NovelToon NovelToon
Kisah Kekasih Di Sekolah

Kisah Kekasih Di Sekolah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:122.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Wind Rahma

Alesha Rhiana.

Adalah gadis remaja yang belum pernah merasakan yang namanya punya pacar. Setelah bertemu anak baru yang bernama Sendi, akhirnya ia merasakan juga yang namanya cinta. Tapi Alesha bukan satu-satunya gadis yang mencintai Sendi. Bahkan sahabatnya sendiripun hampir menghianatinya untuk mendapatkan Sendi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau di bawa kemana?

Sang pengendara motor itu mengulang kalimatnya.

"Lisa ayo naik."

Sang pengendara motor itu tidak lain dan tidak bukan adalah seorang Fachmi. Pasti kalian mengira dia Sendi yang mengajak Alesha naik ke motornya kan? Iya kan? Hehe. Maaf ya, sekarang giliran Lisa yang harus jatuh cinta.

Kita berdua berhenti berjalan semenjak ada motor itu berhenti.

"Lis, sana kalau kamu mau bareng Fachmi." Aku mengedikkan dagu ke arah Fachmi.

"Gak mau ah, aku mau jalan saja sama kamu." Jawab Lisa.

Fachmi mendengarkan obrolan kita.

"Ayo Lisa. Kan semalam aku bilang mau jemput kamu. Tadi aku ke rumah kamu tapi katanya udah berangkat." Ajak Fachmi kembali pada Lisa.

"Tapi kan aku gak bilang mau."

"Udahlah, cepetan naik. Udah siang." Fachmi kembali menyuruh Lisa naik.

"Kamu duluan aja sana, biar aku jalan kaki aja sama Alesha. Lagian udah deket kok. Tinggal beberapa meter aja."

Aku cuma diam menyaksikan obrolan mereka.

"Yaudah, tapi nanti kamu pulang bareng aku ya." Kata Fachmi pada Lisa.

Lisa tidak menjawab apapun. Kemudian Fachmi kembali menghidupkan motornya dan pergi duluan ke sekolah. Yah, Lisa tidak untuk jatuh cintanya.

Aku dan Lisa kembali melanjutkan perjalanan yang tinggal beberapa meter saja.

"Kayaknya Fachmi suka tuh sama kamu." Kataku sembari menyenggol bahu Lisa.

"Akunya yang gak suka." Jawab Lisa bersunggut.

Kita berhenti lagi sebentar.

"Kenapa?"

"Aku udah suka sama cowok lain."

"Siapa?" Tanyaku penasaran.

"Ada deh."

Jawab Lisa seperti menyembunyikan sesuatu. Kita jalan lagi.

"Kamu tahu gak?"

"Apa?"

"Sendi tuh jadi jauh lebih beda."

"Kenapa dia?"

"Kayaknya dia beneran ngedeketin aku."

"Oh."

Jawab Lisa seperti tidak suka dengan perkataanku barusan.

"Iya."

Jawabku semangat tidak memperhatikan jawaban Lisa yang menanggapiku dengan ketidaksukaannya.

Kita melanjutkan kembali perjalanan yang tinggal 5 meter lagi menuju gerbang sekolah. Kira-kira siapa ya cowok yang di taksir Lisa? Jadi penasaran deh yaaa.

*****

Sampai di kelas aku dan Lisa duduk. Aku menaruh tasku di meja seperti biasanya. Ku arahkan bola mataku pada meja paling depan sebelah Vina. Masih kosong aja ternyata. Sendi belum datang juga. Padahal sudah jam 07:00 pada saat itu.

Seorang pria datang dari arah pintu. Terlihat rapi dan sangat tampan pada saat itu. Dia berjalan menuju arahku, lalu duduk di depan menghadapku, di kursi Novi yang pada saat itu Novipun belum datang ke sekolah.

"Pagi Alesha." Dia menyapaku.

Siapakah dia? Siapa lagi kalau bukan Sendi.

Aku mengangkat kedua sudut bibirku, membentuk sebuah senyum kecil.

"Siang." Jawabku.

"Kok siang?" Tanya Sendi.

"Habis pagi kan siang."

Sendi tersenyum mendengar jawabanku yang nyleneh itu. Aku senang melihatnya tersenyum. Tidak seperti kejadian kemarin ketika ada Fachmi.

Sementara Lisa hanya menyaksikan bercandaan kami.

"Kamu mau aku traktir lagi?" Tawarnya.

"Gak usah." Tolakku.

"Kenapa?" Dia mendekatkan wajahnya.

"Kan aku gak minta."

Aku melakukan hal yang sama dengan Sendi. Seningga sekarang wajah kita lebih dekat.

"Kan aku yang mau."

"Aku gak mau."

"Aku mau maksa."

"Jangan."

"Kenapa lagi?"

"Katanya di paksa itu enak, tapi yang enak itu selalu dosa. Aku gak mau nambahin dosa."

Sendi ketawa terbahak-bahak mendengar pernyataanku barusan. Yang aku lakukan hanyalah tersenyum melihatnya. Setelah puas ketawa, dia menatapku yang sedari tadi menatapnya.

"Kamu kenapa ngeliatin aku terus?"

"Senang aku lihat kamu ketawa."

Keheningan terjadi di antara kita berdua. Yang tersisa hanyalah senyuman dan saling tatapan mata.

Sebentar-sebentar deh. Kenapa jadi aku yang ngebucin ya? Hahaha. Ya begitulah makhluk yang namanya perempuan. Apabila hatinya sudah berhasil di ambil, dia yang lebih agresif dalam segi percintaan.

Bunyi lonceng tanda akan di mulainya pelajaran menghentikan kita yang sedang asik bertatapan mata.

*****

Tidak terasa, pelajaran pun usai. Aku dan Lisa sibuk merapikan buku tulis. Lalu ku masukan ke dalam kolong meja.

"Aku duluan ke kantin ya Al."

Ucap Lisa yang beranjak pergi dari tempat duduknya, karena lebih cepat selesai membereskan alat tulisnya.

"Iya."

Kataku yang masih memasukkan alat tulisku ke dalam kolong meja.

"Tumben dia ninggalin aku." Gumamku pelan. Tidak ada yang mendengarnya kecuali diriku sendiri.

Dua orang pria menghampiriku.

"Kantin yuk." Ajaknya.

Siapa lagi kalau bukan Sendi dan Ervan.

"Ayo." Jawabku.

Lalu aku beranjak pergi juga, di ikuti oleh Sendi dan Ervan.

"Lisa mana?" Tanya Sendi ketika kita sedang berjalan menuju kantin.

"Dia pergi duluan." Jawabku.

"Tumben." Tanyanya lagi.

"Kamu yang tumben."

"Apanya?" Sendi bingung.

"Nanyain dia."

"Biasanya kan satu paket sama kamu."

"Kamu pikir kang murad sama kang pipit, satu paket segala."

"Hahaha.."

Sendi ketawa, dan Ervan juga ikut ketawa yang sedari tadi hanya menyaksikan obrolan kita. Ervan ini orangnya emang jarang bicara.

Kita sampai di kantin. Lalu duduk di kursi meja yang masih kosong. Aku duduk di depan Sendi. Sedangkan Ervan sejajar dengan Sendi. Seperti biasa, penjual di kantin itu sudah tahu apa yang akan di pesan oleh kami. Jadi ketika ia melihat kami datang, langsung memberi apa yang sering kita makan dan minum. Satu bungkus roti dan sebotol air mineral untuk Ervan. Satu mangkuk mie rebus berpadu dengan telur dan segelas es teh manis untuk Sendi. Dan segelas es jeruk untukku.

"Kamu gak pesen makan?"

Tanya Sendi padaku yang bersiap menyantap makanannya.

"Enggak."

Jawabku mengaduk-aduk minuman menggunakan sedotan.

"Kenapa?"

"Gak apa-apa."

Kemudian aku menyedot es jerukku setengah dari gelasnya.

Sendi pun memakan makanannya, dan Ervan si pendiam ini juga asik mengunyah rotinya.

Tahu kenapa Ervan ini selalu makan roti dan minum air mineral? Tahu gak? Karena Ervan ini mempunyai penyakit. Jadi dia itu tidak di perbolehkan makan makanan yang pedas, berminyak, dan air dingin. Jadi begitu toh ceritanya. Itu kata dia juga, sempat pernah bilang.

Ketika kita bertiga sedang asik menyantap makanan dan minuman milik kita ya pastinya. Tiba-tiba seorang perempuan menghampiri kita.

"Alesha."

Panggil sosok perempuan itu yang sudah berdiri di sampingku.

Mata kita bertiga tertuju pada sosok perempuan itu, dan kita menghentikan menyantap makanan dan minuman kita.

"Iya."

Jawabku mendongakkan kepala pada sosok perempuan itu.

"Kamu ikut aku sebentar." Ajaknya.

Kemudian ia menarik lenganku.

Aku melepaskan tarikannya.

Aku mengerutkan dahi.

"Sebentar. Ada apa ya?" Tanyaku bingung.

"Ikut aja. Sebentar kok. Ada yang mau aku omongin sama kamu."

Sendi dan Ervan hanya diam saja menyaksikan kita.

"Yaudah, tapi gak usah pegang-pegang tangan." Jawabku beranjak dari kursi.

Sosok perempuan itu masih teman sekelasku, namanya Mika. Dia yang duduk di sebelah kanan Lisa.

Aku berjalan mengikuti jejak Mika saja. Kemana dia akan membawaku pergi? Tiba-tiba saja dia berhenti di sudut ruangan. Dia membawaku ke sudut ruangan toilet.

Mau apa dia membawaku ke sini? Ke toilet. Apa yang akan di bicarakan Mika padaku? Entahlah.

Penasaran kan??? Baca terus kelanjutannya.

1
Desnisa Sitorus
suka bgt dgn cerita cinta anak SMU
Kindly
ga kerasa bacanya jadi bikin candu...
Kindly
gak kerasa udah episode 5, candu nih...
Kindly
aku mulai dari sini kak... suka ceritanya, fav deh
Wind Rahma: Iya, baca yang lainnya juga ya😊
total 1 replies
aRi NuRhayati
🤣🤣🤣🤣
Rza
pak andi apa pak andre sih
E.Muhamad Ikbal
Alesha mesen es jeruk Tara Mayar😂
Ira Wati
malas ah baca ini kaya dia cerita sama temen nya...
re
mulai membaca
ic.evolve
smgt kakkk
kh!@#g fu sh3=g
28 like+favrt telah hadir. semangat nulisnya😊salam dari author"jangan panggil aku monster"
Laura hussein
karyamu patut diacungi jempol kak 👍 favorit 👌
titisan doa
karyanya bagus ka
titisan doa
next
titisan doa
romantis
Wind Rahma
Happy Reading buat kalian semua. Jangan lupa baca karya saya yang satunya lagi ya guys. Yang judulnya TERPAKSA MENIKAHI TUAN TAJIR.
Dwii Yumi
baguss banget ceritanya,,,🎊🎊🎊semangat buat up lagiiii
One in Million: hallo..
mampir yukk..di novel aku judulnya ANGEL OF MY LIFE(MALAIKAT DALAM HIDUP KU)..
terimakasih
semoga terhibur😊😊
total 1 replies
_racheliaaa
g up lgi thor?
One in Million: hallo..
mampir yukk..di novel aku judulnya ANGEL OF MY LIFE(MALAIKAT DALAM HIDUP KU)..
terimakasih
semoga terhibur😊😊
total 1 replies
Dwii Yumi
lanjut thorr,semangat!!! up nya ditunggu,,,,☺️
Dwii Yumi
semangat thorr😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!