NovelToon NovelToon
Ladylove Lord Noble

Ladylove Lord Noble

Status: tamat
Genre:CEO / Menantu Pria/matrilokal / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Pengawal / Tamat
Popularitas:156.6k
Nilai: 5
Nama Author: sofy adisty

#2 My Daddy

Damian Xe Axelle Defron, bangsawan tampan yang mengalami kecelakaan hebat yang membuat matanya buta sebelah kanannya. sebenarnya ia bisa membuat matanya melihat kembali tapi ia harus melakukan sesuatu sebelum membuat matanya kembali normal.

Kelly De Savillion, gadis cinta pertamanya. Kini ia menemukan gadisnya di waktu yang tepat namun dengan matanya yang cacat.

"Gadis kecil, kita bertemu lagi. apa kau merindukan ku?" ujar Damian.

"Dami?"

"Yes, i am,"

Namun kali ini pertemuan mereka menghadapi situasi yang sangat sulit. seorang pria yang terobsesi dengan Kelly salah satu musuh Damian dan juga merupakan bangsawan ternama Calvin Molive Defron, memiliki marga yang sama dengan Damian karena mereka masih memiliki hubungan darah. sangat terobsesi gila dengan Kelly, gadis manis milik keluarga Xander dan Xavellion.

"Oh Damn! You touched something you shouldn't, you bastard!" Damian murka

Calvin menyeringai. "Why not? I'm crazy about that woman."

"She's mine dammit!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.

Ruangan gelap tercium bau anyir darah yang menyengat, terdengar suara derap langkah pelan. Lampu yang tidak terlalu terang, begitu banyak sarang laba laba di sudut ruangan menambah kesan horror di ruangan tersebut.

Kriett'

Suara derit pintu terdengar, Damian datang dengan dua orang di sisinya. Terlihat satu orang yang sedang duduk dan terikat kuat dengan wajah yang lebam bahkan luka luka.

"Bagaimana?" tanya Damian pada orang di sebelahnya.

"Tetap tidak mau membuka mulut. Sepertinya bajingan ini di ajarkan seperti itu," ucap Jack sambil menatap frustasi.

Vian menganggukkan kepalanya setuju. "Sepertinya orang ini pasukan khusus," ucapnya.

Damian menyipitkan matanya. "Dimana senjataku?" tanyanya.

Jack langsung mengambil tas hitam yang ia bawa di punggung nya. "Kau mau menggunakan yang mana?" tanyanya.

Damian menoleh. "Yang biasa aku pakai untuk menembak jantungnya kalau dia tidak berguna lagi," ucapnya.

Jack menganggukan kepalanya. "Ini," ucapnya sambil memberikan senjata pistol CZ P-01 omega pada Damian.

Damian mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan senjata tersebut sambil menatap pria di depannya.

"Kalian keluarlah!" ucap Damian pada Jack dan Vian.

Vian dan Jack menganggukkan kepalanya. "Baiklah, hati hati," ucapnya.

Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan menunggu di depan pintu sampai Damian selesai berbicara di dalam sana.

"Aku tau kau sudah sadar. Kau punya waktu dua menit untuk berbicara padaku," ucap Damian dingin.

Pria itu tertawa mendengar ucapan Damian, ia pun menatap wajah Damian dengan tatapan menantang.

"Mau kau membunuhku sekali pun aku tidak akan berkata apa apa padamu," ucap pria itu sambil menyeringai. "Nikmati saja hari hari mu bersama gadis kesayangan Xander dan Xavellion untuk terakhir kalinya. Setelah ini kau hanya akan melihatnya menjadi tubuh yang dingin dan kaku," sambungnya.

Mata Damian menatap nyalang, rahangnya mengetat. Wajahnya begitu menyeramnya dengan hawa membunuh yang kuat.

Damian mengarahkan ujung senjatanya tepat di kening pria itu. "Kau ada kata kata terakhir sebelum mati?" tanyanya dengan datar.

Pria itu tersenyum dingin. "Orang yang kau cintai akan mati dengan mengenaskan. Kau akan menderita setelah kematiannya,"

Dorr'

......◇◇◇......

Jack menatap Damian sambil meringis saat melihat wajah Damian terkena percikan noda darah.

"Kau mendapatkan sesuatu darinya?" tanya Jack.

Vian memberikan sapu tangan untuk Damian. "Bersihkan wajahmu," ucapnya.

Damian mengambil sapu tangan tersebut lalu membersihkan wajahnya. "Tidak, tapi aku melihat tato huruf M di pundaknya," ucapnya. "Aku mengambil fotonya. Coba kau selidiki itu, aku berfirasat kalau ini ada hubungannya dengan pelaku utama," sambungnya sambil memberikan ponselnya pada Vian.

"Aku akan menyeledikinya," ucap Vian. Ia mengerutkan keningnya saat melihat gambar yang ada di ponsel Damian. "Sepertinya aku pernah melihatnya. Dimana ya?" gumamnya kecil.

"Kau bicara sesuatu?" tanya Damian.

Vian menoleh langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak ada," balasnya.

"Bereskan mayatnya," ucap Damian pada Jack.

Jack mendengus, lagi lagi ia yang harus mengurus orang mati. "Baiklah," ucapnya lalu memasuki ruangan tersebut. Sambil sedikit menggerutu kesal.

"Aku dengar itu," ucap Damian.

Jack memutar bola matanya dengan malas. "Ya ya ya," balasnya. "Aku akan membereskannya, kau puas?" tanyanya di balas kekehan dari Damian.

Vian terkekeh. "Ah iya," ucapnya teringat sesuatu. Damian menatap Vian dengan alis terangkat.

"Apa?" tanya Damian.

"Aku lupa bilang padamu kalau kekasihmu sedang mencarimu," ucap Vian. "Kepala pelayan melefon ku tadi," sambungnya.

Damian mengangguk. "Dia sudah bangun teryata," gumamnya.

"Aku pergi dulu," ucap Damian.

Vian menyunggingkan senyumnya. "Pergilah, sampaikan salamku pada kekasihmu." ucapnya sambil terkekeh.

Damian tersenyum tipis. "Akan aku sampaikan," ucapnya sambil berjalan pergi menjauh dari ruangan tersebut meninggalkan Vian dan Jack yang masih ada disana.

Vian menggelengkan kepalanya melihat Damian seperti remaja yang baru tau tentang cinta. Terlihat binar mata saat membahas tentang kekasihnya. Vian tersenyum tipis, setidaknya Damian tidak lagi hidup sebagai robot. Sekarang Damian hidup seperti orang normal yang mengejar cintanya.

Vian menghela nafas. "Semoga semuanya akan baik baik saja,"

...◇◇◇...

Damian mematung di tempatnya saat melihat Kelly sedang duduk di dekat kolam renang mengenakan bikininya. Sekali lagi bikini, Damian menelan salivanya dengan kasar.

Kelly tidak sadar jika Damian sudah kembali dan menatap dirinya yang sedang duduk santai. Kaki jenjang nya terlihat begitu menggoda di depan Damian.

"Sial! Sial! Sial!" umpat Damian dalam hati.

Damian menghela nafas frustasi, ia harus menahan diri untuk tidak menerkam Kelly yang sedang berada tidak jauh dari nya.

Damian memukul wajahnya sendiri untuk membuat dirinya sadar dan tidak mementingkan gairahnya.

"Kelly," panggil Damian dengan suara parau.

Kelly menoleh, ia pun tersenyum. "Kau sudah kembali Dami," ucapnya.

"Fuck it!" Damian mengumpat pelan saat Kelly menoleh membuat Damian dapat melihat bagian depan nya yang sangat indah dan menggoda itu.

"Apa kau mau berenang?" tanya Damian berusaha menenangkan dirinya.

Kelly mengangguk. "Aku sudah berenang dan lelah sedikit lalu duduk disini sebelum kembali berenang lagi," ucapnya.

Damian berusaha mengalihkan pandangannya dari Kelly yang terlihat begitu menggiurkan di hadapan Damian. Wajar saja, Damian adalah pria normal.

Damian menatap tubuh bagian bawahnya. "Sialan! Kau bangun tidak dalam posisi yang tepat!" umpatnya kecil.

Kelly mengerutkan keningnya saat melihat wajah Damian yang tegang, matanya berkilat. "Apa kau sakit?" tanyanya. Ia pun bergerak menuju ke arah Damian.

Damian menatap terkejut, ia pun mengangkat tangan lalu menggelengkan kepalanya. "Berhenti disana Kelly," ucapnya.

Kelly menghentikan langkahnya. "Ada apa?" tanyanya.

Damian bingung ingin menjawab apa. tidak mungkin ia berkata jika Damian sedang menahan diri untuk tidak menyentuh Kelly dan membuat Kelly tidak akan bisa bangun dari tempat tidurnya.

"K-kau akan kedinginan lebih baik selesaikan kegiatan mu dan bersihkan dirimu," ucap Damian dengan gugup. "Aku harus mandi dulu," sambungnya.

"Lebih tepatnya mandi dengan air dingin," lanjutnya dalam hati. Ia pun pergi dengan cepat dari hadapan Kelly untuk segera menuntaskan bagian bawahnya yang sudah sesak.

Kelly menggaruk pipinya dengan bingung melihat Damian yang bergegas pergi dari hadapannya. Apa ia melakukan kesalahan?

"Apa Damian sedang sakit perut?" gumam Kelly berkata.

"Ah, mungkin saja begitu,"

...◇◇◇...

...TBC...

1
Susi Andriani
dan cinta juga bisa membunuhku😍😍😍
Aghitsna Agis
tjor gimana kelanjutan dami sm kellyna
yesi suhendri
buat season 2 nya kak
Mimi rachmah
seandainya karakter Kelly seorang yg mandiri dan pinter bela diri pasti tambah seru... disini Kelly terkesan lemah...
Tira Aneri
suuukaaa
Rahmayani kautshar
lha si kakak ditungguin dari kemaren belom muncul juga ini....🙏🙏
Atik Marwati
keren abis bikin penasaran
Atik Marwati
deg degan
Herni Marianty
sangat bagus
Rahmat
extra part siiiap qu tggu jangan lama thor baru up
Yuli Yanti
eh thor tega bener sekali nya up lngsung tamat ja,oke lah tak tunggu ekstra part nya
evita19
aku baru selesai baca Kelly kecil lanjut kesini kirain udah tamat gak sabar pengen baca kelanjutannya, ternyata masih on going, nabung chapter dulu biar puas baca, semangat kk 💪
apiii
Selamatkan dami thor🥲
Githa Anggraeni
dan papa ter posesif jatuh pada Xander🤣🤣
Githa Anggraeni
lucu bgt dami
❥␠⃝ ͭ🍁by-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
kapan konflik nya🤔🤔🤔🤔
masa Damian hanya tau bucin doank
qu pikir bakal langsung perang saudara gitu
Uri
menegangkan
Uri
duh semangkin menengangkan
Randa kencana
Ceritanya sangat menarik
Yuli Yanti
thor kmu kmna ja sih ko bru up? udh ini jangan ilang lgi ya thor,soal nya cerita bgs
sofy: iya hehe aku gak ilang lagi kok maaf ya buat nunggu🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!