NovelToon NovelToon
Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:126.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Semua orang tau bila Jessica sangat membenci musim dingin, terlebih-lebih ketika salju turun. Jika bagi orang lain salju adalah sebuah keajaiban, bagi Jessica salju adalah petaka. Jessica pernah kehilangan segalanya ketika salju turun. Ibunya meninggal di bawah rintik salju. Dan kekasihnya menghianatinya ketika musim dingin tiba.

Dan sejak itulah ia sangat membenci musim dingin. Karena musim dingin sangat identik dengan salju.

-

Hay Kak..

Jangan lupa tinggalkan like komentnya ya 🤗🤗🤗 bantu novel ini lebih maju dan berkembang🙏🙏🙏. Tinggalkan vote dan rate juga. Jangan lupa tambahkan ke daftar favorit biar gak ketinggalan bab barunya.

Dukung terus karya Author Lusica Jung 2. Di usahakan sehari up dua bab...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Natal

Malam Natal, adalah saat-saat yang paling menyenangkan. Kota-kota sudah mulai terang dihiasi berbagai macam lampu, dan juga pohon natal. Dan ada juga seseorang yang berpenampilan seperti Sinterklas untuk menghibur anak-anak.

Bersama dengan turunnya salju, Seoul semakin bertambah semarak. Meskipun cuaca dingin, tapi mereka bisa merasakan kehangatan bersama sanak saudara dan keluarga di malam natal. Toko-toko yang berjajar di sepanjang jalan kota ramai dilewati orang-orang yang sedang menikmati malam indah tersebut.

Seorang gadis berambut coklat panjang berjalan menyusuri trotoar yang banyak dilalui orang-orang seorang diri. Tubuhnya dalam balutan dress hitam yang di bungkus mantel cantik berenda.

Jessica memandang keindahan kota Seoul di malam Natal, sungguh meriah. Terdengar lagu-lagu Natal mengalun lembut di telinganya, juga lampu kelap-kelip yang membuatnya terpana. Sungguh, itu sangat menyenangkan. Dia memang sangat membenci salju dan musim dingin, tapi malam natal adalah sebuah pengecualian.

Jessica tersenyum tipis. Natal kembali membawa kenangan indah masalalu ketika ibunya masih ada. Mereka selalu menghabiskan malam natal dengan mendekor pohon natal atau meminum coklat panas di depan perapian. Dan kepergian ibunya, membuat malam-malam Natal yang dia lewati terasa berbeda.

Tapp....!!

Jessica menghentikan langkahnya ketika mata hazelnya menangkap siluet seorang pemuda berjalan menghampirinya di antara banyaknya pejalan kaki yang memadati trotoar jalan. Jessica menatap sosok itu tanpa berkedip sedikit pun. Hatinya mulai berdebar dan matanya tak bisa lolos sedikit pun dari sosok itu.

Dia sangat menonjol bagiku....

Di antara banyak orang....

Saat dia mendekatiku dari kejauhan....

Hatiku mulai berdegup kencang....

Saat hal-hal kecil yang dia lakukan....

Mulai memiliki makna besar dan kecil bagiku...

Akhirnya aku sadar, bahwa aku jatuh cinta kepadanya....

Jessica masih tak berkedip bahkan ketika sosok itu berdiri dihadapannya dalam jarak yang begitu dekat. Kedua tangannya memegang dadanya yang terus berdegup kencang.

Jantungnya rasanya ingin meledak hanya dengan melihat tatapan dingin namun terasa meneduhkan.

"Aku menemukanmu." Ucap Ken dan segera membuyarkan lamunan panjang Jessica.

"Ken?! Bagaimana kau bisa ada di sini?" kaget Jessica.

"Aku mencarimu,"

"Kau mencariku?" Ken mengangguk. "Kenapa?"

"Karena aku ingin menghabiskan malam natal bersamamu. Ayo," Ken meraih tangan Jessica lalu menggenggamnya. Jessica menatap tangannya yang di genggam oleh Ken dan tersenyum lebar.

"Kau ingin mengajakku kemana? Jangan bilang jika Sungai Han lagi?! Aku sudah terlalu bosan jika harus pergi ke sana lagi dan lagi,"

Ken terkekeh. "Tentu saja bukan," jawabnya.

Bohong jika mengatakan jika dirinya tidak menyukai Jessica, karena pada kenyataannya cinta di hatinya untuk gadis itu telah mekar dan bersemi. Bisa saja Ken menyatakannya sekarang. Tapi dia berpikir dua kali untuk melakukannya. Dia takut Jessica akan menolaknya dan terluka karena dirinya harus kembali ke China Minggu depan. Ken memilih memendam perasaan itu di hatinya dari pada harus mengungkapkannya.

"Ken, apa yang kau pikirkan?" tegur Jessica melihat kediaman Ken. Pemuda itu menoleh dan kemudian menggeleng. "Ken, lihat di sana. Sepertinya itu kedai aksesoris dan pernak-pernik. Bagaimana kalau kita melihat ke sana? Aku ingin membeli beberapa aksesoris." Ujar Jessica begitu antusias.

"Baiklah, ayo." Ken kembali menggenggam tangan Jessica. Dan keduanya berjalan beriringan menuju kedai aksesoris yang di maksud oleh Jessica.

"Huwaaa...."

Kedua mata Jessica langsung berbinar melihat begitu banyak aksesoris yang menyilaukan matanya. Mulai dari anting, gelang, kalung, jepitan rambut sampai gantungan tas. Jessica yang begitu antusias masuk terlebih dulu dan meninggalkan Ken begitu saja. Sedangkan Ken hanya bisa menghela napas dan mendengus geli. Tingkah Jessica terkadang bisa membuatnya geli setengah mati.

Pemuda itu menurunkan niatnya untuk masuk ke dalam saat merasakan getaran pada ponselnya yang tersimpan di dalam saku long vestnya. Dan nama Maria menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Alih-alih menerimanya. Ken malah menolak panggilan tersebut.

"Ken, apa yang kau lakukan di sana? Kemarilah dan bantu aku memilih ini." Seru Jessica yang kemudian di balas anggukan oleh Ken.

Ken menghampiri Jessica yang sedang sibuk memilih anting dan jepitan rambut. Gadis itu menunjukkan beberapa dan meminta Ken untuk membantu memilihkannya. "Ken, menurutmu lebih bagus yang mana?" tanya Jessica begitu antusias.

"Aku rasa keduanya bagus. Kau bisa mengambil keduanya." Jawab Ken memberi saran.

"Menurutmu begitu?" Ken mengangguk.

Jessica tersenyum lebar. "Baiklah, aku akan mengambil keduanya."

Ken melihat sebuah kalung cantik berliontin kelopak bunga sakura. Pemuda itu mengambil kalung tersebut dan kemudian memakaikan pada Jessica. "Ken, apa ini?" seru Jessica sedikit kaget.

"Aku ingin supaya kau tetap mengingat diriku meskipun nantinya kita akan terpisah oleh jarak dan waktu."

Hati Jessica seketika mencelos setelah mendengar apa yang baru saja Ken katakan. Apakah itu artinya mereka berdua tidak bisa bertemu lagi? Apakah Ken pergi dan tidak akan kembali lagi? Memikirkannya saja sudah membuat Jessica ketakutan setengah mati.

Gadis itu berbalik. Posisinya dan Ken saling berhadapan. "Apakah itu artinya tidak tidak bisa bertemu lagi? Apakah kau pergi dan tidak kembali lagi?" tanya Jessica sambil mengunci mata abu-abu milik Ken. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, mencoba untuk tidak menangis.

"Aku belum tau. Jika aku memiliki alasan untuk kembali lagi ke negeri ini, pasti aku akan kembali." Jawab Ken.

"Apakah aku tidak bisa kau jadikan alasan untuk kembali, Ken Zhang?" jerit Jessica membatin.

Jessica menyeka air matanya yang tiba-tiba mengalir di pelupuknya. "Sepertinya aku kelilipan," buru-buru Jessica menyeka air matanya sebelum Ken menyadarinya. Kemudian gadis itu berbalik dan meninggalkan Ken begitu saja.

Ken menyusul Jessica yang sedang membayar barang belanjaannya. Ken mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya yang kemudian dia berikan pada kasir yang sedang menghitung jumlah yang harus Jessica bayar.

"Kau ingin kemana lagi setelah ini?" tanya Ken.

Jessica menatap pemuda itu. "Mungkin pulang. Aku ingin menghabiskan natal bersama keluargaku." Ucapnya. Dan Ken mengangguk sebagai jawabannya.

Sepanjang perjalanan pulang. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Jessica maupun Ken. Keduanya sama-sama diam dan larut dalam kesibukan masing-masing. Seperti Jessica yang hanya diam sambil menatap ke luar jendela. Sementara Ken fokus pada jalanan bersalju di depan sana.

Sesekali Ken melirik gadis yang duduk disampingnya dan mencoba membaca apa yang gadis itu pikirkan. Tapi tidak bisa. Ken sungguh ingin tau apa yang tengah Jessica pikirkan saat ini. Tapi tidak bisa, dia benar-benar tidak bisa membaca pikiran Jessica

Gadis itu menutup matanya dan menghayati lagu yang ia putar melalui sepasang headset yang menggantung di telinganya. First Love milik Sondia yang Jessica dengarkan saat ini.

Ia merasa jika lagu itu mewakili perasaannya saat ini, meskipun Ken bukanlah cinta pertamanya. Tapi setiap bait dalam lirik lagunya menggambarkan apa yang gadis itu rasakan

-

Bersambung.

1
Nurul Laila
sudah kuduga 😌 ternyata benar dugaanku
moureza
bagus bgt karyanya thor
Anita Tumundo
bagus jes hempaskan tu ulat bulu👍👍
Anita Tumundo
wow ken kecil ya..semoga mereka saling ingat🤗
Vina Pembriyani
happy end...makasih De😍😍🥰🥰😚😚semangat terus berkarya ya....sukses utkmu De
xhina_aritiama
extra part donk thor, rasanya lom ikhlas klo dah tamat
Franda Frans
dan tamaaaaattty
Sumawita
ikut merasakan kebahagiaan nya sica dan Ken
Mella Putri
Kasian si Tao sama Ben tapi ngakak 🤣🤣
Naura Permata
Ya allah kasian si Ben dan Tao. Sica ada² aja bawaan hamilnya 🤣🤣
Rebbeca Kim
Semangat kak Jess, aku selalu padmau 😘😘
Jessline Wang
Ini kenapa pembacanya gak ada sih. Jelas ceritanya sangat bagus. Sedih aku kalau ada cerita sebagus ini tapi pembacanya gak asa
Baby Sya
Ya Allah sica lu tega banget ya. Tapi ngakak 🤣🤣
Franda Frans
waaaaaahhh siapa tuh ko Ken ga tau kalau temannya yg baru dateng dari China itu punya niat buruk sama dia
Junjun
Semangat terus Kak buat next partnya
Bunga
Ceritanya bagus banget Thor dan bikin nagih
Mella Putri
Siapa yang nantinya akan jd korban dari kejahilan Bumil. Masih menantikan 🤣🤣
Juniel
Nunggu korban bumil 🤣
Astian alda Laroe
akhirnya hamil juga
Vina Pembriyani
aksi duo kocak Ben dan Tao meramaikan suasana....
lanjut De🥰🥰😙😙kebahagiaan Ken dan Sica....semangaatttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!