NovelToon NovelToon
Gairah Liar Uncle Sam

Gairah Liar Uncle Sam

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Terlarang / Mafia / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:905.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Puppy Bangtan

•••
Sam tidak pernah jatuh cinta dengan wanita manapun.
Hatinya mati dan beku.
Prinsipnya terlalu kokoh.
Bentengnya terlalu tinggi.
Ternyata cintanya hanya tertuju pada sang keponakan.
Gadis cantik yang memikat hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puppy Bangtan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17. Perpisahan

Di Vila

Terlihat Sam dan Shila masih terlelap pulas di bawah selimut tebalnya.

Hari sudah siang, matahari sudah bersinar terang.

Namun keduanya belum juga bangun.

Kring

Sam dengan mata yang masih terpejam meraba atas nakas untuk menemukan ponselnya.

Sam membuka kedua matanya untuk melihat siapa yang menelpon.

Hiro.

Sam menunduk melihat Shila yang masih pulas dalam pelukannya.

Ia mengecup singkat kening Shila sebelum mengangkat telepon Hiro.

"Halo," sapanya dengan suara khas orang bangun tidur.

"Apa kau sudah di jalan? Kapan kau tiba di sini?" tanya Hiro yang terlihat begitu menunggu kedatangan Sam.

Sam menelan ludahnya pelan, mengusap lembut punggung polos Shila.

"Setelah ini aku akan pulang," beritahunya dengan suara yang pelan.

Shila yang sudah setengah sadar, bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka, sayang kedua matanya terasa lengket saat ini.

Di mana ia memilih untuk diam memejamkan mata dan memeluk erat tubuh kekar Sam sebelum ia pulang ke Milan setelah ini.

"Itu artinya kau masih di sana?" tebak Hiro dengan suara yang sedikit keras membuat Sam menunduk sekilas memastikan jika Shila tidak terbangun karena suara Hiro barusan.

"Aku akan segera pulang," tekannya lagi pada Hiro dengan nada suara yang terkesan ketus dan dingin.

Hiro menghela napas gusar.

"Xavier datang lagi, ia terus menanyakan tentang keputusanmu. Cepatlah datang dan tegaskan padanya, kau ingin membatalkan perjodohannya atau bagaimana, aku sudah cukup tertekan di sini, aku lelah terus didatangi tunanganmu hanya untuk menyampaikan salamnya, dia pikir aku burung merpati? Jika bisa menelponmu, kenapa harus aku yang menyampaikan salamnya," dumel Hiro di akhir kalimatnya.

Sam tersenyum tipis kala mendengar keluhan Hiro.

"Ya, aku akan pulang setelah ini," kata Sam sembari menciumi pundak polos Shila.

"Setelah ini kapan? Setelah ini menurutmu dan menurutku berbeda," ketusnya dengan kesal membuat Sam berdecak kasar.

Sam langsung mematikan teleponnya secara sepihak.

"Apa kau baru sadar jika seperti burung merpati? Itu lebih baik daripada menjadi megantropus," oloknya sembari menatap ponselnya.

Shila mengeratkan pelukannya membuat Sam menunduk melihatnya.

"Ayo kita pulang sekarang, paman juga harus kembali ke Milan," gumamnya dengan serak membuat Sam memeluknya erat sembari menciumi pundak polosnya.

"Kamu langsung ingin pulang?" Shila menganggukkan kepalanya lalu membenamkan wajahnya pada dada bidang Sam.

Sam mencium puncak kepala Shila, rasanya kenapa begitu berat sekali untuk beranjak dari ranjang saat ini.

Shila menguraikan pelukan Sam, mengedarkan pandangannya untuk menemukan bajunya.

Sam yang melihat hal itu sontak ikut bangun.

"Kamu ingin mandi bersama?" tanya Sam sembari memeluk Shila dari belakang.

"Hari sudah siang, mereka sudah menunggu paman," katanya sembari memakai pakaiannya.

Shila turun dari ranjang sembari menguncir rambutnya.

Sam menatap nanar punggung Shila, di mana ia ingin sekali membawa Shila bersamanya.

Tapi bagaimana mungkin itu terjadi mengingat mamanya sakit saat ini.

Sam turun dari ranjang, memakai celana pendeknya dan pergi keluar kamar.

Terlihat Shila tampak sarapan kue tart sisa kemarin malam.

"Masih makan?" tanya Sam yang berdiri di samping Shila sembari mengusap puncak kepalanya.

Shila menoleh, spontan langsung berdiri dan menyudahi makannya.

"Udah selesai. Ayo kalau pulang," ajaknya pada Sam.

Sam tersenyum dan langsung mengangkat tubuh Shila.

"Kita mandi lebih dulu sayang atau aku akan dibunuh ibumu karena melihat tanda merah di sekujur tubuhmu," katanya sembari membawa Shila ke kamar mandi untuk mandi bersama.

***

Sekitar pukul 3 sore, mereka berdua telah tiba di rumah.

Sam menatap rumah sederhana di depannya, menggenggam erat tangan Shila dan menciumnya sekilas.

"Ayo kita turun," ajak Sam dengan pelan.

Shila menatap lama Sam, bibirnya rapat tak terucap, tatapannya seolah memberitahu Sam jika ia sangat berat untuk melepasnya.

Sam meraih tengkuk Shila dan ******* tipis bibirnya.

Perlahan Shila membuka kedua matanya, napasnya terdengar begitu menderu.

"Paman hati- hati di jalan, dan jangan lupa untuk kembali lagi ke sini," ingatkannya sekali lagi.

Sam mengangguk dengan mantap.

Shila membuang napasnya, lalu melepas genggaman tangan Sam.

Keduanya lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

"Kalian sudah pulang?" sambut Maura yang duduk di ruang tengah bersama Andre.

Shila langsung berhambur ke pelukan Maura dengan Sam yang berjalan di belakangnya.

"Paman mau kembali ke Milan," beritahu Shila dengan wajah yang sedih.

"Sungguh? Kenapa cepat sekali? Apa terjadi sesuatu dengan mama?" tanya Andre dengan cemas.

Sam tersenyum tipis, lalu duduk di samping Andre.

"Mama dirawat di rumah sakit, karena itu aku harus pulang untuk merawatnya," jelasnya singkat pada Andre.

Andre terlihat terkejut begitu juga dengan Maura.

"Lalu bagaimana keadaan mama sekarang? Apa sudah siuman?" tanya Andre dengan raut cemas.

Sam tersenyum tipis dan merangkul bahu kakaknya.

"Kakak tenang aja, mama pasti baik-baik aja," katanya menenangkan Andre.

"Kalau gitu Sam akan berkemas lebih dulu," katanya yang diangguki oleh Andre.

"Kalau gitu akan kusiapkan makan sebelum kamu pergi," kata Maura yang bergegas pergi ke dapur.

Sam beranjak dari sofa membuat Shila menatap nanar punggung kekar yang selama beberapa hari ini telah banyak memberikan cinta padanya.

"Shila akan membantu paman," pamitnya pada Andre.

Andre hanya mengangguk, Maura yang mendengar hal itu dari arah dapur, melihat putrinya yang menyusul Sam ke kamarnya.

Maura terlihat sangat takut dan begitu penasaran.

Namun ia mencoba menepis segala pikiran buruk itu.

Ia percaya dan yakin dengan Shila dan Sam.

Shila membuka perlahan pintu kamar Sam.

"Kemarilah sayang," panggil Sam kala menoleh melihat Shila berdiri di ambang pintu menatap diam dirinya.

Shila menutup pintunya lalu menghampiri Sam.

Terlihat Sam menata rapi semua baju-bajunya.

"Enggak kerasa paman di sini 2 minggu," gumamnya yang duduk di tepi ranjang sembari mengayunkan kakinya.

Sam yang mendengar hal itu hanya tersenyum tipis.

"Setelah urusan paman selesai, paman janji akan menjemputmu dan membawamu ke Milan," katanya memberikan janji pada Shila.

Sam menarik kopernya ke dekat ranjang, lalu berjongkok di depan Shila.

"Kamu harus sehat dan jaga diri baik- baik selama paman di Milan, jaga pola makan kamu dan jangan sampai kecapekan. Dan jangan lupa untuk minum susu," ingatkannya pada Shila.

Shila mengerutkan keningnya.

"Minum susu?" tanyanya dengan bingung membuat Sam tersenyum tipis lalu mencium perut rata Shila.

"Kamu lupa jika ada benih paman yang akan tumbuh di dalam sini?" tanyanya sembari mengusap lembut punggung tangan Shila.

Shila menunduk, menatap perutnya dengan lucu membuat Sam begitu geram melihatnya.

"Apa Shila sungguh akan hamil?" tanyanya dengan lucu membuat Sam tertawa renyah.

Sam langsung berdiri dan merunduk menjajarkan tingginya dengan wajah Shila.

"Apa perlu kita melakukannya sekali lagi agar kamu yakin jika ada benih paman di dalam sana?" tawarinya pada Shila.

Shila menyipitkan tatapannya membuat Sam terkekeh.

"Apa paman tahu bagaimana rasanya milik Shila sekarang, bahkan untuk berjalan saja rasanya sangat perih," bisiknya pada Sam.

"Bukankah semalam kamu yang meminta untuk melakukannya sayang? Bahkan paman sudah mengingatkanmu untuk tidak melakukannya di sana mengingat tidak ada ayah ibumu yang membuat paman tidak bisa berhenti untuk melakukannya," katanya mengingatkan Shila tentang kejadian panas semalam.

Shila memalingkan wajahnya dengan malu saat ini membuat Sam terkekeh.

"Kamu tidak ingin memberikan hadiah atau sesuatu pada paman sebelum pergi?" tanyanya sembari menatap bibir cherry Shila.

"Hadiah? Kenapa paman tidak mengatakannya dari awal, aku belum sempat menyiapkannya," katanya yang kini panik.

"Hadiah tidak harus berbentuk barang sayang," ujarnya memberitahu Shila.

"Lalu?" tanya Shila dengan polos membuat Sam mendekatkan wajahnya pada Shila hingga hidung keduanya bersentuhan.

"Bisa berupa kasih sayang atau ciuman," sambungnya dengan bibir yang hampir bersentuhan dengan milik Shila.

Shila menelan salivanya, merasa gugup kala merasakan hembusan napas Sam.

Dengan berani ia meraih tengkuk Sam dan ********** lembut.

Sam tersenyum dalam sela ciumannya.

Lama mereka berciuman hingga Shila mengakhirinya lebih dulu.

"Andai nanti paman tidak bisa kembali lagi ke sini, tolong jangan lupakan jika kita pernah bersama meski tidak lama, kita pernah mengucap janji meski sekali, kita pernah jatuh cinta meski dalam waktu sementara," pesan Shila pada Sam.

Sam terlihat diam, tatapannya hanya tertuju pada mata hazel Shila.

"Tolong tunggu sebentar saja, paman akan kembali lagi ke sini, dan akan bersama denganmu untuk selamanya bukan sementara," pintanya pada Shila.

Shila mengangguk lalu memeluk leher Sam.

"Sam Shila ayo makan, makanannya sudah siap," teriak Maura dari dapur.

Shila menguraikan pelukannya dan beranjak dari tepi ranjang.

Sam mengecup singkat puncak kepala Shila lalu menarik kopernya keluar dari kamar.

Mereka lalu makan bersama sebelum Sam pergi.

Selesai makan, semuanya langsung mengantar Sam ke depan.

"Kak, aku balik dulu ya," pamitnya sembari memeluk Andre.

"Hati- hati ya, tolong jaga mama," pesannya pada Sam.

Sam hanya mengangguk lalu beralih pada Maura.

"Mbak aku pulang dulu," Maura hanya mengangguk sekilas dan menepuk pundak Sam.

Kini giliran Shila, entah lupa atau bagaimana, Sam langsung memeluk erat Shila tepat di depan Andre dan Maura.

"Paman," gumamnya lirih sembari berusaha melepas pelukan Sam.

"Tolong biarkan begini sebentar saja," bisik Sam pada Shila.

Shila hanya diam dan pasrah, menahan sekuat tenaga air mata yang sudah membendung di kelopak matanya.

Maura yang melihat Sam memeluk erat putrinya seakan berat untuk melepasnya kini membuat dirinya terus menebak dan beropini semakin buruk.

Maura sendiri juga tidak tahu kenapa dengan dirinya.

Berulang kali ia mencoba menepis semua pikiran itu, hatinya begitu yakin tak tergoyahkan.

Sam menguraikan pelukannya dengan mata yang berkaca- kaca.

Tatapannya begitu dalam pada Shila yang juga menahan air matanya.

"Sam pergi dulu ya kak," pamitnya pada Andre dan Maura sembari mengangkat kopernya.

Keduanya mengangguk,menatap Sam dengan hati yang berat.

Shila tak mengalihkan tatapannya dari Sam, hati kecilnya terus meneriakkan nama Sam.

Dan mobil brio itu perlahan menghilang dari pandangan mereka bertiga.

Sam telah pergi.

Kembali ke rumahnya.

Entah untuk waktu sementara atau selamanya?

1
Diana Resnawati
makasih ya ka udh up lg🙏.ditunggu klanjutannya ya ka..😊
Diana Resnawati
udh lama ga update...akhirnya update jg.makasih thor🙏
Diana Resnawati: Aamiin🤲.sehat trs jg ya thor.biar bs berkarya trs.smangat thor💪
total 2 replies
ayu cantik
suka
Lina
Luar biasa
Virgo Girl
Ooo br 26 tahun toh... kupikir 30an gtu
Diana Resnawati
dasar nenek lampir😡
Diana Resnawati
salah famam lg😔
Diana Resnawati
apakah bnar ya sam yg membunuh orgtua shila?
Diana Resnawati
ayo sam hajar saja smith
M Holis
kok beda"visualya
Fitrianinaim_queen03
please deh /Facepalm/
Diana Resnawati
mampir thor
Misnawi Misnawi
udah tamat ya?????? blm Sean dan Aluna menikah kok udah tamat sihhhhh?????? 🤣🤣🤣🤣🤣
Yanto Abdl
seneng sih bisa bersatu cm sayang adegan romantis pas menikah g diceritan JD gereget kurang afdol endingnya
Made Armini
ceritanya menarik, mafia ternyata seperti itu. intrik2 terjadi dng mengorbankannkeluarga
Made Armini
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ita Listiana
jawaban yg jenius nicholas 🤣🤣🤣
V
Bapaknya Aluna kanyanya udah gk waras.
Anak Lo yg cinta sama sam tapi sam juga gk memberikan harapan palsu dia juga sudah menolak secara baik baik,tapi anak lo yg gk waras itu terlalu obsesi sama sam.

Baru Bapanya Aluna Balas dendam ke Sheyla udah gak waras otaknya kali.Aneh banget.Anaknya udh bodoh tambah bapaknya makin bodoh Lagi.
Jchum JMR
apa bisa menikahi keponakan sendiri???
Revan
nikah sama Sean aja sana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!