NovelToon NovelToon
BUNGA TANPA MAHKOTA

BUNGA TANPA MAHKOTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Pengganti
Popularitas:59.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

Di malam kelulusan sekolahnya, Yaressa mendapat perlakuan buruk dari Arsaka -kekasihnya- yang mabuk. Kesuciannya direnggut paksa, menjadikannya seorang korban pemerk*sa'an.

Namun Arsaka tak bersedia bertanggung jawab dengan menikahi Yaressa, ia justru pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.

Dan Bara, kakak Arsaka, terpaksa menikahi Yaressa, kekasih sekaligus korban pemerkosaan adiknya, menggantikan Arsaka yang telah pergi, sedangkan Bara sendiri memiliki Kanaya, wanita yang ia cintai jauh di kota lain sana.

Kisah yang rumit, tentang perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, akan melengkapi cerita cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

"Tidak, aku tidak bisa menikahi Eca, aku tidak mau menikah."

"Arshaka!"

Teriakan Pak Hardhana mengguncang kedamaian rumah besar yang ia jaga keharmonisannya selama bertahun-tahun, oleh sebuah kesalahan keji yang dilakukan oleh putra keduanya.

"Apa kau bilang? Apa kau mau mati?" kini teriakan Lek Nasir yang terdengar begitu lantang.

Lek Nasir meraih pisau yang semula ia taruh di atas meja. Ia berlari hendak menusukkan benda tajam itu ke perut Arshaka, namun sedetik sebelum pisau itu benar-benar menancap. Seseorang telah bergerak cepat menghalau, memegangi pergelangan Lek Nasir lantas menekuk pergelangan tangan itu dan merebut pisau dari tangan Lek Nasir dengan mudah.

"Aahh,,,," pekik Lek Nasir kesakitan, pergelangannya terkilir.

"Bara!" seru Bu Ayumi menyebut nama orang yang baru saja menghalangi tindakan Lek Nasir yang gelap mata.

"Kak,,,," Arshaka memeluk tubuh Bara, seolah meminta perlindungan dari Kakaknya.

"Menyingkir kau, Bara! Ini bukan urusanmu," Lek Nasir masih tak terima, ia kembali berteriak meski diiringi ringisan kesakitan, sakit pada pergelangan tangannya tak lebih dari sakit yang dialami Yaressa dan juga hatinya.

"Sebentar, Lek. Ada apa ini?" tanya Bara mencoba berbicara secara baik-baik.

Lek Nasir tak bergeming, ia hanya menatap nyalang Arshaka yang bersembunyi di balik punggung kekar Kakaknya, deru nafas Lek Nasir memburu, dadanya terasa sangat sesak.

"Nikahi gadis yang kamu nodai, Arshaka, atau aku sendiri yang akan membunuhmu!" bentak Pak Hardhana seketika membuat Bara yang mendengarnya tercengang.

"Apa?"

DEG

Arshaka semakin gemetar dan takut.

Bara menoleh ke belakang, menatap tak percaya pada Arshaka atas apa yang Ayahnya katakan.

Ia baru pulang dari tugas 2 Minggu yang lalu, dan kepulangannya disambut oleh masalah keluarga yang pelik akibat ulah Arshaka.

"Aku tidak bisa, ayah!" Arshaka bicara sambil menangis.

Tangan Lek Nasir mencengkeram erat tangannya yang terkilir bukan karena sakit itu, tapi karena sakit hatinya atas penolakan Arshaka.

"Aku masih sangat muda, Ayah, aku ingin meraih cita-citaku seperti Kak Bara. Aku ingin membuktikan jika aku bisa,"

"Kau sudah membuktikan bahwa kau gagal, Arshaka!" teriak Pak Hardhana kembali menggema. Untunglah rumah mereka jauh dari tetangga dan sangat tertutup, jadi tidak mungkin ada tetangga yang akan mendengarnya, kecuali para pekerja di rumah besar itu.

"Tidak, Ayah, tolong jangan bicara begitu, aku telah lulus tes untuk masuk ke universitas Harvard di Amerika, keberangkatanku sudah terencana, aku ingin kuliah dan menjadi Sarjana, aku ingin meraih cita-citaku menjadi ahli teknologi, Ayah. Aku mohon, jangan memaksaku menikahi Eca, karena aku tidak akan pernah melakukan itu,"

"Bajingan!" bentak Lek Nasir menyerang, hendak melayangkan pukulan andai Bara tak kembali menghalaunya.

"Lepaskan aku, Bara!" teriak Lek Nasir karena Bara mengunci tubuh ringkihnya dengan mudah.

Arshaka mundur, ia hendak kabur.

"Apa kau tidak mencintai gadis itu, nak?" tanya Bu Ayumi sambil terisak, menghentikan langkah Arshaka.

"Aku menyukainya, Bu. Tapi aku tidak bisa menikahinya, aku tidak mau menikah muda."

"Arshaka!"

"Ayah?"

"Ayah?"

Teriak Bu Ayumi dan Bara bersahutan, saat melihat Pak Hardhana jatuh dengan memegangi dada.

***

Lek Nasir pulang diantar oleh Bara.

"Aku tidak berniat merusak keharmonisan keluargamu, apalagi merusak kehidupanmu, tapi di sini, aku juga memiliki gadis kami yang menjadi tanggung jawab kami, kau juga memiliki seorang adik perempuan, Bara. Kuharap kau bisa mengerti perasaan kami sebagai orang tua." ucap Lek Nasir setelah ia turun dari motor Bara.

"Saya permisi pulang, Lek!" Bara pamit, Lek Nasir hanya mengangguk menanggapi, kemudian Bara melajukan motornya kembali ke rumah.

Sepanjang perjalanan kembali ke rumah, Bara mengingat kembali keributan dan kekacauan yang akhirnya membawa dirinya menjadi solusi akhir sebagai penyelesaian. Sebuah pengorbanan.

"Ayah tidak pernah meminta apapun darimu selama ini, Bara. Tapi ayah memohon padamu kali ini, hanya satu kali ini. Menikahlah dengan Yaressa, keponakan Lek Nasir, gadis yang telah dinodai oleh Arshaka, adikmu. Kasihan gadis itu dan Ayah tidak mau Naya menanggung karma atas kesalahan yang telah diperbuat oleh kakaknya."

Dalam situasi seperti itu, Bara tak bisa menolak, Ayahnya terkena serangan jantung yang hampir saja merenggut nyawanya.

Dia adalah anak pertama yang bertanggung jawab penuh sebagai garda terdepan untuk melindungi keluarganya, menjaga nama baik dan kehormatan keluarganya, apalagi hutang budi yang tak akan pernah dapat Bara Bayar seumur hidupnya. Mengingat dulu ia hanyalah anak yang ditinggal pergi oleh ayah kandungnya, dan ibunya mati bunuh diri bersama calon adiknya yang masih di dalam kandungan, lalu hidup menderita di panti asuhan hingga datanglah dua malaikat berwujud manusia yang mengangkatnya sebagai anak, merawatnya, menyayanginya, memberinya kehidupan layak yang sempurna.

Bara meng-iya-kan permintaan Ayahnya, dia yang akan bertanggung jawab menikahi Yaressa menggantikan Adiknya, Arshaka yang terbang ke Amerika esok harinya.

***

Kanaya,,,,

Satu nama yang kini menjadi alasan utama risaunya hati Bara, bagaimana dengan Kanaya? Kekasihnya yang berada jauh di kota lain. Bagaimana hubungan mereka nantinya? Sedangkan Bara sangat mencintainya, ia tak berhak dan tak sanggup jika harus menyakiti Kanaya apalagi kehilangan gadis yang berprofesi sebagai Dokter umum itu.

Bara sangat mencintai Kanaya, tak ada tempat bagi wanita lain yang mampu menggeser posisi Kanaya. Termasuk gadis ternoda yang akan dinikahinya. Hanya Kanaya.

Kanaya,,,,

***

Hari-hari berlalu, persiapan pernikahan antara Bara dan Yaressa telah dilakukan, setelah surat permohonan izin menikah yang Bara kirim pada Komandan telah disetujui.

Hanya saja, sesuai permintaan Bara, pernikahan mereka hanya akan dilakukan secara sederhana, tak ada pesta maupun resepsi, hanya makan bersama keluarga, kerabat, dan para tetangga, tak ada teman maupun sahabat yang akan diundang, juga tak ada perhelatan akbar pedang pora seperti yang biasa dilakukan di pernikahan para anggota militer.

Bara dan Yaressa hanya akan melakukan akad secara agama, lalu menandatangani semua berkas kepemerintahan.

Banyak desas-desus yang simpang siur tentang mereka, karena setahu orang-orang desa, Yaressa sering bermain bersama Arshaka, tapi malah menikah dengan Bara.

***

Lek Nasir masuk ke kamar Yaressa, gadis yang tak bermahkota itu duduk di lantai bersandarkan badan ranjang, sebuah pot berisi bunga sukulen echeveria berada di tangannya. Matanya bengkak dan wajahnya sembab.

"Ca,,,," seru Lek Nasir saat masuk, Yaressa menoleh, berdiri, duduk di tepian ranjang bersama Lek Nasir. Menunduk menatap pilu pada pot.

"Maafkan Lek, tidak bisa menjagamu dengan baik selama di sini," Lek Nasir mengelus bahu Yaressa. Ada rasa sedih dan menyesal yang mendalam.

"Lek tahu, kamu sebenarnya masih ingin kuliah dan menjadi Dokter, tapi kehidupan seorang anak perempuan sangat berbeda dengan anak laki-laki yang tak meninggalkan bekas dalam dirinya, seorang anak perempuan akan ditanyakan mahkotanya oleh sang suami di malam pertama mereka, Lek Nasir terpaksa melakukan ini padamu, Lek Nasir tahu kamu pasti sedih, merasa hancur, dan tidak ingin menikah dengan Pria yang tidak kamu kenal, tapi percayalah, Lek Nasir melakukan ini untuk kebaikan kamu, Lek Nasir berusaha untuk menjaga marwah kamu yang tersisa, dan hanya ini yang Lek Nasir bisa."

Yaressa hanya diam mendengarkan, atau dia tidak benar-benar mendengarkan.

Menerima kabar Arshaka yang tak mau menikahinya dan terbang ke Amerika meninggalkannya, membuat hati Yaressa patah begitu parah, ia tak tahu harus bagaimana, kesedihannya tak berujung.

Kedua orang tuanya yang meninggal di hari ulang tahunnya, terbongkarnya perselingkuhan Papahnya, terrenggutnya kesucian yang selama ini ia jaga, Arshaka yang pergi meninggalkannya. Dan kini ia malah harus menikah dengan pria tua yang sama sekali tak ia kenal.

Yaressa hanya diam, tak bergeming menatap nanar bunga sukulen echeveria di genggaman, air matanya sudah berdesakan kembali ingin ditumpahkan.

"Besok adalah hari pernikahan kalian, dan nanti sore, Bara akan datang untuk menemuimu, bertanya mahar apa yang kamu inginkan,"

Setetes air mata jatuh ke pangkuan, tapi Yaressa tetap diam tak bergeming.

"Bara adalah anak yang baik, Ca, dia memang jauh lebih dewasa di banding kamu, tapi dia adalah putra kebanggaan Pak Hardhana, dia pria bertanggung jawab, bukan seperti adiknya yang bajingan, kamu pasti akan bahagia menjadi istrinya, Ca. Lek Nasir yakin,"

Lek Nasir terus bicara ini dan itu, sedangkan Yaressa benar-benar tak lagi mendengarkannya, tak menghiraukannya, pikirannya dipenuhi oleh Arshaka, pertemuan mereka, kebersamaan mereka, hingga malam naas itu terjadi, dan kini Arshaka malah pergi.

"Ya sudah, Lek Nasir keluar dulu, mau bantu Mak Eva yang nyiapin buat acara besok. Kamu istirahat saja, ya?"

Lek Nasir mengelus rambut Yaressa, setelah itu ia pergi, menutup pintu kamar dari luar.

Kedua mata Yaressa terpejam erat, dengan isak tangis yang sedari tadi ia tahan, menggenggam kuat pot bunga itu.

"Mama,,,,"

***

"Jika kau ingin melihat seorang wanita mati tanpa membunuhnya, rusak kehormatannya lalu tinggalkan dia, maka kau akan melihat hidupnya telah berakhir saat itu juga." Yaressa.

***

1
Nona Aan Chayank
sedih banget jadi Yaressa. 😥
Semoga author cepat nulis lagi dn buat Bara menyesali sikap dn kata2nya pada Yaressa
Teguh Sayangnya
lanjut
Atik Nurdiana
ayo dong kak up lagi,,jgn lama"
Sue ciutt..
Bila sambungan ceritanya...
Frida Fairull Azmii
semoga author nya dalam keadaan sehat dan karena Lg sibuk yaa...
jgn karena apa"..khawatir jg karena gda kabar Lg dri novel nya
Erlin Novianti Ahmad
3bln..nggk up.. up... digantung trs.. smoga authornya sehat selalu jd bsa berkarya lagi... aamiin...
andima
apa thor nya sakit yaa
atau gmna, gaa ada kejelasan novel ini
padahal udah ditunggu tiap hari kelanjutan nya
klo thor nya sakit, semoga lekas sehat yaa thor, qta semua menunggu karya mu
semangat 💪💪💪
andima: iyaa
kan kesel yaaa , udah terlanjur gini
setengah jalan
paling ngga kasih lha pnjelasan ke qta2
total 2 replies
Ridha Anugrah
Ayo dong Thor up lagi ceritanya😭😭😭😭😭😭
Erlin Novianti Ahmad
up.. up. up.. sdh 2bln nih..
Erlin Novianti Ahmad
up.. up. up.. sdh 2bln night..
Ridha Anugrah
ayo dong lanjut lagi Thor lagi seru-serunya nihh
Mohammad Badrul
baik
Mohammad Badrul
lanjutan
Mohammad Badrul
lanjutan donk
Emelia Franciska Silalahi
aduhhhh.....digantung
Nona Aan Chayank
kenapa gk dilanjutkan up ya??
padahal ceritanya sangat bagus,,,
konflik nya lain daripada yang lain,,,
Emelia Franciska Silalahi
yachh...digantung..
Emelia Franciska Silalahi
lama menunggu tak kunjung up..
Emelia Franciska Silalahi
udah ga up lg yach thor
Emelia Franciska Silalahi
belom up ya thor...ceritanya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!