Mihuang, wanita abad 21 yang mengalami transmigrasi setelah menangis karena mengetahui sahabat dan kekasihnya selingkuh. Masuk ke dalam tubuh seorang 'Junzhu', keponakan Janda Permaisuri yang memiliki reputasi kasar namun terhormat berkat latar belakangnya.
Menjalani kehidupan baru di Kekaisaran kuno yang jauh lebih sulit dari pada kehidupan aslinya di zaman modern.
Pria dingin, manis, serta pemegang takhta, yang mana yang akan dirinya pilih? Tiga pria pemegang kekuasaan Kekaisaran tertinggi ingin memilikinya, tanah Kekaisaran bergetar karena perseteruan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Seorang Junzhu?! | Keterkejutan Qin Jihuang
Xiao Mishuang dan Qin Longxian mau tidak mau berjalan beriringan menuju ruang Aula Kekaisaran, di tengah jalan mereka bertemu dengan kerumunan para pelayan. Xiao Mishuang tidak tahu apa yang ada di tengah-tengah kerumunan, namun suara ribut seperti tertawa dan makian terdengar jelas.
"Pangeran sampah sepertimu berani mencuri makanan untuk acara perkumpulan kerabat dekat Kekaisaran?! Kau ingin mati?!"
"Pukul tangannya karena sudah berani mencuri! Dia dan ibunya sama saja! Sama-sama gemar mencuri milik orang lain!"
"Benar! Dahulu ibunya berani mencuri mendiang Kaisar dengan cara rendahan, lalu kini anaknya pun gemar mencuri yang bukan miliknya!"
"Seharusnya Huangtaihou tidak mengizinkannya untuk menggunakan marga keluarga Kekaisaran!"
Xiao Mishuang berhenti, membuat Qin Longxian juga berhenti. Qin Longxian melirik Xiao Mishuang terlebih dahulu, lalu beralih menatap kerumunan pelayan yang sepertinya sedang memberi pelajaran kepada pencuri.
Xiao Mishuang menyimak jelas makian para pelayan, lalu dengan cepat berpikir bahwa itu adalah Qin Jihuang!
Xiao Mishuang mengerutkan keningnya, jika dia menolong Qin Jihuang secara terang-terangan, dia takut orang-orang akan berpikir bahwa dia mengkhianati Huangtaihou, karena berani menolong orang yang telah Huangtaihou asingkan.
Xiao Mishuang mengepalkan kedua tangannya, setelah itu melanjutkan jalannya kembali. "Wangye, lebih baik sekarang kita segera kembali ke Aula Kekaisaran."
Qin Longxian tidak menjawab, pria itu hanya diam dan melanjutkan jalannya. Tempo jalan keduanya tanpa sadar menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Begitu sampai di Aula Kekaisaran, Xiao Mishuang kembali duduk dengan tenang di kursinya.
Dengan sengaja Xiao Mishuang sesekali membuat kontak mata intens dengan Huangtaihou, lalu tipis-tipis membuat isyarat gelisah.
Huangtaihou yang peka segera mengangkat tangan kanannya, memerintahkan Xiao Mishuang untuk duduk di sampingnya.
Xiao Mishuang tersenyum tipis, lalu berdiri lagi.
Qin Feijing yang melihat ibunya mulai memanggil Xiao Mishuang untuk duduk bersama mulai merasa tidak nyaman, karena biasanya Xiao Mishuang diperintahkan untuk duduk di sampingnya seperti seorang istri.
Tetapi kali ini firasatnya salah, Xiao Mishuang tidak lagi duduk di sampingnya yang membuatnya duduk di tengah. Kini Xiao Mishuang benar-benar duduk di samping Huangtaihou, jauh dari tempat Qin Feijing berada.
Huangtaihou yang melihat ini pun hanya bisa menghela napas, kemudian dia menyentuh lembut tangan Xiao Mishuang dan bertanya,"Ada apa, nak? Aija lihat wajahmu sangat gelisah."
Xiao Mishuang menghela napas. "Saat Shuang'er tengah menuju perjalanan kembali, Shuang'er melihat pangeran kecil Jihuang tengah disiksa para pelayan."
"Lalu?" tanya Huangtaihou bingung.
Xiao Mishuang dengan manja menyentuh lengan Huangtaihou, menunjukkan kedekatan luar biasa antara mereka ke para bangsawan lainnya. Wu Yunyen yang melihat ini hanya bisa diam dan menahan rasa cemburunya, gigi wanita itu menggeretak kesal.
"Niangniang, tidak bisakah anda menolongnya sekali ini saja untuk Shuang'er? Bocah itu terlihat kasihan, Shuang'er tidak tega melihatnya. Kali ini saja, Shuang'er mohon, bibi ...." Xiao Mishuang mengeluarkan jurus pamungkas manjanya, yaitu wajah melas seperti anak anjing imut yang kehujanan.
Huangtaihou memijat keningnya, bagaimana mungkin keponakannya tiba-tiba peduli pada anak kecil yang selama ini tidak pernah membuat interaksi dengannya?
"Tidak perlu dipikirkan, Shuang'er. Bocah itu, anggap saja dia hanya angin lalu. Keberadaannya tidak perlu dipikirkan, apa pun situasi yang sedang dia hadapi. Untuk apa seorang Junzhu terhormat sepertimu memikirkan orang seperti dia?" balas Huangtaihou.
Xiao Mishuang menggigit bibir dalamnya diam-diam dengan cepat, lalu dia segera bersender di pundak Huangtaihou, seperti inilah cara Xiao Mishuang bermanja-manja dan merengek dulu.
"Bibi, Shuang'er mohon ...."
Huangtaihou menghela napas lagi, dia ingin menolak karena merasa tak sudi untuk menolong Qin Jihuang, tetapi dia juga tidak sanggup menolak permintaan keponakan tersayangnya.
Huangtaihou melirim kasim De, setelah itu berkata,"Kasim De, bawa Pangeran Jihuang kemari."
Kasim De yang mendengar ini terkejut, namun setelah itu dia segera mengangguk dan berlari keluar.
Xiao Mishuang tersenyum puas, dia berhasil. Huangtaihou benar-benar lemah dengan Xiao Mishuang.
Qin Feijing yang mendengar semua ini hanya diam, dia berpikir, kira-kira keributan apa lagi yang ingin Xiao Mishuang buat, karena setiap pertemuan kerabat Kekaisaran seperti ini, Xiao Mishuang gemar mencari perhatian dan membuat keributan.
Xiao Mishuang tersenyum manis ke arah Huangtaihou, lalu berkata,"Niangniang, anda adalah bibi terbaik, Shuang'er sangat menyayangi anda!!!" Lalu Xiao Mishuang mencium pipi Huangtaihou.
Huangtaihou tertawa karena bahagia, lalu dia mengusap rambut Xiao Mishuang lembut, kemudian matanya melirik Xiao Rugo. "Gege, lihat ini, berapa umur anakmu sekarang?"
"Tujuh belas tahun, niangniang," jawab Xiao Rugo, bibirnya tersenyum manis karena melihat Xiao Mishuang bermanja-manja dengan Huangtaihou, hatinya merasa sangat hangat.
"Ay, tujuh belas?" tanya Huangtaihou lagi, kemudian kembali menatap Xiao Mishuang dan menjepit hidung Xiao Mishuang di depan para keluarga kerabat Kekaisaran.
"Astaga, waktu berjalan sangat cepat sekali. Bagaimana mungkin balita yang dulu gemar sekali ingin mencoba menggunakan mahkota Phoenix di kepalanya yang mungil kini telah beranjak dewasa?" ucap Huangtaihou.
Xiao Fuxian terkekeh, kalu membalas,"Niangniang, Shuang'er belum dewasa! Kelakuannya saat ini masih seperti anak kecil, umurnya saja yang sudah dewasa! Jangan tertipu!" Setelah Xiao Fuxian berkata demikian, sesuai ruangan segera tertawa, kecuali Qin Feijing dan Qin Longxian.
Qin Longxian tertawa karena memang kepribadiannya yang tidak terlalu menunjukkan banyak ekspresi, tetapi Qin Feijing tidak tertawa karena memang ada penyakit di hatinya.
"Kau pun begitu, Fuxian. Aku dengar kau bahkan sempat mengejar burung merpati seperti anak kecil menggunakan kuda di tengah perjalanan kembali ke Ibu Kota. Jangan kira bibimu ini tidak tahu!" balas Huangtaihou, dia juga sangat menyayangi Xiao Fuxian.
Wajah Xiao Fuxian memerah, lalu membalas,"Tetapi Meimei lah yang paling kekanak-kanakan, bukan?"
Huangtaihou menggelengkan kelapanya pelan sambil tertawa, di matanya, keduanya sama-sama kekanakan.
Saat suasana hangat yang dibuat Huangtaihou, Xiao Musuhang, dan Xiao Fuxian tengah berlanjut, tiba-tiba pintu Aula Kekaisaran terbuka, menampilkan anak kecil lusuh yang berjalan masuk. Sorot matanya terlihat dingin dan galak, Xiao Mishuang segera menegakkan posisi duduknya, dia masih duduk di samping Huangtaihou.
Qin Jihuang, anak itu dengan kepala tegak menatap lurus ke depan, dia tidak menundukkan kepalanya sepanjang berjalan masuk. Kasim De berjalan di belakangnya, mengantar Qin Jihuang samapai akhirnya dia kembali ke dekat Huangtaihou.
"Jihuang, menyapa yang mulia Kaisar dan Huangtaihou niangniang," ucap Qin Jihuang sambil membungkuk, lalu menegakkan badannya kembali dan memperhatikan wajah Kaisar dan Huangtaihou. Saat matanya bergeser ke Xiao Mishuang, keningnya mengerut dalam.
Xiao Mishuang tersenyum hangat ke Qin Jihuang, membuat Qin Jihuang terpaku, dia terkejut bukan main.
Huangtaihou yang menyadari tatapan Qin Jihuang untuk keponakannya yang terlalu lekat merasa tidak senang, segera dia melirik Li Mama, pelayan pribadinya untuk menegur Qin Jihuang.
"Pangeran Qin Jihuang, sebaiknya anda tidak menatap Xiao Junzhu dengan tatapan seperti itu saat ada Huangtaihou Niangniang!" ucap Li Mama tegas, membuat Qin Jihuang tersadar.
Tetapi sekarang, justru Qin Jihuang semakin terkejut. Apa? Xiao Junzhu? Seorang Junzhu?!!
-----
Halo semua, author mau kasih info, nih. Sebelumnya author mau minta maaf banget karena gak bisa rajin update, sebab sekarang sudah mulai masuk sekolah, nih:(
Author akan sibuk sama tugas sekolah, organisasi, dll. Tapi tenang aja, The Wangfei, pasti akan tamat.
Sekarang masih di arc awal, jadi semoga kalian sabar yaa wkwkw, mohon pengertiannya semua!!
Makasih banyak buat yang udah mau baca cerita pertama author❤.