Seorang gadis nakal atau bisa dibilang bad girl yang selalu membuat masalah di sekolah
dipertemukan dengan ketua osis yang ternyata adalah anak dari sahabat Ayahnya. Hingga kejadian tak terduga menjerumuskan mereka ke dalam sebuah pernikahan. Akankah mereka bisa saling mencintai atau malah saling menyakiti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Sinar matahari menerobos melalui celah membangunkan sepasang manusia yang berpelukan di atas ranjang. Kamar yang berantakan dengan pakaian yang berceceran menandakan kenyataan pada kejadian semalam.
Hawa dingin menusuk ke tubuh Emely, matanya perlahan terbuka dan pandangannya langsung terpaku saat melihat wajah Nathan yang tampan bak seorang dewa dengan alis yang tebal, hidung yang mancung, rahang yang kokoh, dan tak ketinggalan bibir yang sangat seksi.
'' Kok gue baru nyadar ya kalo dia ganteng,'' gumamnya lirih.
'' Udah puas liatin wajah ganteng gue ? '' Emely melotot saat menyadari bahwa Nathan sudah bangun sedari tadi dan mendengar perkataannya.
Reflek Emely mendorong tubuh Nathan dan membuat selimutnya tersingkap,''Aaaaa lo ngapain ga pake bajuu ?'' Emely berteriak saat melihat burung yang tak tertutupi apapun, dan sepertinya Emely belum menyadari bahwa dirinya sendiri pun tak memakai pakaian sehingga terpampang jelas bukit kembar miliknya.
Nathan terkekeh melihat tingkah lucu Emely, tak ada penyesalan sedikit pun tentang kejadian semalam. Toh mereka sudah menikah berarti sudah sah sudah bebas melakukan apapun.
Nathan beranjak dari kasur lalu mengenakan kolor dan memunguti pakaian yang berserakan, pandangannya jatuh pada pakaian Emely yang terkoyak,' apa semalem gue terlalu kasar ya?'pikirnya.
'' Lo mandi duluan gue tungguin,'' Nathan dengan santai duduk disofa sambil menatap tubuh bugil istrinya.
Emely menurunkan tangannya lalu melihat Nathan yang sudah memakai celana dan duduk di atas sofa, ia pun berusaha bangun tapi rasa perih diarea bawah membuatnya meringis lalu ia pun menurunkan pandangannya, dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat tubuh bugil tanpa pakaian itu terpampang jelas dihadapan Nathan, dan pria itu malah anteng duduk di atas sofa sambil melihat dirinya.
'' AAAAAAAA Nathaannnn cabulll!! Lo apain gue semalem hah?'' Emely berteriak histeris, ia meringkuk masuk kedalam selimut dengan hanya kepalanya yang terlihat.
'' Gue emm ngapain ya, lo tau gak semalem gue ngapain ?'' Nathan berjalan ke arah Emely.
'' L_lo ja_ jangan bilang lo udah ituin gue,'' mata Emely memerah. Dirinya bisa melihat bekas ****** hampir diseluruh dada Nathan dan area bawahnya yang terasa sakit berarti menandakan bahwa semalam mahkotanya telah di ambil oleh suaminya.
'' Lo jahat hiks..Lo lo udah merkosa gue huhuhu..Gue hiks gue kotor,'' Emely menangis dengan keras menyadari semuanya.
Nathan langsung mengangkat tubuh Emely ke pangkuannya lalu didekapnya erat,'' maafin gue, gue gak bermaksud buat ngambil tanpa seizin lo.''
'' Lepasin gue hiks..Gak mau hiks lepas,'' Emely meronta memukul dada Nathan sambil terisak.
'' Husstt udah dong jangan nangis, sekarang lo mandi nanti gue jelasin semuanya,'' Nathan menggendong tubuh Emely lalu mendudukkannya ke dalam bathup dan menghidupkan keran, ia mengecup kedua mata Emely lalu keluar dan melepaskan seprei putih yang telah ternodai oleh darah Emely.
Ingatan tentang kejadian semalam membuat dirinya tersenyum, entahlah perasaan apa yang kini ia rasakan. Tapi setelah kejadian semalam rasanya ada semangat baru dalam hidupnya.
Tak lama Emely keluar dengan mengenakan kimono, matanya merah dan bengkak karena menangis. Ringisan kadang keluar dari bibir Emely saat merasakan sakit diarea bawahnya, ia berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian lalu kembali ke dalam kamar mandi. Semua yang dilakukan Emely tak luput dari pandangan Nathan, terbesit rasa penyesalan melihat kondisi Emely saat ini. Nasi sudah menjadi bubur, penyeselan pun tidak akan memperbaiki semuanya.
****
Nathan keluar dan menemukan note yang tertempel dipintu kamarnya.
*Kayaknya semalem kamu terlalu bersemangat sampe lupa waktu Nathan, semua kerabat dan temen kamu udah pulang. Kalian nginep dulu di rumah Papa sebelum pindah ke apartemen.
Papa Terganteng*
'' Dasar gak inget umur,'' gumam Nathan.
Nathan kembali masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang duduk berdiri memandang keluar jendela dengan pandangan kosong.
'' Kita pulang ke rumah Papa, kamu bersein dulu bajunya aku mau mandi,'' ucap Nathan.
Emely menatap sendu pintu kamar mandi yang tertutup, ia ingat kejadian semalam. Itu bukan kesalahan Nathan sepenuhnya, karena memang dirinya juga yang mengawali dan menerima. Toh semua udah terjadi, gak ada gunanya untuk disesali.
Skip
Sekarang Nathan dan Emely dalam perjalanan pulang, di dalam mobil Emely hanya diam memandang keluar jendela.
Nathan meraih tangan Emely,'' maafin aku untuk kejadian semalem, kam__''
'' Iya gue tau kok, ini bukan salah lo, jadi gak perlu minta maaf.'' Ucap Emely.
Nathan memberhentikan mobilnya, lalu mengecup punggung tangan Emely.'' Kita coba mulai dari awal, aku akan coba mencintai kamu dan kamu juga harus gitu.''
Jantung Emely berdetak cepat, pipinya juga memerah, ia menatap mata Nathan dan tidak ada kebohongsn yang tersirat disana, ia menggigit bibirnya bingung harus menjawab apa.
'' Jangan digigit dong bibirnya, mending aku cium,''
Cup
Emely memukul dada Nathan karena kehabisan nafas,'' hiss kok lo mesum sih, udah sono nyetir yang bener,'' kesal Emely.
'' Mulai sekarang ngomongnya aku-kamu,''
'' Heem,''
Cup
Nathan mengecup pipi Emely lalu melajukan mobilnya dengan kecepatam standar.
___________________________________
**Kemistrinya ga dapet ya😭
BTW ITU SIFAT TERSEMBUNYI NATHAN PERLAHAN MULAI KELUAR, ADA YANG TAU SIFATNYA APA??
A.Mesum.
B.Romantis.
C.Perhatian.
D.Semuanya benar.
JAN LUPA TINGGALIN JEJAK**:)