NovelToon NovelToon
Mr. Dev (CEO Of Seoul)

Mr. Dev (CEO Of Seoul)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Shakila

Siapa sangka pertemuan yang mulanya tidak disengaja kini akan menjadi pertemuan yang akan terus terjadi selamanya. Bak terkena kutukan Agya harus menjadi kacung dari pemuda yang tidak sengaja ia tabrak di Bandara saat itu.

***

Agya Artika Wardana, seorang gadis yang tengah menempuh pendidikannya di salah satu peguruan tinggi negeri di Korea Selatan. Wanita cantik dan juga ceria namun memiliki phobia terhadap pria. Karena phobia itulah ia harus berurusan dengan Deva Andriano Wilantara, seorang CEO berwajah tampan dari perusahaan ternama yang ada di kota Seoul, ia dikenal arogant, pendendam, suka menyombongkan ketampanannya dan dijuluki sebagai Word Wide Handsome.

Tidak terima direndahkan dan dijatuhkan harga dirinya, Deva membalaskan dendamnya dengan menikahi Agya agar ia bisa menghukumnya setiap detik.

Bagaimana kisah Agya dan Dev selanjutnya? Yukkk dibaca kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aturan utama

"Apa masih sakit?" Wajah Agya masih diselimuti kekhawatiran. Pun tangannya bergerak memijat-mijat lembut perut Dev bersamaan dengan jantungnya yang berdebar tak karuan. Ada perasaan bersalah karena menyuapi pria itu tadi hingga membuatnya sakit perut seperti ini.

"Masih." Dev memejamkan matanya, menikmati pijatan lembut Agya yang membuatnya ingin tertidur. Kali ini ia merasa ada yang aneh dengan dirinya, dia yang dulu sangat membenci wanita yang ada di hadapannya saat ini, namun kini ia membiarkan wanita itu menyentuh tubuhnya? Hanya karena ingin membalaskan dendamnya ia mengorbankan tubuhnya sendiri disentuh seperti ini oleh wanita asing. Memancing Agya untuk masuk ke dalam perangkapnya.

Dering ponsel Dev yang tergeletak di atas nakas, memecah keheningan ruangan tersebut hingga mengalihkan perhatian Agya dan juga Dev.

"Ambilkan ponselku."

"Ehm, i-iyaa." Agya menggeser tubuhnya, meraih ponsel itu lalu menyodorkannya ke pemiliknya.

"Alena." gumam Dev sesaat setelah ponselnya berada di tangannya, matanya menatap penuh layar ponselnya.

Rasanya ia begitu enggan menjawab panggilan telpon dari kekasihnya tersebut, namun mau tidak mau ia harus menjawabnya.

"Tetaplah di sini, dan jangan keluar." pinta Dev kepada Agya, menyingkap selimutnya lalu keluar dari kamarnya tanpa memakai bajunya kembali.

"Bukankah perutnya sedang sakit? Tapi kenapa dia bisa berjalan tanpa rasa sakit seperti itu." Agya bergumam seraya menatap punggung belakang Dev yang baru saja hilang di balik pintu.

"Honey kau sedang berada di mana? Aku berada di rumahmu sekarang. Aku merindukanmu, aku menunggumu sejak tadi pagi di sini."

"Alenaa bisakah kau menungguku di rumah Mami saja? Aku tidak akan pulang ke rumahku sekarang karena aku sedang berada di luar negri."

"Sampai kapan kau menghindariku seperti ini Deva? Aku datang jauh-jauh ke Korea untuk menemuimu. Aku sangat mengkhawatirkan kondisimu, aku juga sangat terkejut mendengar scandal tentangmu. Aku akan muncul ke media untuk menepis semua isu miring itu, dan mengatakan jika kau kekasihku."

"Alenaa, jangan melakukan apapun!! Meskipun kau kekasihku, kau sama sekali tidak berhak atas diriku dan hidupku. Aku sudah menyelesaikan semuanya, jadi jangan coba ikut campur ataupun memperpanjang masalah ini. Kau mengerti!!" cetusnya.

"Kenapa Dev? Kenapa kau tidak mengakuiku sebagai kekasihmu pada publik? Kita sudah berpacaran hampir 5 tahun, sudah saatnya orang-orang tahu tentang hubungan kita."

"Aku hanya perlu waktu lagi untuk mengatakan pada publik."

"Selalu saja begitu! Besok anniversary orang tuamu, kau harus memperkenalkanku pada media dan publik Dev agar tidak ada lagi wanita-wanita ******* yang coba mengusik kehidupanmu dengan berita-berita miring itu."

"Tidak!" seru Dev menajamkan suaranya.

"Jika kau masih belum mau memperkenalkanku pada media dan publik, biar aku yang akan melakukannya sendiri."

"Alenaa!!"

Tut..Tut.. Tut..

"Ah shittt!!" Dev mengumpat, seraya memukul dinding yang ada di sampingnya. Merasa muak dengan sikap keras kepala Alena.

"Sekertaris Kim, bereskan Alenaa!"

"Baik tuan." sekertaris Kim mengangguk, kemudian berlalu pergi dari sana namun sebelum itu ia menyerahkan lembaran kertas kepada Dev.

***

Dev kembali melangkah masuk ke kamarnya dengan langkah panjang, wajahnya terlihat sangat kesal dan moodnya berubah jadi berantakan.

"Baca dan pelajari itu." Meleparkan lembaran kertas yang di genggamnya tepat di wajah Agya hingga membuat wanita itu terlonjat kaget.

"A-apa ini?" Agya berjongkok memunguti lembaran kertas yang berceceran di atas lantai tersebut.

"Peraturan dalam pernikahan kita." seru Dev melangkah ke arah Agya. Kali ini ia harus menegaskan peraturan itu kepada Agya agar wanita itu tidak semena-mena seperti Alena yang bisa saja menghancurkan karirnya.

"Kau tidak lupa bukan jika pernikahan ini terjadi hanya karena kau ingin melunasi hutangmu?! Aku menikahimu juga bukan tanpa alasan."

Agya mengangguk, matanya menatap lekat manik mata Dev yang terlihat dipenuhi amarah.

"A-aku tahu." jawab Agya terbata-bata, tubuhnya menjadi gemetar ketakutan.

"Kau harus ingat jika aturan pertamamu adalah diriku, kau harus mengikuti semua apa yang aku katakan, tidak ada penolakan sama sekali. Jika kau melanggar, aku tidak akan segan menghancurkan hidupmu untuk kedua kalinya." Dev berucap dengan tangan yang menggepal kuat, amarahnya meledak-ledak setelah mengingat kembali kebenciannya pada Agya.

Agya kembali mengangguk seraya menelan salivanya dengan kasar, "Jadi tujuan utama Mr.Dev menikahiku hanya untuk menjadikanku sebagai kacungnya."

"Satu lagi, pernikahan ini hanya sebatas nikah kontrak, statusmu sama sekali tidak berubah. Jadi jangan pernah mengatakan pada publik ataupun media jika kau telah menikah denganku! Kau mengerti?!!" Mencengkram kedua lengan Agya kuat hingga membuat wanita itu meringis kesakitan.

"I-iyaa aku mengerti." ucap Agya menundukan kepalanya.

"Tidurlah, besok pagi kita akan kembali ke Korea."

Agya kembali menjawab dengan anggukan, tidak berani berbicara ataupun menolak perkataan pria itu. Padahal ia masih ingin tinggal di Indonesia beberapa hari lagi untuk melepas rindu dengan kedua orang tuanya, namun apa yang bisa ia perbuat jika Mr.Dev telah bertitah.

"Tidurlah di sofa. Aku yang akan memakai ranjang ini." ujar Dev merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi terlentang.

Agya menghela napas panjang seraya memejamkan matanya singkat, meyakinkan dirinya agar tidak menyesali pernikahan ini.

"Aku pasti bisa melewati semua ini." gumamnya melangkah menuju sofa, meletakan lembaran kertas di atas meja kaca lalu mendaratkan tubuhnya di sofa.

"Matikan lampunya." Dev kembali berucap seraya memperbaiki posisi tidurnya.

"Iyaa." Agya kembali bangkit dari duduknya, kemudian melangkah menuju nakas untuk mengambil remote dan mematikan lampu kamar tersebut.

"Nyalakan lagi, aku tidak suka jika terlalu gelap."

"Baiklah." Kembali menyalakan lampu kamar tersebut.

"Apa perutmu tidak sakit lagi?" pertanyaan Agya membuat Dev tertegun, ia lupa dengan drama sakit perut yang dilakukannya tadi.

"Tidak. Pergilah, jangan mengangguku!" Menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

"Ba-baiklah. Selamat malam tuan." ucap Agya meletakan remote control lampu di atas nakas. Sejenak pandangan Agya mengarah ke arah Dev, menatap rambutnya yang tidak tertutupi selimut, sebelum kemudian ia melangkah menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sana. Mengistrahatkan tubuhnya yang terasa lelah, bukan hanya tubuh melainkan hati dan batinnya juga ikut lelah.

Pukul 1.00 a.m, Agya masih belum terlelap, wanita itu terus membolak-balik tubuhnya mencari posisi yang sekiranya membuatnya nyaman.

"Ahh, aku lelahh." gumamnya menatap langit-langit kamar hotel tersebut. Kembali mengingat akan aturan pernikahan yang dibuat oleh Dev.

"Nikah kontrak." Agya tersenyum masam, merasa sangat bodoh karena telah menyetujui pernikahan ini. Menganggap jika ia telah menjual tubuhnya pada Mr.Dev untuk melunasi hutangnya tersebut. Bukannya menyelesaikan masalah melainkan menambah masalah baru.

Belum lagi tadi pihak universitas kembali menghubungi Agya dan menyuruhnya untuk segera melakukan pembayaran dalam minggu ini. Sungguh rasanya Agya ingin menangis meraung-raung, merasa jika dirinya semakin terjebak dalam masalah besar.

1
Merystica Magdalena
Luar biasa
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
my husband seokjin 💜💜💜😘😘
Heny Su
.
Ary Ati
bagus
Mas Sigit
aaah othour bisa ja buat jantung q deg"an bacanya, kirain keguguran beneran
Mas Sigit
trnyata Dev tdk usah repot" buat mnyingkirkn Alena so dia sdh tiada di tngan kekasihnya sndri...
Mas Sigit
haah lega rasanya trnyata itu cuma akal"anny tuan Robert sm Dev buat mnjebak tuan alden
Mas Sigit
trnyata Robert penghianat, mdh"an dev ga knp"
Mas Sigit
ceritanya sangat bagus dn mnarik, semangat thoor💪
Mas Sigit
waah agya hamil pling tu....
Mas Sigit
syukurlah trnyata Della blm mninggal, biarkn Della bahagia brsma skertaris kim thor
Mas Sigit
gmn dgn agya nnti saat tau Della bunuh diri psti agya sngt syook
Mas Sigit
jgn" Della lg hamil
Mas Sigit
Della biar sm sekertaris kim ja thour
Mas Sigit
untung Dev cuma pura" klu tdkkn ksian agya
Mas Sigit
kira" nntiny Dev ingat ga ya klu dia sdh merenggut kesucian agya???
Romeyanti Simanjuntak
katanya phobia...tp dlm baca bs aj dkt2 cow
Dewi Muchay
licik banget si Dev
Dewi Muchay
emang ada wanita impoten ya
Sel-v
nah ini yang di cari cari latar korea,bosen latar barat mulu😂 baca juga ya novel aku judul nya the jerk is mine sama mr.actor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!