NovelToon NovelToon
LAST STAND

LAST STAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi / Zombie / Epik Petualangan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Sci-Fi
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: KURORYU

Hari dimana umat manusia menyaksikan sebuah meteor menhancurkan sebuah desa di kaki gunung Tasikmalaya yang menyebabkan tercemarnya aliran air dan juga menjadi sebuah wabah terjangkitnya yang di sebut "Inang" sebutan bagi manusia yang terjangkit di karenakan mereka bertingkah monster yang memakan manusia dan menginfeksi korban mereka, Mampukah manusia bertahan atau "inang" yang menang dalam wabah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KURORYU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. NOW I FIND YOU

Kemenangan Pahit dan Misteri 'Project Zero'

Gilang menatap monster itu yang kini tak lagi bergerak. Wildan, di sisi lain, langsung menuju Ismira yang terkapar di ranjang. Tapi pas dia mau pergi, kakinya dicengkeram!

"Kreekk..." Suara tulang patah terdengar, bikin Wildan menjerit. Cengkeraman itu berhasil bikin tulangnya bunyi kayak patah.

"Diem lo di sini, bangs*t!" ucap makhluk yang tadi dia lawan, sambil megangin kaki kiri Wildan.

"Anjing lu, makhluk bangs*t!" Wildan balik badan, nendang muka makhluk itu.

Dukk!

Suara tendangan yang mendarat di wajah monster itu bikin dia mental dan ngebentur kaki kursi. Kesempatan bagus buat Wildan.

Dia langsung ngejatuhin kursi itu, berhasil nimpa leher monster, terus nekan sekuat tenaga biar leher makhluk itu putus.

"Mati lu, makhluk sialan!!" teriaknya sambil neken kursi yang udah terbalik dengan ujung lancipnya pas di leher gagaran. Dia nendang kepala gagaran itu lagi, akhirnya berhasil motong kepala gagaran yang dia lawan.

Pertarungan Gilang sama makhluk yang dia lawan belum berakhir. Kelihatan sekarang makhluk itu udah lemah karena pertarungan dan luka yang dia terima.

"Lu kira gue mati dengan luka-luka kecil ini?!" ucap makhluk itu sambil berdiri setelah dibanting Gilang. Kelihatan sekarang dia enggak punya tangan kiri, karena sebelumnya udah dihancurin Gilang. Ada juga beberapa sayatan yang dia terima selama berantem sama Gilang.

"Cuma segitu kekuatan orang yang mau nyelamatin 'Project Zero'?" katanya, bikin Gilang bertanya-tanya karena dari tadi makhluk itu terus ngomong 'Project Zero'.

"Siapa yang lu maksud?!" ucap Gilang sambil jalan ke arah makhluk di depannya, terus lari nerjang dadanya pakai kaki kanannya. Makhluk itu langsung telentang jatuh, terus Gilang nginjek tangan capitnya.

"Cepat ngomong! Kalau enggak, gue ledakin kepala lu!" ancamnya sambil narik kerah baju gagaran itu.

Tapi bukannya jawaban, dia malah dapet ludah darah yang mendarat di mukanya.

Cuih...

"Lu mau tahu siapa yang gua maksud? Lu tanya sendiri!!"

Ucap monster itu, ngeyel. Gilang langsung nonjok wajah monster itu, terus masukkin botol bertuliskan 'ledakan' ke mulut monster itu.

"Sekali lagi gue tanya, apa sebenarnya yang lu maksud?!" Gilang nanya lagi. Monster itu malah bunuh diri, gigit botol itu, bikin kepalanya hancur dan Gilang kena serpihan kaca sama darah yang ngebanjiri mukanya. Dia mental ke belakang dan terkapar.

Ismira Sadar dan Ancaman Dokter Gia

Enggak lama, Wildan nyadarin Ismira, terus bantu dia bangun.

"Ayo cepat bangun! Kita harus keluar dari sini!" katanya sambil bantu Ismira berdiri dari kasur.

"Tapi Gilang gimana?!" ucap Ismira sambil ngelihat ke arah Gilang, yang sekarang terkapar sama mayat tanpa kepala.

Ismira pun berdiri dan jalan tertatih-tatih yang dituntun Wildan, terus duduk di samping Gilang. Dia lihat Gilang penuh darah.

Dia dekap kepala Gilang dan langsung memangku kepala Gilang di atas pahanya sambil nangis sejadi-jadinya. Dia kira Gilang udah meninggal.

"Kenapa kamu nyari aku?! Padahal kamu tahu bisa mati kapan aja, dan aku enggak bisa ngelihat kamu mati..."

Isak tangisnya sambil berderai air mata. Sesekali dia ngusap wajah Gilang, berharap Gilang buka mata, tapi enggak kunjung terbuka.

"Aku janji enggak akan ninggalin lagi kamu! Heii, Gilang, bangun..." ucapnya sambil meluk kepala Gilang dan mukul-mukul dada Gilang.

Wildan, awalnya mau ngehentiin Ismira dan nyuruh mereka balik ke rumah, tapi enggak lama dia denger suara dari Gilang yang bikin dia kaget.

"Sakit, Mi... jangan keras-keras meluknya... Aku bisa mati betulan!" ucap Gilang sambil balik ngebelai wajah manis Ismira buat ngehentiin dia.

"Gilang..."

Wildan langsung deketin Gilang dan bantu dia berdiri, terus mbopongnya.

"Lu masih bisa berdiri kan?"

Ucapnya sambil coba mbopong Gilang, ditemenin Ismira. Baru aja mereka berdiri, mereka bertiga dikejutkan sama lampu yang nyala.

Bikin mereka nyipitin mata dan ngehalangin pakai telapak tangan. Kedengeran suara seorang pria yang ngomong ke mereka.

"Selamat atas kerja keras kalian, nampaknya Proyek Zero bisa berkembang sebagaimana harapan kami..."

Ucapnya sambil tepuk tangan, ngasih apresiasi hasil kerja keras mereka.

"Siapa lo, bajingan?! Lu tahu berapa nyawa yang harus mati karena ulah lo, dokter setan?!" bentak Wildan, emosi. Orang itu langsung ngejawab, dan ternyata namanya adalah Gia.

Dokter yang pernah disebut Ismira pas pertama kali lihat monster kucing raksasa.

"Jika kalian terus membawa gadis itu... kalian akan terus menderita," ucap ancaman dari suara itu yang langsung dibentak Gilang.

"Jangan repot-repot lu cari dia... Karena Gue yang akan datang ke depan muka lu!!" teriaknya sambil balik nantangin.

Enggak lama, layar televisi nyala, nampilin pria berjas putih ala dokter, senyum ke mereka.

Speaker rumah sakit bunyi kenceng banget, bikin mereka nutup telinga karena suaranya memekakkan telinga.

"Jika kalian bisa masuk, harusnya kalian bisa keluar!"

Ucap pria itu sambil natap Ismira yang langsung sembunyi di balik tubuh Gilang.

Mereka bertiga menuruni tangga. Wildan dibopong Gilang karena sekarang, kakinya mulai mati rasa dan juga sulit digerakkan.

Satu per satu anak tangga yang mereka turuni, sekarang banyak kedengeran suara langkah kaki sama raungan monster dan inang dari arah luar klinik.

Mereka lari nyari jalan keluar dari klinik, dan nemuin sebuah ruangan dengan jendela yang terbuka.

Mereka langsung masuk ruangan itu, terus nutup pintu, dan ngeganjalnya pakai gagang infusan biar enggak bisa dibuka dari luar.

"Cepat keluar, Wil! Biarin gue yang keluar terakhir... cepat keluar bawa Ismira!"

Ucap Gilang sambil ndudukin Wildan di jendela dan bantuin dia keluar. Disusul Ismira dan dia sendiri yang keluar dari jendela itu.

Mereka pun lari muter arah, ngejauhin pintu masuk. Kelihatan drone milik Yukky udah nungguin mereka buat nuntun balik pulang ke tempat aman.

Dalam perjalanan, mereka bertiga hening tanpa sepatah kata pun terucap. Ismira jalan paling depan, disusul Gilang dan Wildan yang dia bopong.

"Wil... sekarang gue nerima buat ikut ke shelter tempat lu sama Agan tinggal. Tapi lu janji jangan bilang ke siapa-siapa tentang 'Project Zero' sebelum kita tahu sebenarnya apa itu 'Project Zero'," tutur Gilang sambil mbopong Wildan. Wildan ngacungin jempol, tanda dia ngerti sama keraguan Gilang.

"Sekarang kita tahu apa yang kita hadapin... dan kita tahu cara buat ngadepinnya..." Jawabnya sambil melihat foto Agan dan adiknya dengan tangan kanannya. Tekadnya semakin kuat.

Apa yang akan mereka hadapi di perjalanan menuju shelter? Dan apa sebenarnya 'Project Zero' itu?

1
Mitt²🍒⃞⃟🦅
semangat 👍
Mitt²🍒⃞⃟🦅
saat dialog setelah tanda petik huruf pertama kapital kak 🙏
Mitt²🍒⃞⃟🦅: sama saya juga kak 🙏, mampir kak kalau berkenan
total 2 replies
➳ᴹᴿ᭄✍ ₑₖₐ ⱼᵤₙₕₐₜₐ✎㎡
Karya yang luar biasa
mia sarfi
zombie bucin
mia sarfi
semoga selamet
Anisa Fitria
bencana tingkat kota
Anisa Fitria
baru nyoba baca novel zombi sih
Anisa Fitria
semangat kakak
mey
lanjut Thor kalo gak lanjut di tampol setiap detik. 😁
OGLOST: bjir :v
total 1 replies
OGLOST
semangat
OGLOST
nice plot
RSL
sebenarnya ga ada salahnyakan setiap awal cerita dimulai dengan alarm, MCnya kesiangan, lari terburu-buru berangkat sekolah. thanks japan mana 🙏
tintakering
jadi bencana nasional😁
tintakering
salam kenal thor. cerita yg menarik👍
OGLOST: makasih kakak
total 1 replies
EMB tri.g
lanjut thor, semngat
OGLOST: iya sama sama ka :)
total 2 replies
OGLOST
nice novel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!