NovelToon NovelToon
Mr. Secretary: Destiny Bound

Mr. Secretary: Destiny Bound

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Janda / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Anak Genius / Tamat
Popularitas:133.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ough See Usi

Indra Kusumawardhani, muda, tampan, mapan, bergelimang harta dan cerdas. Namanya tercantum dalam list bujangan yang paling diinginkan di +62.

Dia salah satu perintis B Group dan menjadi orang kedua dalam hirarki perusahaan. Dia juga pewaris tunggal dari Keluarga Kusumawardhani.

Menjadi anak semata wayang dari Bapak Kusumawardhani, Direktur Keuangan di Sanjaya Group, membuat ketar-ketir hati orangtuanya saat tahu anaknya tertarik dengan janda beranak dua. Ibu Kusumawardhani menentang keras keinginan Indra untuk mempersunting Sang Janda.

Ikatan takdir yang membelit mereka bermula dari mimpi. Mimpi yang nantinya akan menyelamatkan hidupnya.

Dia terlebih dahulu jatuh hati pada kedua anak dalam mimpinya sebelum akhirnya jatuh hati sejatuh-jatuhnya pada Sang Janda.

Intrik dan teror dari mantan suami juga musuh masa lalu membayangi mereka.

Bagaimana dia memperjuangkan hatinya?

_Sequel: CEO Rescue Me!_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ough See Usi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 – PENGAWALAN

“Kenapa Disti menanyakan kondisi Bang Indra saat keluar dari mobil?” tanya Hans dengan kening berkerut.

Bramasta memperhatikan gambar yang dibuat istrinya. Keningnya pun ikut berkerut.

“Kok Disti bisa gambar seperti ini?” tanyanya.

“Disti hanya mengikuti alur cerita Bang Indra dan bagaimana Bang Indra mendeskripsikan suasana dan sekitarnya,” Adisti memandang suaminya.

“Tentang kondisi Bang Indra saat keluar dari mobil, sepertinya bang Indra mengalami distorsi dalam penglihatannya. Mungkin ada orang lain atau kendaraan lain dalam basement tersebut tapi karena penglihatan Bang Indra sedang mengalami gangguan jadinya tidak merasa keberadaan mereka,” Adisti memandang Hans.

“Pada saat itu, Bang Indra merasa bangunan seperti menyusut hingga tidak bisa menentukan jarak kan?” tanya Adisti pada Indra. Indra mengangguk.

“Lantai terasa bergerak. Bergeser,” kata Indra.

“Vertigo?” tanya Leon.

“Gue gak punya riwayat vertigo, Bang,” Indra memandang Leon.

“Astigmatisme, gejala mata silinder. Tidak bisa melihat garis lurus disebut juga penglihatan yang terdistorsi. Garis lurus akan terlihat bengkok ataupun miring bagi penderitanya,” Anton membacakan hasil pencariannya di Gugel.

“Mata gue, alhamdulillah normal, Ton.”

“Drugs? _Narkoba_?” Hans mengernyit “Alkohol?”

“Na'udzubillah mindzaalik, Hans,” Indra mendongak menatap Hans yang tengah berdiri meregangkan punggungnya, “Memangnya gue cowok keren apaan?”

“Gue percaya dengan Lu, Ndra. Gue gak menuduh Lu dekat-dekat ataupun pakai barang haram seperti itu. Tapi bisa jadi Lu dicekoki...” Hans meregangkan lagi pinggangnya kali ini dengan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.

“Hmmm old man...” gumam Adisti cukup keras membuat semuanya tertawa.

“Bini Lu tuh Bram...” Hans memgadu pada Bramasta yang tengah tertawa.

“Iya.. Disti memang bini gue, Hans.”

“Terus gue harus bagaimana?” Indra menatap yang lainnya.

“Tingkatkan kewaspadaan Lu. Jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang Lu gak kenal. Kalau makan atau minum diluar, pastikan makanan atau minuman Lu baru saja diantarkan oleh pelayan,” Leon menyentuh dagunya yang mulai ditumbuhi janggut.

Indra mengangguk.

“Buat jaga-jaga, gue sediakan pengawal ya,” Hans menatap Indra dengan sungguh-sungguh.

Indra menggeleng cepat, “No way... Gue gak bisa bebas bergerak...”

“Nonsense!” Adisti mengibaskan tangannya, “Awalnya saat Disti disediakan pengawal juga merasa begitu. Tapi setelah dijalani, biasa saja kok. Pengawal yang disediakan Bang Hans profesional banget. Gak menghambat aktivitas kita. Gak kepo juga. Hanya saat dirasa keadaan ataupun situasi tidak memungkinkan barulah mereka melarang kita.”

“Tuh.. Dengar testimoni langsung dari orang yang terpercaya,” Hans tersenyum lebar.

“Lagipula dikawal ternyata enak juga kok Bang,” kali ini Agung ikut memberikan testimoni juga, “Saat sendiri, ada teman untuk mengobrol..”

“Nah ini nih... Satu lagi testimoni yang bagus. Lu dan Agung kan setipe, Ndra. Tipikal pecicilan, kepo dan gak bisa diam. Pas tuh testimoninya...” Hans tidak tahan untuk tidak tertawa.

Indra mencebik.

“Nanti lihat dulu perkembangannya..”

Anton yang duduk di sebelah Agung tiba-tiba menyenggol lengannya. Agung menoleh. Anton menunjuk dengan dagunya.

“Ada Adinda...”

Seorang gadis belia berhijab kuning muda dengan tunik putih lebar dan kulot jeans berjalan di antara meja kursi cafe diikuti seorang pemuda di belakangnya. Mereka mencari meja yang kosong di jam makan malam.

Wajah Agung menggelap. Rahangnya diketatkan. Dia bangkit berdiri. Yang lain menoleh ke arahnya dengan tatapan heran.

“Hyung, ada apa?” tanya Adisti pada Anton.

“Adinda... dengan temannya..“

Semuanya mengikuti arah pandangan Anton.

“Calmdown, Gung..” Indra mengingatkan, “Husnudzhon. Tabayun dulu..”

“Kok jam segini belum pulang? Ayah dan Bunda pasti khawatir,” Adisti meraih gawainya.

“Assalamu’alaikum Din.. Lagi ngapain?” Adisti menyalakan loudspeaker.

“Wa'alaikumussalam.. Mau makan Teh. Lagi diluar bareng teman. Mau kerja kelompok tapi yang lainnya kok gak datang...”

“Makan berdua jadinya? Temannya cowok atau cewek?” Adisti tersenyum menatap kakaknya.

“Cowok, Teh..”

“Ayah dan Bunda sudah dikabari?”

“Sudah Teh..”

“OK. Hati-hati ya. Sebelum jam 9 harus sudah sampai rumah ya.”

“Insyaa Allah nanti Dinda usahakan Teh.”

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam,” Adinda menjawab salam Adisti.

Adisti mengakhiri panggilannya.

“Dia jujur, Kak. Gak usah khawatir. Adinda gadis yang baik. Dia gak macam-macam di belakang Kakak..”

Agung yang masih berdiri kemudian bergerak meninggalkan kursinya.

“Gue cabut dulu ya. Assalamu’alaikum semuanya...”

Semua saling berpandangan.

“What the... Agung marah ke Dinda?” alis Leon terangkat.

“Dis, kakak Lu gitu amat sih?” Indra menatap punggung Agung. Langkah kaki Agung terlihat mantap menuju meja tempat Adinda dan temannya berada.

“Jangan lupa, dia itu kanebo kering,” Hans bersidekap menatap punggung Agung.

Ruangan VIP room yang ditempati mereka memiliki dinding cermin dua arah. Memungkinkan bagi mereka untuk mengamati apa yang terjadi di luar ruangan. Dari luar terlihat cermin tetapi dari dalam terlihat seperti kaca.

“Assalamu’alaikum, Din..” sapa Agung dari arah belakang Adinda.

Adinda tampak terkejut dan menoleh.

“Om Agung?” Adinda menatap Agung, “Wa’alaikumussalam.. Barusan Teh Adisti menelepon Dinda..”

Teman pria yang duduk di hadapan Adinda mengernyit. Menatap Agung dengan tatapan bertanya.

“Hai, saya Agung. Calon suaminya Adinda..” Agung mengangsurkan tangannya mengajak berjabat tangan.

Pria tersebut menerima ukuran tangan Agung, “Saya Dewa. Teman sekelas Adinda.”

“Om Agung kok ada di sini?” Adinda bertanya heran.

“Ada meeting tadi. Kalian cuma berdua?”

“Kami sedang menunggu yang lainnya juga Om..”

“Ya sudah, saya temani kalian berdua ya. Anggap saja saya pengawal kalian. Supaya tidak timbul fitnah juga..” Agung menarik kursi di samping Adinda sambil menengok ke arah ruang VIP.

“Kirain bakal ada perang Baratayuda di sana...” Bramasta terkekeh.

“Minimal ada kursi yang terguling kek atau suara orang mengaduh...” Anton menggeleng tak percaya.

“Kalian... Benar-benar ya,” Indra terkekeh geli.

“Benar-benar apa?” Adisti menatap Indra.

“Benar-benar teman sejati!” Indra cengengesan sendiri.

.

***

Bramasta dan Anton jadi kompor meleduk 🤓

1
Ayuh Tahir
bagus banget ceritanya
Ough See Usi: Masyaa Allah
alhamdulillah

Semoga juga suka dengan cerita saudara-saudaranya Indra juga ya...

Terimakasih banyak Reader 🥰🥰🌷🌷
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Penasaran siapa jodohnya Pak Armand. Secara di novel Agung dan Anton kayaknya jarang di spill
Ough See Usi: Pak Armand sibuk makanya gak nongol di Mr. Accountant dan Mr. Architect.

Jodohnya, masih dicariin.. 🤭
total 1 replies
Dhewa Shaied
akhirnya tw juga keterangan naga dri mana.. nyesel banget baca novelnya lompat2.. tpi ttp g ngilangil alur cerita.. author keren banget.. thankyou 😍😍😍😍
Ough See Usi: Your always welcome 🥰🥰🥰

Senang rasanya bisa menghibur Readers lewat ketikan Author...🌷🌷🌷
total 1 replies
amelia Adwin
minyak apa ...bagi" resepnya donk thor...😘
Ough See Usi: minyak produk dari HPAI., minyak herba sinergi (MHS). Alhamdulillah bagus banget u luka memar, luka terbuka. Untuk balur saat demam juga manjur.
total 1 replies
Herawaty Herawaty
baru nemu karya kakak dr awal baca kayaknya penasaran
Ough See Usi: alhamdulillah
semoga suka ya... 🥰
total 1 replies
amelia Adwin
semangat thor....
Ough See Usi: Terimakasih banyak 🥰🥰🌷

Semoga suka dengan semua cerita Author ya 😘
total 1 replies
Donna Martina
Luar biasa
Ough See Usi: Terimakasih banyak 🌷🌷🌷

Semoga menghibur ya 😘😘😘

Love you too, Reader
total 1 replies
Septi Lahat
please thor smg nggk terjdi hal2 yg buruk pada alif kecil😥😥😥
Ough See Usi: something happened... 😢
total 1 replies
Septi Lahat
jdi emak tuh hrus strong dsegala kondisi,, wloo skit pun hrus tetap semangat n trsenyum demi ank 2 yg dicintai nya😟😟😟
Ough See Usi: betul banget.
terlebih kalau single parent
total 1 replies
Septi Lahat
aq mampir dsini kak thor,, jgn bosen2 baca comment akoooh yoooo😍😍😍😍
Ough See Usi: thankyou...
Gak pernah bosan kok baca² dan komentar balik tulisan Readers.
Kalau gak dibaca berarti komentarnya terlewat karena tertumpuk dengan komentar lainnya ya.. 🌷😘

Love you too...
total 1 replies
luluk idawati
Karya yang sangat bagus, bermutu dan inspiratif.
Bahasanya sederhana, mudah difahami dan enak diikuti.
Alurnya jelas dan terperinci.
Generasi modern yang tetap menomorsatukan adab, akhlak, ibadah, kesantunan, empati dan toleransi. Semoga banyak di dunia nyata yang seperti itu.
Ough See Usi: Alhamdulillah
Terimakasih banyak...
Author jadi makin semangat untuk menulis 💕

Love you to banyak-banyak 🌹
total 1 replies
himawatidewi satyawira
mmng sdh tamat thor?
Ough See Usi: Sudah.. Masih betah pantengin mereka?
Lanjut ke Mr. Architect ya.. 💕
total 1 replies
it's me again
end ini teh ...
Ough See Usi: Muhun... end

Jangan lupa ⭐ 5 dan ulasannya ya.. 🙏🏼😉
total 1 replies
diyah
anton kpn rilisnya... semoga disegerakan🤭🤭😘
Ough See Usi: Rehat dulu Authornya.
Biar fokus dihajatannya Om Agung-Adinda
total 1 replies
stnk
sudah tamat ini kak othor?...
Agung sudah banyak babnya...
terus Anton mana kak , kayaknya seru banget nih ceritanya anton,secara sudah ada pertumpahan darah terlebih dahulu...jadi gak sabar...
Ough See Usi: Love you banyak-banyak.... ❤💕❤💕
total 3 replies
himawatidewi satyawira
ditabok lg bkn jd bulan sabit biru tp bulan belang" biru ungu
Ough See Usi: KDRT itu mah 🤣🤣🤣
total 1 replies
himawatidewi satyawira
lbh baik aja anton mkn seblak level 15 lanjut minum es doger ma es teler thor
Ough See Usi: wareg dong...
jadi uenaaaak 😁😁🤣
total 1 replies
Tri Yoga Pratiwi
kalo horror kan kesempatan buat pelukan bang 🤣🤣🤣
Ough See Usi: qqqqqq pengalaman pribadi saat nonton film horor nih keknya... 😁😁🤣
total 1 replies
stnk
anakku juga gitu,hari senin dikasih tau sama ustadzah bahwa hari sabtu mau rihlah...tiap hari diitungin hari nya Masya Allah.. giliran hari h nya sudah ribut aja jam 4 sudah bangun..😂😂😂
Ough See Usi: Qqqqqq semua bocah kek gitu.
Kita pun seperti ya dulu..
total 2 replies
it's me again
aah anton
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!