia dengan binatang. Sejak kelas dua sekolah dasar saat bangun tidur Retno tidak boleh keluar dari kamarnya sebelum membereskan tempat tidurnya, kelas tiga ayah memeriksa kerapihan tempat tidurnya.

"Kerapihan tempat tidur akan mengubah duniamu dan menentukan siapa dirimu" pesan ayah selalu.

Saat kedua orang tuanya meninggal Retno tak tahu apa yang harus dilakukan sampai dirinya bertemu dengan Keanu Hartono

"Retno....maukah kau ikut denganku.?" Keanu menghembuskan nafas panjang, antara yakin dan tidak dengan ucapannya namun kata ajakan itu sudah meluncur dari bibirnya.

Retno menatap wajah didepannya, tak ada senyum disana kecuali sepasang mata yang menatapnya serius. Retno menimbang kesungguhan dalam tatapan itu, Retno hanya bertemu Keanu beberapa kali itupun tanpa komunikasi karena biasanya ia datang menemui ayah. Retno hanya tersenyum dan mengangguk jika bertemu sebagai tanda penghormatan pada tamu ayahnya. Sekarang laki-kaki ini mengajaknya tinggal dirumahnya.


Keanu Hartono adalah seorang CEO NSP Bank yang terpaksa turun lapangan untuk mengatasi Kredit Macet seorang pengusaha daerah yang telah meninggal dunia bernama Bintoro Aldi ayah Retno. Keanu tahu betul apa yang terjadi dengan keluarga tersebut termasuk menyaksikan bagaimana ekonomi keluarga tersebut pelan-pelan hancur. Keanu juga menjadi saksi gadis yang dulunya ceria itu pelan-pelan kehilangan senyumnya. Gadis ABG yang membuat dunianya jungkir balik!

Bagaimana nasib membawa Retno dan adiknya, ikuti kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part-17 Saat-Saat Indah

Keanu duduk berdua Andre di gazebo, mengingatkan keduanya akan masa kecil saat Daddy dan Raisa masih hidup. Mereka berbincang dari yang serius sampai yang hanya berupa banyolan. Rasanya waktu berlalu begitu cepat, satu-satu pergi meninggalkan goresan kenangan. Semoga mereka damai di surga atas semua amal baik yang pernah diperbuat di bumi.

"Apakah Retno tahu Kakak mencintai dia" Andre mengawali percakapan tentang Retno.

"Mungkin tahu" Keanu terkejut dengan pertanyaan Andre, sebagai lelaki Andre mungkin bisa meraba sikapnya terhadap Retno.

"Mungkin...? Kakak tidak pernah mengatakan itu padanya?" kening Andre mengkerut.

"Tidak, biarlah Retno mengejar masa depannya sampai suatu saat dia membutuhkan tempat bersandar yang tepat" jawab Keanu bijaksana.

"Setelah ini dia bukan gadis SMA lagi, apakah Kakak tidak takut Retno memilih teman mahasiswanya untuk bersandar?"

"Retno bisa membedakan antara emas dan tembaga."

"Kakak yakin?"

"Tentu saja adikku, intan tetap terlihat berkilau sekalipun didalam lumpur."

"Wow, beruntungnya Retno memiliki orang seperti Kakak."

"Aku menunggunya hingga dia tumbuh dewasa karena aku bukan jenis predator, aku menunggu Retno siap menerimaku. Jangan katakan kau juga menginginkannya" Keanu menatap curiga pada Andre.

"Siapa yang tidak tertarik pada gadis seperti Retno, semangatnya dan daya magic sorot matanya membuat orang didekatnya merasa hidup. Diantara ribuan gadis dia tak sulit ditemukan, Retno berbeda tapi aku cukup tahu diri karena Kakak lebih pantas untuknya" Andre tersenyum kecil, menghindari tatapan Keanu.

"Kamu terlihat seperti ******** saat memuji Retno tapi aku percaya padamu adikku, jagalah dia saat Kakak tidak ada."

"Tentu Kakak, lagi pula Retno tidak akan tertarik padaku. Kakak adalah bintang dalam kegelapan hatinya, ketika kedua orang tuanya tiada Retno kehilangan separuh jiwanya tapi Kakak mengulurkan tangan untuk membuat jiwanya tetap utuh. Aku tak mungkin bersaing dengan Kakak" Andre tersenyum kecil.

"Ternyata kamu memang ******** Andre, kau telah menghabiskan waktu berbincang dengan Retno disaat aku berjuang keras untuk mempertahankan bisnis keluarga" Keanu nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Dia membutuhkan itu, aku hanya menjadi pendengar yang baik untuknya" bela Andre, berbicara dengan Retno membuatnya mengingat masa-masa baik dirinya sebagai manusia sebelum pergi ke Amerika. Negeri bebas yang membuat siapapun tidak perduli apa arti pengendalian diri.

Bebas berkehendak, bebas berekspresi hanya membuat manusia kehilangan sisi manusiawinya. Agama mengajarkan pengendalian diri agar manusia mengenal dirinya untuk apa diciptakan dan perannya dialam semesta ini. Semua mahluk diciptakan sempurna, orbitnya satu yaitu menuju kesempurnaan penciptaannya seperti tertulis di surat Al-A'raf (7):172. Perjanjian manusia dengan penciptanya ketika ruh pertama ditiupkan pada janin diusia empat bulan :

Alastu birobbikum

"Bukankah Aku Tuhanmu."

Qooluu baala sahitnaa

"Betul, Engkau Tuhan kami. Kami bersaksi."

Hidup didunia ini sesungguhnya hanya untuk membuktikan sumpah kita terhadap Allah saat bersaksi ketika ruh pertama ditiupkan. Apakah kita masih memegang janji itu atau mengingkarinya saat terlahir kedunia ini. Saat melakukan  keburukan, berbohong sesungguhnya manusia telah mengingkari janjinya kepada Allah. Dia berbuat sesuatu seakan tiada yang melihat, padahal Allah Maha Melihat.

“Kau tahu Andre, aku menjadi laki-laki yang paling beruntung didunia karena mencintainya. Aku melakukan hal-hal baik untuknya agar dia tumbuh dewasa, melindungi dan memberinya kesempatan untuk menjadi wanita seutuhnya. Retno lebih berharga dari hidupku sendiri karena dia juga memberiku kesempatan untuk menjadi laki-laki sejati, belajar mengendalikan diri untuk melakukan hal yang dilarang."

"Wow, aku merinding mendengarnya Kakak. Kau tahu di Amerika, kita bahkan bisa berhubungan intim tanpa mengenal namanya."

"Tentu saja, makanya status anak di sana dinisbatkan pada ibunya bukan ayahnya."

"Ya, karena anak normalnya ikut ibu."

"Itulah kenapa data pribadi khususnya yang menyangkut perbankan nama ibu kandung harus ditulis, bapak kandung gak ada sepertinya dunia ini sudah terbalik" keduanya tergelak, mentertawakan sistem yang dipakai oleh orang seluruh dunia.

"Besok aku mengantar Retno dan Aldi ke Bandung, jagalah dia ketika aku jauh darinya."

"Siap, akan kulakukan untuk Kakak."

Malam mulai menjelaga bintang-bintang bersinar lebih terang dalam kegelapan. Keanu berhenti sebentar di depan kamar Retno sebelum mencapai kamarnya, hatinya galau, dihembusnya nafas panjang. Tangannya sudah ingin mengetuk tapi dibatalkannya, sebaiknya dibicarakan besok pagi saja sebelum berangkat ke Bandung.

.......

Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota Bandung karena pada zaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Pada tahun 2007 konsorsium beberapa LSM internasional menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se Asia Timur. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Disinilah Retno akan tinggal bersama adiknya. Aldi akan sekolah di Boarding School selama tiga tahun di SMP sedangkan Retno di Sekolah Tinggi Pariwisata Negeri selama empat tahun. Setelah mengantar Aldi ke Boarding School Keanu mengantar Retno ketempat kosnya. Setelah memarkir mobil Keanu membantu membawa travel bag. Retno menatap haru, seorang pemimpin holding company mengangkat sendiri barang bawaan untuk membantunya. Kakak adalah penguasa di Perusahaannya tapi menjadi orang yang sangat bersahaja ketika berada dirumah untuk membantu keluarganya.

Keduanya masuk kekamar kos, bangunan tingkat lima itu terasa senyap. Kamar berukuran 3×3 meter itu terasa sempit buat Keanu. Ia melihat berkeliling, tempat tidur single bed, seperangkat  meja belajar dengan satu buah kursi, sebuah lemari pakaian dan sebuah sofa panjang untuk bersantai. Keanu  melongok kamar mandi yang berukuran 1.5×1,5 meter, terlihat bersih. Cukup untuk ukuran anak kos biasa tapi Keanu ingin memberinya lebih agar Retno nyaman tinggal di tempat kos seperti kamarnya dirumah yang luas dan bisa melihat taman. Disini kanan kiri melihat tembok dan ketika membuka jendela kamar hanya terlihat awan yang berarak.

"Kamu yang memilih tempat kos ini?"  Keanu duduk di sofa dan menyelonjorkan kakinya yang panjang, lumayan pegal membawa mobil dari Jakarta ke Bandung. Biasanya mobil dibawa oleh pak Sucipto tapi kali ini Keanu membawanya sendiri, akan ada sesuatu yang serius dibicarakan pada Retno.

"Shely, aku kan nggak tahu kota Bandung Kakak" Retno tersenyum malu.

"Kamu tak tahu kota Bandung tapi sudah sampai Swiss" Keanu menahan senyumnya.

"Itu karena Kakak ada disana."

"Baiklah, hari ini aku akan mengajakmu keliling kota Bandung supaya kamu mengenal Bandung. Kamu yakin akan tinggal di kamar ini?"

"Kenapa Kak? Aku suka kamar ini, bersih dan dekat kampus. Aku bisa jalan kaki kalau kuliah jadi menghemat ongkos..."

Keanu terbahak mendengar perkataan Retno, menghemat ongkos.

"Menghemat ongkos?" Keanu masih tergelak apalagi melihat wajah Retno yang kebingungan.

"Ada yang lucu Kakak?" Retno menaikan alisnya sebelah, tak tahu apa yang ditertawakan Keanu.

"Kamu tidak salah mengambil tempat kos disini, aku bisa membelikanmu apartemen di..."

"Tidak Kakak, aku penerima beasiswa dari pemerintah jangan ajari aku hidup high class."

"Apa yang salah dengan high class jika kita mampu membayarnya."

"Terima kasih Kakak, beri aku kesempatan untuk menjadi diriku sendiri."

"Baiklah, kamu selalu memenangkan keinginanmu Retno. Bukan berarti kamu yang menang tapi karena aku yang mengalah."

"Maafkan aku Kakak" Retno menunduk, merasa salah bicara.

"Hei...lupakan kata-kataku barusan, aku tidak serius. Aku appreciate pilihanmu. Shely kos dimana?"

"Kamarnya tepat disebelahku, Kakak kenal Shely?"

"Aku kenal ayahnya, Travel Agen-nya yang mengurus perjalanan bisnis Kakak."

"Oh" hanya itu yang keluar dari mulut Retno. Ya, apa yang tidak bisa diketahui Kakak bahkan jika ia ingin tahu Keanu tinggal mengerahkan orang-orang kepercayaannya untuk mencari tahu. Keanu lelaki mapan dan berkuasa, ia bisa membuat apa saja bahkan yang tak terpikir oleh orang biasa.

"Retno, untuk sepadan denganmu aku harus menjadi apa...?" Keanu menghembuskan nafas panjang, ditatapnya Retno yang sedang memasukkan bajunya kelemari.

"Maksud Kakak?" Retno berbalik lalu menunduk, menghindari tatapan Keanu.

"Kamu tahu apa yang kumaksudkan tapi selalu pura-pura tak tahu" Keanu menghembuskan nafas panjang lagi, susahnya mengendalikan diri. Ada kesedihan harus berpisah dengan gadis ini. Banyak hal yang  ingin dilakukan bersama gadis ini, sesuatu yang terlarang tentunya. Keanu hanya manusia biasa, ia terlalu sering mengendalikan diri jika bersama Retno. Itulah kenapa berduaan dilarang karena yang ketiga adalah setan, mengipas-ngipas dan membisikkan perbuatan durjana!

"Kakak, aku hanya ingin menjadi orang yang lebih baik" suara Retno bergetar, ia tak mungkin berbohong. Keanu bukan orang yang bisa dibohongi. Lihatlah mata coklatnya yang menatap tajam, Retno merasa tak berdaya ia terus istigfar dalam hati untuk mengendalikan keinginannya sendiri.

"Apa aku harus menjadi orang biasa, pedagang, petani atau pengangguran agar bisa setara denganmu?"

"Tidak Kakak, bukan seperti itu..."

"Kamu tidak perlu membuktikan apapun untuk setara denganku, berlian tetaplah indah tanpa proses yang rumit."

"Ya Kakak."

"Retno, kamu bukan gadis SMA lagi setelah ini akan banyak tanggung jawab untuk hidupmu, aku berharap semua akan baik-baik saja. Kau gadis yang kuat, Aldi adalah tanggung jawabmu."

"Ya Kakak."

"Apakah kau sudah selesai beres-beres?"

"Sudah, sisanya nanti saja."

"Yuk kita jalan-jalan sekalian cari makanan, sudah sampai Bandung kalau gak kuliner rugi."

"Apakah Kakak tidak capek?"

"Sudah hilang capeknya, kan kakinya sudah selonjoran apalagi kalau ada yang sukarela pijitin pasti seger" Keanu senyum menggoda Retno.

"Mulai, Kakak jangan nakal ya nanti ada setan lewat" Retno menghindar dengan tubuh gemetar.

"Kalau bersama kamu kayaknya malaikat aja yang lewat setannya pada kabur duluan" Keanu tergelak.

"Kita sholat ashar dulu yuk Kak, biar jalan-jalannya tenang."

"Kubilang apa, barusan ada malaikat lewat."

Keanu mengambil air wudhu lebih dulu, keduanya melakukan sholat Ashar berjama'ah. Usai sholat rasanya hati Retno begitu damai, ia seperti menemukan imam dalam hidupnya. Andai saja Keanu benar-bebar jadi imamnya, rasanya hidup ini menjadi sempurna. Retno berdoa sambil memejamkan mata, Keanu menatap tanpa kedip. "Ya Allah, damainya melihat wajah ini."

"Kamu berdoa apa, serius sekali."

"Berdoa harus serius Kakak, menghadap Allah harus fokus. Aku berdoa untuk kedua orang tuaku, Nenek dan kita semua agar tetap dalam lindungan Allah."

"Terima kasih sayang" Keanu menatap lembut.

"Kakak barusan salah sebut."

"Tidak sayang, aku sadar waktu mengucapkannya."

"Kalau kepalaku ngembang terus meledak Kakak tanggung jawab ya" Retno tergelak, barisan giginya yang rapi dan putih tampak memikat.

"Tentu dong, kan selama ini aku sudah tanggung jawab sama dirimu dan Aldi."

"Terima kasih Kakak sa....yang" Retno keceplosan.

"Ulang lagi" pinta Keanu

"Terima kasih."

"Bukan itu, yang terakhir..."

"Aku malu Kakak, tadi keceplosan" pipi Retno memerah.

"Semoga kamu sering keceplosan" Keanu tergelak.

"Biasanya Kakak pesan makanan?"

"Aku ingin jalan-jalan denganmu sayang, apakah kamu keberatan?"

"Tentu saja tidak, aku senang jalan-jalan di Bandung."

Setelah menutup pintu kamar keduanya turun kelantai dasar. Begitu melihat motor terpakir Keanu punya ide. Bandung adalah kota macet apalagi tahun pelajaran baru dan long week end seperti sekarang, lebih baik mengendarai motor untuk kuliner Bandung.

"Pak, apakah motor merah ini milik bapak?" Keanu bertanya pada satpam dipintu gerbang kos.

"Ya betul, bisa saya bantu?" tawar Satpam tersenyum ramah.

"Boleh saya sewa motornya untuk kuliner Bandung?"

"Tentu saja boleh, pakai saja gak usah sewa" jawab Satpam.

"Terima kasih pak tapi bapak terima ini ya" Keanu memberikan lima lembar seratus ribuan.

"Banyak sekali ini, terima kasih ya."

"Ya Pak, saya pakai dulu ya motornya.

Satpam menyerahkan dua buah helm kepada Keanu, disemprotnya helm itu dengan parfum yang ada dalam tas kecilnya. Dipakaikannya helm merah dikepala Retno, ketika mengunci tali helm keduanya berdekatan, Retno bisa mendengar detak jantung Keanu. Retno gemetar ketika tanpa sengaja tangan Keanu menyetuh pipinya.

"Sudah aman, ayo naik" Keanu menyuruh Retno naik ke boncengan motor.

"Kakak yakin naik motor ini?" Retno seperti tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Memang kenapa?"

"Aku gak pernah lihat Kakak naik motor" Retno ragu.

"Sekarang lihat kan? Ayo cepet naik" ajak Keanu sambil tersenyum kecil.

Motor melaju ke jalan soka, Riau menuju Captain's Seafood. Diperjalanan tangan Retno sibuk memegang pinggiran motor agar tak jatuh tapi Keanu memegang tangannya lalu melingkarkan ke pinggangnya, Retno tak bisa menolak. "Ya Allah, banyak sekali aku berbuat dosa hari ini. Bersentuhan dengan laki-laki yang bukan muhrim, sekarang malah memeluk pinggangnya. Semoga Engkau mengampuniku Ya Allah" Retno sibuk berdoa sementara jantungnya kian berdegup karena bersentuhan dengan punggung Keanu!, disisi lain ada rasa tentram dihatinya berdekatan dengan Keanu. Retno bingung, perasaannya campur aduk antara keinginan dan larangan. Ketika tangan Retno lepas Keanu menaruhnya lagi dipinggangnya.

"Nanti kamu jatuh Retno" teriak Keanu diantara deru knalpot jalanan.

"Ya Kakak" jawab Retno sambil gemetaran, ia belum pernah sedekat ini dengan laki-laki dewasa kecuali ayahnya.

Captain’s Seafood merupakan salah satu tempat makan seafood yang terkenal di Bandung. Selain karena makanannya yang enak, restoran seafood ini punya konsep desain interior yang unik. Desain interior restauran ini dibuat seolah-olah pengunjung seperti berada dalam perahu.

"Pilih menu makanannya Retno" tawar Keanu.

Retno membolak-balik menu makanan tanpa tahu apa yang harus dipilihnya, dadanya masih gemetaran karena memeluk pinggang Keanu diatas motor tadi. Keanu menatap tersenyum melihat Retno yang belum memilih menu makanannya.

"Bisa kubantu Retno?"

"Sebaiknya Kakak aja yang pilih, pasti enak."

"Baiklah Princess, duduklah dengan tenang biar hamba yang memilihkan menu makanan untuk Putri" goda Keanu.

"Kakak, udah dong" pipi Retno memerah, betapa dihadapan Keanu dirinya bukanlah apa-apa. Keanu begitu berpengalaman dalam hal apapun, Retno menyadari betapa banyak kekurangannya tapi Keanu tak pernah merendahkannya, ia selalu membantu sekalipun untuk hal yang paling kecil.

"Kamu yang tulis ya pesanannya,  kepiting asap lada hitam, ikan kerapu saus plum, udang goreng telur plus tumisan. Nah jus nya kamu yang pesan ya, pingin tahu bisa nggak kamu pilihin Kakak jus yang cocok" Keanu mengedipkan sebelah matanya.

"Bisa dong, Kakak jangan genit ya" Retno tersenyum kecil.

Retno tidak memilih jus tapi memesan jeruk panas dua gelas.

"Wow, jeruk panas?" Keanu mengerutkan keningnya.

"Ya Kakak untuk menetralisir kolesterol dalam kandungan makanan ini."

"Luar biasa, kamu sudah bisa mengkombinasi makanan supaya seimbang Retno."

"Tentu dong, kan baca food combaining" Retno tersenyum senang.

"Berarti kamu sudah siap menjadi seorang istri..." Keanu tergelak.

"Apa Kakak?" Retno memperjelas pendengarannya.

"Nggak, tadi ada cicak lewat."

"Aku denger kok tadi" giliran Retno yang terkekeh.

"Bisa ya kamu menggoda Kakak" keduanya tergelak.

Setelah menikmati makanan keduanya kembali ketempat kos dan mengembalikan motor kepada Satpam yang masih berjaga di gerbang. Setelah mengucapkan terima kasih keduanya naik ke lantai tiga dan melaksanakan sholat maghrib berjama'ah meski agak telat.

"Retno, saat kamu siap nanti aku ingin kamu bisa mendampingiku" ucap Keanu dengan bibir bergetar, ia tak lagi mampu menunda keinginannya. Kata-kata Andre sungguh mempengaruhinya "Bagaimana jika Retno tertarik dengan teman mahasiswanya?"

"Maksud Kakak?"

"Retno Ayu Pratiwi binti Bintoro Aldi, maukah kamu menjadi istriku?" Keanu membuka kotak kecil berwarna merah.

"Kakak...."  Retno tak tahu harus bagaimana, air mata menggenangi kedua sudut matanya. Perasaannya berbaur antara terkejut, bingung dan senang.

"Kakak melamarku?" tanyanya dengan bibir bergetar.

"Hanya jika kamu tidak keberatan."

"Aku bersedia Kakak" dada Retno berdebar, kebahagiaan seakan berpacu dengan detak jantungnya.

Dunia seakan berhenti berputar, laki-laki yang dipujanya hari ini melamarnya. Retno berharap, semoga kedua orang tuanya di surga melihatnya dan turut bahagia.

"Aku akan menunggu sampai kamu siap, mungkin sampai kamu lulus kuliah atau sampai kamu menjadi pengusaha Travel Agent yang sukses. Aku akan menunggu bahkan seumur hidupku Retno."

"Kakak, aku menerima lamaranmu dan siap jadi istrimu meski tidak saat ini."

"Baiklah, katakan saat kamu sudah siap sayangku" Keanu memakaikan cincin berlian di jari manis Keanu setelah itu diciumnya jari itu dengan lembut.

"Cincinnya bagus sekali Kakak, aku menyukainya" Retno terharu, Allah sungguh baik padanya. Allah menjawab doa yang dipanjatkannya usai sholat Ashar.

"Kamu pantas mendapatkannya sayang, setelah semua yang kamu lewati."

Keanu meraih Retno dalam pelukannya, mengecup pucuk kepalanya yang dibalut hijab putih. Rambut dibalik hijab itu begitu harum Keanu memejamkan matanya, menikmati aroma harum yang kembuatnya tenang.

"Jaga dirimu, kita akan bertemu tahun depan."

"Ya Kakak, aku akan selalu menunggumu."

"Aku pulang dulu ya, tidak ada laki-laki yang boleh masuk kamar kosmu kecuali Kakak."

"Tentu, seharusnya Kakak juga nggak boleh masuk kesini kita bukan muhrim."

"Aku tahu tapi bagaimana ya..." Keanu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Retno hanya tergelak melihat Keanu yang terlihat salah tingkah.

"Aku sebetulnya malas pulang, mengendarai mobil sendirian. Apa kamu ke Jakarta lagi aja ya?" Keanu menatap lucu.

"Kakak ada-ada saja."

"Daaaa sayang, jaga hatimu untukku. Boleh peluk lagi nggak, Kakak masih kangeeen" Keanu menatap tersenyum.

"Boleh tapi dalam mimpi. Daaa Kakak..."

Sehabis sholat isya Retno tertidur masih dengan mukena ditubuhnya. Ia mimpi berjalan-jalan dengan Keanu di taman bunga, banyak kupu-kupu berwarna-warni hilir mudik indah sekali namun kemudian gerimis datang keduanya berteduh. Tak berapa lama suara geledek menyambar, listrik mati dan semuanya menjadi gelap. Tidak ada Keanu disampingnya, Retno memanggil-manggil sampai suaranya serak tapi laki-laki itu tetap tidak ditemukan.

"Kakaaaak" hening, hanya suaranya sendiri yang menggaung, kemana perginya Keanu...?

"Kakaaaak" tetap tidak ada jawaban, Retno sendirian diantara geledek yang bersahutan.

Retno terbangun dari tidurnya, terperanjat dan kebingungan.

"Astagfirullahaladzim, untung cuma mimpi."

Dilihatnya cincin dijari manisnya, masih ada. Ia ingin menelpon Keanu tapi takut mengganggu, jikapun Kakak sudah sampai rumah tentunya sudah sangat lelah. Retno melepaskan mukena ditubuhnya dan melanjutkan tidurnya.

Dunia itu hanya tiga hari. Kemarin, yang tak akan terulang. Besok, yang belum tentu menemuinya. Hari ini, tempat menabung amalan kita (Hasan Al Bashri rahimahullah)

Maka, berbekalah dengan ketakwaan karena engkau tidak tahu apabila malam telah gelap apakah engkau akan hidup esok hari.

........

Assalamualaikum

Vote & Comment agar ceritanya update

Terima kasih atensinya.

Salam

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Siang semuanya, Izin ama othoor ya, Karya ini telah menjadi audiobook dan alhamdulillah saya sendiri yang membawakan karya dari kk Anjani Putri.
Semoga bisa diterima 🤭
Dev
Baca novel sekaligus ilmu bermanfaat, smngt kak othor👌👌😆
Alisa Maharani
aku bayangin visualnya retno sma keanu,ibarat dude harlino sma alysa soebandono
Fryy Sweet
intinya Kirana gak tahu diri
Kustini Axazzam
lanjut kak.. semangat berkarya
Sri Mulyani
Thor, maaf ya, kayak nya makin ke sini cerita nya makin gak ngerti saya, kenapa sekarang fokus cerita nya tentang Rizky dan Kirana aja? Saya lebih senang cerita nya tamat ketika Retno sudah punya 3 orang anak, udah cukup sampai di situ aja, gak usah melebar kemana-mana nanti gak seru lagi.
Aira Hadera
Lanjut thor
Bunda Saputri
Semangat mbak thoorr
Wahyu Listyorini
Rizky yang tegas dong ....pilih Afra pa Kirana. .wanita butuh kepastian...jangan plin plan .
Ervina 123
lanjut
Bangsul ojai
up nya terlalu lama Thor keburu lupa alur ceritanya
Watie Zack
kau beruntung Rizky memdptkan Afra
Novi Affikah
tetep pilih Afra ..jangan ragu..
~🌹eveliniq🌹~: team Afra semangat lanjut Thor jangan lupa mampir ya ke karya aku Find the Perfect Love
total 1 replies
Bunda Saputri
Bodohnya rizki
Nhia Wenne
lanjut
Fryy Sweet
Risky apapun yg kau alami bersama Kirana di masa lalu prioritasmu saat ini mestinya Afra istrimu tdk usahemikirkan wanita itu terus, atau kalau emang ragu dengan hatimu setuju apa kata Arga tinggalkan dan biar lu fovus dwngan si Kirana gak tahu diri itu.
Lina Herlina Hardjati
lanjuuuttt 🤩
Endah Setyowati
akhirnya up juga,saya slalu tungguloh up lagi
Aira Hadera
Lanjut thor
Aiho
So Sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!