NovelToon NovelToon
Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Romansa-Percintaan bebas / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:51.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Sedang di revisi

apa yang terjadi jika kamu terjebak dalam dunia mafia dan juga agen rahasia
yang membuat dirimu selalu terancam setiap detik dan menitnya nya.

salsa nur Khalifa atau yang di panggil salsa
termasuk dalam hitungan itu.
dia terjebak dalam dunia mafia dan agen rahasia membuat namanya selalu terancam.

apakah dia akan terbebas dari hitungan itu ?
apakah dia akan terlepas dari mafia dan juga agen rahasia.
_________
Farel Adrian Pratama biasa di panggil farel
adalah CEO dan juga mafia.

dia masuk dalam dunia gelap mafia karena satu alasan.

dia juga terjebak dalam cinta.
yaitu mencintai seseorang tapi tidak bisa bersama karena mereka berbeda.

bukan berbeda karena agama atau seratus.
tapi berbeda karena perkejaan yang mereka lakoni mereka sekarang yang membuat farel tidak bisa bersama wanita yang dia cintai.
dia hanya bisa mencintai wanita itu
dengan

mencintaimu dalam gelapnya malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

dor... dor... dor ( anggap suara tembakan

suara tembakan yang mengarah ke arah Rizan dan salsa membuat Rizan terkejut

tapi tidak dengan salsa dia tidak merasa terkejut karena salsa sudah tau keberadaan anak buah itu ada di mana

" curang banget mereka nongol nya mendadak " gerutu Rizan di sela sela mereka menghindar dari peluru

" dalam permainan tidak ada yang curang Rizan, tapi kepintaran yang membuat kita bermain " ucap salsa dengan tersenyum ke arah Rizan

" dalam setuasi seperti ini Lo masih bisa tersenyum salsa. benar benar wanita yang tangguh " batin Rizan melihat ke arah salsa yang tersenyum

karena keadaan yang tidak memungkinkan

untuk menghindar terus, akhirnya salsa memberikan aba aba terhadap Rizan agar dia mengeluarkan senjata api yang Rizan miliki yang memang sudah salsa siapkan untuk Rizan

Rizan yang melihat aba aba dari salsa segera mengeluarkan senjatanya

dor. Rizan menembak satu persatu dari mereka dan terkena tepat di area d*da yang membuat mereka jatuh satu persatu,

tidak di pungkiri keahlian Rizan dalam hal menebak yang langsung mengenai sasaran

tanpa harus membuang peluru karena menembak ke arah lain.

Rizan terus menembak musuh itu satu persatu

sampai mereka tumbang

Rizan melihat ke arah para musuh yang sudah tumbang, terlihat ada yang aneh terhadap musuh itu yang jatuh terkapar di tanah

tubuh mereka bergetar seperti Tersengat oleh listrik

" ada apa dengan mereka ke Napa tubuh mereka bergetar " ucap Rizan yang heran

melihat ke arah para musuh yang terkapar dan bergetar

sedangkan salsa yang masih sibuk bertarung dengan musuh yang lainnya tersenyum

" ternya peluru yang aku buat semuanya berhasil " batin salsa yang sekilas melihat ke arah musuh yang terkapar dan bergetar seperti Tersengat oleh listrik

salsa kembali bertarung dengan musuh yang hanya mengandalkan p*sau di Tangan nya

sedangkan musuh mengunakan senjata api

yang terus menebak salsa.

tapi peluru yang mereka tembakan tidak mengenai salsa malah terbuang sia sia karena salsa terlalu pintar menghindar dari peluru yang musuh keluarkan.

mereka terus menembak salsa tapi salsa selalu lincah menghindar dari peluru itu, tanpa musuh tau peluru yang mereka miliki sudah habis.

peluru yang mereka keluarkan tidak habis dalam hitungan salsa

" satu. dua tiga " hitungan salsa di sela sela dia menghindar dari peluru,

salsa yang melihat bahwa musuh yang di hadapi ke habisan peluru yang membuat salsa bersiap untuk menghadapi mereka menggunakan tangan sendiri.

di rasa peluru para musuh telah habis,

salsa keluar dan segera menghabisi musuh itu

satu persatu dengan p*sau yang berada di tangannya

salsa tidak langsung menghabisi mereka melainkan salsa hanya memberikan luka di bagian da*a mereka, yang menimbulkan luka yang menganga cukup besar yang membuat d*ra mereka menetes berhamburan jatuh ketanah bukan itu saja suara rintihan kesakitan mereka terdengar begitu pilu di telinga salsa,

jauh di dalam lubuk hati salsa dia merasa kasian melihat para musuh itu yang jatuh dan terkapar di tanah, bukan itu saja suara rintihan mereka membuat salsa ingin menolong tapi dia masih berpikir bahwa itu adalah musuh patut di bunuh. karena mereka juga sudah me*mb*nuh orang yang tidak bersalah dan tidak tau apa apa.

anggap saja ini ada pembalasan untuk mereka

salsa melihat musuh itu kejang kejang seperti musuh yang di hadapi oleh Rizan.

tersenyum ya salsa melakukan itu,

setelah menghabisi musuh, Rizan melangkah mendekati salsa yang sedang berdiri sambil memegang p*sau nya yang berlumuran dengan darah, salsa membersihkan darah itu dengan kain agar darah yang menempel di pisau itu bersih

" sal, apa yang Lo lakuin terhadap peluru itu " tanya Rizan yang sudah berdiri di samping salsa, Rizan melihat banyaknya musuh yang tergeletak di tanah dengan darah yang bercucuran yang mungkin belum habis

" gue hanya memodifikasi peluru itu agar Lo muda membunuh para musuh tanpa harus melakukannya dua kali " jawab salsa melihat ke arah Rizan, salsa meneruskan acara bersih bersih terhadap pisaunya

" apa yang Lo lakuin " tanya Rizan penasaran

salsa mendekati Rizan, dan membisikkan sesuatu

" sedikit bisa ular kobra dan juga bubuk bubuk beracun lainnya "bisik salsa di kuping Rizan " dan peluru itu gue rendam selama satu Minggu di dalam air bisa kobra dan juga bubuk bubuk beracun itu " ucap salsa kembali dengan tersenyum jahat nya

Rizan menelan ludahnya kasar mendengar jawaban dari salsa

gadis yang terlihat polos ternyata mematikan

" jika peluru itu masuk kedalam tubuh seseorang maka racun tadi akan merusak semua organ organ tubuh mereka yang membuat mereka bergetar dan mati secara perlahan lahan karena keracunan" ucap nya kembali

Rizan hanya melihat salsa dengan tatapan yang sulit di artika

" aku harus berhati-hati dengan salsa, jika aku gegabah sedikit maka aku akan mati seperti musuh itu " batin nya takut

sambil melihat ke arah salsa

" apa Lo tau pisau ini " tanya salsa sambil mendekatkan pisau nya ke arah Rizan yang membuat Rizan menelan ludahnya kasar.

Rizan hanya menggeleng karena dia tidak bisa berbicara

" pisau ini sama seperti peluru yang Lo pakai" ucap salsa yang membuat Rizan semakin panik

panik karena kematian sedang ada di hadapannya

" tapi Lo jangan panik gue bukan wanita gila yang ingin membuat sahabat nya meningal " ucap salsa menarik pisaunya dari Rizan

yang membuat Rizan bernafas lega

"tapi untuk dia " ucap nya kembali sambil melempar pisau nya ke arah Rizan

sedangkan Rizan menutup matanya takut

dia mengira kalau dia akan mati sekarang

saat Rizan membuka matanya dia tidak merasakan sakit sama sekali

dia kembali melihat ke arah belakang yang sudah ada satu musuh

terbaring lemah karena lemparan salsa tepat di dada musuh itu.

" aku kira aku mati sekarang " gumam nya yang masih bisa di dengar oleh salsa

"kalau Lo mati sekarang entar yang bantu gue siapa" salsa melangkah mendekati musuh yang terkapar mencabut pisau itu dari dada nya

" lo bisa kerjakan sendiri " jawab Rizan

" enak banget kalau ngomong " ketus salsa

yang kembali melanjutkan langkahnya karena musuh di depan sudah pada koit

tunggu yang di depan lagi

" sal, kenapa Lo kasih peluru itu racun" tanya Rizan yang mengikuti langkah salsa

" supaya Lo ngga perlu kerja dua kali " jawab salsa ngasal sambil meneruskan langkahnya

" terserah Lo " ketus Rizan, tapi salsa tidak menanggapinya.

salsa dan Rizan kembali melanjutkan langkahnya

tapi baru beberapa langkah, salsa kembali mendengar suara pergerakan kaki musuh yang mengarah ke arah nya

" Ais belum selesai juga " desis salsa kesal yang mendengar langkah langkah itu

salsa kembali memberhentikan langkanya di susul oleh Rizan

" kenapa lagi Lo berhenti " tanya Rizan yang melihat salsa berhenti

" siap siap Rizan, kita menyambut musuh baru kita" ucap salsa yang mulai bersiap siap menyambut musuh dengan suka rela

sedangkan Rizan hanya menggeleng melihat tingkah laku salsa

" dasar aneh " desis Rizan yang ikut bersiap

🌿🌿🌿

sedangkan di tempat lain ya itu tempat farel berada

dia yang sudah berada di ruang bawah tanah sambil melihat ke arah firman yang sedang menelepon

" apa " teriak firman membuat ruangan bawah tanah itu bergeming

" jangan teriak teriak fir, kaya orang kesurupan aja" tegur farel yang merasa kesal dengan teriakkan firman, sedangkan firman cuek cuek aja, masa bodoh lah orang dia lagi telfon

" baik kami akan ke sana " ucap firman kembali

sambil menutup ponselnya dan menyimpannya di atas meja

" apa yang anak buah Lo katakan " tanya farel yang melihat firman ikut duduk di hadapan farel, mereka hanya di pisahkan oleh meja yang berada di hadapan mereka saja

" mereka mengatakan, bahwa mafia dark black tidak jadi mengirim barang itu ke kota J, karena mereka sudah tau rencana, orang orang yang selalu menggagalkan rencana mereka selama setahun terakhir " cerita firman tentang informasi yang dia dapat dari anak buahnya yang masuk dan bergabung di mafia dark black

" mereka berencana akan menangkap orang itu dan akan membuka indentitas siapa orang yang selalu berani merusak rencana mereka, " cerita firman kembali " sedangkan farel hanya mengangguk mendengar cerita firman

dengan detail

" sepertinya gue harus menggagalkan rencana mereka " ucap farel yang berdiri dari duduknya

" kenapa " tanya firman

" gue tidak mau sampai orang itu ketahuan," jawab farel " karena gue ingin memanfaatkan orang itu " ucap farel kembali

firman hanya bisa mengangguk

" kita harus cepat ke sana " perintah farel " gue tidak mau sampai gue telat menyelamatkan itu orang " ucap nya kembali, yang membuat dia mengangguk

setelah mendengar ucapan farel

firman melihat ke arah anak buahnya yang sudah berdiri dari tadi di sana

siapkan kendaraan untuk kita pergi ke markas dark black " perintah firman yang di anguki oleh

para anak buah itu, mereka semua bergegas meninggalkan farel dan firman, bersama beberapa anak buah lain nya.

saat melihat ke sekeliling farel tertuju kepada tiga manusia yang terkapar lemah di ruangan itu

farel mengingat bahwa mereka yang menyerangnya malam itu

" apa mereka sudah mengatakan siapa yang menyuruh mereka yang ingin membunuh ku "tanya farel yang melihat ke arah tiga manusia yang sudah terkapar tidak berdaya

sedangkan kedua teman mereka sudah mati saat mereka di bawah di ruang bawah tanah ini

dan tinggal mereka bertiga lah yang masih hidup

" belum tuan, mereka tidak mau mengungkapkan siapa yang berencana membunuh tuan, " ucap salah satu anak buah yang selalu mencambuk orang itu agar mereka mau bercerita dan mengatakan siapa orang yang ingin membunuh farel selain mantan sahabat nya ( ketua mafia dark black )

farel hanya mengangguk

" jika mereka tidak mau memberitahukan siapa yang menyuruh mereka untuk membunuh ku

silahkan buang mereka bertiga ke lubang si moncong ( peliharaan farel ), jangan membuang buang tenaga dengan menyuruh orang yang bisu untuk berbicara " perintah farel yang di anguki oleh anak buah lainnya

farel berlalu pergi sambil di ikuti oleh firman yang sedang memegang senjata yang di pegang oleh farel tadi

" siapa yang berani ingin membunuh lo selain mantan sahabat Lo itu " tanya firman di selah selah langkah mengikuti farel

sedangkan farel mengangkat bahu tanda dia tidak tau, atau malas mencari tau.

sambil melanjutkan langkahnya menaiki satu persatu anak tangga yang di susul oleh firman

mereka melangkah untuk ke luar dari rumah tengah hutan itu

bersambung

jangan lupa komen, like, dan vote nya ya

supaya author makin semangat buat up 😁

author juga ngga maksa 😁

1
Tebe'e
Good
Tebe'e
Hai, Kak Zahra. semangat ya.
karyanya keren 😎👏🥳
Rosni Lim
Lanjut
Your name
Aduh.. jadi ikutan ngilu aku. Berasa banget ngebayangin di posisi Salsa
Your name: Oke, otw mampir nih
total 2 replies
Ufika
mampir kak🥰
Yukity
lanjutin baca ini👍🏻😍
Novita.R.
Lanjut thor... Semangat🌹 Mari saling mendukung... Salam dari:

MARRIED WITH MATCHMAKER (Menikah dengan Makcomblang)

Ditunggu kehadirannya thor😉
Ulfa Zahra: Makasih kak sudah mau hadir.
nanti aku hadir.
total 1 replies
Your name
Situasi ini menyulitkan Salsa, semoga saja dia baik-baik saja.

Maaf ya Thor, baru hadir lagi nih
YouTrie
Lanjut kak author semangat
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Anita.
Salsa kamu benar benar the best benget dah 😳
Ulfa Zahra: hihihi makasih kak. by Salsa
total 1 replies
Anita.
ada apakah dengan patung manekin 😁
Ulfa Zahra: ada apa ya
total 1 replies
Hiatus
semangat up kk.
oh iya jgn lp mampir di karya terbaruku ya, Penyesalan Zenaya.
maaciih😘😘
Ulfa Zahra: makasih kak
total 1 replies
Cahaya mata
hadir kak
Ulfa Zahra: makasih kak
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
Biarin ajah si Jack minum kopi, kalau udah kena lambung baru tahu rasa 😂
Ulfa Zahra: Haha benar kak. biar tau
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
semangat Salsa
Ulfa Zahra: Siap kak 🥰🤗
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
cerdik juga si Salsa
Ulfa Zahra: Iya kak.
total 1 replies
Anita.
Jadi penasaran. Thor up lagi
Ulfa Zahra: Siap kak.
total 1 replies
YouTrie
Lanjut kak author semangat
Ulfa Zahra: Siap kak
total 1 replies
Kayuni"
ketentuan Nasib menunggu kak
Ulfa Zahra: Siap kak
total 1 replies
Anita.
Benar sekali Farel. Jack pagi pagi kayak gini bukannya sarapan pagi atau minum kopi. Dia Malah buat ulah.
Ulfa Zahra: Memang sih Jack ngga pernah kalau ngga berulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!