Warning! Untuk memahami jalan cerita ini sebaiknya kakak-kakak membaca cerita Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah terlebih dahulu.
Dan mohon maaf karena novel sebelum nya adalah novel pertama author, jadi disana masih banyak kesalahan dalam penulisan dan lainnya.
Nakula dan Sadewa jatuh cinta kepada dua gadis kembar bernama Aurora dan Laluna sejak pertama kali mereka bertemu disebuah acara perhelatan ulang tahun mantan Jenderal besar Cakrawala Bima Sakti yang ke 50 tahun yang adalah kakek kedua gadis cantik itu.
Langit yang adalah kakak dari keduanya sekaligus sahabat dari Nakula dan Sadewa tidak suka jika ada pria lain yang mencoba mendekati kedua adik kembarnya termasuk kedua sahabat Nakula dan Sadewa.
Konflik terjadi saat situasi didalam negeri memanas tatkala tiga partai besar memperebutkan kursi kepemimpinan saat pemilu sedang berlangsung, dan Langit beserta kedua adik kembarnya harus memenuhi panggilan negara.
Apa saja yang terjadi dengan hubungan mereka?
Apalagi saat Langit mengetahui berita besar tentang kekasih hatinya Queen?
Yuk simak ceritanya 😉
Jangan lupa like, vote dan komen serta gift nya yah 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Indra dan Boril
" Nakula tolong aku! Mobilku mogok "
Jam 10 malam Handphone milik Nakula berkali-kali terdengar deringan nya, pria itu belum lama terlelap dalam tidurnya. Saat dia akan mengambil handphone miliknya yang dia taruh di lemari nekas samping ranjangnya, dering handphone itu berhenti berganti dengan dering pemberitahuan pesan masuk.
Nakula memicingkan matanya, berusaha untuk melihat siapa yang tiba-tiba menghubungi nya malam-malam seperti ini.
Tidak mungkin Aurora pikirnya, karena sebelum tidur tadi mereka baru saja berbincang lama untuk melepaskan rindu.
Nakula mengerutkan keningnya saat dia melihat nomor yang tertera disana, dia memang tidak pernah menyimpan nomor orang ini selama ini karena dia merasa tidak memerlukannya. Tetapi dia masih hafal dengan urutan nomor yang tertera pada layar handphone nya.
Paling cuma akal-akalan dia aja - Nakula
Persis saat Nakula akan menonaktifkan kembali layar handphone nya, dering pada benda pipih tersebut kembali terdengar sayangnya lagi Nakula terlanjur menekan tombol hijau.
" Nakula...Please tolongin aku! Mobilku mogok "
" Telpon bengkel kak, jangan telpon aku...Aku sedang tidur " Jawabnya dengan suara bantalnya.
" Nakula aku mohon untuk sekali ini saja, tolongin aku !" Farah benar-benar terdengar sangat putus asa diseberang sana.
" Share lock !" Ucapnya singkat.
" Thanks La, gue tunggu! Cepetan yah,gue takut soalnya "
Tanpa menjawab sepatah katapun, Nakula mengakhiri sambungan telponnya.
" Wa...Dewa..." Nakula memasuki kamar Sadewa , ternyata saudara kembarnya ini masih asik dengan gawainya.
" Iye gue denger, gak usah treak-treak gitu kali "
" Si Farah barusan telpon gue, minta tolong mobilnya mogok!"
" Terus?? Emangnya Lo mau benerin mobil dia malem-malem gini?"
" Ogah banget! "
" Ya terus mau lo gimana?"
" Lo telponin si Indra deh, minta dia yang benerin mobil nya si Farah, dia udah share lok nya nih "
" Lo gila yah, dia tuh gitu-gitu cewek tau la, ini udah malem!"
" Ya suruh dia dateng sama siapa kek biar dia gak sendirian, sama si Boril gitu "
" Ya udah bentar, Lo kasih duit jajan tapi ntar buat mreka berdua "
" Beres kalo soal itu, yang penting gue gak ketemu sama nenek sihir itu "
Sementara di lokasi dimana Farah dan Bella berada.
Ternyata memang mobil yang dikendarai oleh Farah benar-benar mogok, tapi dasar Farah dia memanfaatkan situasi ini untuk mendatangkan Nakula kesana.
" Lama banget sih Far, udah malem ini..." Bella sedari tadi sudah merasa khawatir
" Lo juga sih pake nelpon si Nakula, bukannya si Bobby aja " Lanjutnya.
Setelah penantian panjang akhirnya mereka melihat sebuah mobil menepi di dekat mobil yang mereka tumpangi.
" Itu kayaknya dia Bell " Farah bergegas keluar dari mobilnya.
" Dengan kak Farah?" Tanya salah seorang dari kedua orang yang menghampiri dirinya dan Bella.
" Saya Indra kak ini teman saya Boril, Nakula meminta saya kesini untuk melihat mesin mobilnya " Lanjutnya
Niatan yang sudah Farah persiapkan dari awal tadi untuk mengambil kesempatan pada Nakula akhirnya harus dia simpan kembali, karena ternyata laki-laki itu mengutus dua orang temannya untuk memperbaiki mobilnya.
" Eh ..Iya saya Bella "
Bella mewakili sahabat nya untuk menyambut kedatangan mereka, karena Farah malah diam dan larut dalam pikirannya sendiri.
" Tolong buka kap mesin nya ka " Pinta Indra sementara Boril temannya sedang mengambil alat-alat tempur nya.
" Far ...Farah!" Bella mengibaskan tangannya didepan wajah sahabatnya
" Yeee...Malah bengong ni anak "
Seketika tangis Farah pecah, dia sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya terhadap Nakula. Wanita itu menjatuhkan dirinya di pelukan Bella.
" Kak... Temennya sakit? Apa mau saya antar ke rumah sakit?" Boril menawarkan bantuannya, dia sedikit terkejut ketika tiba-tiba dia mendengar suara tangisan Farah saat dia sedang mengambil alat-alat tempur nya.
" Engga...Gak usah, dia cuma lagi ada masalah dikit "
" Gak apa-apa kok.." Lanjutnya.
" Kenapa sih Bell, disaat gue beneran butuh bantuannya dia, dia gak peduli?" Isak Farah.
Memang selama ini Farah seringkali membohongi Nakula dengan banyak dalih hanya untuk mendekati pria yang usianya tiga tahun lebih muda itu, kenapa sulit sekali untuk mendekati laki-laki ini pikirnya.
" Gue udah bilang Far, percuma ngejar dia terus...Lo udah punya Bobby "
" Apa yang kurang dari Bobby coba??"
" Gue Bell...Gue yang kurang cinta sama dia " Isak nya lagi.
" Kak, maaf mobilnya bisa tolong di starter?" Pinta Indra dari balik kap mesin mobil. Dia dan Boril sudah memeriksa kondisi mesin dan mengisi kembali air radiator nya.
Bella menginjak pedal rem dan memutar kunci yang sudah terpasang, seketika mesin mobil pun menyala.
" Udah semua yah ka, tadi air radiator nya hampir saja kering, tapi udah kita isi kembali " Ujar Indra sambil membereskan peralatannya.
" Ini buat kalian " Bella menyodorkan sejumlah uang.
" Udah ka...Tadi udah sama Nakula " Boril menolak pemberian uang Bella.
" Kalo boleh tau Nakula itu siapanya kalian yah ?" Farah tiba-tiba bertanya
" Dia temen kita dari SMP ka, kita sama-sama suka otomotif " Jawab Indra
" Owh aku fikir dia majikan kalian " Nada bicara Farah terdengar merendahkan ditelinga Indra, tetapi gadis tomboy yang sangat mirip dengan laki-laki itu hanya menarik sebelah bibir nya.
" Farah!" Bentak Bella, dia tidak percaya Farah bersikap seperti itu. Seharusnya dia berterima kasih kepada mereka karena sudah mau membantu mereka meski sudah larut malam.
" Udah yah kak, kami permisi " Indra dan Boril menaiki mobilnya, Bella baru menyadari jika mobil yang dikendarai oleh Indra bukanlah mobil yang biasa dikendarai oleh montir. Mobil mereka lebih pantas dimiliki oleh pemilik dealer mobil atau bahkan lebih dari itu.
" Makasih banyak yah Indra, tolong sampaikan terimakasih saya kepada teman kalian " Ucap Bella
" Mending sampein sendiri aja ka, permisi " Indra melajukan mobilnya, meninggalkan dua wanita berbeda karakter itu disana.
" Gedeg gue anjir! Pantesan aja si Kula kagak mau nyamperin mereka " Boril mengutarakan kekesalannya.
" Udah biarin aja, tong kosong nyaring bunyinya Ril " Indra tergelak
" Iye...Mobil yang dipake mereka aja sama ma mobil satpam Lo Ndra " Boril tertawa terbahak-bahak.
Coba tebak berapa uang yang diberikan oleh Nakula kepada Indra dan Boril untuk menggantikan posisinya menemui Farah dan Bella malam itu.
Yess!! Seharga motor NMAX!
" Terima kasih atas bantuannya " Kata-kata yang Farah untuk Nakula melalui pesan singkat yang dia kirimkan.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah
Terimakasih karena selalu menunggu episode baru dari cerita ini 🤗🤗🤗
semangat terus thor 💪💪💪
aku jdi penasaran end nya
bikin babang langit esmosi
Terlepas dari itu, makasih kaka udah nglanjutin lagi novel ini, ditunggu segera gak pakai lama up up novel ini, nuhun.... 🙏🥰🥰🥰