NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Hot Duda

Gairah Cinta Hot Duda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:139.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Clara Dasella

3 Tahun hidup dalam kesendirian setelah meninggalnya sang istri, menjadikan duda tampan bernama Rian Abraham terus hidup dengan rasa bersalah dan penyesalannya lantaran ia selalu menganggap jika kepergian sang istri adalah akibat kesalahan yang pernah ia lakukan dimasa lalu.
Sampai ketika kepedihan yang ia rasakan selama bertahun-tahun itu berubah menjadi rasa yang tidak biasa pada seorang gadis yang baru saja ia temui dan yang ia anggap memiliki paras yang sangat mirip dengan mendiang sang istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Dasella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Sampai ke'esokan paginya.

Kedua mata Ziva perlahan terbuka saat sinar matahari menyayat menembus jendela kaca menyilaukan matanya. "Jam berapa ini?" Ziva memutar tubuhnya merubah posisinya menjadi miring kekiri.

Dengan terus berusaha membuka lebar kedua matanya, samar-samar Ziva seperti melihat sosok pria dihadapannya. Gadis itu semakin mendekatkan pandangannya untuk memastikan siapa yang tengah tertidur disebelahnya.

"Apa aku terlihat sangat tampan?"

"Hah..." Terkejut saat sosok pria itu bicara, dengan cepat Ziva pun langsung terbangun. "Kau?" Menyadari jika sosok pria itu adalah Rian, dengan cepat kemudian Ziva pun hendak turun dari tempat tidurnya.

"Mau kemana?" Rian menarik tangan Ziva dan menyeretnya sampai kembali terbaring disampingnya lagi.

"Ck, lepas!" Umpat Ziva dengan kesal seraya berusaha melepaskan diri. Melihat Ziva yang terus berusaha pergi darinya justru membuat Rian semakin bertindak untuk memeluknya lebih erat lagi.

"Rian, lepas!" Sentak Ziva lebih keras lagi. Panggilan yang cukup berani bagi seorang gadis biasa untuk memanggil Rian dengan menyebut namanya. Namun meski begitu, Rian sama sekali tidak marah pada gadis yang selalu melawannya itu.

"Sekarang mandi lah dan kita akan pergi kepanti." Ziva masih terdiam dengan membuang muka dari tatapan Rian yang sangat dekat itu. "Apa kau tidak mendengarku, Ziva?"

"Bagaimana aku bisa mandi kalau kau menindihku seperti ini, Rian!" Umpat Ziva kesal.

Rian menggeleng senyum lalu perlahan ia turun dari tubuh Ziva. Tidak ingin membuang waktu Ziva pun dengan cepat lantas bergegas pergi kekamar mandi. "Jangan lama-lama mandinya atau aku dengan tidak sabar akan menghampirimu kedalam nanti." Ujar Rian sedikit menggoda Ziva.

Brak!

Dengan keras Ziva pun menutup pintu kamar mandi yang sekali lagi itu membuat Rian hanya tersenyum melihat tingkah gadis yang tidak lama lagi akan menjadi istrinya itu.

"Menggemaskan sekali." Kata Rian yang kemudian ia beranjak pergi meninggalkan kamar.

Sementara itu didalam kamar mandi nampak Ziva yang terus saja menggerutu kesal akibat sikap Rian yang berperilaku seenaknya saja padanya.

"Dasar pria tua! awas saja kau ya, aku akan membuatmu tidak ingin menikahiku lagi. Atau lebih tepatnya tidak akan bisa menikahiku. Hahaha... Rian Abraham bodoh, lihat saja nanti saat sudah sampai dipanti." Ucapnya seraya tertawa terbahak-bahak sendiri didalam kamar mandi.

...****************...

Dan dilantai bawah Rian yang nampak sudah terlihat rapi tengah menunggu Ziva yang mungkin juga sedang bersiap. Seperti apa yang dikatakan Rian semalam, Jika ia ingin membawa Ziva pulang ketempat dimana Ziva diasuh dan dibesarkan dulu. Yaitu dipanti Asuhan.

"Tuan, jam berapa kita berangkat?" Tanya Alex, sang sopir sekaligus asisten pribadi Rian. "Sebentar lagi, tunggu sampai Ziva tu--"

Tak... tak... tak.

Terdengar langkah kaki menuruni anak tangga yang seketika membuat Rian menghentikan ucapannya. Ya, pandangannya seketika menuju pada arah tangga yang dimana terlihat Ziva yang sedang berjalan turun kelantai bawah.

"Namira..." Lirih Rian saat melihat betapa cantiknya Ziva pagi itu. Penampilannya dan cara gadis itu merias diri sangat tidak jauh berbeda dari Namira. Kecantikannya mengingatkan Rian pada malam dimana saat ia membawa Namira pergi untuk jamuan makan malamnya saat dulu.

"Ayo, aku sudah siap." Ziva berdiri dihadapan Rian namun Rian hanya diam dengan masih menatapnya.

"tu-tuan, itu nona Ziva sudah siap." Bisik Alex ditelinga Rian. Bukannya cepat bergegas pergi, Rian justru masih mematung menatap Ziva dengan penuh kekagumannya.

"Jadi pergi tidak sih!" Ujar Ziva dengan bibir yang menguncup kesal. Sedang Alex hanya tersenyum menyengir seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ck, ini jadi pergi atau tidak? Kalau tidak aku masuk lagi. Humph!" Ziva memutar tubuhnya dan mulai akan melangkah pergi. "Kita berangkat sekarang." Kata Rian yang dengan cepat menarik tangan Ziva.

Ziva pun kembali menatap pada Rian. "Ya sudah ayo." Ziva melepas tangan Rian dan berjalan menuju mobil mendahului duda tampan tersebut.

"Bawa mobilnya cepat." Rian melempar kunci mobilnya pada Alex lalu kemudian ia berjalan mengikuti Ziva dengan langkah cepat.

"Tapi bukannya tuan bilang kalau tuan akan membawa mobilnya sen--" Ucapan Alex terhenti saat ia melihat Rian yang tiba-tiba menghentikan langkah dan menatapnya tajam. "O-oh... iya tuan aku mengerti." Kata Alex dengan gugup dan takutnya saat mendapat tatapan mematikan dari sang majikan.

Dan kini ketiganya pun berangkat kepanti. Alex bertugas mengemudi dan Rian duduk dikursi belakang bersama Ziva. Sosok wanita yang nanti malam akan menjadi istrinya.

Tidak ada obrolan sama sekali. Ketiganya sama-sama diam disepanjang perjalanan menuju panti. Sampai ketika Alex pun mencoba dengan pura-pura bertanya untuk membuka topik pembicaraan ditengah situasi yang hening.

"Tuan, kemarin ada seorang gadis yang menanyakan, apakah tuan membutuhkan teman tidur?" Ziva mengerutkan dahinya dengan kedua mata yang seketika terbelalak.

Seketika itu juga Ziva menoleh kesamping menatap Rian dengan tidak percaya. "Wanita tidak tau malu! Bagaimana mungkin menanyakan hal tidak berguna semacam itu!" Umpatnya kesal kemudian kembali membuang muka dari tatapan Rian.

"Gadis itu juga menawarkan diri jika dia akan memuaskan tuan diranjang." Nafas Ziva seketika berderu kencang saat mendengar ucapan Alex untuk kedua kalinya itu. Entah kenapa ia terlihat sangat kesal. Terlebih lagi melihat Rian yang hanya tersenyum santai saat mendengar asisten pribadinya itu mengatakan hal yang menurut Ziva itu sangat memuakkan.

1
Nur Syamsi
Makanya jgn membangunkan ulat yg lagi tidur
Nur Syamsi
Posesif bangat sih ini bapak satu, pa lagi itu sahabatmu.
Nur Syamsi
Wong diperbaikilah sikapnya mas Rian,uda Zivanya belum hilang rasa takutnya e malah bertingkah lagi
Nur Syamsi
Ziva, coba ikuti sja Rian dulu apa yg akan dilakukan terhadapmu sepanjang masih ada batasnya klaw dia ingin melakukan hbngan suami istri maka peringatilah kembali bhw sbnarnya kamu bukan Namira dan tinggal di panti ...
Nur Syamsi
Rian menakutkan maunya bicara baik baik ttsg istrimu spya Ziva Tdk takut
Moerd Maksum
teledor/Facepalm/
Moerd Maksum
sy sangat TDK suka cara bicara zifa yg kasar, TDK mendidik
adawiyah bulia
Luar biasa
linasijabat nysinurat
Biasa
Franki Lengkey
apa isi surat yg di baca siva aku jga ingin tau
~HartiWyn_Dee_
lanjut Thor
Franki Lengkey
itu kembaran namira berati namira anak adopsi di keluarganya yg lalu
Winsulistyowati
Thor...Kog Tamat...Apakah ada Episode selanjutnya..???
Clara Dasella: Belum kak
total 1 replies
Winsulistyowati
Haruse kmarnya ditutup y Thor..bahayakn klu ketahuan anak kcil ..🤭
Winsulistyowati
Ziva Trlalu polos GK paham yo Thor..he he..haruse bljar dr anda Thor..😊🤭
Winsulistyowati
Hmm..prsiapan Thor..MPnya..😍🤭
Winsulistyowati
Ziva Nantang Sih...di krjain tau Rasa kamu..
Winsulistyowati
Bohongin Sahabatnya Kay..Hmm..Rian🙂🤔
Winsulistyowati
Nikah aja Zi..Itu jodohmu...santay n sabar ajalah..
Winsulistyowati
Mampir Thor...Nyimak..tpi Baru baca bab 1 Uda sdih😞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!