S1_Akankah Aku Bisa Memiliki Akhir Yang Aku Harapkan Bersama Salah Satu Dari Kedua Pria Itu Atau Malah Terjebak Dalam Cinta Monyet Itu Selamanya??
S2_Tranmigrasi ketubuh seorang nona muda dan mengubah segala takdir yang tertulis apa aku bisa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vallerie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapt | 017
Bukannya ikut kesal, Hajime justru tampak biasa biasa saja, bahkan terlihat cengar-cengir seakan-akan ia senang mendengar tudingan tidak berdasar itu. Will yang merasa bersalah, garuk-garuk kepala bagian belakang, Kutahu dia bingung dengan sikapku yang terlalu sensitif ketika menyangkut hubungan asmara. Aku juga tahu dia sebenarnya paham perasaanku untuk Keano
"Will, aku mengenal kakakmu saat aku menunggu kekasihku di Taman, ternyata kekasihku waktu itu tidak datang. Senasib, Ran juga katanya sedang menunggu kekasihnya datang ke seoul.
Sejak itulah kami kenal, Will," ujar Hajime mengenang masa Valentine tanpa Keano kala itu.
Tanpa banyak kata, Will mengangguk-angguk paham.
"Eh, aku dengar kau bergabung sama tim senior dalam pertandingan di Shibuya besok? Benarkah itu, Will?" tanya Hajime mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya, Kak Hajime," sahut Will seraya membusungkan. dadanya. "Dari tim junior, aku yang terpilih untuk bergabung dengan tim senior utama. Wah, jadi nanti kita satu tim dong, Kak? Aha, senangnya hatiku!"
"Nah, kau dengan Will sudah sangat klop, bukan? Will juga salah satu fans berat Manchester United," potongku, menyela pembicaraan. "Jadi sebaiknya, tiket yang tadinya kau persiapkan untukku, berikan saja kepada Will Ide bagus, kan?"
Kemudian, aku bergegas memasuki pintu gerbang. Ter akhir kulihat ekspresi wajah Hajime tampak bingung dan culun.
DUH, SIAPA SIH YANG NYANYI?
Mengganggu orang tidur saja! Mana suaranya sumbang tidak ketulungan, lagi! Walhasil, lagu keren "Heavy Rotation" milik AKB48 pun terdengar begitu acak-adut tak keruan. Siapa, sih? Dasar manusia tidak bisa menjaga kenyamanan tidur seseorang!
I want you!
I need you!
I love you!
kimi ni ae te
dondon chikazuku sono kyori ni
max high tension
I want you!
I need you!
I love you!
heart no oku janjan afureru itoshi sa ga
heavy rotation
Aku meraih bantal, dan kututup telinga hingga rapat sekali. Namun, suara nyanyian fals itu justru terdengar semakin dekat dan keras. Gigi-gigiku gemeletuk menahan rasa geram. Tangan kananku mengepal ingin memberi bogem mentah kepada penyanyi amatir satu ini. Tanga membuka mata dan melihat wajahnya, kutahu penyanyi itu adalah adikku sendiri. Will
I want you!
I need you!
I love you!
heart no oku janjan afureru itoshi sa ga heavy rotation
Tidak diam, Will justru semakin meninggikan volume suaranya. Sadar atau tidak, Akira telah merusak estetika bermain musik melalui lagu milik AKB48, sebab ia bernyanyi menggunakan tempo yang sama sekali tidak teratur, pic control yang tidak keruan, nada yang naik-turum, serta
Timbre yang selalu berat dan tidak semestinya. Aku yakin
dan tahu, hati kecilnya bersorak sorai penuh kemenangan,
sebab telah berhasil mengganggu tidurku.
"Kak Ran, bangunlah, Kak Ran...." Will naik ke atas ranjang dan menarik-narik lengan atasku. Aku yang sedang dalam posisi meringkuk akhirnya tergolek telentang. Dengan tangan kanan, kurekatkan lagi bantal yang menghunjam wajah. Aku tidak ingin melihat apa-apa karena aku masih ingin tidur.
"Kau harus dengar berita baik dariku, Kak Ran," lanjut Akira, tak kenal putus asa. Ia berusaha menyingkirkan ban tal yang kugunakan untuk menutup wajah. "Ayolah, Kak Ran! Bangun...!r
"Katakan apa kabar itu, Wl?" kataku dengan nada malas. Karena mulutku terbungkam bantal, Akira sampai memintaku mengulang kata-kataku. Aku yakin, dia tidak mendengar dengan baik. Dengan sangat malas, aku mengu langi kalimat tanyaku.
"Buka dulu wajahmu, maka kau akan tahu berita itu dengan segera," perintah Will dengan entengnya.
Kujawab perintah Will itu dengan lambaian telapak
tangan.
_________________________________
Bersambung~