NovelToon NovelToon
Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah

Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Anak Lelaki/Pria Miskin / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pinocchio

Mervin Brooks adalah seorang pria miskin. Dia bekerja sebagai seorang loper koran. Namun ia menjadi menantu dari keluarga terpandang, Eric Floyd.

Karena miskin pria itu dipandang rendah, di hina juga dicaci maki oleh mertuanya serta lingkungan sekitar.

Hidupnya berubah setelah mendapatkan warisan jam tangan kuno dari kakeknya yang meninggal yang ternyata merupakan alat yang dapat membuatnya kembali ke masa lampau.
Dengan jam kuno itu ia masuk ke masa lalu dan menemukan banyak barang berharga.

Mervin menyukai sejarah dan literasi kuno lainnya sehingga dia memutuskan untuk menjadi Treasure Hunter dengan menjelajah ke masa lalu untuk mencari harta karun yang bisa membuatnya menjadi kaya. Ia pun
membuktikan kebangkitannya pada mertua juga dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pinocchio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 17 Dikuasai Rasa Tamak

Dalam hitungan detik, pintu dimensi yang menghubungkan ke masa lampau tertutup.

Bugh! Mereka berdua mendarat ke tanah.

Mervin segera berdiri begitu pula dengan Tuan Anderson.

Mereka tidak masuk ke sebuah rumah atau tempat tertutup yang gelap seperti sebelumnya, namun mereka berada di tengah hutan.

Tuan Anderson yang baru pertama kali pergi ke tempat lain, melihat takjub tempat dirinya berada saat ini.

Ia tidak tahu sebenarnya ada di mana saat ini dan di masa apa? Tapi dia tak menanyakannya pada Mervin. Selain itu juga tak penting yang terpenting misinya saat ini adalah mencari barang antik atau barang berharga lainnya.

“Di mana barang antiknya?” ceplos Tuan Anderson, karena sejauh mana hanya rerumputan dan pohon tinggi yang ada di sana.

Tak ada yang namanya barang antik, barang berharga, ataupun harta karun yang bisa ia lihat.

Haah! Mervin membuang nafas panjang.

Belum hilang rasa kesalnya pada Tuan Anderson, kini pria itu kembali membuatnya jengah.

Melihat barang antik? Apa semuanya semudah dan tersedia melimpah ruah begitu saja seperti dalam dongeng?

Yang benar saja!

Mervin sendiri bahkan harus mencarinya sampai menemukan sendiri harta karun tersebut dan beberapa kali juga terluka saat mencarinya.

Sedangkan Tuan Anderson, dia maunya praktis, cepat, instan dan enak saja tanpa usaha.

“Aku juga tidak tahu, Tuan,” jawab Mervin, mengangkat kedua bahunya.

“Hmm. Jangan bilang, aku harus mencari barang itu sendiri,” tukasnya, menatap tajam Mervin.

“Ya, kurasa kau sudah tahu itu, Tuan.”

Mervin yang sebenarnya malas sekali meladeni Tuan Anderson, dan terpaksa mengantarnya ke sana hanya demi keselamatan Gwen, kemudian mulai berjalan.

Dia berjalan pelan dan santai serta tanpa tujuan. Ke mana saja kakinya menapak ke situlah tujuannya. Urusan Tuan Anderson menemukan barang antik atau tidak, itu bukan tanggung jawabnya.

Tugasnya hanya mengantar saja.

Hutan di mana dia berada saat ini berbeda dengan hutan yang sebelumnya pernah Mervin singgahi.

Dia sendiri bahkan sampai sekarang belum mengetahui sebenarnya lokasi tepat keberadaan dirinya.

Apakah berada di sebuah situs kuno atau dimensi bayangan, dimensi penghubung masa lalu dan masa sekarang.

Tuan Anderson kembali mengikuti Marvin berjalan. Kemanapun pria itu pergi, dia terus mengikutinya, karena sama sekali tak tahu arah.

Kenapa dia berhenti? batin Tuan Anderson, membuatnya ikut berhenti pula.

Di depan mereka ada sungai selebar 5 meter dengan panjang yang tak bisa diketahui karena terlihat membentang jauh sekali sampai batas mata memandang.

Ada rakit di depannya. Tak ada jalan lain selain melewati sungai tersebut.

“Cepat naik ke rakit dan kayuh, jika ingin istrimu tetap selamat. Bisa saja aku memerintahkan anak buahku untuk menghabisi istrimu,” ancam Tuan Anderson.

Membuat Mervin tanpa perlu diperintah untuk yang kedua kalinya segera melompat ke rakit tersebut.

Ternyata gertakanku padanya bekerja juga jika aku menakutinya dengan istrinya, batin Tuan Anderson, terkekeh. mudah sekali membodohi Mervin.

Tak-tak!

Mervin mulai mengayuh rakit menuju ke tepi.

Tap! Tiba di tepi, Tuan Anderson melompat untuk turun terlebih dulu, tak menunggu Mervin yang sedang mengikat rakit, agar tidak terseret arus air.

Srak! Mereka berdua kembali berjalan.

Di depan mereka kini terhampar Padang gandum yang luas. beberapa saat setelahnya mereka keluar dari ladang gandum.

“Apa itu?!” pekik Tuan Anderson, melihat sesuatu yang berkilauan di arah Tenggara dari tempatnya berada saat ini.

Tuan Anderson matanya seketika bergerak setelah melihat benda yang menyenangkan Itu adalah sebuah kilauan emas. Dia pun sampai berlari ke sana.

“Wow! Incredible!” pujinya, tak percaya.

Di depannya sana banyak terlihat tumpukan barang emas, melimpah ruah.

Pantas saja Mervin bisa kaya mendadak sambil berhenti menjadi noper koran segala. Ternyata banyak sekali harta karun di sini. batin Tuan Anderson.

Pria itu melihat banyak koin emas bertebaran seperti barang tak berguna. Tak hanya koin emas yang ada di sana. Ada guci keramik, aneka perhiasan emas dan lain sebagainya.

“Aku akan bawa semua yang ku bisa,” gumamnya, lalu mengambil koin emas sebanyak-banyaknya dan memenuhi semua kantong bajunya.

Cring! Namun sayang semua itu jatuh, kembali ke tempatnya semula.

“Aneh sekali,” lirih Tuan Anderson.

Ia lalu mengambilnya lagi dan semuanya jatuh, hanya satu keping koin emas yang tersisa di saku bajunya.

“Jadi, aku hanya bisa membawa satu?!” pekiknya, setelah menyadari itu.

Tuan Anderson membuang koin itu. Ia lalu memilih barang yang paling besar dan menurutnya paling mahal, bola globe emas dan mengambilnya.

Sementara Mervin yang datang ke sana juga tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia mengambil satu gelang emas, untuk ia berikan pada Gwen, gelang suku Indian kuno.

“Ayo kita kembali sekarang,” titah Tuan Anderson, menghampiri Mervin.

Mervin hanya diam tak menjawab. Ia pun kembali berjalan menuju ke tempat dia menepikan rakit.

“Bukan kembali ke sini, tapi kembali ke dunia kita!” hardiknya, tajam.

Mervin bingung mau menjawab apa. Tak mungkin dia Jelaskan pada pria itu jika kunci untuk kembali harus dalam keadaan terdesak.

“Kita harus menemukan pintunya baru bisa kembali,”

Mervin kembali mengayuh rakit hingga ke tepi. Mereka berdua lalu kembali ke tempat pertama mereka datang.

Setelah jauh berjalan dan berputar-putar ternyata tak kunjung menemukan pintu. Dan hal itu membuat Tuan Anderson naik pitam.

“Mervin kau jangan main-main denganku ya!”

“Aku tidak main-main, Tuan. Memang aku belum menemukan pintu itu,” sangkalnya.

Tapi Tuan Anderson sepertinya tak bisa diajak bicara.

Bugh! Lagi, pria itu melainkan tangannya melemparkan pukulan.

Untungnya Mervin bisa menghindar. Dia merasa mungkin ini saatnya untuk mencoba kembali.

Mervin menarik tuas jam tangannya, tanpa Tuan Anderson ketahui. Lalu Berharap kembali ke masa depan.

Zap! Benar saja, pintu dimensi muncul di depannya.

Tuan Anderson segera masuk lebih dulu, baru Mervin masuk, tepat di saat pintu akan tertutup.

Mereka berdua kemudian kembali ke masa depan.

“Gwen!” panggil Mervin, setibanya di sana, segera berlari menghampiri wanitanya.

***

Beberapa hari setelahnya.

Melihat harta karun di tangannya, Tuan Anderson menjadi serakah. Ia bertekad untuk membawa pula semua harta karun tersebut.

Pria itu lalu menemui Mervin lagi. Kebetulan mereka bertemu kembali di jalanan.

“Mervin! Kau harus memberitahuku cara menuju ke tempat itu,” ucapnya langsung dengan memaksa.

1
heirs
tinggalin si anderson di sana, jgn ajak kembali.. and mc di beri kekuatan juga dong thor..
pencari harta karun kan memang harus kuat dan punya bekel bela diri..
heirs
😱🤭🤔😱🤭🤔
heirs
diuh kembali ke rumah susah amat yaa..
heirs
ketemu emak si telor 😱😱
heirs
guobloookkkk… kunci rumah kok ga di copot siyyy.. ceroboh sekali😱🤭😠
gudlak888
cerita apa ini.. ah..
Anggun Harmayati Lubis
🤗.terima.kasi
Nadja 🎀
thor, ada kabar baik.. novelmu jadikan buku lemari cek sana gih
Nadja 🎀: ada kok chat aku ya !
total 3 replies
nacl di Goodnovel
yakan dari iseng iseng mengikuti arus ternyata berkah juga ya
Pinocchio
Makasii kak... Dah bnyk comment di sini. Novel ini kayanya ga akan q lanjut
heirs: semangat dong author..💐💪🏇🏻
total 8 replies
nacl di Goodnovel
Merv sini gue kasih tahu ya. harusnya itu anaconda jangan dibunuhhh 😣
masukan ke dalam karung mayan buat bikin kejutan Kakek Eric 😈😈😈
nacl di Goodnovel
boa gitu ya thor🐍
bayangin lidahnya serem banget dah 😌
nacl di Goodnovel
beruntung bisa ke masa lalu 😎
nacl di Goodnovel
gak usah bingung
buat aku aja
kakek Eric jangan dikasih biar aja dia cari sendiri
nacl di Goodnovel
heh om Eric kalau engga mau jangan dibuang apalagi itu bibir jahat sekali
aku rela bawa kantong kresek buat tempat uang, sini dah Merv buat aku aja
Pinocchio
Apa cerita ini di end paksa saja ya... Krn sepi skr
Pinocchio
Mau intip dulu...
nacl di Goodnovel
gucci apa itu? 🙄
nacl di Goodnovel
ngopi ya thor biar makin semangat 😉💪
Pinocchio: Makasii kk
total 1 replies
Pinocchio
Tok! Tok! Tok!
Dimana yang lainnya, kog sepi kembali ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!