Apa anda serius?...... AKU BENAR BENAR HANYA INGIN MENJADI PENULIS NOVEL, Mengapa sistem ini Memaksaku untuk Menjadi Aktor ?........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
salah sambung
James merebahkan tubuhnya di kasur sempit motelnya, kelelahan setelah seharian bergulat dengan emosi dan adegan-adegan intens di lokasi syuting Oasis. Ia tak peduli dengan keramaian pesta yang digelar oleh para aktor dan kru film di sebuah bar mewah di pusat kota Sacramento. Baginya, kesunyian kamar motel yang sederhana ini jauh lebih menarik.
"Syukurlah besok Minggu," gumamnya pelan, memejamkan mata. "Redwood Cafe tutup, jadi aku bisa istirahat seharian."
Tiga minggu telah berlalu sejak ia dikeluarkan dari kampus. Kehidupan barunya sebagai aktor figuran dan pelayan kafe terasa begitu asing, namun entah bagaimana, ia mulai terbiasa. Ia masih belum mengerti mengapa sistem misterius itu memilihnya, mengapa ia diberi kemampuan akting yang luar biasa, dan apa tujuan dari semua ini. Namun, untuk saat ini, ia memilih untuk mengikuti arus, menjalani hari demi hari dengan tenang.
Ia meraih ponselnya, sesuatu yang jarang ia lakukan di luar jam kerja. Biasanya, ponselnya hanya berisi kontak keluarga dan beberapa teman dekat di Indonesia. Namun, sejak ia terjun ke dunia akting, beberapa nomor baru mulai bermunculan di daftar kontaknya.
Dua pesan baru menarik perhatiannya. Satu dari Aurora, aktris cantik yang tampaknya tertarik padanya. Satu lagi dari Lily, rekan kerjanya di Redwood Cafe yang keras kepala dan suka memerintah.
“James, jangan lupakan simpan nomor pribadiku ini,” pesan dari Aurora terbaca di layar ponselnya.
“Hey, jangan lupakan, malam ini! Awas kalau lupa,” pesan dari Lily terlihat lebih mengancam, lengkap dengan emoticon marah.
James mengernyitkan dahi, mencoba mengingat janjinya dengan Lily. Ah, iya, ia berjanji akan menemani Lily makan malam di sebuah restoran baru yang sedang hits di kalangan anak muda Sacramento. Lily menjanjikan traktiran makan sepuasnya, dan James, sebagai seorang mahasiswa yang sedang bokek, tentu saja tidak bisa menolak tawaran menggiurkan itu.
Dengan malas, ia mengetik balasan singkat, "Iya," dan mengirimkannya ke kedua nomor itu. Ia tidak ingin membuang-buang waktu dan energi untuk berbasa-basi.
Ia kemudian membuka aplikasi Instagram yang baru ia pasang beberapa hari lalu atas paksaan Arthur. Ia masih belum terbiasa dengan antarmuka dan fitur-fitur aplikasi itu. Terlalu banyak ikon, notifikasi, dan menu yang membuatnya pusing.
"Sial, apa semua orang benar-benar menggunakan aplikasi serumit ini?" gumamnya kesal.
Tiba-tiba, ia melihat sebuah notifikasi "Rekomendasi untuk Anda". Ia mengkliknya dan terkejut melihat daftar akun yang familiar. Banyak di antaranya adalah teman-teman lamanya dari Indonesia.
"Wah, si Azi sudah nikah," gumamnya sambil menatap foto pernikahan Azi dengan seorang wanita cantik. "Sialan, dia tidak mengundangku. Padahal aku menunggu makanan gratis di nikahannya."
Ia terus men-scroll daftar rekomendasi itu, menemukan banyak wajah yang dikenalnya. Ada teman SMA-nya yang kini menjadi seorang dokter, ada teman kuliahnya yang bekerja di sebuah perusahaan multinasional, dan ada pula teman masa kecilnya yang kini menjadi seorang musisi.
"Hahaha, lihat bajingan ini," James tertawa terbahak-bahak saat melihat foto teman SD-nya yang kini menjadi seorang tentara. "Setahun lagi keluar dari akademi militer. Gaya sekali."
Ia mengikuti semua akun rekomendasi itu, merasa senang bisa terhubung kembali dengan teman-teman lamanya. Ia mulai merasa bahwa media sosial tidak seburuk yang ia bayangkan.
Tiba-tiba, ia teringat sesuatu. Ia menatap jam di ponselnya.
"Oh, sial! Ini sudah waktunya ke gym!"
Ia segera berganti pakaian dan bersiap untuk pergi. Ia harus menjaga kebugaran tubuhnya,dia melakukan ini 4 hari dalam seminggu dan rest 3 hari.
Sementara itu, di sebuah kantor yang mewah di Beverly Hills, seorang pria paruh baya dengan jas mahal duduk di belakang meja kerjanya, wajahnya dipenuhi kegusaran. Ia adalah Robert, agen Aurora West, salah satu aktris muda yang sedang naik daun di Hollywood.
"Di mana Aurora?" gumamnya dengan nada kesal. "Seharusnya dia sudah ada di sini sejam yang lalu."
Ia telah mencoba menghubungi Aurora berkali-kali, namun tidak ada jawaban. Ia mulai khawatir dengan kliennya itu.
"Mungkin dia terjebak macet," pikirnya, mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Namun, ia tidak bisa menghilangkan perasaan tidak enak di hatinya. Ia merasa ada sesuatu yang salah.
Ia mengingat pertemuannya dengan Aurora setelah syuting Oasis beberapa hari lalu. Aurora tampak bersemangat saat bercerita tentang seorang aktor figuran bernama James yang memiliki bakat luar biasa. Ia bahkan meminta Robert untuk mencari tahu lebih banyak tentang James.
"Mungkinkah Aurora pergi menemui James?" pikir Robert dengan curiga.
Ia segera mencari informasi tentang James di internet. Ia menemukan akun Instagram James yang baru dibuat, namun tidak banyak informasi yang ia dapatkan. Ia kemudian mencoba mencari nomor telepon James, dan ia berhasil menemukannya di situs web Redwood Cafe.
Tanpa ragu, ia segera menghubungi James.
bersamaan dengan itu manajer aurora datang , dia mengankat tangannya menandakan dia sedang sibuk , dan membuat si manajer diam .
Di restoran Donald, James sedang asyik menikmati burger dan kentang goreng yang dipesan Lily. Ia merasa lapar setelah berolahraga di gym. james setelah berolahraga di gym terdekat dia juga berganti pakaian untuk bertemu dengan Lily di mcd untuk berbincang , terlihat jelas james memakai jaket dan topi baseball memakan lahap dada ayam .
Ponselnya berdering, menampilkan nomor yang tidak ia kenal. Ia mengernyitkan kening, ragu untuk menjawabnya.
"Halo?" sapanya dengan hati-hati.
"Halo, apa ini James?" tanya sebuah suara pria di seberang.
"Ya, benar," jawab James.
manajer aurora yang mendengar itu sedikit terkejut karena ceo dari agensi sendiri yang menghubungi james , dia duduk cukup jauh dari meja nya, namun dapat dengan jelas mendengar lelaki itu berbicara karena hanya ada mereka berdua di Ruangan .
pembicaraan berlangsung , namun sepertinya james tidak menyukai itu , dia kesal dan merasa ini adalah penipuan . "ya ya ya lakukan apapun yang kau mau , aku tidak tertarik pada apapun yang kau tawarkan ". singkatnya hanya beberapa patah kata saja sebelum james menutup ponselnya dan dengan kesal menekan mode pesawat agar tidak ada yang meneleponnya.
"haha kau terlihat kesal ?" lily yang memakan Burger melihat james kesal.
"aku tidak suka ada yang mengganggu ketika makan, apa orang pikir makan bukan kegiatan penting apa ishhh" ujar james yang memakan kembali makanannya.
Terlihat Lily memandang james dengan tatapan berbeda , dan mulutnya sedikit terangkat , entah apa yang dia pikirkan tapi sepertinya dia tertarik akan suatu hal .
--
kembali ke Agensi bernama Creative agency .
terlihat Ada Aurora disana duduk bertiga dengan agennya dan manajernya .
"bwahahaha itu lucu sekali , suara anda memang terdengar seperti penipu robert" aurora tertawa terbahak bahak mendengar agennya menceritakan james yang menolak mentah mentah dan bahkan menuduhnya sebagai penipu hanya karena mendengar beberapa kata darinya saja.
manajernya berusaha tidak tertawa , sementara Robert matanya hitam karena di ejek oleh Aurora .
dia sudah bertemu banya selebriti dan aktor kenamaan , dan banyak memiliki sikap random termasuk james , namun entah mengapa untuk kasus james ini dia merasa terhina .
sebagai agensi terbesar di california dia menaungi 10 artis actor bahkan penyanyi ternama semua hollywood bahkan tahu hal tersebut , namun baru kali ini ada yang menolaknya bahkan hanya dalam 10 detik.
"aurora , bisakah kau bujuk dia masuk, pak saya menambah masalah anda , tapi saya melihat beberapa agensi yang ada dilokasi tadi siang hingga sore pak" manajer pada aurora dan ceo .
mendengar itu Aurora melirik pada menajernya , dengan tatapan mengkerut dimatanya , 'ohh astaga ini yang kutunggu katakan biar aku yang melakukannya ' .
namun manajernya yang melihat itu , menganggap hal yang berbeda . 'dia tidak mau'.
"yah sepertinya aurora tidak mau ,kita harus mendapatkan bibit ini menggunakan koneksi kita sepertinya , saya juga tahu aurora tidak ingin karena gengsinya " manajernya terus mengatakan hal yang bertolak belakang dengan kemauan Aurora .
'gendut ini masih tidak faham juga astaga, '
"hahh Baiklah akan kuhubungi janner -"
"TIDAKKK!" teriak tegas aurora mengagetkan kedua lelaki itu .
'mati aku mati aku, mengapa bisa keluar isi kepalaku '
saya baru baca dan kosa katanya masih agak berantakan,ayo Thor smngt untuk memperbaiki tulisannya