(Note : Novel ini adalah misi dari pihak Noveltoon dan Mangatoon. Jika ada kesamaan jalan cerita atau tokoh mohon di mengerti)
Alfi dan Riga sama sekali tidak saling mengenal, namun mereka berdua dijodohkan oleh ke dua kakek mereka. Alfi sangat menolak perjodohan ini, Alam kakek dari Alfi meminta nya untuk tinggal di rumah Riga, sudah tentu Alfi tidak mau melakukan hal itu. Tetapi kakek nya memaksa Alfi agar Alfi mau melakukan semua ini. Alfi yang kebingungan mengatakan pada kakek nya ia bersedia menerima perjodohan ini asalkan dalam waktu 3 bulan setelah mereka tinggal bersama dan mereka berdua tidak memiliki perasaan apapun perjodohan akan batal. Alam pun menerima syarat itu.
Alfi pun datang ke rumah calon suami nya, namun Alfi langsung di pandang rendah boleh keluarga Riga, karena penampilan Alfi yang kampungan, mereka juga sudah tau jika Alfi berasal dari kampung, Mereka semua tidak tau jika sebenarnya keluarga Alfi sangat kaya, hanya saja sikapnya memang merendah.
Riga juga sama sekali tidak bisa menolak perjodohan ini, kakek nya memiliki banyak cara agar diri nya menerima perjodohan ini. Ia sudah memiliki seseorang yang ia suka sejak dulu, seseorang yang pernah bermain bersama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
"Sudah," ucap Riga.
"Tunggu saya belum pesan." Alfi mengatur nafas nya dan duduk di depan Riga.
"Cepat, aku lapar," ucap Riga.
Dengan cepat Alfi menunjuk semua makanan yang ia mau, ia tidak peduli dengan Riga yang menatap nya heran. Makan Sushi tidak membuat nya kenyang jika hanya sedikit.
"Rakus," kata Riga.
"Kenapa, kamu takut rugi," tanya Alfi.
"Rugi aku membawa mu," jawab Riga.
"Ya sudah saya pergi dengan Daniel saja, dia akan menjemput saya." Alfi bangkit dari tempat duduk nya.
"Duduk atau aku akan membuat mu tidak bisa berdiri selama nya." Riga menatap tajam ke arah Alfi Hal itu membuat Alfi langsung duduk kembali.
"Aneh," gumam Alfi.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang. Alfi yang melihat semua makanan nya datang langsung memakan nya dengan sangat lahap, berbeda dengan Riga yang seperti menunggu seseorang.
"Uhuk uhuk." Alfi tersedak makanan karena terlalu terburu-buru.
Riga ingin mengambil Alfi air tetapi ada tangan yang lebih dulu mengambilkan air untuk Alfi.
"Minum," ucap Nathan.
Tanpa pikir panjang Alfi langsung mengambil gelas itu dan meminum nya. Ia tidak tau siapa yang memberikan nya minum.
"Terimakasih," kata Alfi.
"Sama-sama," ucap Nathan.
Riga mengerutkan dahi nya, ia tidak tau jika Nathan sudah berada di tempat ini. Ia cukup kesal pada Nathan karena Nathan memberikan Alfi minum. Ia heran kenapa semua pria di dunia ini selalu membuat nya kesal.
"Maaf aku hanya Reflek." Nathan duduk tepat di samping Riga.
"Kau sudah sampai, cepat sekali."
"Rumah ku tidak jauh dari sini," kata Nathan.
"Ayah mu?"
"Iya, aku pulang ke rumah untuk melihat keponakan ku."
Alfi tidak nyaman jika hanya dia wanita sendiri, ia merasa selalu terabaikan oleh mereka berdua. Jika seperti ini lebih baik ia pergi bersama Daniel yang lebih kenal dengan nya.
"Alfi bagaimana tidur dengan Riga, dia kuat," tanya Nathan.
"Nathan." Riga menepuk punggung Nathan.
"Diam lah, kau selalu mengabaikan nya, dia juga manusia."
Alfi menaikkan satu alis nya, ia tidak mengerti apa yang di maksud Nathan "Kuat apa, saya dan Riga memang tidur satu kamar tetapi tidak satu ranjang, semua aktivitas kami juga sudah terbagi."
"Oh begitu, dia itu gay, kalau dia menyentuh mu itu keajaiban yang besar, kau lihat dia apa pernah menunjukkan tubuh nya pada mu, dia apa pernah pergi dengan wanita." Nathan semakin mengompori Riga, sebenarnya ia cukup terkejut melihat Riga yang membawa Alfi.
"Tidak pernah," kata Alfi.
"Tadi pagi apa, jangan menghilang kan nya, kau sudah melihat nya," ujar Riga yang terpancing.
"Hahaha bagaimana, dia seperti susu kan. Kalau dia sudah mulai dekat dengan mu, itu tanda nya dia mulai sembuh. Aku ingin memberikan mu satu hal yang paling penting."
"Apa itu," tanya Alfi.
"Dia suka dengan ku, itu sebabnya dia selalu bersama ku," jawab Nathan yang membuat Riga mual.
"Kau diam atau aku akan meyumpal mulut mu," ucap Riga.
"Hahaha nanti kita lanjutkan lagi, dia sudah marah rahasia nya terbongkar," kata Nathan.
"Bagaimana dengan pacar mu," tanya Riga.
"Pacar ku? aku tidak punya pacar," jawab Nathan.
"Jangan bohong." Riga tau jika Nathan sedang dekat dengan seorang wanita, tetapi Nathan masih enggan mengatakan pada nya.
"Aku suka dengan calon istri mu," kata Nathan.
"Terserah," ucap Riga.
"Hahaha jangan marah, aku hanya bercanda, aku dekat dengan teman ku, tapi seperti nya dia tidak suka dengan ku," kata Nathan.
"Mustahil," ucap Riga.
"Ya sudah kalau tidak percaya," kata Nathan.
Setelah selesai sarapan. Mereka bertiga langsung pergi ke tempat golf. Olahraga yang paling Riga gemari, awal nya Nathan tidak suka dengan olahraga ini tetapi karena ia selalu di ajak Riga, ia jadi ikut ketagihan.
"Saya tidak bisa bermain," kata Alfi.
"Siapa yang meminta mu untuk bermain, kau diam saja," ucap Riga.
"Riga jangan begitu dengan calon istri mu. Alfi kau duduk saja di sana, kau siapkan minum untuk aku dan Riga," kata Nathan.
"Ayo cepat." Riga menarik Nathan agar cepat berjalan.
Alfi hanya duduk melihat Riga dan Nathan bermain. Bisa terlihat dengan jelas jika Riga memang sangat jago, ia melihat aura ketampanan Riga berlipat-lipat lebih keluar saat bermain golf seperti itu, apalagi ada keringat yang membasahi wajah Riga.
"Riga kalian ada perjanjian," tanya Nathan.
"Hmmm," gumam Riga.
"Dulu daddy dan mommy ku juga ada, tetapi mereka sampai membuat anai dan jadi aku."
"Itu berbeda, mereka sudah menikah kan, kalau aku dan Alfi belum menikah. Aku dan Alfi akan berpisah setelah tiga bulan dari perjanjian di buat."
"Bagaimana bisa berpisah, hanya sampai tiga bulan perjodohan kalian, kalian membuat ku bingung, /" kata Nathan.
"Singkat nya jika aku dan Alfi tidak mempunyai perasaan selama tiga bulan kami tinggal, kami berdua boleh berpisah," ucap Riga.
"Aku ada kesempatan dong, aku bisa mendekati Alfi," kata Nathan, terlihat keseriusan di wajah Nathan.
tantangan buat para novelis kalian berani tidak buat pelakor dan istri berkelahi istri dan pelakor sama berdarah, dan kalian juga memaafkan pelakor dan coba mengerti alasannya pokoknya berani tidak pelakor dapat perlakuan kayak pactrik (pebinor laknat tapi tetap dibela)
kan anak dr varo sang Kakek