Andara dan Indira adalah dua gadis kembar identik, namun memiliki sifat yang berbeda. Dimana Andara memiliki sifat mandiri, dan sangat cuek dan juga sering di cap sebagai wanita sombong dan tak tersentuh. Sedangkan sifat Indira begitu lembut membuat siapa pun pasti akan menyukainya, namun tidak dengan Kai Arshaka Sanjaya.
Kai adalah seorang laki-laki tampan yang selalu menjaga dua gadis kembar itu, namun siapa sangka Kai menyukai salah satu di antara dua gadis kembar tersebut. Bahkan Kai rela melakukan apapun demi mendapatkan sang pujaan hatinya.
Siapakah salah satu gadis kembar itu? Apakah Andira yang memiliki sifat lemah lembut? Atau Andara yang cuek? Penasaran! simak terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gue tidak akan menikah dengan dia
Seperti yang di ucapkan oleh, Kai. Ia akan mengantar Dara pulang ke kediamannya. Gadis itu nampak terdiam sambil menatap jalanan yang ada di hadapannya. Sementara itu, Kai terlihat fokus dengan setir kemudinya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Kai pun tiba di kediaman Hilten. Perlahan Kai mulai memarkirkan mobilnya, lalu menatap Dara, kemudian ia tersenyum.
"Sudah sampai, baby. Apa kamu masih betah duduk di sampingku." Ucap Kai membuat Dara memutar kedua bola matanya malas.
"Males banget." Sahut Dara sambil melepaskan seatbeltnya, kemudian ia meraih pintu mobil berniat untuk membukanya, namun niatnya terhenti ketika Kai menarik tangan kanannya.
"Ingat ucapanku tadi. Jangan pernah menemui laki-laki itu lagi, mengerti." Bisik Kai diiringi dengan hembusan nafas beratnya.
"Kalau kamu masih berani bertemu dengan laki-laki itu lagi, lihat saja bagaimana aku membereskan laki-laki itu. Mengerti." Kai kembali berbisik, kali ini bisikkanmya terdengar sangat menakutkan di telinga Dara, namun gadis itu tetap berekpresi biasa saja, seolah-olah ia tidak takut dengan apa yang di ucapakan oleh Kai barusan.
"Kembalikan ponselku." Pinta Dara tanpa mau membalas ucapan Kai barusan.
Kai langsung merogoh saku jasnya, kemudian ia mengeluarkan ponsel Dara, namun sebelum ia memberikan ponsel itu kepada Dara, Kai terlebih dahulu menghapus kontak bernama Arya, laki-laki yang menjadi saingan cintanya.
Setelah selesai menghapus nama kontak Arya Kai pun memberikan ponsel itu kepada Dara. "Ambillah, dan ingat ucapanku tadi, mengerti sayang." Ucapnya lembut, tak lupa Kai juga memperlihatkan senyumannya yang manis kepada Dara.
Dara tidak menyahut, ia segera mengambil ponsel itu, lalu membuka pintu mobilnya dengan cepat. Dara langsung turun, kemudian ia berjalan memasuki kediamannya tanpa menoleh lagi ke arah Kai.
Kai hanya tersenyum sambil menatap kepergian pujaan hatinya itu, lalu setelah itu, ia pun kembali melajukan kendaraannya menuju kediamannya.
***
Setelah tiba di dalam rumahnya, Dara langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, hari ini adalah hari yang paling sial bagi dirinya, apalagi saat ia mengingat ciuman Kai tadi, ah rasanya ia ingin menceburkan dirinya ke rawa-rawa.
"Kenapa semuanya jadi seperti ini? Kenapa Kai malah menyukaiku? Bukankah seharusnya dia menyukai Dira? Ah kenapa juga dia harus menciumku? Argh ngeselin." Batin Dara sambil menutup kedua matanya guna menghilangkan ingatannya tentang ciuman tadi.
"Ekhmmm." Suara deheman membuat Dara langsung membuka kedua matanya. Tatapan matanya langsung bertemu dengan netra jernih milik saudara kembarnya, Dira.
"Habis darimana, Ra?" Tanya Dira sambil menjatuhkan tubuhnya di samping adik kembarnya.
"Dari restaurant." Jawab Dara singkat.
"Sama siapa?" Tanya Dira lagi.
"Sama temen gue." Jawab Dara masih singkat.
"Siapa? Kai atau Arya?" Tanya Dira penuh selidik.
"Dua-duanya." Sahut Dara membuat Dira langsung mengernyitkan keningnya.
"Dua-duanya? Maksud kamu?" Tanya Dira tidak mengerti.
"Iya dua-duanya, lo tahu kan tadi pagi gue pergi sama temen gue, Arya. Nah siangnya gue di ajak makan di restuarant, nah ntah darimana datangnya, tiba-tiba saja Kai muncul di restaurant tempat gue dan Arya makan siang. Terus Kai narik tangan gue dan bawa gue pergi dari restaurant itu, lalu Kai bawa gue ke restaurant pinggir pantai. Abis itu, Kai anterin gue pulang, udah selesai." Ucap Dara panjang lebar.
"Ok gue ngerti sekarang." Dira tersenyum sendu, ia dapat menebak jika Kai memang sengaja datang ke restuarant tempat dimana Dara dan juga Arya makan, karena Kai memang sengaja menyuruh seseorang untuk memata-matai adik kembarnya itu. Karena menurut Dira, sangat tidak mungkin jika Kai hanya kebetulan saja bertemu dengan adik kembarnya di restuarant tersebut.
"Ra, gue udah bilangkan kalau Kai itu suka sama lo, gue sangat yakin kejadian kalian bertemu di restaurant tadi pasti bukan kebetulan saja." Ucap Dira membuat Dara terdiam.
"Sudahlah, tidak perlu di bahas lagi, gue capek, gue mau istirahat." Sahut Dara yang tidak ingin membahas tentang laki-laki yang sudah mengambil ciuman pertamanya itu. Setelah mengatakan hal itu, Dara pun langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan meninggalkan kakak kembarnya.
"Andara, kamu cocok kok sama Kai, kalau kalian berdua menikah, aku pasti akan merelakannya. Asalkan dia bahagia, gue rela melepaskannya." Ucap Dira membuat Dara langsung menghentikan langkah kakinya, kemudian Dara berbalik dan menatap dirinya.
"Gak usah ngaco. Sampai kapanpun gue tidak akan mau menikah sama dia, gue sama sekali tidak mencintai Kai. Kalau lo cinta beneran sama dia, pertahankan dan perjuangkan, jangan menyerah seblum lo berhasil mendapatkan cintanya dia. Sudahlah gue mau istirahat dulu." Setelah mengatakan hal itu, Dara pun kembali melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan Dira yang hanya dapat tersenyum sendu mendengar ucapannya barusan.
"Tapi gue tidak akan pernah bisa mendapatkan hatnya, Ra. Karena gue sangat yakin, dengan sifatnya dia, dia past akan melakukan apapun demi mendapatkan lo, meskipun dengan cara paksa." Batin Dira diiringi dengan kristal bening yang berjatuhan membasahi wajah cantiknya.
Bersambung.