Arumi Ningrum
Gadis desa, yang sangat cantik. Namun tidak secantik dengan cara berpikirnya. Memiliki pikiran yang pas-pasan, karena tidak pernah bersekolah.
Arumi hidup dikeluarga yang semua tidak mampu. Bahkan untuk makan sehari-hari saja, masih dalam kesusahan.
Hingga tiba suatu hari, datanglah seorang Dokter tampan, yang diperintah oleh pihak Rumah Sakit untuk mencek kesehatan para warga desa itu.
Saat pandangan pertama, Arumi langsung jatuh cinta kepada Dokter tampan itu. Walaupun Arumi mengetahui kenyataan pahit, bahwa Dokter tampan itu memiliki kekasih yang mau dia nikahi.
"Dokter aku menyukaimu, aku ingin menjadi kekasih mu," seperti itulah ucapan Arumi kepada Dokter tampan.
"Maaf Arumi, kamu wanita cantik dan baik. Kamu pasti bisa menemukan sosok laki-laki baik daripda diriku."
"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka izinkan aku untuk memiliki keturunanmu," pinta Arumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ghina Gita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alat Tes Kehamilan
Sore harinya Nining dan Arumi, berangkat menggunakan motor butut. Untuk pergi ke luar perdesaan. Hanya disana orang-orang yang menjualkan obat-obatan.
Seat sudah sampai di tempat yang mereka datangi. Nining meminta kepada Arumi, untuk menunggu dirinya sebentar. Namun Arumi, bersikeras untuk ikut ke dalam.
"Kamu tunggu disini saja dulu! Aku tidak akan bakalan lama," ucap Nining, yang meminta Arumi, untuk menunggu dirinya.
"Aku ikut saja Ning, siapa tahu ada obat yang ingin aku beli disana," jawab Arumi.
"Terserah kamu sajalah," ucap Nining, yang segera masuk kedalam toko tersebut, dan diikuti oleh Arumi, dari belakang.
Sesampainya di muka penjual obat. Nining menanyakan, sesuatu yang membuat dirinya berada di sini. "Kak, apakah ada alat tes kehamilan?" tanya Nining.
Penjual pun merasa heran, karena seusia Nining menanyakan alat tes kehamilan. "Ada Dek, mau berapa? Karena disini banyak mereknya, tapi tenang saja kualitas nya tetap sama."
"Kalau kualitasnya tetap sama, saya mau mencari yang murah saja," jawab Nining.
Penjual tersebut memberikan alat tes kehamilan itu kepada Nining, dan mengatakan harganya tersebut.
Arumi, yang sempat terkejut jika barang itu sangat murah. Saat Nining, berpamitan sebentar untuk pergi ke wc umum Dan itu adalah kesempatan besar Arumi, untuk membeli alat tes kehamilan untuk dirinya. "Maaf kak, saya juga mau membeli dari yang murah sampai yang termahal," ucap Arumi.
Penjual pun kembali terkejut saat melihat teman satunya lg, juga sama mencari benda keramat itu. "Kalian membeli alat tes kehamilan buat apa Dek? Kalian tidak sama-sama hamil kan?"
"Oh tentu saja tidak kak, kami hanya ada tugas dari sekolah," jawab Arumi, yang tiba-tiba pintar menjawab pertanyaan. Yang entah menemukan alasan itu dari maja.
Dengan cepat si penjual memberikan alat tes kehamilan, yang berbeda dengan di beli Nining tadi.
Sedangkan Arumi, memakai uang pemberian dari Teguh, yang lumayan sangat banyak.
Arumi, juga tidak mengatakan kepada kedua orang tua nya, maupun Doni. Pemberian dari Dokter Teguh.
Setelah menerima dan membayar, dengan cepat Arumi menyimpan dan memasukan kedalam tas. Agar tidak diketahui oleh Nining.
Tidak lama setelah itu Nining datang dan mengajak Arumi untuk segera pulang. Karena hari sudah semakin sore, dan mereka pun tidak memiliki tujuan selain berpikir untuk pulang kerumah saja.
***
Teguh berlari melewati koridor rumah sakit, agar dirinya bisa tepat waktu untuk menangani kesehatan Ibu nya Dokter Dinda.
Saat melihat kedatangan Dokter Teguh, Dinda berlari dan memohon untuk bisa menyembuhkan Ibu nya. "Teguh aku mohon, selamatkan Ibu ku," ucap Dokter Dinda dengan berderai air mata nya.
"Kamu harus tenang dan bantu aku dengan doa! Semaksimal mungkin aku akan membantu untuk kesehatan Ibumu," jawab Dokter Teguh.
"Aku percayakan itu semua kepadamu Teguh." jawab Dokter Dinda.
Teguh masuk kedalam, sudah menggunakan baju kebesarannya. Yang berprofesi sebagai Dokter umum.
***
Karena merasa ini adalah kesempatan buat Clara. Clara dengan cepat menghubungi kekasih nya dan meminta untuk segera menemui dirinya.
Karena malam ini Clara akan menghabiskan malam panjangnya bersama dengan kekasih simpanan daripada suaminya sendiri yang memilih untuk diri orang lain. "Sayang, cepat temui aku!"
"Baik sayang, aku akan segera kesana."
"Hati-hati sayang, usahakan jangan sampai ketahuan orang lain!"
"Tenang saja sayang, masalah seperti itu biarkan menjadi urusanku."
Malam ini Clara akan menghabiskan malam panasnya bersama dengan laki-laki yang sangat dia cintai. Dan menggunakan semua alat fasilitas mewah, yang seharusnya digunakan bersama dengan Teguh, bukan malah bersama dengan orang lain.