[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Masa lalu
"Ughh..." Abella kembali meringis karena nafas nya kini ikut sesak. Ia tak mengerti apa yang baru saja terjadi, kenapa tubuhnya bereaksi seperti ini hanya karena wanita di depan nya.
"Sudah kuduga, kau benar benar tidak berguna" wanita itu masih setia berdiri di depan Abella yang kini sudah terduduk di tanah.
"Ratu!" sedangkan Peter bingung harus melakukan apa, ia ingin memberi pelajaran kepada wanita itu tapi disisi lain ratu nya sedang dalam kondisi yang tidak stabil.
Abella menatap wanita di depan nya penuh dengan kebencian. Ya, ia ingat semua nya sekarang. Siapa dia, kenapa dia memperlakukan nya seperti itu, dan kenapa tubuh ini bereaksi seperti ini.
Veronica Muller.
Ia adalah sepupu dari tubuh ini, tetapi mereka mempunyai hubungan yang buruk. Bukan hanya kepada Veronica saja, tetapi seluruh keluarga Muller.
Sebelum menjadi ratu namanya adalah Abella Silva, ia berasal dari keluarga yang cukup terpandang di masanya. Ibu nya berasal dari Keluarga Cassius, yang dimana ia memiliki seorang kakak yang tidak lain adalah ibu dari Veronica, Rose Cassius.
Pada saat itu Rose sangat tertarik pada Hans Silva, ayah dari Abella. Tetapi sayangnya Hans lebih tertarik kepada Rissa, ibu Abella. Rose sangat iri dan marah pada Rissa yang selalu mendapatkan segalanya, mulai dari kecerdasan, pujian hingga orang yang disukai nya.
Karena itu, Rose menikahi pria dari Keluarga Muller, keluarga yang di kenal sebagai lawan terbesar keluarga Silva. Rose memiliki dua anak, yaitu Matthew dan Veronica. Lalu tidak lama setelah Matthew menjadi dewasa dan di tunjuk sebagai penerus Muller, Rose meracuni suami nya yang tentu saja ia palsukan alasan kematian nya.
Sejak saat itu, penyerangan Keluarga Silva di mulai. Mereka menyerang dari sisi ekonomi maupun pandangan orang terhadap mereka. Membuat berita palsu, hingga menyewa orang untuk menghabisi Keluarga Silva pun mereka lakukan.
Dan untuk kedua kali nya hal sama terjadi. Raja yang saat itu sedang bekerjasama dengan Silva ingin menolong mereka, sebagai ganti nya Abella akan menjadi ratu nya. Karena hal itu keluarga Muller berhenti menyerangnya. Bukan karena takut dengan raja, tetapi karena Veronica menyukai raja.
"Ini membuatku penasaran, kenapa raja harus memilih kau sebagai ratu nya padahal kau tidak memiliki kelebihan apapun" Veronica ikut berjongkok di depan Abella sambil meraih dagu Abella dan mengangkat nya.
"Singkirkan tangan mu dari ratu!" Peter naik pitam dan melayangkan tangan nya yang dengan cepat di elak Veronica.
"Berani berain nya kau melayangkan tangan mu ke padaku. Lihat saja aku akan mengambil apa yang kau punya Abella" geram Veronica kesal kemudian pergi berlalu, karena seperti nya raja berada di dekat sini untuk mencarinya.
Abella berusaha menenangkan diri nya. Ia sampai lupa bahwa ada Veronica yang juga berperan dalam cerita ini. Dan yang ia ingat, alasan raja memilih diri nya karena ia hanyalah perempuan lugu dan polos walau pada akhir nya ia berakhir seperti itu karena tidak mendapatkan perhatian dari siapapun.
Yang paling membuat nya kesal adalah ia mengingat bagaimana Keluarga Muller memalsukan kematian kedua orang tua nya karena kecelakaan, padahal itu adalah rencana mereka.
"Ratu, apa anda baik baik saja?" tanya Peter sambil membantu Abella berdiri, tapi sayang nya kaki nya masih terlalu lemas untuk melakukan itu.
"Aku baik baik saja"
"Ratu, kau dima-" raja yang seketika muncul tersentak kaget melihat kondisi Abella, dengan segera ia berlari mendekati nya.
"Apa yang terjadi?!" seru raja panik.
"Aku hanya... lelah, tolong bantu aku kembali ke kamar" Lela yang baru saja tiba dan hendak membantu Abella langsung di cegah oleh raja.
Tanpa butuh waktu yang lama, raja sudah mengangkat tubuh Abella dan membawa nya pergi, di belakang nya Peter, Lela dan juga Ruth mengikuti mereka.
Ketika Peter dan Abella saling bertatapan, Abella menggeleng, mengisyaratkan agar tak memberi tahu siapa siapa tentang apa yang terjadi.
"Kalian semua boleh pergi, Ruth katakan acara ini di batalkan" perintah raja setelah mendudukan Abella di kasur kamar nya.
"Eh? Aku tak apa apa, kau bisa kembali kesana"
"Aku tidak akan meninggalkan mu" ujar raja tegas, mau tak mau Abella tidak bisa membantah.
Tubuh Abella membeku ketika raja memeluk nya, dan untuk kedua kali nya tubuh raja bergetar sama seperti saat ia terkena racun beberapa minggu yang lalu.
"Bisakah kau berhenti membuatku khawatir Abella?" tanya raja, ia memeluk Abella erat dengan wajah yang ia sembunyikan di leher Abella.
"Maaf" hanya kata itu yang dapat Abella ucapkan.
"Kaatakan padaku, apa yang baru saja terjadi?"
"Aku hanya kelelahan"
"Lalu kenapa kau terlihat kesakitan seperti itu? Jujur padaku Abella" pinta raja dengan wajah memelasnya, ia benar benar mencemaskan Abella sekarang.
"Aku.." Abella bingung harus berkata apa, karena ia tak mungkin mengatakan apa yang sebenar nya terjadi.
"Baiklah, kau bisa mengatakan nya nanti jika kau sudah siap" raja kembali memeluk Abella.
"Terima kasih"
"Apa perlu ku panggilkan dokter?" tawar raja.
"Aku sudah tidak apa apa, sungguh" tolak Abella lagi.
"Ibunda!" pangeran seketika masuk ruangan, terlihat dari pintu Luke yang terengah engah mengejar pangeran kemudian menunduk hormat sebelum akhirnya menutup pintu nya kembali.
"Huaaaa.. harus nya aku tidak meninggalkan ibunda tadi!" kini pangeran menangis.
"Bukan salah pangeran, jangan menangis" Abella merentangkan tangan nya, memberi kode agar pangeran masuk ke pelukan nya.
Dengan cepat pangeran berlari ke pelukan Abella dan kembali menangis. Abella menghela nafas sambil mengelus rambut hitam pangeran. Mereka berdua sangat menyayangi nya, jadi tidak ada yang perlu di takuti bukan.
"Berhenti menangis" bujuk Abella.
Pangeran langsung mendongakan kepala nya daan menatap Abella dengan mata sembab nya.
"Tapi Lucius akan tidur disini!"
"Tidak!" permintaan pangeran langsung di tolak raja, dan pangeran membuat wajah memelasnya pada Abella.
"Ibunda... ayahanda jahat, Lucius ingin tidur dengan ibunda"
"Lucius..." raja menggeram kesal melihat pangeran merajuk pada Abella, karena sudah pasti pangeran yang akan menang jika sudah begini.
"Biarkan dia, Ven" pangeran tersenyum senang begitu Abella membela nya.
"Tapi-"
"Tidak ada tapi tapi-an, lagi pula sudah lama kita tidak tidur bersama, iya kan pangeran?" tanya Abella dan langsung di balas anggukan.
Raja memasang wajah cemberut nya sedangkan Abella terkekeh melihat nya. Tangan Abella terulur ke arah rambut raja kemudian mengelus nya, sama persis dengan apa yang biasa nya ia lakukan pada pangeran.
"Kau menggemaskan" ujar Abella yang hanya di balas muka mengambek raja.
Ya, seharusnya ia tidak usah khawatir tentang tadi kan?
TBC
@yooazaa
Bantu vote dan share ya \~
sukaaaaa😻😻😭