NovelToon NovelToon
Unconditional Love

Unconditional Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam / Ketos / Chicklit
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Niffi.

Nadira dengan kesederhanaannya harus menerima kenyataan bahwa perundungan harus ia telan setiap harinya. Gadis itu tidak memiliki cukup keberanian untuk menyangkal hinaan yang dilemparkan padanya. Hingga secercah asa datang padanya saat Farhan dan Tina datang di hidupnya sebagai sahabat, lalu membantunya bangkit dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niffi., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unconditional Love 17

"Kak Na." Fauzan memberikan senyuman yang manis untuk Nadira. 

"Iya, lebih mudah, kan?" Nadira sangat menyukai senyum Fauzan. 'Sangat tampan' di batinnya.

"Sudah," tutur Naufal seraya menghampiri Nadira dan Fauzan. "Mari kita duduk di depan," imbuhnya. 

Naufal berjalan memimpin, dan Nadira menggandeng tangan Fauzan mengikuti di belakangnya. Di depan supermarket terdapat dua kursi dengan satu meja sebagai pengantara di tengahnya. Naufal duduk pada salah satu kursinya, lalu disusul Nadira duduk pada kursi lainnya. 

"Sini, Fauzan." Naufal meminta adiknya agar duduk di atas pahanya yang telah ditepuk olehnya. "Kakak pangku," tambahnya menjelaskan. 

Namun, bukannya sebuah persetujuan yang diberikan Fauzan, melainkan sebuah jawaban yang benar-benar di luar dugaan. Fauzan memberikan gelengan kepala sebagai tanda penolakan. Apakah Fauzan memilih memakan es krim sembari berdiri? 

"Fauzan ingin dipangku sama Kak Na," ucap anak laki-laki tersebut seraya meraih paha Nadira, yang langsung disambut oleh gadis tersebut. 

"Fauzan mau sama Kakak, ya?" Nadira terkekeh kecil seraya meraih tubuh Fauzan, kemudian dia letakkan di atas pangkuannya. 

"Maafkan Adik saya, ya. Dia memang sangat manja seperti itu," ucap Naufal dengan sungkan. Dia sengaja meminta waktu Nadira untuk berbicara hal yang penting, bukan untuk mengasuhnya adiknya seperti saat ini. 

"Iya memang dia sangat manja, tapi dia juga sangat menggemaskan." Nadira mengelus lembut kepala Fauzan. "Tidak akan ada yang bisa menolak kesempatan untuk berdekatan dengannya," imbuhnya, yang tanpa sengaja membuat Fauzan merasa bangga dengan dirinya sendiri. 

"Jangan memujinya begitu, atau anak itu akan terbang lalu tersangkut pada ranting-ranting pohon." Naufal jelas mengejek adiknya, dan hal tersebut berhasil membuat Fauzan memajukan bibirnya karena kesal. 

Nadira tidak menyangka jika Sang Ketua Osis yang dikenalnya kaku dan menjunjung wibawanya, dapat menciptakan sebuah gurauan. Terlihat aneh sebenarnya, tapi Nadira suka dengan Sang Ketua Osis versi hari ini, daripada Sang Ketua Osis versi sebelum-sebelumnya. 

"Ini untuk Kak Na." Fauzan memberikan es krim yang telah dia buka bungkusnya kepada Nadira. "Makan yang banyak ya, Kak. Nanti kalau habis beli lagi," imbuhnya. 

"Tidak-tidak, satu saja cukup, atau pipi Kak Na akan sebesar milik Fauzan." Nadira menunjukkan wajah paniknya, dan Fauzan tahu jika itu hanya pura-pura. 

"Tidak-tidak, Fauzan ingin Kak Na makan es krim banyak-banyak. Pipi kita akan sama tembamnya, dan itu serasi," bantah Fauzan dengan cepat. "Betul kan, Kak." Fauzan beralih menatap Naufal, lalu mengguncang lengan kakaknya tersebut untuk meminta dukungan. 

"Iya." Naufal hanya memberi anggukan pelan seraya menatap Fauzan dan Nadira secara bergantian. 

Interaksi yang sangat menyenangkan dilihatnya. Naufal tidak menyangka jika adiknya dapat senyaman itu dengan orang yang baru saja dikenalnya. 'Aneh' walau sebenarnya Naufal membatin seperti itu. Mengingat dahulu adiknya pernah menentang kedekatannya dengan mantan kekasihnya, rasanya keakraban Nadira dan Fauzan begitu mengejutkan. Lanjut Kilas Balik. 

"Sayang! Adik kamu ini menjijikkan sekali, dia makan berantakan sana-sini, sampai bajuku kotor terkena noda coklat." Seorang gadis memekik sangat kencang hingga Naufal harus berlari menghampirinya. 

Fauzan yang saat itu berusia tiga tahun terlihat tertawa ria di samping gadis yang wajahnya telah merah padam. Naufal langsung menggendong adiknya, dan berusaha menenangkan gadis yang statusnya sebagai kekasihnya tersebut. 

"Maafkan Adikku, ya. Maklum dia masih kecil, jadi dia seperti ini." Naufal tampak merasa bersalah di hadapan gadisnya. 

"Seharusnya kamu jangan membawanya," sesal gadis tersebut. "Dia sangat merepotkan," sambungnya. 

Fauzan menjulurkan lidahnya di hadapan gadis tersebut. Sontak saja tingkahnya mengundang amarah kekasih dari kakaknya itu. 

"Kamu ya!" Gadis tersebut membelalakkan matanya karena kesal dengan kenakalan Fauzan. "Aku mau pulang," imbuhnya memutuskan. 

"Kedua orang tuaku tidak ada di rumah. Jadi sudah tugasku mengasuhnya," jawab Naufal. 

"Sana pulang, sana pulang." Fauzan mengibaskan tangannya di hadapan gadis yang telah murka dengannya.

Kekesalan gadis tersebut tak dapat tertahan. Dia mengambil ancang-ancang hendak memukul Fauzan, akan tetapi Naufal cepat-cepat menahannya. 

"Aku kira kamu bisa sedikit bersabar dengan Adikku. Karena dia anak kecil yang sudah sepantasnya mendapat pemakluman dari orang yang lebih dewasa!" hardik Naufal dengan berapi-api di hadapan kekasihnya. "Jika kamu mau menerimaku, maka sudah seharusnya kamu juga menerima Adikku. Namun, setelah kejadian ini dapat disimpulkan jika sebaiknya kita selesai sampai sini saja," tambahnya memberikan keputusan. 

"Baiklah, kita selesai sampai sini jika itu yang kamu mau." Gadis tersebut beranjak pergi meninggalkan kediaman Naufal.

"Kakak jangan sama perempuan itu," tutur Fauzan dengan netra yang menampakkan kelegaan. "Dia jahat, suka marah-marah," sambungnya dengan pelan. 

Naufal tidak menyangka jika adiknya bisa berkata seperti itu. Kesimpulan yang didapatkannya adalah, jika selama ini kekasihnya sering memarahi adiknya, dan hal tersebut jelas menyakiti hatinya sebagai seorang kakak. Kilas Balik Selesai. 

"Ada apa, Naufal?" Nadira membuyarkan lamunan Naufal yang telah melalang buana menjelajahi masa lalu. 

"Tidak ada." Naufal menggelengkan kepalanya, menunjukkan bahwa tidak ada apa-apa dengannya. 

1
S_koes
Di siram satu ember dingin pasti
wardah
baru mlai baca jd belum bisa kasih ulasan😊
Ana Novelista
Semangat Thor Niffi, semoga sukses!!!
*-*-Sincerely💕 of APRIL
fighting
*-*-Sincerely💕 of APRIL
up lagi yuk
*-*-Sincerely💕 of APRIL
berapa kata ini
Kak Icha
Semangat terus ya 🥰🥰🥰
Kak Icha
Lanjut Thor, semangat terus yaaa
Kak Icha
Semoga sukses Thor Niffi 🥰
Kak Icha
Semangat Thor 🥰🥰🥰
Kak Icha
Seruuuuu, semangat selalu Thor Niffi 🥰❤️
*-*-Sincerely💕 of APRIL
tumben UP
*-*-Sincerely💕 of APRIL
uuuhhhh aku terharu😘😘
*-*-Sincerely💕 of APRIL
dikit banget😭😭😭 berapa kata ini
Ana Novelista
Penulisan rapi, alur cerita menarik. Semangat Thor, semoga sukses!!!
Alitha Fransisca
Aneh si Arif nih 🤣 katanya lelaki yang punya hati, pelaku kekerasan malah di bela.. ish ... ish ... ish ... cinta bikin buta 🤣
semangat Thor!!
Niffi.ifie: Iya, baru aja dapat😅
total 3 replies
Kymilla Cania Juita
lanjut
Kymilla Cania Juita
semangat
Kymilla Cania Juita
Keysa kebiasaan melakukan tindakan kekerasan. Rekam, trus sebarin biar spiral hahahaha
Alitha Fransisca: Viral itu biasa Thor.. yg lebih heboh itu spiral 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kymilla Cania Juita
jadi pengen makan bakso juga 😄
Niffi.ifie: iyaa apa-apa naik sekarang, harus stok sabar juga
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!