Menceritakan tentang dua orang asing.Yang tidak saling mengenal.Memiliki karakter yang berbeda.Yang laki - laki memiliki sifat yang dingin,kaku dan cuek.Tapi sangat tampan dan kaya.Dan digilai banyak wanita.
Sedangkan yang perempuan,memiliki sifat yang lembut dan ceria.Perbedaan mereka dipersatukan dalam sebuah pernikahan.Karena perjodohan dari orang tua mereka,yang sudah berteman sejak masih muda.
Bagaimana kisah rumah tangga yang mereka sembunyikan itu??
Ini adalah karya Perdana saya.Jangan lupa like dan dukungannya ya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flora Caem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
"Keesokan harinya,saat Allea membuka mata.Yang pertama ia lihat adalah, wajah tampan suaminya yang begitu lembut dan tenang saat tertidur".Ia juga jadi senyum - senyum sendiri.Mengingat atas apa yang mereka lakukan tadi malam.Itu benar - benar membuatnya malu.Bahkan kini,lengan suaminya itu masih setia memeluk tubuhnya dibalik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.Jadi seperti itu rasanya,malam pertama,gumamnya.
"Dengan perlahan Allea membalikkan badan,agar ia dapat memandangi wajah rupawan sang suami yang masih mendengkur lirih".Ia sapukan jemarinya pada bibir,yang tadi malam menjelajahi setiap lekuk tubuhnya.Mengingat kegiatan panas mereka semalam,membuat ia tak kuasa menahan senyumnya.Suaminya benar - benar memberikan kenangan malam pertama mereka yang tertunda itu,dengan luar biasa.
"Dengan sangat hati-hati,ia melepas tangan suaminya yang memeluk pinggangnya dengan erat.Setelah berhasil melepas tangan suaminya dari pinggangnya,ia pun dengan perlahan bangun dari ranjang.Tapi baru saja ia mau duduk,ia merasakan sakit dan perih di area pangkal pahanya.Ia pun meringis pelan.Saat ia mencoba untuk bangun kembali,tiba - tiba ada tangan yang menariknya.Hingga ia kembali masuk kedalam pelukan suaminya.
"Kamu mau kemana??. Tetap disini??.Ucap Devan dengan suara khas bangun tidur.Sambil mengeratkan pelukannya".
"Sudah siang mas,aku mau kekamar mandi".Dan turun kebawah.Jawab Allea,sambil berusaha melepaskan pelukan Devan.Ini kan weekend,jadi kita akan dikamar seharian ini.Mending kita tidur lagi.Aku masih ngantuk, gumam Devan.
"Tapi badan aku,Uda lengket bangat mas".Jadi aku mau mandi.Kalau mas Devan mau tidur,iya udah tidur aja lagi.Sahut Allea,yang masih terus berusaha untuk melepaskan pelukan Devan dari badannya.
"Kalau begitu, gimana kalau kita mandi bareng saja".Dan mungkin, kita bisa mengulang kejadian tadi malam.Kata Devan dengan senang dan senyum menggoda,dan penuh arti.
"Apa???". Yang benar saja mandi bareng,aku ngak....
"Belum sempat Allea melanjutkan ucapannya.Devan sudah menggendong Allea dan masuk kedalam kamar mandi".Tentu saja mereka tidak hanya sekedar mandi.Devan sangat ahli untuk membujuk dan mengajak istrinya, untuk mengulangi aktivitas panas mereka tadi malam.Hingga mereka baru keluar dari kamar mandi, setelah hampir dua jam kemudian.
"Allea naik keatas ranjang, sebenarnya ia sangat lapar".Tapi badannya rasanya susah untuk digerakkan.Jadi ia memilih untuk rebahan aja.
"Kita sarapan dikamar aja,aku tahu kamu udah lapar kan?". Allea tidak menanggapi omongan suaminya.Ia memilih untuk membaringkan tubuhnya,yang rasanya remuk.Bagai ketimpa benda berat.Gimana tidak remuk,sakit yang tadi malam aja belum hilang.Tadi sudah dilanjut lagi dikamar mandi.Ia benar - benar tak punya tenaga lagi.Beruntungnya hari ini weekend,jadi ia bisa memulihkan tenaganya.
"Masih sakit ya??",tanya Devan seraya ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya.Setelah ia meminta bibi Sumi,untuk mengantar sarapan mereka kekamar.
"Menurut mas??". Tanya Allea ketus.
"Maaf ya,mas terlalu bersemangat".Sahut Devan merasa bersalah.Ia memeluk istrinya dari belakang. "Jangan marah lagi ya!!!". Sementara Allea hanya diam. "Sayang"...
Karena istrinya tidak merespon,Devan membalikkan tubuh istrinya.Sehingga mereka jadi berhadapan.Kamu menyesal melakukannya denganku?? Tanya Devan lagi.
"Allea mendongak,menatap wajah suaminya.Ia menggelengkan kepalanya.Tapi harusnya mas kan bisa menahan diri.Udah tahu yang tadi malam masih sakit,udah diulang lagi,sungut Allea.
"Maafkan mas ya!!". Habisnya mas udah beberapa hari menahannya.Kamu pikir tidak sakit menahan diri,saat kita tiap hari tidur bersama.Hampir tiap malam,aku sesak tidur.Tapi aku tak berani melakukannya.Hingga tadi malam,aku udah ngak tahan,makanya aku minta langsung.Dari pada aku jajan diluar,kata Devan lagi.Allea hanya terdiam mendengar penjelasan suaminya.