NovelToon NovelToon
Dendam(Istri) Yang Terluka

Dendam(Istri) Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:299k
Nilai: 5
Nama Author: pipihpermatasari

Blurb :

"Aku rela berkorban demi dirimu, Mas. Bahkan, dengan sukarela memberikan uang gajiku kepadamu. Tapi kenapa, teganya dirimu memberikan semuanya kepada selingkuhanmu!"

Airin benar-benar merasa kecewa atas apa dilakukan oleh Aldi suaminya. Airin merasa di lecehkan dan tidak dihargai.


Hingga Airin berpikir untuk mengakhiri pernikahannya dan berniat untuk balas dendam.

Akankah rencananya berhasil atau ia berubah pikirannya dan menerima Sonia untuk jadi istri kedua suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipihpermatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Di usir?

Airin menangis dan mengetuk- ngetuk pintu agar suami serta Ibu mertuanya membukakan pintunya akan tetapi, mereka tidak menghimbaukan teriakannya.

"Dasar Ibu sama anak benar-benar gila! Seharusnya yang pergi dari rumah itu mereka, bukan aku!" Airin benar-benar merasa kesal.

Wanita itu segera menghapuskan air matanya dan segera pergi dari rumah tersebut.

"Maafkan Airin, Bu, Ayah. Harus pergi dari sini. Mungkin rumah ini hanya tinggal kenangan. Aku enggak bisa berbuat apa-apa pada mereka. Mas Aldi dan Bu Mila terlalu licik! Batin Airin"

Wanita itu menatap rumahnya sebentar dan betapa banyak kenangan saat dirinya masih bersama dengan kedua orangtuanya.

Airin lebih memilih mengalah dan segera pergi dari rumah tersebut.

"Akhirnya si wanita sialan sudah pergi! Enggak ada lagi wanita yang selalu membuat rumah ini ceckok dan bikin pusing!" Bu Mila sambil menatap putranya.

"Iya, Bu. Lagian aku juga bosen tiap harus berdebat terus. Oya, Bu, sebentar lagi Aldi akan menikah dengan Sonia," ucap pria itu menatap Ibunya.

"Serius kamu mau menikah dengan dia?" tanya balik Bu Mila untuk memastikan kembali.

"Tentu aja, Bu. Lagian dia sedang mengandung anakku," jawab Aldi tersenyum pada sang Ibu.

"A-apa?"

Bu Mila terbelelak saat putranya berkata seperti itu. Ada rasa bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang nenek.

"Iya, Bu. Sebentar lagi Ibu akan menjadi seorang Nenek. Penantian kita untuk menginginkan seorang anak terkabulkan juga Bu lewat Sonia."

Aldi pun ikut merasa bahagia karena akan menjadi seorang Ayah.

"Iya, Nak. Ini emang keinginan Ibu selama ini," wanita paruh baya itu tersenyum pada putranya.

"Sekarang wanita mandul itu sudah pergi dan rumah ini menjadi milikku," Aldi tersenyum tipis dan sangat senang.

*

*

Di tempat lain.

"Harus kemana aku pergi?" gumam Airin sambil membawa koper dan berjalan menuju tempat tunggu Bus.

Saat melangkahkan kakinya tiba-tiba ada mobil tepat berhenti di depan dirinya. Wanita itu berteriak karena terkejut.

Saat mobil itu berhenti dengan segera seorang pria yang ada di dalam mobil segera keluar dan berjalan menghampiri Airin.

"Kamu baik-baik ajakan?" tanya Seorang pria sambil menatap wanita yang kini sedang memejamkan matanya dan menutup kedua telinga dengan tangan.

Wanita itu segera membukan matanya dan menatap pria yang ada di depannya.

"Bram?"

"Airin?"

Ucap mereka secara bersamaan.

"Kamu baik-baik saja kan, Airin?" tanya Bram merasa khawatir.

"Iya, aku baik-baik aja,kok," jawab Airin tersenyum pada atasannya.

"Syukurlah kalo begitu," ucap Bram.

Bram merasa heran kepada Airin karena sambil membawa koper.

"Mau kemana kamu?" tanya Brams pada wanita yang kini ada di depannya.

"Aku ... aku mau ...."

Entah kenapa tiba-tiba Airin menjadi gugup dan harus menjawab apa. Enggak mungkin menceritakan tentang masalah rumah tangganya pada atasannya tersebut.

Bram menyipitkan matanya karena merasa ada sesuatu yang terjadi pada Airin. Itu bisa di lihat dari matanya yang sembab.

"Apa ada masalah?" tanya Bram pada Airin

"Enggak ada kok, Pak. Aku baik-baik aja," bohong Airin tersenyum pada atasannya.

Bram menaikan satu alisnya karena merasa tidak percaya kalau Airin baik-baik saja.

"Ayo, ikut aku."

Bram menarik tangan Airin dan mengambil kopernya untuk ikut dengannya ke dalam mobil.

"Eh ...." Airin merasa bingung dirinya di tarik begitu aja.

Mereka pun kini sudah berada di dalam mobil. Wanita itu merasa bingung karena di tarik masuk ke dalam mobilnya.

"Kenapa kamu membawaku kemari? Aku kan sedang menunggu Bus," ucap Airin sambil menatap Bram.

"Enggak usah menunggu Bus, aku akan mengantarkanmu."

Bram segera melajukan mobilnya untuk segera pergi dari tempat tersebut.

"Kita mau kemana?" tanya Bram sambil menatap Airin.

"Pergi ke rumah Lily," jawab Airin.

"Lily? Siapa dia?" tanya Bram kembali.

"Iss, kamu banyak nanya sekali jadi orang."

Airin pun merasa gemas, lalu mencubit perut atasannya tersebut. Pria itu pun meringis karena kesakitan.

"Airin ...." Bram menatap kesal wanita yang kini sedang duduk di sampingnya.

"Iya, Pak? Mau di cubit sekali lagi?"

Wanita itu malah mengajak bercanda bukannya meminta maaf.

"Enggak usah, makasih atas rasa sakitnya!" Bram menatap kesal sang sekretarisnya itu.

Airin pun tertawa terbahak-bahak karena merasa puas sudah mengerjai atasannya. Entah kenapa Bram tiba-tiba tersenyum dan bahagia sudah membuat wanita itu tertawa.

"Airin ...." panggil Bram.

"Iya, kenapa?" tanya Airin.

"Kenapa tiba-tiba kamu ingin pergi ke rumah temanmu? Pakai bawa koper segala lagi. Aku yakin ada sesuatu yang terjadikan?" Bram memberanikan diri untuk bertanya.

Airin pun hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Bram. Sebenarnya emang dirinya sedang ada masalah. Wanita itu langsung menatap ke depan dengan tatapan nanar.

"Maaf, aku sudah lancang bicara," ucap Bram merasa tidak enak hati.

"Enggak apa-apa kok," Airin menatap pria yang ada di sampingnya, lalu tersenyum.

"Apa yang di katakan olehmu emang benar, sebenarnya aku sedang ada masalah," lanjutnya.

"Terus kamu di usir dari rumah gitu?" ceplos Bram.

"Iya, aku di usir sama mereka. Harusnya yang keluar dari rumah itu mereka bukan aku!"

Airin tiba-tiba meneteskan air matanya dan merasa sakit hati atas perlakuan mereka.

"Apakah karena itu rumahmu?" Bram kembali bertanya

Wanita itu menganggukan kepala dan apa yang dikatanya memang benar.

"Arrgh ... kurang ajar! Berani sekali dia mengusirmu!"

Bram pun ikut emosi dan tidak terima hak yang punya rumah di ambil oleh mereka.

"Ayo, kita temui mereka! Aku akan usir dia," Bram mengepalkan satu tangannya.

"Jangan! Lebih baik aku mengalah aja karena aku malas harus berhadapan dengan manusia licik seperti dia," ucap Airin.

"Tapi dia ...."

Ucapan Bram harus terputus karena Airin segera langsung menyela pembicaraannya.

"Sudahlah, lupakan rumah itu. Sekarang aku mau pergi ke rumah Lily dan untuk sementara tinggal dulu disana."

Airin mengusap air matanya dan lebih baik mengalah dari pada harus memperpanjang masalahnya.

"Kalau kita enggak mau mengalah, sama aja kita dengan dia sama-sama gila jadi lebih baik mundur aja," ucap Airin tersenyum.

Bram pun merasa salut kepada wanita yang kini ada di depannya. Bagaimana bisa dia mengikhlaskan rumah tinggalnya demi mereka dan memilih untuk mencari rumah lain.

"Oya, kebetulan aku punya satu kamar hotel kosong disana. Kalo kamu mau bisa tinggal disana aja dulu," ucap Bram.

"Hotel punyamu?" tanya Airin.

"Heem," Bram menganggukan kepalanya.

"Dari pada tinggal di rumah temanmu, lebih baik tinggal di hotelku aja," lirih Bram.

"Enggak ah, nanti takut kamu ngapain-ngapain aku lagi," omel Airin.

"Kamu pikir aku pria apaan? Maaf, ya, aku seorang pria yang menghargai wanita!"

Bram merasa kesal di tuduh begitu aja. Pria itu merasa kasihan aja melihat nasib Airin.

"Sorry, bercanda, kok,"  Airin tersenyum.

"Jadi gimana? Maukan tinggal disana?"

1
Henny Dai
Kecewa
Kadek Bella
lanjut thoor
Ruzita Ismail
Luar biasa
Dhe Cath Ryne
sampah...... kirain cuman satu bab, nulis belepotan .... nama aja belepotan kayak anak paud lagi makan, eh ternyata hpir semua bab tulisan mu belepotan.. sampah lu tolol
Ruzita Ismail
Luar biasa
vhieh: makasih udah mampir, Kak🙏
total 1 replies
Elok Pratiwi
tidak menarik ... membosankan drama nya mentok hanya gitu2 aja ..
tri kutmiati
cerita yg tdk konsisten..salah kaprah ...nama siapa jd siapa....
Ma Em
sudahlah Airin tidak usah sama Riko kalaupun diteruskan kamu pasti tidak akan bahagia belum apa apa ibunya sudah menyebalkan apalagi kalau jadi menantunya mending sama Bram sajalah orangnya baik ga macam macam
Elya Karin
kalau jodoh gak kemana kan Thor...😀
vhieh: Betul, Kak😇. Makasih udah mampir di karyaku🙏
total 1 replies
Elya Karin
gak tau takdir tuhan gimana yak kasian juga am Glen sama2 baik seperti Bram...bingungmilih yang manaaaa...
Elya Karin
yah ....sad ending
Elya Karin
sebel sama irin sok jual mahal
Elya Karin
cie cie..terima ya Airin tembakan babang Bram 🌹
Elya Karin
udh ah airin sama Bram aja sejatinya baik dan tajir lagi 🤭😀😀
Elya Karin
laki laki aneh, mau balikan nak morotin aja tuh
Elya Karin
udah Airin gak usah diladenin dasar muka tembok
Elya Karin
mimpi ketinggian si Aldi nih sip jugaa balikan sama pesakitan kaya elo
Elya Karin
dasar laki2 Laknut mokondo aja belagu cerain aja biar tinggal kolor
Elya Karin
Kecewa
Elya Karin
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!