Drama rumah tangga, mohon bijak dalam membaca.
Season 1 Erik dan Meta.
Dinyatakan hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan mantan pacarnya.
Siapakah ayah dari anak yang dikandung Meta?
Penyesalan datang terlambat, Ia berusaha menyelamatkan pernikahannya.
Season 2 Tomo dan Anisa.
Pria yang tidak bisa setia, akankah ia bisa mengembalikan keluarganya seperti sediakala?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariAdja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Periksa Kehamilan
Tok tok tok.
Meta mengetok pintu kamar suaminya l namun tak ada jawaban, Meta mencoba mengulangnya namun Erik suaminya masih tidak membuka pintu.
" Mas badan Meta panas antar Meta priksa ya?, Meta takut pingsan kalau priksa sendiri " kata Meta di depan pintu kamar Erik.
Meta menunggu beberapa saat, kemudian mengetok pintu lagi, namun Erik masih tidak membukanya.
" Biar bibi yang ngetok pintu bu," kata bi Iyem mendekati Meta yang sedang berdiri di depan pintu kamar Erik.
Namun sebelum bi Iyem mengetok Erik sudah membuka pintu.
" Ada apa bi ? "
" itu tolong antar bu Meta priksa pak ? "
" memangnya kenapa bi? "
" bu Meta sakit pak "
" iya mas antar Meta priksa" kata Meta sambil mendekati Erik.
" ok tapi bi Iyem juga ikut, nanti pulangnya pesan taksi online " kata Erik.
" iya bi Iyem temenin Meta ya? "
" iya bu "
Erik sudah duduk di mobil menunggu Meta dan bi Iyem yang masih berjalan kearah mobil, Meta membuka pintu depan dia ingin duduk disamping Erik namun Meta tidak menyangka ketika pintu mobil terbuka Erik tidak memperbolehkan iya duduk disana.
" Siapa yang suruh kamu duduk disitu, duduk di belakang sana!! " bentak Erik
Meta hanya diam dan menuruti kemauan suaminya dia duduk di belakang bersebelahan dengan bi Iyem.
Meta merasa Erik masih mencintainya, meski mereka tidak tidur sekamar, tidak saling menyentuh, dan tidak saling bicara namun Erik masih mengirim uang bulanan ke rekening Meta.
Karena ini masih pagi, jalan raya masih macet karena banyak anak sekolah dan karyawan yang sedang berangkat kerja.
" Meta pusing bi" kata Meta sambil memegang keningnya.
Terlihat sekilas Erik melihat ke arah Meta namun dia cepat - cepat mengarahkan matanya ke depan. Erik cemas melihat istrinya yang terihat pucat, namun bagaimana lagi dia masih belum bisa memaafkan Meta.
Jika jalan normal hanya perlu waktu 20menit untuk sampai ke tempat priksa namun karena macet, perjalanan menjadi lebih lama.
Berkali - kali Erik mengarahkan padangannya ke Meta, di semakin cemas saja, melihat Meta diam saja tertidur di kursi belakang, mungkinkah Meta pingsan?
" Bi Iyem tadi Meta sudah makan belum? " tanya Erik pada bi Iyem yang sudah khawatir melihat keadaan Meta.
" Belum pak, ibu tadi belum sempat makan"
" Kok bisa sih bi ", itu Meta pingsan apa tidur bi" Erik mulai cemas .
" Dari kemarin sore ibu mual terus pak, tiap makan langsung muntah, jadi ibu tidak makan apa - apa dari tadi sore.
Erik semakin cemas, dan jalan masih macet akhirnya Erik memutar arah mobilnya dan mencari jalan alternatif lain agar segera sampai ke tempat dokter priksa kehamilan.
Erik menambah kecepatan mobilnya. dia semakin cemas saja ketika Meta tidak merespon saat bi Iyem memanggil namanya.
Akhirnya sampai juga Erik di klinik tempat praktek dr,Xx ,SPOG (k). Erik memarkirkan mobilnya dan membuka pintu belakang.
" Ta, Meta bangun dah sampai," Erik merasa lega melihat Meta membuka matanya.
" Iya mas, Tenang mas Meta ga pingsan kok, " kata Meta menenangkn Erik yang terlihat cemas.
Bi Iyem dan Erik menuntun Meta ketempat pendaftaran, untung saja masih pagi jadi masih mendapat antrian nomer depan, benar saja setelah 2 orang masuk keruang dokter kini nama Meta yang di panggil .
Erik yang sejak awal ingin pergi bekerja setelah mengantar Meta, kini iya mengurungkan niatnya.
" Bi Iyem tunggu sini, biar aku yang temani Meta masuk " kata Erik sambil menuntun Meta.
Erik menuntun Meta masuk keruang priksa, kamar berukuran 4x6 dengan 1 tempat tidur untuk memeriksa pasien, meja dan 3 kursi 1 kursi untuk tempat duduk dokter dan 2 kursi pasien.
Dokter melihat keluhan meta dari catatan yang di berikan asistennya. Meta disuruh berbaring untuk di priksa detak jantungnya karena usia kehamilan masih kurang dari 10 minggu dokter tidak melakukan pemeriksaan USG.
" Dokter badan istri saya lemas dan mual sampai tidak bisa makan" kata Erik setelah Meta di periksa.
" iya pak, ini saya resepkan vitamin untuk ibu Meta dan ada susu untuk ibu hamil juga, bapak bisa membelinya di apotek apa mini market" kata dokter.
" iya dok"
" satu lagi pak, bu Meta harus menghindari kerja berat dan stress ya pak "
" baik dok" jawab Erik kemudian menuntun Meta keluar ruangan dokter.
Sebelum pulang kerumah Erik membelikan vitamin yang sudah di resepkan dokter tidak lupa dia juga membelikan susu untuk Meta .
Lama - lama Erik mulai luluh juga, melihat Meta, saat dia memperhatikan wajah istrinya itu dia baru sadar sia semakin kurus dari sebelumnya , rasa kasihan dan menyesal karena selama ini mengacuhkan Meta mulai merayap di hati Erik.
** Haruskah aku memaafkanmu sekarang Meta?
Tapi bagaimana jika anak yang kamu kandung itu anak Tomo.
Aku tidak bisa menerima jika anak yang kamu kandung itu anak Tomo.
Apa yang harus aku lakukan?
Aku masih sangat mencintaimu.
Tapi aku juga masih kecewa padamu Meta.
** Batin Erik
Sesampainya di rumah Erik menuntun Meta masuk ke dalam rumah, bi Iyem mengikutinya dari belakang, ada rasa senang di hati bi Iyem melihat Erik sangat perhatian kepada Meta beda sekali dengan tadi pagi sangat Acuh dan kasar.
Tapi inilah Erik yang sebenarnya, Erik yang dulu, yang selalu sayang dengn Meta, yang selalu menjaga dan tak mengijinkan siapapun menyakiti Meta. Begitulah Erik yang di kenal bi Iyem dulu.
Erik menyuruh Meta beristirahat di kamarnya, karena kamarnya lebih luas dari pada kamar Meta yang berada disamping kamar bi Iyem.
" Sayang kamu tidur di sini dulu ya," kata Erik dengan tatapan penuh perhatian tidak ingin
istrinya sakit seperti tadi lagi.
Meta mengangguk, ada senyum di bibirnya akhirnya Erik bisa bersikap baik seperti dulu lagi. Meta merebahkan badannya di tempat tidur dia mencium bau parfum Erik yang tersisa dibantal, sudah lama sekali dia tidak mencium bau itu, bau parfum Erik yang selalu ia ridukan selama ini.
Meta semkin menyesal pernah mengkhianati Erik, suaminya itu laki - laki yang baik, waktu satu hari tidak akan cukup bila menulis kebaikan yang telah Erik lakukan untuknya dan keluarganya.
Erik duduk disamping Meta, memperhatikan Meta yang tertidur pulas sesekali dia melihat handphone untuk mengabari karyawannya kalau dia tidak akan ke toko kue hari ini.
Erik keluar dari kamar untuk mengambil minum, dan pergi ke kamar Meta mengambil termometer untuk mengukur suhu tubuh Meta berharap suhu badan istrinya sudah turun. Tiba - tiba ia mendengar handphone Meta yang sudah berbunyi dari tadi, ada panggilan telepon untuknya dan ada beberapa pesan masuk.
#**Meta aku kangen kamu#
#kok ga bls? #
#kapan bisa ketemu lagi #
# Aku kangen bau parfumu** #
Erik tercengang membaca pesan - pesan dari nomor tak di kenal itu.
Bersambung....
bagi wanita; ceraikan suami yg selingkuh krn sabarmu terbatas tak seperti Tuhanmu. tegaknya hak (keadilan) adalah batas sabar khusus bagi istri...😂👍💪
untuk dapat kesempatan kedua atas kesalahan perselingkuhan harus melalui tahap ini
mengaku salah
benar2 menyesal
berjuang minta maaf
berjuang menebus kesalahan
berjuang memperbaiki kesalahan
berjuang mendapat kesempatan kedua
berjuang mengobati hati pasangan yang luka
menebus kesalahan dengan kebahagiaan
baru benar2 dibilang layak dapat kesempatan kedua
tapi kalau dengan mudah dimaafkan perselingkuhan bisa saja terulang
dan meta tidak berjuang sama sekali dan hanya karena suaminya mempunyai cinta yang tulus meta bisa dapat kesempatan
sebenar meta belum pantas dapat kesempatan kedua hanya kerena dia pemeran utama wanita jadi dia tidak perlu berjuang karena posisi pasti aman
untuk novelis jangan malu buat karakter wanita berjuang
dan satu lagi pebinor tetap laknat
Sampah bener...
ga slalu laki2 yg salah dlm novel, perempuan bisa juga salah
mantap thor.