“Aku mencintai Kak Zaky.” Ucap Naya pada sosok laki-laki yang berstatus sebagai kakaknya.
Air mata Naya tidak bisa ditahan lagi dan keluar begitu saja saat mengetahui kenyataan bahwa hari ini adalah hari pertunangan Zaky, yang tak lain adalah kakaknya. Atau lebih tepatnya kakak angkat.
“Kamu ini sedang mengigau ya, Nay? Kakak baru saja bertunangan. Lagipula kita ini bersaudara.” Ucap Zaky sambil meperlihatkan jari manisnya yang sudah tersemat cincin pertunangan.
“Aku berkata jujur, Kak. Dan tidak sedang mengigau. Apakah salah kalau aku mencintai Kak Zaky? Kita bahkan tidak ada ikatan darah sama sekali.” Tekan Naya sambil mengusap air matanya, lalu pergi meninggalkan Zaky yang masih diam membisu.
Yuk simak awal mula dan kelanjutan kisah cinta mereka🤗🤗
Happy Reading!😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 17 ~ Lepaskan Aku!
Saat ini Naya sedang berada di mobil Zaky. ia duduk tepat di samping kakaknya yang sejak tadi fokus dengan kemudinya. Keduanya juga sejak tadi masih saling diam. terlebih Naya yang merasa sangat gugup saat berdekatan dengan kakaknya.
Zaky mengemudikan mobilnya cukup jauh dari keramaian kota. Bahkan Naya sendiri tidak tahu kemana tujuan kakaknya. Mau bertanya pun ia takut.
Sedangkan Zaky memang memilih untuk diam sampai nanti ia tiba di tempat tujuan. Laki-laki itu bahkan mematikan ponselnya sejak tadi demi menghindari panggilan dari Reva. Dia juga sudah mengirim pesan pada Papanya kalau kemungkinan hari ini ia absen dari kantor.
Naya merasa bosan dengan perjalanan yang sangat jauh dan tak tahu kemana tujuannya. Akhirnya ia memilih membuang pandangannya ke samping, dengan melihat jalanan yang pemandangannya sangat memanjakan mata. Dan tanpa sadar dia tersenyum tipis.
Zaky melirik sekilas adiknya yang terlihat sangat nyaman dengan pemandangan sekitar. Karena saat ini ia sedang melajukan mobilnya menuju kawasan puncak.
Beberapa saat kemudian mobil Zaky sudah berhenti di depan sebuah Villa milik Papanya. Naya sangat terkejut setelah menyadari akan hal itu.
Zaky keluar dari mobil dan langsung diikuti oleh Naya. Kedatangan mereka berdua disambut hangat oleh penjaga Villa. Sepasang suami istri itu tahu kalau Zaky dan Naya adalah anak pemilik Villa.
“Den Zaky, Non Naya kok nggak bilang kalau mau datang.” ucap wanita paruh baya yang bernama Bi Mila.
“Saya hanya ingin main sebentar kok, Bi. Jadi tidak perlu repot-repot menyiapkan apa-apa.” Jawab Zaky dengan ramah.
Setelah bertegur sapa dengan penjaga Villa, Zaky berjalan menuju lantai atas dimana di sana ada tempat luas untuk bersantai keluarganya jika sedang berlibur. Naya pun mau tak mau mengikuti kakaknya.
Zaky duduk di tepi pagar besi sambil melihat pemandangan bukit yang menghijau. Sedangkan Naya masih berdiri tak jauh dari tempat kakaknya duduk. Tak lama kemudian Bi Mila datang dengan membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk kedua anak majikannya.
“Terima kasih, Bi!” ucap Zaky. Bi Mila hanya mengangguk tersenyum. Namun wanita paruh baya itu melihat aneh dengan Naya yang sejak tadi diam saja.
“Sampai kapan kamu akan berdiri terus di situ?” tanya Zaky tanpa melihat adiknya yang sedang berdiri di belakangnya.
“Untuk apa Kak Zaky mengajakku kesini? Aku mau pulang saja.” jawab Naya merasa tak nyaman. Kemudian ia berbalik badan hendak menuruni tangga.
“Berani kamu melangkah keluar, aku pastikan akan pergi selamanya dari kehidupan kamu.” Ancam Zaky dan seketika itu Naya terdiam.
Naya sungguh tidak mengerti dengan ancaman kakaknya. Namun, jika ancaman itu benar, dia belum siap dan tidak mau kalau Zaky akan pergi dari hidupnya. Biarlah laki-laki itu sampai nanti menganggapnya adik, yang penting Zaky tidak akan pergi dari hidupnya.
Kini Naya sudah duduk di samping kakaknya. Dia ingin meminta penjelasan apa alasan kakaknya mengajak ke Villa ini. dan apa maksdu dari ancaman Zaky tadi. namun sayangnya Naya tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.
“Sejak kapan kamu mencintaiku, Nay?” tanya Zaky. Kali ini Zaky berbicara dengan Naya bukan layaknya kakak adik.
“Tidak penting untuk tahu itu semua.” Jawab Naya dengan suara datar.
“Tapi itu sangat penting bagiku. Dan apa kamu tahu resikonya?”
“Perlu Kak Zaky tahu saja, kalau cinta datang itu tanpa kita tahu kapan dan apa alasannya. Dan aku juga sangat tahu resikonya. Karena memang sampai kapanpun Kak Zaky akan menganggapku adik.” Jawab Naya dengan tatapan lurus ke depan.
Zaky mengusap wajahnya dengan kasar. Entah kenapa ia sangat tidak suka mendengar gaya bicara Naya yang cenderung datar dan ketus seperti itu.
“Kamu tahu kan, Nay kalau kita itu kakak beradik. Dan tidak mungkin kita bersatu dalam ikatan selain saudara. Kamu harus membuang jauh persaan itu, Nay!” ucap Zaky dengan tatapan yang sangat dalam.
Air mata Naya sudah menganak sungai. Dia tersenyum kecut mendengar kalimat yang dilontarkan Zaky. padahal ia sudah tahu kalau jawabannya akan begini, tapi kenapa hatinya sangat sakit. Dan ini untuk pertama kalinya Naya jatuh cinta sekaligus patah hati dalam waktu yang bersamaan.
“Ya, aku tahu dengan status kita. Tapi Kak Zaky tidak ada hak untuk memaksaku membuang perasaan ini. aku tidak peduli dengan penolakan Kak Zaky. Kak Zaky bisa menjalani hubungan kakak dengan Kak Reva dengan baik. Jangan khawatir, aku akan pergi dari rumah setelah ini.” ucap Naya lalu bergegas pergi meninggalkan Zaky.
Grep
Zaky dengan cepat menarik tangan Naya dan membawanya ke pelukannya. Hatinya juga ikut sakit melihat adik yang sudah ia cintai diam-diam itu menangis pilu.
“Lepaskan, aku!” Naya terus meronta dalam pelukan Zaky.
“Tidak. Aku tidak akan melepasmu dan tidak mengijinkan kamu pergi dari rumah ataupun dari kehidupanku.” Jawab Zaky dengan suara tegas.
“Kakak jangan egois! Aku akan tetap pergi agar Kakak bisa hidup bahagia bersamanya.” Naya terus meronta sambil terisak.
“Aku tidak akan membiarkan itu semua. Karena aku juga mencintaimu, KANAYA!” ucap Zaky dengan menekankan nama Naya di akhir kalimat.
Naya terdiam memaku dalam pelukan Zaky. kepalanya mendongak ingin memastikan ucapan Zaky baru saja benar adanya.
“Ya, aku juga mencintaimu Naya! Apa kamu puas mendengarnya?” tanya Zaky dengan tatapan dalam. Bahkan mata Zaky terlihat sudah memerah dan berkaca-kaca.
Keduanya saling terdiam membisu. Saling menatap dalam, hingga hembusan nafas keduanya terasa hangat di wajah masing-masing.
Sementara itu Bi Mila yang berada di lantai bawah sedang bersih-bersih sangat terkejut mendengar pembicaraan anak majikannya. Wanita paruh baya itu sampai menutup mulutnya karena takut akan diketahui keberadaannya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️