NovelToon NovelToon
Guci Emas Merubah Takdirku

Guci Emas Merubah Takdirku

Status: tamat
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Pusaka Ajaib / Tamat
Popularitas:722.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: rozh

Qiram Candra seorang pemuda gembrot yang tidak pintar, ia sering dibully.

Suatu hari, kekasihnya mengakui perbuatannya dan bercinta dihadapannya, ia sangat terpuruk, apalagi ia telah mengusir sahabat baiknya demi wanita itu.

Hingga suatu hari, ia bertemu kembali dengan sahabatnya, namun naas ia dan sahabatnya dibunuh oleh pria yang bercinta dengan mantan kekasihnya itu.

Saat Qiram memejamkan mata, menunggu kematiannya, sebuah cahaya kuning keemasan melesat ke arahnya dan cahaya itu adalah pemberian ibunya, sebuah guci emas.

Inilah kehidupan keduanya, guci emas telah memutar waktunya, bagaimana cara Qiram membalaskan semua yang telah terjadi kepadanya? Lalu, menemukan rahasia besar dari orang-orang sukses dikehidupannya sebelumnya.

“Aku akan menjadi kaya raya, kuat dan tak terkalahkan!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lomba Makan

“Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri? Jangan bilang, kau mabuk makanan?!” Lil O bertanya penuh selidik.

“Ahahaha! Ada, memangnya orang mabuk makanan, yang ada sih, mabuk minuman beralkohol!” Qiram menepuk bahu Lil O sambil terbahak-bahak.

“Aku ada rencana besok! Pagi besok, aku akan mengantar Nona Hafisa ke klinik Dokter Aini Farha, kemudian aku mau daftar lomba makan di Extreme Food Centre.” tutur Qiram.

“Kamu tugas bagian belanja peralatan rumah, ya!” pinta Qiram.

“Biar aku pergi juga, ya, sama Lil O setelah periksa.” sambung Hafisa.

“Jangan, kamu hamil muda, Nona! Aku tidak mau terjadi apa-apa sama bayiku.” ucap Qiram.

‘Bayiku?! Dia bilang bayinya? Jika seandainya iya, bayi ini beneran bayinya, pasti aku akan bahagia sekali.’ gumam Hafisa dalam hatinya. Ia sungguh tersentuh akan sikap Qiram.

“Iya, Nona Hafisa. Aku bisa pergi sendiri.” balas Lil O juga.

“Baiklah, kalau begitu, apa yang bisa aku lakukan membantu kalian?” tanya Hafisa.

“Lahirkan bayiku dengan selamat.” balas Qiram.

“Jaga dirimu dengan baik!” jawab Lil O dan Qiram serempak.

Hafisa tersenyum, “Baiklah, jangan khawatir, aku akan menjaganya.” Hafisa mengelus perutnya. ‘Nak, kamu beruntung bertemu dengan orang baik.’

“Hoaam! Aku ngantuk, yuk, tidur!” ajak Qiram.

“Baiklah!”

Mereka bertiga pun akhirnya memilih pergi ke kamar mereka masing-masing.

~~

Pagi harinya.

Lil O dan Qiram sedang berdebat, Qiram mentransfer uang sebanyak 10 juta ke rekening Lil O, sedangkan pria itu tak terima karena uang mereka menjadi badut masih ada 15 juta.

“Lil O, dengarkan aku! Aku meminta kamu beli spring bed kangaroo, setidaknya harganya 5 juta satu. Beli dua sudah 10 juta. Ditambah dengan kulkas dua pintu 4 juta 500 ribu. Belum lagi sofa di ruang tamu dan lainnya. Itu sudah menghabiskan 15 juta.” jelas Qiram.

“Jadi, wajar aku menambah 10 juta lagi, kamu beli perlengkapan yang kita perlukan, mungkin saja kau butuh cangkul atau parang, bukankah ada tanah yang berlebih di samping? Kau dulu pernah bercerita padaku, akan berkebun di samping rumah?!” lanjut Qiram.

Lil O terdiam lama, kemudian berkata, “Baiklah, jika begitu, aku akan menghitung uang 10 juta ini dengan uang pinjaman dulu, nanti kita bagi rata lagi saat menjadi badut.” ucap Lil O.

“Iya. Setuju!” jawab Qiram.

Akhirnya, Lil O pun pergi dengan ojek ke toko perabot. Sedangkan Hafisa dan Qiram pergi ke klinik Dokter Aini Farha setelahnya.

Tak lama, mereka sampai di klinik itu.

“Pagi, Dokter.” sapa Qiram.

“Pagi, Tuan.” balas Dokter Aini ramah.

“Dia adikku, aku ingin memeriksa kehamilannya. Suaminya sudah meninggal dunia. Jadi, dia tinggal bersamaku. Tolong, periksa adikku, Dokter. Aku tidak tahu tentang kehamilan. Bagaimana keadaan bayinya, apa yang harus aku lakukan dan belikan untuk kesehatan bayinya.”

‘Adik?’ Rasanya ada sesuatu yang mencubit hati Hafisa saat mendengar itu.

“Baiklah, ayo, kita periksa, Nona. Mari, berbaring dulu di ranjang.” pinta Dokter Aini.

Hafisa berbaring di ranjang, ia meletakkan alat USG di atas perut Hafisa, lalu menggesernya beberapa kali. Tampaklah benda kecil ada di dalam rahim, suara yang keluar dari mesin itu terdengar seperti seekor kuda yang sedang berlari.

“Alhamdulillah, bayi Nona sehat. Tubuhnya berkembang dengan baik.” ucap Dokter Aini tersenyum, ia mulai meletakkan alatnya kembali dan mengambil hasil scan USG, sedangkan Hafisa juga ingin duduk kembali perlahan.

“Miringkan dulu badannya sebelum duduk, ya, Nona. Jangan langsung duduk seperti itu. Itu bisa berbahaya pada bayi Anda nanti. Kalau mau bangun dari tidur, harus miringkan atau menyampingkan tubuhnya dulu.” jelas Dokter Hafisa.

“Iya, Bu Dokter.”

Hafisa duduk di samping Qiram kembali, di depannya ada Dokter Aini Farha yang sedang melanjutkan perbincangannya dengan Qiram.

“Iya, Tuan. Nona tidak boleh banyak bergerak, tidak boleh setres, banyak-banyak mengkonsumsi air putih, buah, sayuran dan makanan bergizi.”

“Lalu, ini resepnya. Tuan bisa memberikan resep ini pada petugas di depan. Jika ada apa-apa, Tuan bisa menghubungi saya ke nomor saya.” jelas Dokter Aini.

“Terimakasih banyak, Dok!” Qiram menyalami Dokter Aini Farha.

“Sama-sama.” Dokter Aini Farha menyambut uluran tangan Qiram, kemudian juga bersalaman dengan Hafisa.

Setelah menebus obat, mereka berdua masuk ke dalam mobil keren milik Qiram.

“Qiram,” panggil Hafisa, Qiram menoleh, menatap dirinya. “Aku ikut kamu, ya, aku tidak mau diantar pulang sendirian. Jika kamu malu membawaku, aku akan menunggu di dalam mobil ini nanti.”

Qiram menatap Hafisa lama, wanita cantik seperti Hafisa berjalan dengan dirinya ke pusat keramaian, ia khawatir akan mendapatkan cibiran. Apalagi di sana ia akan ikut lomba makan.

“Aku mohon, aku tidak akan mengganggu.”

Melihat tampang Hafisa yang memohon, akhirnya Qiram setuju. “Baiklah, kau boleh ikut denganku, tetapi duduk di satu tempat saja, ya. Gak boleh capek! Ingat pesan dokter!” Qiram mengelus kepala Hafisa, membuat pipi gadis cantik itu bersemu merah.

~~

Qiram sampai di Extreme Food Centre.

Ia mendaftar ikut lomba, niatnya bukan untuk menang, tetapi mencicipi makanan tanpa bayar, alias gratis.

“Kamu duduk di sini, ya.” Qiram membuka jaketnya, ukuran jaket itu 3 kali lipat dari tubuh Hafisa. Qiram menutupi bagian paha mulus Gadis itu dengan jacketnya.

“Aku mau ikut lomba itu.”

“Semoga menang, Qiram.” seru Hafisa. Qiram mengangguk.

Setelah kepergian Qiram, Hafisa memegang jacket itu, menciumnya dan tersenyum.

Setelah mendaftar, juri telah duduk di depan melihat, beberapa saksi juga berdiri di sekitar mereka yang telah duduk bersiap untuk makan. Qiram tersenyum, tahap pertama ada 30 piring mie berukuran kecil, dengan mie berbeda warna, dari warna original, sedikit cabe, banyak cabe, merah pekat, rasa kari, ayam bawang, goreng original, soto, hingga pedas gila dan lainnya. Lalu, di sampingnya di sediakan 1 botol susu putih, susu coklat, susu strawberry, sebotol air putih.

“1, 2, 3, Go!” teriak seseorang.

Qiram dan lainnya berlomba memakan mie itu. Dia menjadi salah satu dari 20 orang tercepat memakan mi dengan level berbeda itu.

Ya, Qiram dan Lil O pecinta mie, jadi makan mie mulai dari rasa tawar dan pedas ia cukup ahli.

Tahap kedua mereka harus menghabiskan 20 buah burger. Qiram juga menjadi salah satu diantara 10 orang tercepat, hingga tahap tiga ia pun berdiri dan menyerah, kemudian berlari ketoilet, muntah-muntah.

Ditahap terakhir, ia harus menghabiskan 10 kue dengan selai yang sangat tebal dan manis. Qiram hanya mampu menghabiskan 3 bulat kue itu saja.

Hafisa mengejar Qiram dan menunggunya di luar toilet.

“Kamu tidak apa-apa, Qiram?” tanya Hafisa khawatir.

“Tidak apa-apa, aku kurang suka makanan terlalu manis, apalagi banyak. Maaf, ya, aku kalah.” sahut Qiram.

“Kamu sudah melakukan yang terbaik, Qiram.”

“Benarkah? Kalau begitu, ayo, temani aku berbelanja, aku akan latihan memakan makanan manis.” ajak Qiram, ia menggenggam tangan Hafisa erat.

“Iya.” Hafisa tersenyum.

Qiram membeli banyak makanan, beberapa jenis coklat, kue mini dan lainnya.

“Selamat Anda telah menyelesaikan mencicipi 100 makanan berbeda, Anda mendapatkan 10 juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan mencicipi 800 macam makanan berbeda lagi!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan Qiram

‘Saldo Anda Rp. 53.026.000,00.’

1
Darmo Setiawan
Kecewa
Darmo Setiawan
Biasa
Bahar Tompo
Ini si Qiram tolol nya kebangetan ya.. mikirin orang lain yg ke maleman dan ma dibantu.. dibantu pake apa.. bantu ketemu dgn anak buah bang Leman.. udah merasa kaya raya sampai mau bantu orang lain... tololl...
Siti Choiriyah
mosok tamat gt tok... masih penasaran anak e ketemu gk 😮‍💨🤦
Elok Fauziah
Sehingga kamu dan anakmu
Elok Fauziah
Loh, thor bab ini sama seperti sebelumnya
Elok Fauziah
Jamu X
Kamu ✓
✌🏻
Elok Fauziah
hahahaha/Joyful//Joyful//Chuckle//Chuckle/
Elok Fauziah
bubur kacang hijau
Elok Fauziah
Wah, bagus manfaatkan tumbuh gembrotnya
Elok Fauziah
Sangking seringnya tersenyum, sampai tak sadar
Elok Fauziah
lumayan 30 jeti
Elok Fauziah
Wahh... Ini mah bukan gendut lagi tapi obesitas 😵
hairul amin
Luar biasa
Ejan Din
cerita yg bagus..
Rozh: terimakasih banyak kakak sudah banyak cerita receh saya sampai tamat🥰🌹
total 1 replies
Ejan Din
bagaimana dgn marissa
Ejan Din
klu aku ngak mau lamborghi.. aku mau spt alphat atau vemfire or family car...
Mama Muda
Luar biasa
Razali Azli
hairan. asal cerita sistem jadi kaya aja pasti dapat mobil lamborghini vaneno. rasanya berlebihan. padahal lebih pas dapat mobil mercy atau bmw ganteng tapi mewah
uwa_botak
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!