NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Presdir

Terjerat Cinta Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:745.3k
Nilai: 5
Nama Author: yulia.l

Karya pertama.
Masih tahap revisi.
Banyak typo bertebaran.



Hana seorang gadis yang cantik dan lembut, dirinya harus berurusan dengan Reihan, pria yang mencintainya tapi tidak suka di bantah.



Nb: Aku buat ceritanya enggak berat-berat tapi ringan dan datar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia.l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 16

Hana sampai di rumahnya pada malam hari. Ia memasuki kamarnya lalu melepaskan tas dan sepatu menjatuhkannya begitu saja ke lantai.

Lalu Hana berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Hana melihat dirinya di cermin. Benar yang di katakan Mba Tia, kalau saat ini wajahnya begitu pucat, tubuhnya pun agak demam dan kepalanya sedikit pusing.

Setelah dari kamar mandi, ia melepas pakaiannya dan menggantinya dengan baju tidur. Hana menyalakan lampu tidur lalu naik ke ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya.

Hana mencoba menutup matanya, tapi yang ia lihat adalah bayangan saat Reihan berdua dengan wanita itu di kantornya.

Air mata Hana kembali menetes. Di saat ia sudah mulai jatuh cinta, malah cintanya yang membuat dia terjatuh.

Di usapnya air mata itu. Sebelum terlambat Hana ingin membuang jauh-jauh perasaannya, cintanya dan kepercayaan yang ia miliki.

Tak lama Juna dan Reihan kembali ke rumah setelah mendapatkan kabar dari orang suruhannya yang memberitahukan bahwa Hana sudah pulang.

Reihan berlari meninggalkan Juna yang berada di belakangnya menuju kamar Hana. Juna yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Di bukanya pintu kamar Hana. Dilihatnya kekasihnya itu sedang tertidur pulas. Dengan perlahan Reihan duduk di sisi ranjang, ia memandangi wajah Hana dengan sendu. Kedua mata kekasihnya itu terlihat sembab seperti habis menangis dan itu membuat hati Reihan terasa ter iris.

Disingkirkannya rambut Hana yang menutupi wajah cantiknya, lalu tangan Reihan beralih mengusap air mata Hana yang masih tersisa di pipinya.

Namun saat menyentuh pipi Hana, Reihan di buat kaget, ia dapat merasakan suhu tubuh Hana terasa agak panas.

Di saat itu juga Juna masuk ke kamar Adiknya.

"Jun...! " panggil Reihan begitu panik.

"Ada apa Rei?" tanya Juna yang bingung.

"Hana, Jun... tubuh Hana panas sekali..." ucap Reihan semakin panik.

"Cepat kau panggil Edwin kemari." sambungnya lagi.

"Ya, ya. Aku telpon sekarang." Juna mengambil ponselnya di saku celananya lalu pergi ke luar kamar untuk menghubungi Dokter Edwin yang biasa menangani Reihan.

Setelah menelepon Dokter, Juna ke dapur mengambil alat kompres untuk Adiknya.

Juna masuk dengan membawa wadah berisi alat kompres. Dia melihat Reihan yang menggenggam tangan Hana begitu erat.

"Rei, sebaiknya kau duduk dulu di sofa. Aku yang akan mengurus Hana." pinta Juna.

Reihan menarik wadah kompres dari tangan Juna. "Biar aku saja yang melakukannya. Lebih baik kau telpon Edwin lagi supaya cepat datang. Huh... lamban sekali dokter itu." gerutu Reihan.

"Yasudah kalau begitu... Aku akan keluar menunggu Edwin datang. Kau jaga dulu Adikku." Juna keluar meninggalkan mereka berdua karena ia percaya Reihan pasti bisa mengurus Adiknya.

Reihan menggulung lengan kemejanya supaya lebih mudah merawat Hana. Di letakannya kompresan itu di kening Hana dengan telaten.

Reihan sebelumnya tidak pernah sepeduli ini kepada siapapun. Sikapnya yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang.

Setelah menunggu beberapa menit. dokter Edwin akhirnya datang.

"Ada apa kalian memanggilku malam-malam begini? siapa yang sakit?" tanya Edwin.

Reihan bangkit dari duduknya. "Kau ini... datang telat malah banyak tanya, cepat kau periksa Hana!" Reihan menarik lengan Edwin membawanya ke hadapan Hana.

Edwin segera memeriksa suhu tubuh Hana dengan alat stetoskop. Edwin terus memperhatikan wajah Hana yang terlihat sayu dan lemah.

Ya ampun... kenapa gadis ini begitu manis? Batin Edwin.

"Demamnya cukup tinggi. Aku akan memberikan resep obat. Apa dia mempunyai maag?" tanya Edwin.

"Ya... Adikku mempunyai maag kronis." jawab Juna.

"Asam lambungnya sedang naik. Kalau bisa jangan sampai telat makan dan istirahat yang cukup." Edwin menjelaskan kondisi Hana.

Reihan kembali duduk di samping Hana. tangannya mengusap lembut jemari kekasihnya itu.

Edwin terlihat heran, karena baru pertama kali ini ia melihat temannya begitu peduli dengan seorang wanita.

"Jun, apa aku tidak salah lihat? sejak kapan Reihan jadi berubah seperti ini?" tanya Edwin berbisik di telinga Juna.

"Ayo ikut. Aku akan menjelaskan semuanya di luar." Juna mengajak Dokter Edwin keluar kamar.

Di saat Reihan mengganti kompresannya tiba-tiba Hana mengigau. "Kakak.... jangan pergi... temani aku... Hiks...hiks..." sambil menangis hana memeluk lengan Reihan begitu erat. Hana tidak tidak sadar kalau pria yang ia peluk adalah Reihan.

"Kau jangan menangis... aku tidak akan kemana-mana sayang..." jawab Reihan dengan lirih lalu mengecup kening Hana.

Juna yang memang sedang memandang Hana dan Reihan dari arah pintu, begitu terharu melihat cinta yang Reihan berikan kepada Hana. Kini ia sudah yakin Reihan bisa menjaga Adiknya. Tentang masalah Hana dan Reihan, Juna berjanji akan segera menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka besok.

Juna pun memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua di kamar. Biarlah malam ini Bosnya yang akan menjaga Adiknya itu.

**

Pagi telah tiba. Hana mengerjapkan kedua matanya, Hana melirik lengan seorang pria yang memeluk tangannya erat. pria itu tertidur sambil menunduk, membuat Hana tidak bisa melihat wajahnya.

Siapa pria ini? sepertinya tidak asing. Apa aku harus membangunkannya saja ya?

Karena penasaran siapa pria yang ada di hadapannya, Hana memberanikan diri mengusap kepala pria itu, berniat untuk membangunkannya.

Merasa tidurnya terganggu, Reihan pun mendongakkan kepalanya melihat wanita yang dicintainya ternyata sudah terbangun.

Hana di buat terkejut, ternyata pria itu adalah Reihan, lelaki yang sudah membuat dia kecewa.

"Sayang... kau sudah bangun?" tanya Reihan begitu bahagia.

Tangan Reihan langsung memegang kening Hana untuk mengecek suhu tubuhnya dan ternyata panasnya sudah turun.

"Syukurlah... panasnya sudah turun," seru Reihan bisa bernafas lega.

Hana menatap wajah Reihan yang terlihat lelah.

Hatinya begitu senang dengan perlakuan yang Reihan tunjukan, namun saat dirinya mengingat kejadian kemarin, seketika dadanya kembali sakit dan terluka.

1
Andariya 💖
eh..eh main sosor sj😀😀😀🤪
Andariya 💖
wah..di bos nyosor sj
Andariya 💖
suka pada pandangan pertama, ya bossss
Andariya 💖
mampir
Michelle Rafa
ini knp GK ada lanjutannya Thor
Rini Maryani
lanjut ka
Clay Primrosse
kok gak ada lanjutannya sih, bikin penasaran aja
Clay Primrosse
lanjutkan
Susanihikmah
up lagi kakk
ice lemon tea
nyam...
ice lemon tea
siap
ice lemon tea
yay
ice lemon tea
aku suka karya mu thor pas sekali mantap
ice lemon tea
suka.......
Herman
lanjutannya mana nih...🤔
E
hadir... lanjut 👍
E
semangat 💪
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
doyan ceker ayam jg nih bayi 😀😀😀😀😀
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
makanya leo Dinda tuh jangan di sia siain dah pergi aja loe kehilangan
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
Leo kasihan dah ah dah mandi minyak wangi dah bergaya gak di lirik pula ma Dinda 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!