Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nara bahagia
Setiba dirumah sakit Bobby langsung menuju keruangan tempat Nara dirawat.
"tok,, tok,, tok.
Bobby mengetuk pintu dan masuk, disana Bobby melihat Reyhan sedang menyuapi Nara makan.Reyhan pun langsung berdiri dan menaruh piring makan Nara.
" Kak Bobby,"ucap Nara sambil tersenyum bahagia melihat Bobby datang.
"Ra, maaf kakak baru datang, apa yang sakit Ra, kepala kamu kenapa? banyak memar gini Ra ?" tanya Bobby, dengan wajah yang sangat sedih.
''Kecelakaan kecil aja kak, gak parah kok."
" Ini tuh parah Ra, kamu gak sadarkan diri selama 10 jam loh."
Reyhan pun langsung keluar tanpa pamitan dengan Bobby dan Nara, dia takut mengganggu dan menunggu diluar.
Perasaan Nara sangat senang, baru kali ini dia merasa kak Bobby benar-benar perhatian sama dia.
''Kakak kok pulang, disana kan masih banyak kerjaan kak, aku gak kenapa-kenapa kok,acara kak Bobby lebih penting,ditambah ini job pertama kakak ,kan," ucap Nara yang masih kelihatan lemas.
" Hustt,, kamu gak usah pikirin itu, yang terpenting sekarang adalah kamu cepat sehat ,karena aku gak mau kamu kenapa-kenapa aku khawatir banget Ra, waktu Reyhan telpon aku kasih kabar kalau kamu kecelakaan pikiran aku tuh sudah enggak konsen lagi ,pokoknya pengen cepat-cepat sampai sini. Gimana sih kejadian nya Ra sampai kecelakaan?" tanya kak Bobby.
"Kalo aku ceritakan yang sebenarnya pasti kak Bobby marah sama aku," ucap Nara dalam hati.
"Aku diserempet motor ka, pas aku turun dari taksi. Salah aku juga sih gak liat-liat dulu pas mau keluar."
" Makanya lain kali kamu hati-hati,untung kan ada Reyhan yang bantuin kamu. O,,iya tapi kok ada Reyhan pas kamu lagi kecelakaan?" tanya kak Bobby.
" Eemm,,, kebetulan saat aku kecelakaan Reyhan sedang nunggu aku di depan rumah kak, sebelum nya kami memang sudah ada janji untuk ketemu,"ucap Nara dengan sedikit gugup takut kalau dia salah ngomong.
"Lanjut makan nya Ra, sini kakak suapin," sambil mengambil piring nasi dan menyuapi Nara.
Dibalik pintu Reyhan melihat wajah Nara yang sangat bahagia terlihat dari raut wajah nya , tak kuasa Reyhan melihat kemesraan mereka dan langsung meninggalkan ruangan. Dia duduk di koridor dan termenung, dibenaknya seberapa besar pun aku berkorban dan mencoba merebut hati Nara tapi semua hanya sia-sia dia tidak pernah membuka hati nya untuk ku.
Tiba-tiba Bobby datang dan mendekati Reyhan, dan duduk disebelah Reyhan.
" Kamu enggak pulang Han?" tanya Bobby sambil menawarkan minuman mineral ke Reyhan.
" Tadinya aku mau pulang pas kamu sudah sampai sini, tapi aku masih khawatir dengan keadaan Nara."
"Setelah minum obat dia langsung tidur kata dokter yang meriksa dia sih bilang ada kemajuan mungkin istirahat beberapa hari keadaan nya pulih dan bisa pulang. Makasih ya Han kamu sudah nungguin Nara, kamu pulang gih kasian kan kamu cape enggak tidur semaleman,"ucap Bobby kepada Reyhan yang sedang melamun.
" Ya sudah aku pulang duluan ya, kalo ada apa-apa hubungin aja aku ya Bob. Bilangin sama Nara ya aku pulang nanti besok aku kesini lagi buat jenguk Nara ,titip Nara ya!"
Sebenarnya Reyhan enggan untuk pulang, dia masih ingin menjaga Nara, karena dia sangat merasa bersalah, kepada Nara, karena kebodohan nya Nara jadi celaka.
Sesampai dirumah, Mamah Reyhan sudah menunggu di ruang tamu.
" Han, kamu darimana saja 2 hari tidak pulang?"tanya Mamah Reyhan.
" Aku di rumah sakit mah jagain Nara,"sahut Reyhan.
" Emang Nara kenapa? sakit apa Han, bukan nya dari sini kemaren dia kelihatan sehat-sehat aja?"tanya Mamah Reyhan.
" Nara kecelakaan Mah, waktu aku antar dia pulang kemaren, dia turun dari motor aku terus diserempet motor."
" Astaga , terus Nara nya gimana Han? Parah?"
"sekarang keadaan nya sudah mendingan Mah."
" Terus disana siapa yang jaga?"tanya Mamah Reyhan lg yang sedikit khawatir dengan Nara.
" Ada Bobby Mah." Jawab Reyhan sambil melepaskan jaket nya.
" Emang ada hubungan apa Nara sama Bobby?" tanya Mamah Reyhan sedikit kepo.
"Iiihhh,, Mamah mau tau aja urusan orang. Sudah ah Reyhan mau mandi dulu mau istirahat."
"Makan dulu Han, Mamah sudah masak tuh!"
Reyhan pun langsung masuk kamar, tanpa menghiraukan Mamah nya yang menyuruh dia untuk makan.
pagi-pagi sekali Reyhan sudah siap untuk ke rumah sakit.
" Han, kamu sarapan dulu!" kata Mamah Reyhan.
" Gak ah mah, Reyhan buru-buru."
"Emang kamu mau kemana? cuman ke rumah sakit kan. Ayo makan dulu."
Reyhan pun menuju meja makan, dimana disana sudah ada masakan kesukaan Reyhan.
" Ini semuah Mamah yang masak?" tanya Reyhan.
" Iya, emang kenapa? kan kamu jarang makan dirumah, jadi sesekali Mamah masakin yang spesial untuk kamu Han," goda mamah Reyhan.
" Tumben nih Mamah masak segini banyak nya."
" Han , Mamah boleh tanya enggak sama kamu?"
"Boleh, mau tanya apa sih Mah?" sahut Reyhan.
" kamu sama Nara ada hubungan apa sih? Mamah liat kamu beberapa hari galau aja, terus bela-belain jaga Nara dirumah sakit, kalo gak ada hubungan yang spesial gak mungkin lah kamu segitunya sama dia."
" gak ada hubungan apa-apa sih Mah, cuman temen," sahut Reyhan.
"Masa sih, mamah kok gak yakin!"
" Mah, Nara tuh pacar nya Bobby, dan Bobby sahabat aku. Ya enggak mungkin lah Mah aku suka sama pacar sahabat nya aku sendiri,nah puas kan mamah dengan jawaban Reyhan , gak penasaran lagi kan," ucap Reyhan.
" Oh jadi ceritanya kamu cinta diam-diam nih."sahut Mamah Reyhan sambil tertawa.
" Ehan pergi dulu ya Mah, mungkin aku pulang nya sedikit malam Mah jadi gak usah ditunggu yah!" sambil salaman dan mencium pipi Mamah nya.
"Han, ini sekalian bawakan Nara makanan sama buah ya, titip salam buat Nara, kamu hati-hati di jalan Han,"ucap Mamah Reyhan.
***
Dirumah sakit, Bobby sedang nyuapin Nara makan, mereka ngobrol-ngobrol masalah pekerjaan Bobby.
" Ra setelah kamu keluar dari rumah sakit, kakak langsung balik lagi gak papa kan, soalnya kerjaan kakak sudah deadline,klien kakak sudah berapa kali hubungin kakak tanya kapan balik. Pusing Ra gak ngerti banget jadi orang!" ucap Bobby.
" Iya gak papa kak, kasian kakak juga kan lama-lama disni kerjaan kakak malah jadi numpuk."
"Yang penting kamu sehat, kakak balik gak kepikiran lagi sama kamu,"ucap Bobby.
Tiba-tiba Ryhan datang, membawa makanan,buah-buahan dan seikat bunga.
" Hallo Ra, Bob. kalian sudah sarapan?"tanya Reyhan.
" Sudah Han baru aja,"sahut Bobby.
" Ini Ra ada makanan dan buah sama bunga dari mamah. Tadinya beliau mau kesini tapi masih banyak kerjaan dirumah jadi dia ngasih ini dan titip salam ke kamu."
" Oh iya Han, duh mamah jadi repot-repot gini."
Telpon Bobby pun berbunyi, dan dia pamit untuk keluar untuk mengangkat telpon.
ternyata telpon tersebut dari Suci.
" Iya Ci ada apa?"
" Kamu kapan balik kesini Bob, ingat loh acara kita sebentar lagi."
"Besok atau lusa Ci soalnya masih ada urusan mendadak yang pengen ku selesaikan dulu,sahut Bobby lewat telpon nya.
"Oke Bob, ku tunggu ya!" sahut Suci.
***
Dan didalam kamar ,Reyhan bertanya ke Nara.
" Ra gimana keadaan kamu?"
" Sudah aga mendingan Han, kepala ku juga sudah gak pusing-pusing lagi."
" Ra, Bobby tau kejadian sebenarnya? kamu kecelakaan?"
" Gak Han aku gak ngomong yang sebenarnya aku takut Bobby salah paham."
Reyhan pun hanya mengangguk kan kepalanya.
" Aku minta tolong ya Han jangan bilang yang sebenarnya," ucap Nara.
" Tenang Ra, aku gak bilang kok. Ya sudah kalo kamu mau istirahat, istirahat aja biar cepat pulih dan bisa main kerumah ku lagi ketemu sama mamah, soalnya mamah pengen banget ketemu kamu lagi Ra."ujar Reyhan.
" ah yang bener Han, nanti sampaikan salam ku buat mamah kamu ya, makasih buah sama bunga nya."
"Sejak kapan Nara akrab sama mamah kamuHan?" tanya Bobby yang baru masuk keruangan.
" Emmm,, itu anu Bob ,"jawab Reyhan terbata-bata.
" Kan mamah Ehan nasabah tetap Nara di kantor kak, kan mamah Ehan sering ke bank buat deposito."sambung Nara .
" Oh gitu , kirain kamu sering main ketempat Ehan."
" Ra, kakak besok mau balik soalnya sudah ditelpon sama klien , gak papa kan kamu kakak tinggal ?" tanya Bobby.
" Iya gak papa kak, sudah pesan tiket kak?"tanya Nara.
" Iya sudah Ra., Han aku titip Nara ya jagain dia nanti kalau ada apa-apa kabarin aku !"
" Tenang Bob pasti aku jagain, kamu tenang aja,"ucap Reyhan.
"Han, aku boleh ngomong berdua dulu gak sama Nara?" tanya Boby.
" O,,iyaa silakan, aku keluar dulu ya sekalian mau kebawah."
" Makasih ya Han."sahut Nara.
"Reyhan pun membalas dengan senyuman,dan ia keluar."
" Ra, kamu masih nyimpan cincin yang ku kasih kemaren?"tanya Bobby.
" Masih , ada di tas selalu aku bawa kok kak. Emang kenapa?" tanya balik Nara.
" Coba sini kakak lihat Ra!"
Nara pun mengambil cincin yang ada didalam tas nya yang berada di samping tempat tidur nya.
" Nih ka." Sambil mengeluarkan cincin tersebut dan memberikan ke Bobby.
Lalu Bobby membuka kotak cincin tersebut dan memakaikan nya ke jari Nara. Nara yang kelihatan gugup karena baru pertama kali ada seorang laki-laki yang memakaikan cincin kepadanya, hatinya sangat bahagia dan tersenyum tersipu malu di hadapan Bobby.
" Cantik banget Ra dijari kamu, jangan dilepas yah,"ucap Bobby.
" Kak, makasih ya. Aku bahagia banget hari ini,aku bakalan sabar nunggu kakak."sahut Nara sambil memegang tangan Bobby.
" Kamu disini ,selama aku tinggal jangan nakal ya, jaga diri kamu, aku gak mau kamu sampai kenapa-kenapa lagi!"
" aku bakalan kangen banget sama kakak, boleh gak kapan-kapan aku main ketempat kakak, pas aku dapat cuit dari kantor ?"tanya Nara.
" Boleh, tapi jangan sendiri, kamu minta temenin sama Reyhan atau sama Sesha atau Meghan."
"Oke siapp kak." ucap Nara sambil menyenderkan kepala nya di bahu Bobby.
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh