NovelToon NovelToon
Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:411.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Trisubarti

Cerita ini mengisahkan tentang Mawar. Menikah muda dengan Aditya walaupun sudah di larang oleh kedua orang tuanya.


Setelah berjuang ingin bangkit dari kemiskinan, rela berjualan kripik singkong agar suaminya bisa kuliah. Untuk menepis keraguan orang tuanya.
Namun, setelah berhasil. Apa jadinya jika sang suami malah menikah lagi?
Kita ikuti yuk kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trisubarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Terima Kenyataan.

"Mawar! jangan bicara begitu" ucap Adit sambil memeluk dan menangis. Adit benar-benar bak pengemis cinta. Mawar baginya adalah roh, dan jika roh itu pergi, maka ia pun mati.

Betul, Adit memang salah, sudah menikah tidak membicarakan dulu dengan Mawar. Itu karena apa? karena, Adit tidak mau kehilangan orang yang selalu mendukungnya. Dan wanita yang selalu ia rindukan di setiap langkah kakinya. Di setiap tarikan nafasnya.

"Dengar Mawar" Adit memutar tubuh Mawar agar menghadapnya. Namun, Mawar bergeming tatapannya kosong kearah tembok.

"Mawar... please... tatap mataku, sungguh aku sangat mencintai kamu." ucap Adit kemudian menatap lekat wajah Mawar pipinya agak tirus, mungkin karena terlalu stres menghadapi persoalan rumah tangganya yang rumit akhir-akhir ini.

"Aku tahu Mas, tetapi... nyatanya kamu sudah menduakan aku kan? dan ironisnya semua itu demi harta kan?!

"IYA KAN MAS...!!! Bentak Mawar hingga membuat Adit terjingkat kaget.

"Kamu salah Mawar! sekarang ikut aku. Jika kamu ingin tahu fakta yang sesungguhnya," Adit membopong Mamar. Mawar meronta-ronta ingin turun tapi Adit semakin mengencang kan tangan kekarnya.

Adit berjalan cepat membuka pintu dengan kunci yang masih di tanganya. Lutut satunya di angkat keatas menekan tubuh Mawar agar tidak lepas dari gendongan.

"Mbok, tolong buka pintu mobil" kata Adit kencang agar terdengar Simbok. "Iya Tuan" Tanpa pikir-pikir lagi, Simbok bergegas kedepan membuka pintu mobil kemudian membuka pagar.

Simbok tidak berpikir buruk, ia tahu jika Tuanya ingin menyelesaikan permasalahan rumah tangganya.

"Turunkan aku. Turunkan aku..." ucap Mawar dalam dekapan aditya sambil memukul-mukul dada suaminya. Namun, sejatinya Mawar sedang menghirup aroma wangi tubuh pria yang ia rindukan. Kemudian menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.

Aditya tersenyum samar menatap Simbok yang masih berdiri di pintu pagar seolah berkata "Yes" Sedetik kemudian Simbok mengedipkan mata sebelah.

Adit kemudian mendudukan Mawar di depan. Di sebelah pengemudi dan memasang sabuk pengaman untuk istrinya. Mawar kali ini pasrah tidak berbicara.

Adit kemudian masuk kedalam mobil melaju dengan cepat, ingin segera sampai tujuan. Di dalam mobil terasa sepi, hanya mendengar dengungan mobil yang memekakkan telinga.

Adit memarkirkan kendaraan di parkiran rumah sakit. Ingin membuka sabuk pengaman di tubuh Mawar. Namun, dengan cepat Mawar membukanya sendiri.

Sampai di luar. Adit dengan cepat menggandeng tangan Mawar "agar tidak kabur" pikiran Aditya.

"Untuk apa kita kerumah sakit? Mas Adit, sakit? sakit apa, haa!" ucap Mawar panik kemudian menggerangi tubuh Adit menghadang langkah Adit berdiri di depannya.

"Bukan aku yang sakit. Ayo" ucap Adit kemudian menarik pundak Mawar dan mereka pun berjalan.

Sampai di depan ruang ICU Adit berhenti dan mengajak Mawar berdiri dan melihat seorang yang sedang kesakitan di dalam.

"Maw, kamu lihat wanita yang sedang sakit itu?" lirih adit kedua tangannya menekan kaca. Karena saat ini Silfi tidak boleh ada yang menjenguk.

"Iya, dia siapa?" tanya Mawar tak kalah lirih. Sebenarnya otak cerdas Mawar sudah bisa mencerna. Namun Mawar ingin memastikan.

Adit menghela nafas panjang. Tangannya ia lingkarkan di pundak istrinya. Kemudian menceritakan semuanya.

"Oh jadi di--dia?" Mawar tidak bisa menjawab apapun. Ia bingung bagaimana harus bersikap.

Keduanya masih menatap wajah Silfi yang hanya terlihat samar dari luar kaca. Peralatan medis selang oksigen untuk membantu pernapasan dan alat-alat di tambah dengan penampilan kepala plontos sungguh menyedihkan.

Mawar Merah PoV.

Sudah sewajarnya, seorang istri harus mengabdi kepada suami. Selalu mendukung semua rencana maupun impianya, agar terwujud adalah gambaran isteri yang baik.

Namun, bukan berarti aku tidak pernah kecewa kepada suamiku. Apalagi sampai menikah dengan wanita lain tanpa jujur kepadaku.

Ada banyak hal rumitnya persoalan dalam rumah tanggaku. Namun, selama ini bisa aku atasi. Hanya satu ujian dalam rumah tangga yang tidak bisa aku jalani dengan ikhlas. Yaitu adanya orang ketiga.

Namun kendati demikian, sejahat-jahatnya Adit selama pernikahannya tidak pernah satu kata pun berucap kata kasar hingga melukai hatiku.

Alangkah tidak adil jika aku menghakimi suamiku lantaran ia menikah demi menolong seorang gadis yang sedang meregang nyawa? "oh tidak... aku tidak boleh egois.

"Maw, kita keluar yuk" ucap Mas Adit membuyarkan lamunan ku.

"Kemana?" tanyaku kemudian, aku menoleh wajah Mas Adit lekat dengan jarak yang dekat. Sudah berapa hari wajah ini tidak pernah aku lirik ternyata kelihatan kurus beban berat seolah bersarang di pundak. Rupanya dia pun tersiksa.

"Kita ke mushola dulu, solat manggrib, terus cari makan ya" ucapnya lembut. Aku mengangguk kami pun segera pergi meninggalkan kaca. Namun sambil berjalan aku masih menoleh mengamati kaca hingga tidak terlihat lagi.

Selesai shalat, Mas Adit mengajak aku masuk ke dalam restoran. Sebenarnya aku tidak mau ingin pulang saja pasti Simbok sudah menyiapkan makan malam.

"Mau pesan apa?" tanya Mas Adit sambil memegang buku menu. "Terserah Mas saja" jawabku, bayangan wanita di balik kaca tadi masih memenuhi pikiranku entah harus bagaimana aku bersikap saat ini.

"Maw, maaf ya, aku kemarin tidak menemani kamu mencari kampus"

"Nggak usah di pikirkan Mas" sahutku singkat.

"Ini, atm aku kamu yang penggang, untuk biaya kuliah kamu dan untuk kebutuhan sehari-hari insyaallah lebih dari cukup" tuturnya sambil menyerahkan atm di depan ku.

"Pegang saja Mas, untuk sementara ini aku masih punya tabungan, lagian untuk biaya kuliah aku sudah urus biasiswa" sahutku.

Mas Adit tampak terkejut kemudian menatap aku lekat.

"Ya Allah Maw, kenapa harus mengurus biasiswa sih? aku sanggup kok biayai kuliah kamu" ucapnya dengan wajah menyesal.

"Kalau memang bisa, kenapa nggak? toh aku tidak mau menjual suamiku ke wanita kaya untuk membiayai kuliahku." jawabku enteng kutatap wajahnya tampak terluka dengan kata-kataku.

"Maw" ucapnya memegang telapak tangan ku di atas meja.

"Sudah Mas, ini sudah menjadi keputusan aku, dan ijinkan aku setelah ini, untuk mencari kerja"

"Siapa tahu nanti aku bisa, membantu Melati juga untuk daftar kuliah" tuturku panjang lebar.

"Tidak usah bekerja Maw, please... biar aku yang cari uang. Ini uang mutlak gaji aku Maw, jangan ulangi kata itu lagi seolah aku menjual diri" katanya kemudian sambil mengangkat atm yang masih di atas meja.

Obrolan terhenti saat wetress datang menyuguhkan hidangan.

Kami pun makan dengan diam, setelah kami makan melanjutkan pembicaraan.

Aku menghela nafas panjang. "Baiklah... atm ini aku pegang, tapi izinkan aku bekerja sambil kuliah" ucapku kekeh.

"Terus, kalau kamu terlalu capek bagaimana kita bisa memiliki momongan Maw?" ucapnya lemas.

"Kita percayakan sama Allah Mas, kita hanya bisa berdoa. Anak itu titipan Allah. Jika Allah menghendaki pasti kita memiliki anak"

"Lagi pula, aku harus selalu menyibukkan diri. Bisa setres aku bila menunggu Mas dirumah tanpa melakukan apapun"

"Nyatanya Mas Adit saat ini bukan hanya milik aku, ada wanita lain yang lebih membutuhkan Mas" tuturku, dengan air mata yang tidak bisa aku bendung.

1
Lita Yunata
Kecewa
Lita Yunata
Buruk
YouTrie: EGP cari saja bacaan yang sesuai
total 1 replies
falea sezi
karma johan mana nih masak adem ayem aja
falea sezi
bapak egois ne johan
falea sezi
cerai aja lah mawar biar Adit ma istri penyakitan
falea sezi
cerai aja mawar
Endang Supriati
saya 3 x melahirkan dgn cesar, tdk masalah. malah bagus tempat utk junior suami utuhh! tdk utk buat jalan lahir. kata suammi saya rasanya masih kaya perawan walau tdk berdarah. beda yg lahir normal kaya goa terawan. serapat rapatnya buat lewat kepsla bayi. yg jekas longgarrrrrr.
Endang Supriati
mana ada laki2 dipaksa menikah, yg ucap ijab kabul itu laki2
Sri Watigustami
thor,,kasih saran aja ya tlg jadikan mawar wanita yg tegas,mna ada cerita wanita mau dimadu apapun itu alasannya
Sri Watigustami
mana ada wanita kayak mawar,selain dijaman nabi .. jd malas bacanya thor.
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
sudah aq like, 5 bintang dan sudah aq favoritkan juga kak
Nenieedesu
AQ kasih lima bintang
Aninda Peto
aku mampir budhe, dukung karyaku juga yah.... judulnya Dark Romance. karya baruku heheheh
Aninda Peto: gagal gimana?
total 5 replies
amalia gati subagio
so ratu kenong ngerayu raja halu agar ttp bertahta, uchhh fasilitas bok.... silau men 😁rumah baru, tabungan, yg urusan dgn du n du aman terkendali, poligami dgn 1/2 zasat.... jual miralis ya war demiiii.... kian 😜
amalia gati subagio
mawar sok iyes, 11 12 lakinya, serakah!!! sok yg paling tersakiti utk level The one and only one 🤗🤗🤗🤗keyen!!! kere sudra dadi raja n raju lenong 👍
amalia gati subagio
pernyataan termunafik dari pembual pejinah
Helen Apriyanti
smngttt sll budhe .. buln sll sabar ...
R.F
ljt kk
Nur Hidayah
Lanjut Rembulan dan Tara nya Budhe😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!