Lia Maharani dan Davin yang menjalin cinta dengan intrik intrik didalam nya , dapatkah mereka bersatu ?
Dan dapatkah Davin membalas dendam nya pada Ayah yang telah membuang nya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
Lia membuka matanya ,, Ia tidur miring kesisi kanan . Didepan nya sosok Davin juga tertidur menghadap kearah nya dengan pakaian lengkap . sementara ia sendiri masih mengenakan jubah mandi .
'aahh.. pakaian sudah kering rupanya ' batin Lia
Dia menatap wajah Davin yang tertidur seperti bayi . Wajah nya tampak tenang hingga membuat Lia sedikit tergoda , perlahan ia mendekatkan wajah ke wajah Davin semakin dekat hingga bibir mereka berjarak beberapa inci saja, belum sempat Lia matanya menutup . Davin tampak sudah menggerakkan kelopak mata nya, dengan segera Lia berguling kebelakang hingga jatuh dari ranjang ...
'' Aaaauuuugggg....'' pekik nya pelan .
Davin yang sudah membuka matanya penuh bingung melihat Lia yang terguling dan jatuh .. Dia merangkak di atas ranjang dan melongok kearah nya .
'' Kau tak apa ??? kenapa kamu bisa sampai jatuuhh??? '' tanya Davin bingung dengan masih mencoba mengumpulkan nyawanya .
Lia yang masih kesakitan dari jatuhnya ,, hanya bisa meringis .
'' Dimana bajuku ?? '' tanya nya ,, mengalihkan perhatian sambil bangkit dari jatuh nya .
'' Disamping tv . '' ucap Davin pelan dan malas , ia masih sangat ngantuk .
Dia melanjutkan tidur nya dengan tangan yang menggantung di ranjang . sementara kepala nya tersender di pinggiran ranjang .
Lia memeriksa kantong disamping tv yang ditunjuk Davin . Pakaian nya terbungkus rapi daan wangi .
Lia tersenyum senang , lalu menoleh kebelakang . Dilihatnya Davin yang tertidur pulas . Ia kembali menatapi pakaian nya , dan mulai memakai nya . dari pakaian dalam lalu saat ia hendak memakai kaos nya , terdengar suara siulan menggoda ..
Raut wajah nya berubah . Tanpa menoleh ia melanjut kan memasang kaos luar nya sementara jari kaki nya mencapit jubah handuk yang ia tanggalkan tadi, menarik nya dengan tangan lalu melempar kan nya kebelakang . Tepat mendarat di muka Davin .
Davin menyibakkan benda yang menutupi pandangan nya . Yang terlihat kini Lia sudah mengenakan pakaian lengkap nya .
'' Kau mengintip ??? '' Lia memasang muka marah nya , Dia sudah berbalik dan berjalan mendekati Davin .
'' Aku baru membuka mataku .. Dan kau sudah menyuguhi pemandangan penakjub kan itu .'' Ucap Davin masih terbaring diranjang dengan senyum lebar menghiasi wajah tampan nya . Ia tak menggerakkan tubuhnya sama sekali . Ia terlalu ngantuk dan lemas .
Lia menggenggam pergelangan tangan Davin dan memilin nya kebelakang punggung nya . Davin tersenyum senang kini giliran Dia yang menangkap tangan Lia dan dalam sekejap tubuh nya sudah menindih tubuh mungil wanita cantik didepan nya .
Davin tersenyum lebar , didekati nya wajah Lia dan mengecup bibir ranum nya yang langsung dibalas oleh Lia . Kini mereka saling menggulum lidah . Dan semakin memanas . Suara kecapan memenuhi ruangan itu .
Perlahan Davin melepaskan gengamannya , tangan nya mulai menjalar kemana-mana . Ia menjadi tak sabar . Tubuhnya mulai terasa panas , Davin melepas bibir Lia dan menanggalkan kaos nya .
Dia hendak mulai kembali menggulum bibir Lia .. Namun jari-jari tangan Lia menahan mulut Davin ..
Davin menatap Lia dalam- dalam . Ia mencoba mencari celah ,, Namun Lia masih pada pertahanan nya ..
Sekali lagi Davin menatap Lia dalam - dalam .
'' Ijinkan aku ... merasakan nya sekali lagi ... '' pinta nya memelas .. '' Tak bisa kahh kau memberi kannya ?? "
Lia menatap jauh dalam mata Davin , Ia seolah tersihir dan tenggelam didalam nya . hingga Ia melemah . Dia luluh dan membiarkan Davin melanjutkan cumbuan nya .
membuat kissmark di sepanjang dada nya . Kini tubuh nya telah polos . terasa sesuatu yang keras mencoba memasuki area sensitiv nya .
Nafas Davin kian tak beraturan peluhnya menetes dan menyatu dengan peluh Lia . Davin merubah ritme hentakan nya , menjadi lebih cepat .
Tubuh Lia bergetar hebat kaki nya mencapit pinggang Davin dan tangan nya yang memeluk punggung pria itu menggoreskan luka cakar disana ..
Perlahan hentakan tubuh Davin melemah, peluh nya makin banyak bercucuran . Dia menatap wajah teduh Lia dan mengecup lembut matanya yang terpejam . Dia telah selesai melepas hasrat nya .
Tak berbeda jauh dengan Lia , ia selesai melakukan pelepasan bersamaan dengan cakar yang ia tinggalkan di punggung Davin .
Davin yang memang kurang tidur langsung terlelap begitu saja diatas tubuh Lia . sementara Lia masih sempat terjaga beberapa saat sampai ia ikut menyusul Davin terlelap .
▪▪▪▪▪
baca novel biar happy dg menghalau ketemu yg sad ending suka gak kuat jantung tua ini😭