NovelToon NovelToon
Belle Dan Cinta Pertamanya

Belle Dan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syok Terapi Kedua

Malam ini, Belle harusnya tidur dengan nyenyak karena dia baru saja sembuh daan di rawat tiga hari karena penyakit malaria tropica plus tiga. Namun dia gelisah, tidak bisa tidur. Tadi siang waktu mama dan papanya telepon, Belle sempat menanyakan tentang Hugo dan betul apa yang dikatakan dan berita bahwa Hugo tidak jadi menikah.

Semenjak putus dengan Hugo, Belle memilih untuk tidak ada komunikasi dengan Hugo atau orang - orang yang bisa mengingatkannya dengan Hugo, makanya dia hapus semua aplikasi media sosialnya dan memblokir semua nomor teman - temannya. Dia betul - betul mengasingkan dirinya dari lingkungan dia.

Hugo yang belum tidur, karena masih mengerjakan pekerjaan kantornya mendengar suara dari kamar Belle. Dia pun mengetok pintu kamar itu.

"Belle kenapa belum tidur??" Tidak ada respon dari Belle. Padahal Hugo tahu bahwa Belle belum tidur.

"Belle saya bisa hancurkan kunci pintu ini kedua kalinya." Belle yang takut langsung membuka pintu kamarnya.

"Kenapa ngak tidur???" Belle yang rasa bersalah langsung memeluk Hugo.

"Maafkan aku ya kak, sudah judes sama kamu."

"Iya, tetapi sekarang kamu tidur. Nanti kita cari waktu membahas semua ini. Akan aku ceritakan semua jujur kepadamu."

"Iya."

"Kakak temani ya, janji tidak melakukan yang nakal."

Belle pun mengijinkan. Terus terang Belle masih mencintai Hugo, perpisahan dengan Hugo itu musibah yang besar bagi Belle. Karena dalam pacaran dengan seorang Harrell Hugo Tandean, Belle menaruh harapan yang besar. Makanya besok harinya Belle langsung kembali ke Jogja.

Malam ini, Hugo sangat berani tidur menemani Belle, dia memeluk perempuan yang dia cintai, yang sudah membuatnya sakit hati. Air mata Hugo mengalir. Namun dia membawa tubuh lemah itu kedalam pelukannya. Dan tidak terasa, mereka tidur berdua sampai pagi. Dalam keadaan saling berpelukan.

"Selamat pagi Belle, sudah bangun."

"Kak Tangannya berat."

"Sori. Tetapi tangan ini yang membuat kamu tidur terlelap sampai pagi."

"Iya terima kasih. saya nyaman. Sekarang kakak bangun."

Hugo bangun dan langsung memadamkan lampu diluar membuka jendela dan masuk ke kamarnya. Hugo sangat bahagia sekali, malam tadi bisa tidur memeluk Belle.

Hugo dan Belle sudah siap untuk bekerja. Hari ini mereka akan ke pos satgas di kampung sebelah. Jaraknya tidak jauh dari Mulia. Kampung Usir, Dokter Belle dan Dokter Julius kesana bersama Ners Jefry dan sertu Rudi yang juga seorang ners.

"Kamu sudah sehat??" Lettu dokter Julius bertanya kepada Belle dan di Jawab oleh ners Jefry

"Sudah dong dokter, masa di jaga dan dirawat oleh Komandan ngak sembuh??" Belle mulai overthinking, dia takut kejadian semalam di ketahui oleh rekan - rekan medisnya. Mukanya terlihat memerah, karena malu.

"Siapapun di sini pasti kuatir. Masalahnya dokter Belle kan cewek satu - satunya. Jelas komandan kuatir dan menjaga. Ada tanggung jawab besar."

"Betul dokter Julius."

"Selamat pagi Komandan."

"Pagi. Bagaimana jadi ke kampung Usir?"

"Jadi Komandan. Dokter Belle juga kesana??"

"Saya sudah sembuh ya."

Belle takut tidak di tugaskan ke sana. Dia langsung memberi keyakinan bahwa dirinya sehat dan bisa. Hugo hanya melihat dengan senyuman.

"Karena dokter Belle ikut. Saya juga ikut dalam kegiatan ini."

"Siap dokter."

Mereka pun siap - siap, satu trek berisi anggota lengkap dengan perlengkapannya dan dua mobil lainnya. Satu kendaraan punya komandan yang di dalamnya hanya ada Sertu Beni, Komandan dan dokter Belle. bersama beberapa bahan makanan yang mau dibagikan di kampung itu. Dan sayu lagi mobil ambulans.

Satu jam melakukan pelayanan kepada masyarakat di kampung itu. Tiba - tiba ada empat orang membawa satu teman mereka yang mendapat kecelakaan di hutan saat berburu. Kakinya hampir lepas dan terjadi pendarahan terkena jerat babi hutan yang di pasang warga. Karena menurut warga, sekumpulan hama penganggu ini merusak kebun mereka.

"Siapa orang - orang itu?? Apa warga disini bapak desa???"

"Bukan komandan."

Hugo memberi isyarat kepada anggotanya dan hanya mereka yang mengerti bahwa mereka harus waspada. Dokter Julius mengerti juga. Hugo mendekat Belle memastikan apa rompi anti pelurunya terpasang tidak.

"Kenapa tidak pakai." Beni diperintahkan mengambil di mobil. Dan langsung Hugo mengenakan pada tubuh Belle.

"Dokter ini harus di bedah, ini bukan operasi ringan. Kita harus larikan ke klinik disana ada dokter Joe."

Baru di putuskan seperti itu tiba - tiba banyak orang yang keluar dari hutan masuk ke perkampungan mengepung tempat kegiatan pengobatan masal. Ners Jefry ketakutan dia memegang dokter Belle sangat kuat.

"Dokter apakah kita akan selamat."

"Tidak tahu jeff."

"Oooo Tuhan aku belum mau mati. Ada anak dan istriku menunggu di Jakarta."

"Tenang Jeff. Biar kita bisa mendengar instruksi."

Warga kampung yang ada di tempat itu, sudah berlarian masuk ke rumah kerabat mereka yang sedikit jauh dari tempat kejadian. Yang tersisa hanya aparat, tenaga medis dan aparat kampung yang hanya tiga orang.

Negosiasi mulai dilaksanakan. sementara dokter Julius dan Belle mulai menangani pasien dengan bantuan dokter Joe sebagai instruksi dari klinik. Belle berhasil menemukan pusat pendarahan di kakinya. Ternyata urat besar. Langsung di jahit oleh Belle. Dan pendarahan berhenti. Mereka membersihkan luka dan mulai menjahit. Kemudian menutup luka jahit itu.

Seharusnya korban atau pasien ini di larikan ke klinik agar ditangani dengan baik. Karena takut terkena tetanus. Tetapi keluarganya tidak mau. Karena mereka adalah kelompok organisasi terlarang yang tinggal di hutan. Akhirnya operasi itu dijadikan operasi kecil dilakukan di aula tempat kegiatan di kantor desa yang tidak di steril. Resiko setelah operasi ini yang tidak di ketahui.

Pasien atau korban sudah di bawa kembali dengan ditandu menggunakan tandu milik klinik yang diberikan kepada mereka. Tidak ada pertikaian antara mereka dengan aparat ataupun warga disini. Semua kemungkinan terburuk sudah dijelaskan Hugo selaku komandan dan kepala kampung. Namun ini pilihan mereka dan resiko sisanya menjadi urusan mereka.

Insiden ini membuat Belle juga Jefry pucat. Mereka baru melihat organisasi terlarang. Ternyata mereka juga mempunyai senjata sama seperti aparat kita. Kegiatan pengobatan selesai. Warga sudah takut. Terpaksa Belle dan Julius kerumah - rumah memberi vitamin kepada anak - anak yang belum memperoleh. Sampai jam empat sore baru selesai. Jelas kegiatan saat ini tegang dan melelahkan.

Tim medis dan aparat kembali ke markas mereka. Dan berpesan jika sakit bisa langsung ke klinik yang ada di markas tentara dan warga mengiyakan. Sampai di markas kejadian itu di ceritakan ners Jefry kepada Ali, Rusman dan dokter Joe bagaimana situasi disana.

"Hampir aja, aku tinggal nama saja. Kasihan istri dan anakku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!