NovelToon NovelToon
Menjaga Hati

Menjaga Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rabiha Adzra

Hati-hati kalau kamu suka diusilin temen cowokmu bisa jadi dia cinta sama kamu. Why not??

Seperti kisah Adinda dan Dimas. Adinda si anak rohis dan Dimas anak paskibra sewaktu mereka masih SMA. Semasa SMA mereka dikenal seperti kucing dan anjing atau bagaikan air dan minyak. Adinda sangat membenci Dimas. Kejahilan Dimas kepada Adinda masih membekas sampai mereka dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Lho kok bisa nikah?? Bisakah Adinda mencintai Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rabiha Adzra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16:Cintamu

Adinda berdiri menghadap jendela kamar, menatap lurus taman yang dihiasi air terjun mini yang terletak di samping kamar. Hatinya masih diselimuti duka karena telah kehilangan buah hatinya. Tangannya pun sembari mengelus perutnya dengan mata yang mulai berkabut.

"Ehem ..." Dimas menatap sendu istrinya lalu berjalan mendekatinya.

Adinda membalikkan badannya, Dimas sudah berdiri tepat di hadapannya.

"Aku sudah menghubungi kepala sekolah, untuk berapa hari ini kamu izin tidak ke sekolah dulu" ujar Dimas.

"Nggak perlu lama-lama. Besok aku udah bisa mengajar kembali, kok" tolak Adinda.

Kalau dia semakin lama di rumah dan tidak menyibukkan diri, dia akan selalu meratapi kehilangan bayinya.

"Bukannya kamu mau keluar kota untuk mengecek usaha papa"  ujar Adinda mengingatkan.

"Aku tidak bisa pergi karena kondisi kamu belum pulih begini" ucap Dimas.

"Aku baik-baik saja" elak Adinda.

"Wajah kamu masih pucat begitu, apanya yang baik-baik saja" sanggah Dimas. Adinda menundukkan kepalanya.

"Din ..." panggil Dimas. Adinda mendongakkan kepalanya memandang wajah Dimas.

"Kamu ... masih marah denganku?" tanya Dimas ragu.

Adinda menggeleng. "Bukannya kamu yang begitu marahnya denganku" jawab Adinda.

"Maafkan aku" ucap Dimas tulus lalu meraih tangan Adinda.

"Aku ... terlalu cemburu"  lanjut Dimas pelan.

"Semoga musibah ini bisa mendewasakan kita" tatap Adinda membalas genggaman tangan Dimas.

"Bukankah cemburu itu tandanya cinta?" sambung Adinda tersenyum.

"Dari dulu aku mencintai kamu ..." balas Dimas.

"Mas ... kamu sudah lama menjaga cintamu untukku. Aku pun akan melakukan hal yang sama" ujar Adinda menyakinkan suaminya itu.

Adinda menatap lekat manik Dimas agar laki-laki itu bisa menyelami hatinya lebih dalam lagi. Tidak ada nama laki-laki lain di hatinya selain suaminya itu.

Dimas menunduk tersipu malu. Betapa dia seperti remaja saja yang baru mengenal cinta. Kekanakan dalam menyikapi masalah.

Adinda merebahkan kepalanya ke dada Dimas. Laki-laki itu mengusap punggung Adinda lalu mengecup puncak kepalanya.

***

Di sekolah

"Aku nggak nyangka, ya, wanita seperti kamu bermulut tajam juga. Dan karena mulut kamu, Adinda sampai kehilangan bayinya" tuding Sinta kepada Amanda ketika suasana kantor masih sepi.

Amanda begitu kaget mendengarkan ucapan Sinta. "Maksud Mba apa?" tanya Amanda tidak mengerti.

"Jangan pura-pura nggak tahu!!. Kamu sudah menuduh Adinda yang bukan-bukan. Karena masalah itu membuat dia dan suaminya ribut sehingga membuatnya stres. Dan kamu tahu wanita yang sedang hamil jika stres akan berdampak buruk kepada janin yang di kandungnya" jelas Sinta emosi melihat wajah polos Amanda.

"Mba Dinda sedang hamil?" tanya Amanda lagi. Dia belum percaya dengan ucapan Sinta.

"Iya dan kamu lah penyebab Adinda keguguran!! Puas!!" sengak Sinta lalu pergi meninggalkan Amanda. Lama-lama dia bisa khilaf juga melihat wajah tidak berdosa seperti Amanda itu.

Amanda terduduk di kursi kerjanya. Ada rasa bersalah menyusup di hatinya. Dirinya terlalu cemburu melihat kedekatan suami dan kakak tingkatnya yang merupakan teman satu kelas suaminya itu.

"Amanda, kenapa bengong begitu?" tegur Bu Kenken.

"Eh, Bu Kenken. Barusan aku dapat info dari Mba Sinta kalau Mba Adinda keguguran, Bu" sahut Amanda.

"Adinda hamil?. Dan sekarang keguguran?" Bu Kenken tampak kaget namun hatinya seolah senang mendengar musibah yang menimpa rekan kerjanya itu.

Amanda hanya mengangguk. Dan berita tentang Adinda yang mengalami keguguran itu sudah menyebar di sekolah dari mulut Bu Kenken, si Ratu gosip.

***

Dimas pulang kerja lebih cepat dari biasanya. Hatinya tidak tenang meninggalkan Adinda sendirian di rumah. Mereka berdua telah sepakat untuk tidak memberitahu ke dua orang tua mereka perihal musibah yang menimpa mereka berdua.

Ceklek!

Dimas kemudian masuk ke dalam kamar. dia melihat Adinda sedang berbaring di tempat tidur. Tangannya membelai lembut wajah Adinda.

"Din..." panggil Dimas.

"Eung ... Mas jam berapa ini?. Kok, kamu udah pulang" Adinda memicingkan matanya sembari melihat jam dinding di depannya.

"Kamu udah makan siang belum?" tanya Dimas karena dia pulang ke rumah sewaktu jam makan siang berlangsung.

"Belum ... kayaknya aku ketiduran, deh" Adinda merubah posisinya duduk di atas tempat tidur.

"Kita makan, yuk. Aku membeli nasi kotak, mau makan sama kamu di rumah" ajak Dimas sambil tersenyum.

"Ayo..." Dimas meraih tangan Adinda dan mengajaknya turun dari tempat tidur.

Adinda tersenyum lalu mengikuti langkah Dimas menuju ke sofa di ruang keluarga. Mereka akan makan siang di sana.

"Gimana?. Enak nggak?" tanya Dimas melihat Adinda sambil menyuap nasi ke dalam mulutnya.

"Enak ... gratis soalnya" canda Adinda dengan mulut penuh nasi.

Perutnya yang lapar atau memang nasinya yang enak. Adinda makan dengan lahapnya. Dimas tertawa kecil. Suasana rumah pun tampak hangat meskipun hanya ada mereka berdua saja.

"Ehm ... Mas, kamu mau balik lagi ke kantor?" tanya Adinda setelah membereskan bekas makan mereka tadi.

"Nggak ... aku mau menemani kamu di rumah" jawab Dimas.

"Kenapa?" tanya Dimas melihat Adinda yang sedang menatapnya aneh.

"Kok, pakaian kamu masih lengkap begitu" tunjuk Adinda. Dimas baru sadar kalau dia masih memakai pakaian dari kantor tadi.

"Efek karena lapar jadi lupa" ucap Dimas nyengir lalu melepas jas yang dia pakai.

Adinda mendekatinya lalu membantunya melepaskan dasi. "Sekalian bajunya juga" pinta Dimas.

"Ihh, manja!" gumam Adinda kemudian tangannya melepas kancing kemeja Dimas satu persatu.

"Sama kekasih halal, nggak masalah" ujar Dimas mengangkat dagu Adinda dengan jarinya.

Adinda tersenyum malu. "Udah sana ambil baju sendiri di kamar" ucap Adinda lalu membawa pakaian Dimas tadi ke keranjang baju kotor.

***

Malam hari

Adinda tidak bisa memejamkan matanya. Dimas pun belum berada di kamar tidur.

"Hm, dia pasti di ruang kerja" batin Adinda beranjak turun dari ranjang.

Tiba di depan pintu ruang kerja yang terbuka, Adinda melihat Dimas masih membaca beberapa laporan di atas mejanya.

"Mas, kamu belum ngantuk?" tanya Adinda berdiri di muka pintu.

"Lho, kok kamu bangun" Dimas justru terkejut melihat Adinda berada di sana.

"Aku bukannya bangun tapi justru belum tidur sama sekali" jelas Adinda menyilangkan kedua tangannya di dada.

Dimas melirik jam di dinding. "Kamu nggak bisa tidur, ya?" tebak Dimas.

"Aku nggak bisa tidur, siapa tahu kalau ada kamu di sampingku, aku jadi bisa tidur" rengek Adinda.

"Bentar lagi, ya" ucap Dimas tersenyum.

"Kamu sengaja pulang cepat, tapi kenapa membawa kerjaan kantor ke rumah. Huh, sama aja, dong" rajuk Adinda lalu membalikkan badannya meninggalkan ruang kerja Dimas.

Dimas menghembuskan napasnya. Laki-laki itu lalu menutup laporan yang baru separuh dibacanya, dia pun menyusul Adinda ke kamar tidur.

Dilihatnya Adinda sudah berbaring di ranjang memunggunginya. Dimas tersenyum lalu merangkak membaringkan badannya di samping Adinda.

"Aku udah di sini. Tidurlah" bisik Dimas lalu memeluk Adinda. Tanpa Dimas ketahui Adinda menyunggingkan senyuman di bibirnya lalu perlahan menutup kelopak matanya.

Hangatnya pelukan Dimas membuatnya merasa nyaman dan terlelap tidur lebih dulu dari suaminya itu.

1
Lala Fatimah
/Heart/
Aba Bidol
Kerennn karyanyaa
Sasa Al Khansa 💞💞
ish, Amanda. jauhin tuh ibu-ibu tukang gibah.. bukan masalah aktivis atau bukan.. yang penting hanif..
Sasa Al Khansa 💞💞
tadi kan udah bilang pernah suka ke seseorang..
Sasa Al Khansa 💞💞
sama.. pertama kenalan sama suami, yang di tanya adalah ngerokok atau gak?. saking gak mau punya suami perokok
Adinda Fitriawati
seneng baca nya cerita nya bagus
Fikavindia
mampir
Nur Azizah
aku suka semua karyamu ❤️❤️
Ratih gianti
lari ke sini karena baca d aplikasi sebelah ceritanya pangeran zamraan dan putri Balqis ..
Rimendatarigan 2810
saya suka novel ini...bagus ceritanya..
Ryanti Heart
ko cakepan bang Hendra se
safira aini
seneng ya punya suami pengertian banget istrinya makin cinta.suamiku boro2 cuci piring aja g pernah🤦semua pekerjaan rumah istri yg ngerjain semua.habis melahirkan ataupun lagi sakit.jadi sedih😭😭😭
safira aini
wah Hendra suami setia.klu d dunia nyata mungkin seribu satu yg seperti itu.👍👍
safira aini
ingin punya sahabat seperti itu d kehidupan nyata.klu lagi ada masalah masing2 saling berbagi.saling membantu ketika susah.minta pendapat tidak menjatuhkan👍👍
safira aini
kak Rabiha novelmu itu enak d baca bahasanya g terlalu vulgar tpi tetep bikin baper.kata2nya g tumpang tindih.klu bahasa Sunda MH teu pabeulit.top deh👍👍👍👍
Rabiha Adzra: terimakasih 🥰
total 1 replies
safira aini
cerita k Rabiha sesalu menarik g bikin bosen.🥰.my bos ia my husbend ceritanya panjang tpi slalu bikin baper.aku baru baca dua novelmu kak👍👍👍👍
dina
wow benci tapi cinta😘😁🙏
Dh@ U Lee
Dimas... Dimas...
gimana mo jd dambaan...
di awal kenal aja dGangguin mulu, sampai Adinda kena hukum...
ya iyalah Dinda g bakal ngeidolain kamu...
secara kan dia anak rohis, ya idolanya g jauh dr itu...
coba dr dulu kamu baik² kin, pasti Dindanya Luv You😂😂😂
Ari Libry
ayo Shinta bantuin temen mu..
Marlida Yusuf
cakep ceritanya saya suka gak panjang panjang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!