~S1
Keyra Angelista Mahendra, 21 tahun.
"Aku tidak ingin disalahkan karena hati ... Maaf telah masuk diatara kalian. Semoga kalian bahagia."
Kemanapun angin membawaku pergi, aku selalu bertemu orang-orang dari masa laluku ... Aku juga bertemu dengan orang baru yang selalu membuat masalah dihidupku.
Aku harus memilih salah satu dari tujuh pria yang mendekatiku, untuk menjadi pendamping hidupku, selamanya.
~S2
Kaila Ataya Mahendra.
"Terimakasih sudah mencintaiku ... meskipun awalnya hatimu beku, seperti tak bisa dilelehkan, akhirnya aku berhasil membuatmu mencintaiku, bahkan kamu memperlakukanku lebih baik dari siapapun didunia ini! Terimakasih untuk segalanya, kamu sudah banyak mengajarkanku arti sebuah kesabaran dan penantian. Menyakitkan, tetapi indah pada saatnya," ujar wanita cantik berambut panjang bergelombang itu.
"Tidak ada yang tahu takdir Tuhan, tetapi aku percaya rencana-Nya lebih indah dari yang aku perkirakan," timpal pria kutub.
@emekama_penulis sampah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emekama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab^17_-
Keyra mematung tak bisa bergerak, jantungnya maraton karena tangan Anton menggenggam tangannya.
"Lo mau kemana?" tanya Anton.
"Gu ... gue ...." gadis itu gugup tak bisa berkata-kata.
"Kucing lo mana?" tanya Anton.
"Bentar, ya, gue cari dulu si Loly," ucap Keyra sambil melepas genggaman lembut itu.
Keyra menemukan kucing kesayangannya di depan dapur, peliharaannya itu sedang sibuk memperhatikan makanannya, dimakan oleh seekor ayam jago sambil duduk manis.
"Kok ada ayam di sini?" ucap Keyra penuh tanya, Anton pun menghampiri gadis itu.
"Ada apa?" tanya Anton.
"Ini, loh, tiba-tiba ada ayam jago disini ... punya siapa coba?" tanya Keyra.
"Tetangga lo, kali aja," ucap Anton.
"Mana ada, sih, di perumahan elit gini orang pelihara ayam," ucap Keyra sambil memutar bola matanya.
"Tapi lihat, deh, di kakinya ada gelang dengan huruf 'Z', pasti bukan ayam punya orang biasa," jelas Anton.
"Iya juga, sih," ucap Keyra sambil berpikir sejenak, "Udah, lah, biarin aja ... yang penting, tuh ayam gak buat onar disini. Kucing gue juga anteng mainan sama itu ayam," sambung Keyra sambil berjalan ke dalam dapur untuk membuat minuman jahe.
Anton kembali ke ruang tamu terlebih dahulu.
.
.
Beberapa saat kemudian, gadis itu kembali ke ruang tamu sambil membawa minuman jahe untuk mereka.
"Minum, nih, biar anget. Hujannya masih deras di luar," sahut Keyra sambil meletakkan minuman di meja.
"Makasih, bawa sini, dong, kucingnya biar gue periksa," titah Anton yang di respon anggukan kepala oleh Keyra.
.
.
"Loly, periksa dulu, ya?" ucap Keyra sambil mengangkat Loly untuk di gendong.
Gadis itu tak habis pikir dengan si ayam jago. Ayam itu berjalan mengekor di belakang Keyra, hingga ruang tamu. Sambil berkokok di sepanjang perjalanan seakan ia bicara dengan Loly.
Entah apa yang dibicarakan oleh si ayam, Loly hanya menatpnya, mungkin mereka sedang mengobrol dengan bahasa hewan. Keyra tidak mengerti sama sekali.
Keyra hanya membiarkan ayam itu, ia menyerahkan kucingnya ke Anton.
Tiba-tiba, ayam jago itu terbang ke atas sofa tepat di samping pria itu, ayam itu memperhatikan Loly yang sedang di periksa.
"Kok, ayam ini lama-lama gak ada akhlak, sih," tukas Anton, ayam itu berkokok mengibaskan sayapnya, lalu mencakar wajah pria itu hingga berdarah di bagian hidung.
Mungkin ayam itu tidak terima karena dikatakan sebagai ayam yang tidak punya akhlak. Namun, bagaimana bisa si ayam tahu kalau dia sedang di ejek, apakah ayam itu paham bahasa manusia?
Entahlah.
"Akh ...." rintih Anton.
"Eh ... hus-hus!" usir Keyra pada si ayam.
Kucing kesayangan Keyra melompat dari pangkuan Anton, lalu di ikuti oleh si ayam jago dan berlari ke arah dapur.
"Aduh! Bener-bener, deh. Muka lo berdarah, bentar gue ambilin kotak P3K dulu," ujar Keyra penuh perhatian sambil pergi meninggalkan Anton yang menahan perih di wajahnya.
.
.
Tak lama kemudian, Keyra kembali dengan membawa kotak P3K di tangannya.
"Gue bersihin lukanya, ya?" tanya Keyra yang hanya di respon anggukan kepala oleh Anton.
Keyra mulai membersihkan luka Anton dengan alkohol yang di letakkan di sebuah kapas, ia membersihkannya dengan lembut, tetapi pria itu berjingkat-jingkat menahan perih di wajahnya.
Wajah mereka hanya berjarak beberapa inci saja. Napas hangat Keyra meniup luka Anton agar tidak terasa perih, membuat pria itu menegang, ia memperhatikan sang gadis lekat-lekat, hingga terkadang mata mereka saling bertemu, lalu Keyra mengalihkan pandangannya ke bagian wajah yang terluka dan kembali meniupnya.
Bibirnya, indah banget, batin Anton, jantungnya juga berdegup kencang.
Pria itu menatap bibir mungil Keyra yang menggoda, ia menelan ludahnya berkali-kali dengan susah payah. Pria itu menahannya sebisa mungkin hingga melupakan rasa perih di wajahnya.
Setelah terlihat bersih, Keyra mengobati luka itu dengan obat tetes merah. Anton yang kembali merasakan perih itu dengan cekatan langsung menahan tangan Keyra.
Deg!
Jantung Keyra kembali berdegup dengan kencang. Badannya panas dingin bagai tersengat listrik, padahal pria itu hanya memegang tangannya.
Kenapa tiap kali tangan gue di pegang sama seorang pria jantung gue ingin lepas, ya? Masa iya, gue jatuh cinta. Tapi 'kan gak mungkin sama setiap pria yang bikin gue deg-degan gue jatuh cinta. Plin-plan amat, nih, hati, batin Keyra mengerutuki dirinya.
"Pelan-pelan, aja," titah Anton lirih.
"Iy ... iya," ucap gadis itu gugup.
Keyra meneteskan obatnya secara perlahan dengan keadaan gemetar karena gugup, lalu ia balut dengan kasa antiseptik yang kemudian di plesternya luka itu.
Kulit tangan Keyra menyapu lembut wajah Anton. Membuat pria itu terbuai.
"Huh! Akhirnya selesai juga," ucap Keyra bernapas lega.
"Makasih, ya," ucap Anton sambil tersenyum manis menatap Keyra.
"Sa ... sama-sama," jawab Keyra sambil memalingkan muka.
Astaga! Senyumnya mengalihkan duniaku, batin Keyra dengan pipi yang semakin memanas.
"Eh! Jangan biarin ayam itu disini lama-lama, takutnya bikin onar lagi," ucap Anton.
"Iya juga, sih, nanti aku foto, deh, terus aku post di instagram, siapa tau pemiliknya lagi nyari itu ayam," jelas Keyra.
"He'em ... besok ada acara nggak?"
"Besok hari sabtu, malam minggu, ya? Gak ada acara 'lah, orang gue jomblo, he-he," ucap Keyra sambil nyengir kuda.
"Jalan, yuk?" ajak Anton.
"Em ... gak salah, lo ajak gue jalan?" tanya Keyra tidak percaya.
"Nggak, kok, gue serius."
"Em ... oke, gue mau," jawab Keyra malu-malu kucing.
.
.
Banyak yang mereka bicarakan, tanpa terasa hari sudah semakin gelap dan hujan pun sudah mereda.
"Gue balik dulu, ya?" tukas Anton setelah melihat jam di tangannya.
Sebenarnya ada kenyamanan tersendiri dalam hati Keyra saat ia mengobrol dengan Anton. Gadis itu juga belum rela jika pria dengan senyuman manis itu pulang.
"Malah ngelamun, sih?" sahut Anton.
"Eh, iya. Pulang aja gak apa-apa," jawab Keyra.
Gadis itu mengantar Anton hingga di balkon rumahnya. Sebelum benar-benar pulang, pria itu menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan dan menghadap ke Keyra. Kali ini bukan tangan Keyra yang di raih, tetapi dagu gadis itu.
Biasanya Keyra menolak jika di perlakukan seperti itu oleh seorang pria. Namun, kini ia tidak berontak dan malah membalas tatapan Anton yang sudah mendekatkan wajahnya.
Gadis itu malah memejamkan matanya secara perlahan.
Apa yang terjadi dengan Keyra, apakah dia benar-benar jatuh cinta dengan pria ini? Oh tidak.
Keyra sadar, Rendy yang udah pacaran sama lo selama bertahun-tahun aja gak pernah lo kasih cium bibir. Masa lo baru kenal sama pria ini udah mau aja di sosor, sadar Key, sadar, batin Keyra.
.
.
.
Bersambung....
Like. Komen. Vote. Favorit. Rate 5.
Terimakasih.
👋T. B. C👇
🐾😵🐾
bnyak x cownya
si key terkesan murahan gtu