Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.
Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.
Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?
Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Kita Sama
Bab 17
" Kamu benar Alaska, aku adalah anak dari Roni Atmaja. Polisi yang sangat takut nyawa orang-orang terkasihnya terancam, sehingga membuatnya nekat melakukan hal bod*h dengan mengkhianati dan membunuh rekan kerjanya sendiri." Andrew berkata, dengan wajah menunduk.
"Padahal dia hanya di peralat, agar tangan mereka bersih dari kejahatan" geram Andrew.
Entah kenapa, sisi sensitif Alaska di tengah hatinya yang keras, tiba-tiba muncul saat berhadapan dengan seorang Andrew Wilson.
Perlahan, Alaska bangkit dari duduknya, menghampiri Andrew dan duduk di sampingnya. Dengan ragu, dia menyentuh lembut punggung Andrew yang wajahnya masih tertunduk.
"Saat aku di beritahu jika Bunda masih hidup, itu semua seperti mimpi bagiku. Dendam menguasai masa kecilku, ingin sekali tangan ini memeluk Bunda." Alaska berkata, sambil mengelus lembut punggung Andrew.
Andrew mengangkat wajahnya dan menatap Alaska yang kini berada di sampingnya.
"Malam itu, saat Bunda hendak memegang wajahku, tiba-tiba tangannya berhenti bergerak, dan aku tidak melihat dia bernapas," ucap Alaska tersenyum kecut.
"Ternyata, aku masih beruntung darimu. Walaupun, aku tidak tahu sampai kapan Bunda berada di masa komanya, padahal waktu sudah dua belas tahun berlalu, namun, aku masih bisa melihat sosok Bunda." Ucap Alaska lagi, terdengar suara Alaska yang mulai bergetar.
Alaska mengigit bibir bawahnya sangat kencang, sampai mengeluarkan dar*h, akan tetapi dia tidak peduli, jika salivanya sekarang bercampur dengan dar*h.
Sekuat mungkin Alaska menahan kesedihan dan kemarahannya, saat mengingat keadaan tubuh dan wajah Bundanya yang benar-benar mengenaskan. Bahkan, dia masih mengingat apa yang di katakan oleh seseorang dengan tato dan luka bakar di sebelah wajah dan tangannya.
"Kamu tahu, apa yang di katakan oleh seseorang dengan luka bakar dan tato naga di tangannya?" terdengar suara Alaska yang semakin bergetar, dengan sigap Andrew membawa Alaska ke dalam pelukannya.
"Bajing*n itu berkata, dia tidak akan membunuh Bunda, tetapi akan membuat Bunda seperti mayat hidup!" Teriak Alaska histeris, dia tidak bisa membendung air matanya, tangisannya pecah dan akhirnya Alaska tak sadarkan diri.
****************
Andrew menatap lekat wajah Alaska.
Alaska mengerjapkan matanya menatap Andrew. Kemudian mencoba untuk duduk.
"Aku ingin keluar dari trauma ini" ucap Alaska, dengan tatapan dingin.
"Aku pasti membantumu, kita suami istri. Kamu adalah tanggung jawabku Alaska" Andrew berkata, sambil menggenggam erat jemari Alaska.
"Kita akan memulai misi balas dendam, setelah itu, kita akan pergi jauh dari negara ini dan memulai kehidupan yang baru" ucap Andrew, semakin menggenggam erat jemari Alaska.
"Andrew, aku..."
Belum sempat Alaska meneruskan ucapannya, Andrew meletakkan telunjuknya tepat di bibir mungil Alaska.
"Jangan di teruskan, aku sadar jika perasaan kita berbeda. Tetapi aku akan membuat perasaan kita menjadi sama Alaska"
"Kenapa kamu sangat yakin dengan perasaanmu kepadaku? sedangkan kita baru dua kali bertemu!" tanya Alaska dengan wajah datar.
"Mungkin bagimu kita baru dua kali bertemu, tetapi berbeda denganku" jawab Andrew sambil tersenyum.
Alaska mengerutkan keningnya.
"Kita di tolong dan di besarkan oleh orang yang sama"
Alaska tersentak dengan pernyataan Andrew.
"M-maksudmu Mike?"
Andrew mengangguk.
"Lebih tepatnya Om Mike, dia juga sudah menolong Bundamu"
Penjelasan Andrew kembali membuat Alaska tersentak.
"Apa Mike pemilik rumah sakit itu?" tanya Alaska semakin penasaran.
"Itu aku kurang tahu, kamu bisa menanyakan langsung kepada Om Mike" jawab Andrew.
Alaska menghela napas.
"Siapa Mike sebenarnya? aku yakin mereka mempunyai hubungan dengan bundaku!"
"Mereka?"
"Mereka adalah Om Mike, Miss Jessi wanita Eropa yang sangat tergila-gila dengan Mike, dan pastinya Miss Tiara." jawab Alaska.
Sejenak Andrew terdiam, seperti sedang berpikir. kemudian menatap lekat manik mata Alaska.
"Alaska, aku tidak mengetahui masa lalu dari Om Mike, mereka dan Bundamu. Namun, aku yakin Om Mike tidak ada niat buruk kepada kita"
"Kenapa kamu seyakin itu?"
"Maksudmu?"
"Jangan bod*h Andrew, ingat dengan pepatah yang mengatakan jika orang terdekat dan terbaikmu adalah musuh terbesarmu!" sergah Alaska.
"Jadi saranku, berhati-hatilah!" tukas Alaska.
Andrew kembali terdiam, kemudian menghela napas.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap Andrew.
"Kemana?"
"Rahasia"
Andrew mengajak Alaska berdiri.
"Aku akan merapikan diriku dulu"
"Tidak perlu, seperti apa pun penampilanmu selalu mempesonaku"
"Aku mencintaimu Alaska" Andrew membelai lembut rambut Alaska. Mendekatkan bibirnya ke bibir Alaska, sebuah cium*n lembut mendarat di bibir Alaska.
Alaska merasakan jantungnya berdegup kencang, ada getaran aneh di hatinya. Di luar kesadarannya Alaska membalas cium*n Andrew.
***********
Sementara itu, di negara lain tepatnya di belahan Eropa, di sebuah kapal pesiar yang mewah, tampak Mike sedang terlibat pembicaraan serius oleh seseorang.
"Mereka sudah menikah, apa rencanamu setelah ini?" tanya seseorang yang terlihat misterius.
"Aku yakin, Andrew pasti bisa di handalkan" ucap Mike dengan menatap ombak biru di lautan.
"Amira, aku berjanji akan membebaskan Alaska dari belenggu dendamnya, Putri kecilmu sekarang sudah berstatus sebagai seorang istri" Mike berkata dalam hati, dengan harapan yang besar terhadap Andrew.
"Mereka akan menghadapi musuh-musuh yang tangguh" ucap Pria misterius itu.
"Membalas dendam adalah salah satu cara untuk menyembuhkan psikis Alaska" jawab Mike mengusap kasar wajahnya.
"Itulah yang membuat aku yakin dengan Andrew, karena mereka mempunyai misi yang sama, dan aku percaya jika Andrew bisa menjaga Alaska."
"Besok ada transaksi di pelabuhan XX, ini kesempatan Alaska dan Andrew menemukan dia" ucap Pria misterius itu, tampak seringai menghiasai bibir mereka.
***********
Andrew mengajak Alaska ke hamparan rumput yang begitu indah, dengan kicauan burung yang sangat merdu, udara yang begitu segar dan suara gemercik air yang menambah keindahan suasana di pagi ini.
"Suasana ini akan jauh lebih indah di waktu malam sayang" ucap Andrew sambil memeluk tubuh Alaska.
Lagi-lagi Alaska tidak menolak dengan perlakuan Andrew, dia merasa kehangatan dan kenyamanan menyeruak di relung hatinya. Kehangatan yang melebihi pelukan Bi Sumi.
Alaska terus menepis semua perasaannya, sebelum Andrew membuktikan janjinya untuk membantunya membalas dendam.
Sebuah notifikasi pesan dari Mike masuk ke dalam ponsel Andrew.
"Datanglah kalian besok ke pelabuhan XX, dia akan melakukan transaksi." Nomor dari ponsel yang tidak di kenal, Andrew yakin jika itu nomor Mike.
"Mike mengirim pesan, jika kita harus ke pelabuhan XX besok, akan ada transaksi" ucap Andrew.
"Apa tua bangka itu pasti datang?"
"Aku berharap dia datang, aku ingin melihat langsung orang yang sudah menjebloskan Papahku ke penjara, sehingga membuat keluargaku berantakan, dan aku harus kehilangan Papah, Mamah dan saudaraku" Geram Andrew, dengan sorot mata yang penuh dendam.
"Tunggu waktunya tua bangk*, saat anak-anak yang kalian buat menderita dan kehilangan keluarganya, sebentar lagi akan datang mencabut nyawamu!" seringai Alaska, dengan sorot mata yang sama dengan Andrew. Sorot mata dendam, amat terlihat di manik mata mereka.
************
Apakah rencana dendam ketiga Alaska akan berhasil, apa lagi ada Andrew di sampingnya?
Apakah Andrew, Pria yang mampu membuat Alaska jatuh cinta? atau tanpa di sadarinya dia sudah jatuh cinta kepada Andrew?
Apa sebenarnya rencana Mike?
Kepo???
Jangan lupa tunggu up selanjutnya.
Melimpir ke karya pertama Aurhor👇
Jangan lihat tulisannya yang masih berantakan dan tidak sesuai EYD, tetapi simak cerita serunya🤗
semangat karya barunya kak