NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Bertemu Jahro

Flashback:

Di marahin Abi Yusuf.

Setelah dari rumah Maryam, Yusuf kembali membawa Laila ke rumah. Laila duduk di kursi dan Yusuf duduk di sebelahnya terus menatap Laila.

” Umi masih mau pulang? mau meninggalkan kesempatan tinggal di pesantren dan ninggalin Abi sendirian?" tegas Yusuf dan Laila menggeleng kepala.

" Masih mau mengatakan hal-hal buruk seperti tadi? astaghfirullah hal adzim” Yusuf melepaskan pecinya, dia letakkan di atas meja lalu mengusap-usap wajahnya kasar frustasi.

” Laila minta maaf, Laila salah" suara Laila berat dengan berlinang air mata dan penuh penyesalan dia mengucapkan maaf kepada suaminya.

Keduanya terdiam sejenak dan Yusuf mengusap air mata istrinya berulang kali, Laila tidak berani mengeluarkan kata-kata lagi dia diam dan isakan tangisnya yang mewakili. Yusuf bergeser lalu merangkul bahu dan mengecup kening istrinya sekilas, Laila semakin menjadi-jadi dengan tangisannya. Dia menangis di dada suaminya dan Yusuf membiarkannya sampai Laila tenang.

Flashback off

*****

malam ini bukan jatah Laila bersama Yusuf, Laila sedang berdzikir di atas sajadah. Jarum jam menunjukkan pukul 2 malam. Laila terbangun dan langsung bergegas bersiap untuk sholat tahajud. Laila yang sedang khusu berdzikir terkejut dengan air yang jatuh ke pucuk kepalanya. Laila mendongak, dan kini air menetes ke pipinya.

” Hujan lagi” katanya seraya bangkit dan melipat sajadahnya. Laila menadahkan tangan, tetesan air hujan yang masuk melewati celah-celah genting jatuh ke telapak tangannya. Laila menoleh dan melihat kasur sudah basah karena disana juga bocor. Laila membuka mukena nya, dia simpan lalu berusaha mendorong ranjang tempat tidur supaya kasur tidak basah tapi percuma. Dia tidak mampu karena berat, akhirnya Laila menarik kasur dan di gulung ke tepian merapat ke dinding supaya tidak basah.

” Astaghfirullah" Laila terkejut saat mendengar suara petir menyambar dan hujan semakin deras, hujan angin sedang terjadi. Laila bergegas ke dapur untuk mengambil baskom kecil dan dia mengisinya dengan kain lap. Laila meletakkannya di bawah air hujan yang masuk. Dan dia tidak bisa tidur di atas kasur malam ini, Laila mengambil lilin dan korek api lalu duduk di atas sofa di ruang tamu.

” Kalau mati lampu gimana?" Laila meringkuk di atas sofa, dia takut mati lampu.

” Ya Allah, bocor lagi” Laila frustasi dan mengambil baskom kembali untuk menampung air hujan. Laila meringkuk kembali dan dia benar-benar tidur sampai adzan subuh berkumandang, dan suara suaminya yang terdengar. Laila tersenyum mendengar suara adzan dari Yusuf saat ini. Rutinitas seperti biasa Laila lakukan, sebelum ke mushola dia meminum obatnya karena kepalanya terasa pusing kembali. Tubuhnya masih terkadang demam dan apalagi sekarang dia kurang tidur.

****

Setelah mengaji Laila pulang bersama teman-temannya seperti biasa dan tidak lama berpisah. Laila mengernyit heran melihat suaminya sudah menunggu di luar rumah padahal Laila tidak mengunci pintu.

” Assalamualaikum” Laila tersenyum dan Yusuf juga tersenyum.

” Waalaikumsalam” jawab Yusuf dan tangannya bergerak menyambut Laila yang semakin dekat padanya, Laila menyalami tangannya lalu Yusuf merangkul bahu istrinya itu. Laila merangkul pinggang suaminya dan keduanya masuk ke dalam rumah, Jahro yang akan pergi ke sungai melihat pemandangan tersebut merasa iri dan dia buru-buru pergi untuk segera mencuci.

Laila membuatkan teh hangat untuknya dan untuk suaminya, Yusuf menunggu sambil memeriksa ponselnya karena ada pesan masuk beberapa detik yang lalu. Laila datang meletakkan dua gelas teh lalu ingin pergi tapi Yusuf meraih tangannya, padahal tatapannya tidak beralih sedikitpun dari pesan yang sedang dia baca itu.

” Duduk” pinta Yusuf lalu meletakkan ponselnya, dia memangku satu kakinya dan Laila duduk di sebelahnya.

” Abi Laila mau minta izin”

” Apa?” Yusuf menatap Laila lekat.

” Laila gak nyuci baju ya hari ini, kepala Laila sakit” adu Laila, ya iyalah walaupun dia masih kesal dengan suaminya mau kemana lagi dia mengadu jika dia kenapa-kenapa. Yusuf spontan langsung menyentuh dahi istrinya dan memijatnya perlahan.

” Umi demam lagi, ke puskesmas ya"

” Enggak mau, Abi"

” Abi khawatir”

” Pura-pura khawatir” Laila cemberut.

” Umi ngajakin debat lagi? sok mau sampai kapan Abi ladenin” Yusuf menahan senyumnya.

” Ih Abi malah kayak gitu”

” Iya terus kenapa lagi ngomongnya gitu? apalagi. Umi mau ngajak debat tentang yang mana lagi sekarang?”

” Kenapa Abi menganggap Laila sebagai seorang adik bukan seperti istri, apa artinya?” Laila menatap suaminya lekat dan Yusuf meraih kedua tangannya lalu mengenggam nya erat.

” Umi Laila masih kecil”

” Kata siapa? aku sudah besar Abi. 16 tahun” Laila begitu bangga dengan umurnya sembari melepaskan cadarnya." Lihat Abi, aku 16 tahun” meyakinkan lagi dan Yusuf terkekeh sembari meraih tangan mungil Laila kembali.

” Umi belum cukup umur, umi tahu kan pernikahan kita bahkan ditentang beberapa orang. Alhamdulillah kita bisa menikah setelah melewati semuanya dan sidang juga, umi belum cukup umurnya” Yusuf berusaha menjelaskan, belum selesai raut wajah Laila sudah terlihat begitu sedih.

” Hemmm” Laila benar-benar sedih dan menyenderkan kepalanya di bahu sofa, Yusuf mengangkat kepala Laila dan bergeser membuat gadis itu menjadi bersandar di dadanya.

” Abi jangan dekat-dekat, kan Laila adik Abi" Laila bergeser dan Yusuf tergelak mendengarnya.

” Bukan adik seperti itu”

” Gini-gini, Laila udah ngaji kitab qurrotul uyun bi. Laila paham, Abi emang gak mau punya anak dari Laila. Maunya dari teh Jahrotunnisa?” ketus Laila dan bangkit untuk pergi ke kamar.

" Shutt mau kemana” Yusuf kembali menarik tangannya dan Laila terduduk kembali di sebelahnya.” Jangan bicara seperti itu, udah diam mending sekarang kita sarapan terus umi minum obat.

Laila terus menatap suaminya dan tidak paham dan bertanya-tanya apa suaminya itu tidak memiliki nafsu? atau dia yang tidak menggairahkan hasrat suaminya. Laila melepaskan mukenah nya dan membuat Yusuf terkejut. Rambut tebal sedikit kecokelatan tanpa diikat, kedua sisi mata Laila yang dipakaikan celak. Wajah cantik jelita tanpa polesan apapun, Laila belum memakai apa-apa dan pertama kali wajahnya menyentuh make up saat dia menikah.

” Abi aku cantik gak? aku cantik gak? Abi... Abi Yusuf” Laila terus bertanya seraya menggoyangkan lengan suaminya manja, lama-lama Laila kesal karena Yusuf hanya diam dan terus menatapnya.

” Hah? iya iya umi Laila cantik" grogi.

” Issh” Laila cemberut dan ingin kembali memakai mukena nya tapi Yusuf menahan.

” Umi cantik, cukup Abi saja yang melihatnya" Yusuf tersenyum dan Laila tersenyum simpul mendengar pujian suaminya jelas lebih terdengar menyenangkan dibanding tadi. Laila mengangguk pelan.

” Ke puskesmas ya, habis dari puskesmas Abi mau benerin genting yang bocor"

” Gak mau ke puskemas bi, darimana Abi tau genteng nya bocor. Laila belum bilang apa-apa”

” Itu" tunjuk Yusuf pada baskom yang berisi kain dan air hujan, Laila tersenyum tipis.” Nanti Abi minta bantuan sama a Rizky juga, sekarang Abi lapar” Yusuf berucap seraya mencubit hidung Laila gemas.

” Haha iya iya, Laila bikin sarapan sekarang” Laila antusias dan pergi ke kamar untuk memakai kerudung dan Yusuf meminum teh hangatnya perlahan.

****

Sore hari tiba, Laila sedang melangkah bersama Salamah dan Yanti. Ketiganya sehabis menghadiri acara majelis taklim di kampung sebelah. Berjalan kaki, bukan hanya ketiganya ada juga beberapa ibu-ibu yang bersama mereka. Laila menyibukkan dirinya untuk kegiatan tersebut karena dia ingin lebih dalam menguasai ilmu agama. Kapan lagi, mumpung masih muda dan mendapatkan banyak kesempatan dan tidak mungkin Laila menyia-nyiakannya. Laila berpisah bersama Yanti dan tidak lama berpisah juga dengan Salamah. Laila kini melangkah sendirian menuju rumahnya dan dia melihat Jahro menunggunya.

” Assalamualaikum”

” Waalaikumsalam” jawab Jahro dengan raut wajah tidak bersahabat lalu mendekatkan Laila.” Umi kan yang melarang ustadz Yusuf menikahi saya?”

” Bukannya sudah dibicarakan ya? kenapa masih bertanya sama saya. Teteh gak nyimak ustadz Yusuf ngomong apa?” Laila kesal.

” Harusnya umi Laila paham”

” Paham apanya, saya berhak meminta apapun sama suami saya. Aa suami saya teh, saya menolak dan meminta Aa untuk jangan menikah lagi karena memang saya tidak mau dimadu. Teteh inget ya, Aa juga tidak tahu tentang apa yang diatur ibu Maryam. Terus sekarang teteh nyalahin saya?” Laila berbicara dengan nada sinis, dia bingung mau apalagi Jahro membahas tentang pernikahan yang direncanakan Maryam.

” Pernikahan itu ibadah, umi Laila gak tahu?"

” Iya ibadah, tapi teh Jahro juga lihat-lihat atuh kalau mau protes. Aa udah punya ibu Maryam sama punya saya” Laila ketus.

” Umi Laila hanya dianggap seorang adik kan? saya juga tahu”

” Untuk urusan di ranjang mah urusan saya sama aa, gak ada urusannya sama orang lain. Lihat aja nanti, teh Jahro tahu-tahunya saya hamil udah gitu aja” Laila begitu yakin.

” Gede bohong" maki Jahro.

(Banyak bohongnya)

” Yey, masa teh Jahro bicaranya kayak begitu. Sama aja kalau teh Jahro mau tau urusan saya sama aa di ranjang. Gak bisa di ceritain, gak bisa dibayangin." Laila menyombongkan dirinya yang hanya sebatas tidur tidak lebih ketika dengan Yusuf.

” Bohong" Jahro tetap tidak percaya dan suaranya berat dan dia hampir menangis..

” Nya masa, aku sama aa enggak ngapa-ngapain. Waktu aa ngomong dianggap sebagai seorang adik adalah karena usia aku, kalau di ranjang mah beda lagi atuh” Laila semakin menjadi-jadi.

” Assalamualaikum” Jahro akhirnya pergi setelah mendengar ucapan Laila.

” Waalaikumsalam” Laila menjawab dan menatap kepergian Jahro.

” Dasar cunihin, ges ditolak mah nya tarima we atuh" berbisik Laila ketus

(Dasar genit, udah di tolak mah seharusnya terima)

” Kalau Abi tahu aku ngomong kayak tadi dihukum gak ya?" Laila berbisik kembali lalu menggeleng kepala, tidak ada niatan apapun karena dia hanya mau Jahro tahu hubungannya dengan Yusuf tidak seperti kakak dan adik.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!