NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: jasmine murni

Season 1.

Siti,gadis desa yang baru pindah ke kota tanpa sengaja bertemu dengan pria dingin beranak satu tanpa ikatan pernikahan yang bernama Reynand. Sang putri yang sangat menyukai Siti menginginkan papa nya menikahi Siti. Hanya demi sang putri,pria itu akhirnya menikahi Siti. Akan kah Siti bisa mendapatkan cinta dari pria dingin itu yang ternyata masih sangat mencintai ibu dari sang putri? Ini adalah lanjutan kisah cinta Rey dari novel sebelumnya,Cyndia Clara.

Season 2

Menceritakan kisah cinta dari adiknya Siti yang bernama Seno. Kisah cintanya yang rumit hingga harus menjalani pernikahan singkat lalu menikah untuk kedua kalinya dengan gadis yang tidak dia cintai. Hingga dia berusaha untuk bisa mencintai istri keduanya. Ada juga kisah cinta dari anaknya Rey yang bernama Cinta.

Selamat membaca,semoga suka. Jangan lupa dukungannya untuk author berupa like,komen,gift maupun vote.

Terimkasih.

Salam author 💖Jasmine💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jasmine murni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

Hari ini tepat satu bulan pernikahan Siti dan Rey. Tidak ada hal yang berarti dalam kehidupan pernikahan mereka. Putri Rey yang bernama Cinta hanya sesekali menginap di rumah papanya. Karena dia sedang senang-senangnya memiliki adik bayi. Setiap kali datang menginap,dia selalu menanyakan kapan mama dan papanya memberikan dia adik bayi seperti ayah dan bundanya.

"Iya,nanti papa pasti akan kasih Cinta adik bayi." Janji papanya entah untuk yang ke berapa kali.

"Kok lama pa?"

"Hmm,yah kan tidak bisa cepat sayang. Tunggu di kasih sama Allah!" Rey memberikan alasan.

Tentu saja alasan yang di buat-buat karena sampai menginjak usia pernikahan satu bulan pun dia belum pernah menyentuh Siti istrinya.

"Hmmf. Baiklah pa,Cinta akan tunggu." Ucapnya. "Cinta hari ini tidak menginap di sini ya pa,sore Cinta mau pulang. Mau menemani dede Faqih ke dokter sama ayah dan bunda."

"Loh,kan hari ini harusnya Cinta menginap di sini,temani mama Siti. Besok kan Cinta libur sekolah,kita jalan-jalan sama mama juga." Bujuk Rey.

"Tapi pa,Cinta mau antar dede Faqih ke dokter. Cinta mau bilang sesuatu sama dokternya dede." Terang Cinta.

"Hmm,baiklah kalau begitu." Rey sudah tidak bisa merayu lagi putrinya itu. Memang dia sangat menyukai anak bayi. Hmmf haruskan dia menberikan Cinta seorang adik?

***

Siti sedang tiduran di sofa sambil menonton tv. Hidup yang monoton membuatnya bosan. Selama pernikahan,suaminya tidak pernah mengajaknya keluar rumah. Belum lagi sikap dingin yang selalu di dapatkan dari suaminya itu. Ingin protes tapi dia tidak kuasa.

Ceklek. Pintu kamarnya terbuka. Rey muncul di balik pintu. Masih mengenakan pakaian kerja dia masuk dan hendak ke ruang ganti.

"Hmm,pak Rey." Panggil Siti pelan. Dia lalu berdiri ingin menyusul suaminya ke ruang ganti tapi di urungkannya.

Rey menoleh lalu berhenti di depan pintu menuju ruang ganti. "Hmm,ada apa?" Tanyanya tanpa menoleh.

"Sa saya boleh besok ke toko bu Ranti?" Tanya Siti dengan gugup.

Kening Rey berkerut. "Hmm,untuk apa kesana? Saya tidak ijinkan kamu bekerja lagi!" Tegasnya.

"Sa ya hanya ingin berkunjung saja."

"Nanti saja saya antarkan. Jika saya tidak sibuk!" Rey langsung masuk ke ruang ganti tanpa menunggu jawaban istrinya.

"Hmm,baiklah." Ucap Siti lirih hampir tidak terdengar. Dia kembali duduk di sofa.

Tv dia matikan. Dia hanya duduk sambil melamun. Sungguh dia tidak terbiasa berdiam diri. Ingin membantu pekerjaan di rumah tapi di larang oleh suaminya. Dia juga tidak di ijinkan keluar kamar.

"Besok pagi saya antar ke rumah bu Ranti. Pulangnya tunggu saya jemput!" Rey tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.

Kaget bercampur senang hingga Siti tidak bisa mengontrol tindakannya. Dia berdiri dan langsung memegang tangan suaminya. " Sungguh saya besok boleh ke rumah bu Ranti?" Ada binar bahagia di matanya.

"Hmmf!" Sambil melepaskan pegangan tangan Siti lalu keluar kamar.

Siti meremas-remas tangannya. Kenapa bisa-bisanya dia memegang tangan suaminya tadi. Dia menatap kepergian Rey dengan nanar sampai suaminya itu hilang di balik pintu.

***

Siti sudah bersiap dari subuh. Dia terlihat gembira. Akhirnya bisa keluar rumah juga. Batinnya.

Rey mengajak Siti turun untuk sarapan. Di meja makan tidak ada siapa-siapa. Sejak mereka menikah,mama dan papa Rey berlibur keluar negeri mengunjungi anak pertamanya,kakak Rey yang habis melahirkan.

Kini mereka sudah di dalam mobil. Rey melajukan mobilnya ke arah rumah bu Ranti. Tak ada yang bersuara. Siti pun hanya memandang ke sisi kiri jalan. Setiap kali lewat lampu merah,dia melihat banyak pengamen cilik yang mengetuk kaca mobil. Ingin dia memberikan sedikit uang yang dia punya saat masih bekerja di toko bu Ranti tapi dia takut memulai bicara dengan suaminya itu.

Mobil Rey sudah tiba di depan rumah bu Ranti. Toko dan rumah masih sepi karena baru pukul tujuh pagi. Siti ingin membuka pintu sendiri tapi di larang oleh Rey.

"Biar saya bukakan. Nanti pulang tunggu saya jemput." Titah Rey datar. Dia kemudian turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Siti.

"Terimakasih." Ucap Siti yang hanya di balas dengan deheman oleh Rey.

Rey masuk kembali ke mobil lalu melajukan mobilnya perlahan. Setelah mobil suaminya menghilang di simpang jalan,Siti lalu berjalan masuk ke halaman rumah bu Ranti.

Tok tok tok. . .

Belum ada sahutan. Siti tidak enak hati mungkin bu Ranti masih sibuk karena masih pagi jadi dia menunggu saja di teras dan duduk di kursi di dekat taman bunga.

Tak kurang dari setengah jam pintu rumah bu Ranti terbuka. Bu Ranti terlihat kaget melihat Siti yang sedang duduk manis.

Siti menoleh lalu menyunggingkan senyum sambil berdiri dan mengulurkan tangan menyalami bu Ranti. "Bu. . . Apa kabar?"

"Siti kamu sejak kapan di situ kenapa tidak mengetuk pintu?" Tanya bu Ranti sambil menyambut tangan Siti.

"Baru saja kok bu. Saya kangen sama ibu."

"Ibu juga kangen kamu Siti. Suami kamu mana tidak ikut ke sini?"

"Tadi habis mengantar saya langsung kerja bu."

"Oh begitu. Kamu mau kembali kerja di toko ibu?" Tanya bu Ranti sambil berjalan ke tokonya.

"Hmm,tidak bu. Saya hanya berkunjung saja. Saya tidak boleh kerja bu." Siti pun mengikuti langkah kaki bu Ranti." Saya boleh kan bu mengunjungi ibu?"

"Tentu saja boleh,Siti! Kamu sudah ibu anggap anak sendiri,seperti Cyndia."

"Terimakasih bu!"

"Yuk bantu ibu di gundang! Banyak barang masuk kemarin!" Ajak bu Ranti yang di beri anggukan oleh Siti.

Pegawai bu Ranti yang bertugas di kasir baru saja datang. Mereka ngobrol sebentar melepas kangen. Lalu Siti mengikuti bu Ranti ke dalam gudang. Ada banyak barang yang masih dalam kardus. Siti pun membantu bu Ranti membongkar barang. Setelah membongkar barang dan mencatatnya,Siti membawa barang-barang itu ke toko untuk di susun di rak-rak dan juga etalase yang ada toko. Pekerjaan yang biasa di lakukan saat barang datang. Dulu pun Siti mengerjakan itu selain menjadi kasir.

Dia tampak bersemangat sekali. Sesekali menyunggingkan senyum. Ahh rasanya sudah lama sekali dia tidak bergerak mengerjakan sesuatu.

"Kamu lelah,Siti? Istirahat dulu!" Tanya bu Ranti.

"Tidak bu,saya sama sekali tidak lelah! Saya senang bisa membantu ibu,bisa menggerakkan lagi tubuh saya yang rasanya seperti kaku!" Terangnya.

"Kamu tidak ada pekerjaan di rumah suami kamu?"

"Tidak ada bu! Saya bahkan tidak boleh melakukan apa pun. Membantu di dapur pun tidak boleh."

"Wah,enak ya punya suami seperti suami mbak Siti. Istri di sayang tidak boleh bekerja. Ganteng lagi!" Ucap pegawai bu Ranti sambil tersenyum menggoda Siti. Siti hanya membalas dengan senyum.

Hari hampir sore. Setelah menunaikan ibadahnya, Siti kembali ke toko guna mengecek barang-barang yang tinggal sedikit atau yang telah habis. Tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya. Seorang pria yang sedikit lebih tua darinya.

"Mbak,kemana saja kok baru kelihatan?" Sapa seorang pria yang terlihat sok akrab.

Siti tersenyum. " Sore pak." Sapa Siti ramah pada pria itu.

"Jangan panggil pak donk! Panggil mas saja biar akrab!" Titah pria itu.

"Jangan lah. . ." Ucap Siti masih tersenyum.

"Kamu apa kabarnya? Kenapa baru kelihatan?"

"Sa saya baik-baik saja,pak!" Ucap Siti.

"Loh,kok pak lagi?!" Protes pria itu.

Lalu tanpa Siti duga tiba-tiba pria itu meraih tangan Siti. Siti kaget lalu dengan cepat di tepiskannya tangan pria itu. Pria itu terlihat tidak suka Siti menepiskan tangannya. Di raihnya lagi tangan Siti dan di genggamnya erat.

"Lepas pak!" Siti berusaha melepaskan pegangan tangan pria itu tapi pria itu makin erat mencengkeram tangannya.

"Ehheemm!" Seseorang telah berdiri di dekat mereka tanpa Siti sadari. Menatap tajam ke arahnya tanpa berkedip. Rahangnya mengeras. Rey.

Mata Siti langsung membulat demi melihat siapa yang sedang berdiri di antara dia dan pria itu. Dengan sekuat tenaga dia lepaskan pegangan tangannya. Saking kuatnya sampai tangannya memerah. Jantungnya berdegup kencang,badannya lemas. Dia terlihat ketakutan.

"Kamu siapa?" Tanya pria itu dengan tatapan tidak suka pada Rey.

"Siti,pulang!" Titah Rey dengan suara pelan tapi mengandung amarah. Lalu segera meninggalkan Siti yang masih menatap takut ke arahnya. Dalam hitungan detik,Siti setengah berlari mengejar suaminya yang dia tahu sedang menyimpan amarah tanpa pamit lagi pada bu Ranti yang sedang di gudang. Suasana sekitar toko sedang sepi.

"Mbak Siti,kamu mau kemana?" Kejar pria itu.

"Jangan ganggu saya!" Jerit Siti.

"Kamu kenapa tiba-tiba pergi? Siapa dia sampai kamu harus mengikutinya?" Tanya pria itu penasaran pada Rey.

Tanpa Siti duga,Rey menghampiri pria itu lalu mencengkeram kerah bajunya. " Saya suaminya!" Bentak Rey yang tentu saja membuat pria itu terdiam seakan tidak percaya dengan pendengarannya.

Rey lalu melihat ke arah Siti yang sedang menatapnya takut dengan tubuh gemetar dan berkeringat dingin. Belum pernah dia melihat suaminya dengan amarah seperti itu. Tanpa bicara,Rey meraih tangan Siti dan menariknya ke mobil. Tanpa di suruh,Siti langsung naik ke dalam mobil setelah Rey membukakan pintu untuknya. Kemudian Rey pun naik lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

NEXT

030421/15.25

1
chaniagoo??
ceritanya agak gak nyambung gituu yaa but,aku suka kok
Borahe 🍉🧡
First reading
Farida Deka
bagus ceritanya saya senang sekali 👍🏻👍🏻👍🏻
Farida Deka
bagus ceritanya saya senang sekali
Farida Deka
saya suka banget ceritanya bagus 👍🏻👍🏻👍🏻
Suriani Rasid
ih pen ku tabokk jua siti ini lah,ngeyelll bgt
ibu aisah
kasian mba sitinya kena musibah terus thor
Syifa Azzahra
otw kak
Syifa Azzahra
ga rela q ko sdh tmt ja 🥰🥰
Syifa Azzahra
waduh...ngeri bingitzzz 😂😂
Janah Selaluinginsetia
Kecewa
Jen❤️: slh satu pembaca NT yg sadis. cm bisa menjatuhkan karya orang. dia belum tentu bisa nulis. ga suka ya ga usah di baca x
total 2 replies
Eni Nuraini
izin mewex thor...😂
Eni Nuraini
wow
Eni Nuraini
karena byk yg gak setuju pernikahan ini...
jadi MP y nanggung ya thor?
yg kasian siapa???
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
aku mahu mampir nih
@Kristin
mampir Thor 🖐️
Fiona Carolin Thomas
keren
Ina Bungsu
pasti itu mantan istri rey. heheh
Eko Nursalim
ini empat jempol yg mana aja thor... ya kali ngobrol biasa pke angkat angkat kaki
Anonim
visualnya mana thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!