NovelToon NovelToon
RUMAH UNTUK JEVARIEL

RUMAH UNTUK JEVARIEL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Dokter Genius / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Nurapiah

" El, Aku mau jadi ibu dari bayi ini aku mau merawatnya! Kalau kamu keberatan kamu boleh menghentikan Sandiwara ini dan memberitahukan kepada keluarga kamu soal bayi ini bukan bayi kamu"

"Glen kalo lo nggak keberatan gue mau jadi suami sekaligus ayah dari bayi ini, kita rawatnya secara bersama-sama."

Menceritakan tentang dua orang mahasiswa kedokteran yang sedang melakukan kkn praktek lapangan bernama Glenca Lysandra Zefalika dan Elkairo Putra Erlangga mereka baru saja melakukan kkn selama 10 bulan bersama-sama namun karena ada seorang laporan masyarakat yang membutuhkan seorang perawat akhirnya mereka dipindahkan kesebuah rumah sakit tua yang terletak di pedalaman desa. Baru saja mereka memasuki rumah sakit yang sudah tidak terawat itu mereka dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki yang baru lahir ditinggalkan di sebuah bangkar rumah sakit. Tampaknya bayi itu sudah diberi asi oleh ibu kandungnya dengan kondisinya yang sudah bersih, Hidup lagi capek-capeknya mereka malah disangka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Nurapiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.Geulis pisan

Keesokan harinya, Elkairo terbangun dari tidurnya dan saat membuka matanya, ia melihat seorang gadis yang tertidur di sebelahnya, bersama bayi Jevariel. Dari raut wajahnya tergambar kelelahan yang terasa jelas.

Lelaki itu menoleh ke arah jam dinding dan melihat bahwa sudah pukul 4 pagi.

 Meskipun tubuhnya terasa pegal-pegal di area punggung akibat pukulan ibunya semalam, ia berusaha bangun dari tempat tidur dengan hati-hati agar tidak membangunkan bayi tersebut.

Elkairo turun ke lantai bawah untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat tahajud.

 Ia berusaha menjaga ketenangan dan mendekatkan diri kepada Allah dalam doa-doa dan dzikirnya.

Beberapa saat kemudian, Daniswara terbangun karena keinginan untuk buang air kecil. Ia keluar dari kamarnya sambil menutup mulutnya yang menguap, dan terkejut melihat sosok anaknya sedang berzikir di atas sejadah yang ia tempati.

Daniswara melangkah kebelakang melewati beberapa sejadah yang diletakkan untuk shalat berjamaah di depannya saat ia menyadari bahwa Elkairo telah berada di sana sejak tadi.

 Ia bergegas menuju kamar mandi sebelum akhirnya bergabung dengan Elkairo, duduk di sejadah di sampingnya.

Elkairo menoleh ke arah Daniswara dan berkata, "Bapak?"

"Iya, El. Bapak oge bade nungguan adzan Sabari dikir. Kumaha nama budak geus aya?" tanya Daniswara, mencoba memecah kebekuan suasana yang telah lama terjalin.

"Udah, Pak! Namanya Jevariel Fabio Beltrame," jawab Elkairo.

"Namanya meuni hese hese teuing!" ucap Daniswara sambil diam sejenak, mengambil napas panjang, lalu melanjutkan perkataannya.

"Bapak masih can percaya kamu udah jadi seorang ayah! Perasaan baru kamari bapak ngajarkeun kamu jalan..! Bapak harap pernikahan kamu samawa, jadi keluarga nu harmonis"

Elkairo merasa sedikit kecewa dengan keputusannya dan mengatakan,

"Iya, Pak. El akan usahakan, El juga masih bingung bakalan jadi kawas kieu."

Daniswara mencoba menenangkan situasi dengan mengatakan,

"Sudahlah, tong dipikiran wae. Sekarang fokus ka masa depan bayi Jevariel jeung resepsi pernikahan yang bakal digabung dengan acara aqiqahnya Jevariel."

Elkairo bertanya, "Jadi, 4 hari lagi Pak?"

Daniswara mengangguk mengiyakan pembicaraan Elkairo,

"Ya,4 hari lagi. Nanti bapak bakal nyari orang nu bisa menjadi wali keur Glenca. Saatos shalat subuh, kamu siapkeun cai panas keur mandi Glenca mih henteu katiisan. Dia anak kota yang pindah kadieu pasti kadinginan."

Langit masih gelap dan dingin saat Glenca terbangun pada pukul setengah enam pagi.

 Tubuhnya terasa jauh lebih baik setelah istirahat semalaman, tetapi saat ia meletakkan kakinya di lantai, hawa dingin daerah Garut benar-benar menyusup ke tulang-tulangnya.

Glenca melihat ke arah bayi yang masih tertidur pulas di sampingnya, dan ia dengan lembut membenarkan selimutnya, memastikan bahwa bayinya merasa hangat dan nyaman di tempat tidurnya.

 Glenca mencari handuk dan piyama mandi di dalam tasnya. Namun, ia menyadari bahwa ia belum mengetahui dengan pasti di mana kamar mandi berada di rumah ini.

Dengan hati-hati, Glenca berjalan dengan langkah pincang karena luka di lututnya yang belum sepenuhnya sembuh.

Ia turun perlahan-lahan melalui anak tangga dan menemukan Daniswara, calon ayah mertuanya, sibuk dengan beberapa berkas di ruang tamu.

"Neng sudah bangun! Bapak mau meminjam KTP-nya, boleh?" tanya Daniswara dengan ramah.

Glenca terkejut sejenak, teringat bahwa hari ini adalah hari pertama persiapan pernikahannya.

Suaranya terbata-bata ketika ia menjawab,

 "A-ada, Pak! Tunggu sebentar, saya akan mengambilnya!"

Namun, sebelum Glenca sempat bergerak, Elkairo tiba-tiba muncul dari dapur ,

"Glen, biar aku saja yang mengambilnya! Kamu mandi dulu, air panas sudah siap di kamar mandi!" Elkairo segera naik tangga menuju kamar mereka untuk mengambil berkas-berkas yang dibutuhkan.

Glenca merasa kedinginan meskipun mandi dengan air hangat. Hawa dingin Garut tetap menyusup ke dalam tulang-tulangnya, membuatnya menggigil.

 Dengan langkah terburu-buru, ia meninggalkan kamar mandi dan naik tangga menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, Glenca segera duduk di sisi ranjang, memakai selimut untuk melindungi dirinya dari rasa dingin yang menyergap.

 Namun, gerakan yang tiba-tiba itu mengganggu kenyamanan bayi yang sedang tertidur, dan bayi itu mulai merengek, menandakan bahwa ia haus setelah tidur pulas semalaman.

"Eaaa..." rengek bayi itu.

Glenca mendekatkan dirinya dengan lembut ke bayi, menepuk-nepuknya dengan penuh kasih sayang, berusaha menenangkannya.

 "Shhh, cup cup!"

Namun, Glenca segera menyadari bahwa bayi tersebut merasa lapar. Ia melihat ke sekeliling mencari botol bayi dan kotak susu, namun tak menemukannya. Ia merasa bingung, tidak tahu ke mana botol bayi dan susu itu pergi.

Tiba-tiba, Lasmita memasuki kamar dengan membawa nampan berisi makanan dan botol bayi yang sudah diisi dengan susu formula. Glenca terkejut.

"Ibu??" Glenca mengungkapkan keheranannya.

Lasmita meletakkan nampan makanan di atas nakas.

"Kamu makan dulu saja, biar Jevariel ibu yang mengurus!" ucapnya dengan sedikit nada jutek.

Meskipun demikian, Glenca tahu bahwa itu adalah cara Lasmita untuk menunjukkan rasa sayangnya terhadap menantunya.

Kemudian, Lasmita membawa bayi Jevariel keluar dari kamar sambil memberikannya susu dari botol tersebut.

Didalam nampan itu terdapat semangkuk sop daun hangat dengan aroma harum yang menguar. Glenca bisa melihat sayuran hijau segar terendam dalam kuah lezat yang menggugah selera.

Di sampingnya, ada sepiring nasi putih yang terlihat pulen, disertai dengan lauk ayam goreng yang renyah dan tahu tempe yang garing.

Glenca merasa terharu karena Lasmita tampaknya tahu betul apa yang dibutuhkannya saat ini. Sebagai seorang ibu yang sedang menjalani program laktasi, Glenca membutuhkan asupan makanan yang bergizi dan dapat meningkatkan produksi ASI.

 Daun katuk dalam sop itu diketahui bisa membantu meningkatkan hormon dan melancarkan produksi ASI.

Glenca memegang sendok dan dengan hati-hati menyendok kuah sop yang masih panas. Ketika ia mencicipinya, rasa nikmat dan lezat langsung menyapu lidahnya.

Kuah yang hangat dan gurih, dipadu dengan kelezatan sayuran hijau yang masih renyah, membuatnya merasa kenyang dan terpuaskan.

🍁🍁

Di sebuah tempat pemotretan yang indah, Elkairo menyerahkan sebuah plastik transparan berisi empat foto kecil kepada Glenca.

"Ini fotonya lo pegang" ucap Elkairo

Glenca meraih plastik transparan itu dengan lembut dan hati-hati membukanya.

Perlahan, ia mengeluarkan foto-foto kecil yang tersimpan di dalamnya..

Setelah selesai di tempat pemotretan, Elkairo dan Glenca melanjutkan perjalanan ke tempat sewa baju pengantin. Mereka tiba di parkiran dan turun dari motor.

"Kita pergi ke tempat sewa baju pengantin dulu setelah itu baru pulang," ucap Elkairo

Bersama-sama, mereka menuju ke toko sewa baju yang terletak di seberang parkiran.

Mereka masuk ke dalam toko dan disambut oleh seorang karyawan yang ramah. Elkairo dan Glenca melihat-lihat koleksi baju pengantin yang tersedia, memilih beberapa pilihan yang menarik perhatian mereka.

Setelah mencoba beberapa pakaian dan memutuskan pilihan mereka, mereka kembali ke parkiran dengan membawa beberapa paperbag berisi baju-baju untuk resepsi.

Elkairo dan Glenca melanjutkan perjalanan mereka, menyusuri jalan kampung yang ramai. Saat mereka melewati ruko bakso yang terkenal, mereka tak sengaja melihat kerumunan orang yang mengantri.

"Lo mau bakso ngga? Kalau mau kita mampir dulu!" ucap Elkairo sembari fokus menyetir.

"Nggak ah! Kasian Jevariel udah ditinggal lama!" jawab Glenca.

Mereka melanjutkan perjalanan tanpa mampir di ruko bakso. Tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi pusat perhatian beberapa warga yang mengenal Elkairo.

"Eh itu budakna bu RW kan?" ucap salah seorang warga, menepuk-nepuk bahu orang di sebelahnya.

"Heeh euy bener, geus jadi dokter etateh geus lulus sarjana? Ngabonceng awewe meuni geulis kabogohna mereunnya!!" ujar seorang ibu berbaju coklat sambil menyendok sambal kedalam mangkuknya.

"Ah maenya kabogohna! Bukannya si Bu RW reseup ka parawan budakna Pak Rt?" sambung warga lainnya.

Perjalanan mereka melalui jalan kampung terus berlanjut. Elkairo tetap fokus menyetir dengan hati-hati, sementara Glenca menikmati pemandangan sekitar yang dipenuhi oleh rumah-rumah penduduk dan aktivitas sehari-hari.

Mereka melintasi anak sungai kecil yang mengalir di tengah kampung, melewati lapangan tempat anak-anak bermain sepak bola, dan mendengarkan suara riuh dari pasar tradisional yang mereka lewati.

...Bersambung...

1
aurel
udah like kak, seru banget, yuk mampir juga di karya aku
Sri Peni
terlalu sederhana
Nisa Anisya
next thorr nextt semangat
Lisa
Siapa y yg menculik Jevariel
Nisa Anisya
next thorr
Dian Hardiana
next
Angel Beats
menarik juga ceritanya. semangat terus ya kak
Angel Beats: sama sama
total 2 replies
Nisa Anisya
next thorr
Eryanti Erna
lanjut thorr
Anita Jenius
Mampir sini dulu
Amelia
aku mampir nih ❤️❤️
Nisa Anisya
/Drool/ ayok nextt thorr
Nisa Anisya
makin seru thor semangat up nya
Dian Hardiana
seru banget thorr nextt semangat
Glenca kayaknya udh nyaman sama si bayi😭👊
Nisa Anisya
😭😭 baper gueh
Nisa Anisya
yeayy Author upp
pembawaan prolognya menarik, suka deh!(o´・∀・)o
authorNamhye: hehe makasih semoga betah ya
total 1 replies
Nisa Anisya
seru banget novelnya semangat terus semoga cepat terbit amin
Sri Peni
semakin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!