Runa cinta pertama Reno, namun harus menjadi istri yang kedua. Semua terjadi karena dua sahabat saling menjodohkan anaknya yang tidak saling mencintai yaitu Reno dan Vina. Membuat Runa tidak lagi bersama Reno dan harus merelakan Reno menjadi milik orang lain.
Reno dan Vina tidak bahagia dengan pernikahanya. Semenjak pernikahannya mereka saling menjaga jarak saat dalam satu kamar. Mereka berdua tidur terpisah.
Karena jebakan Mamanya Vina, mereka melakukan hubungan suami istri tanpa mereka sadari, dan Vina jadi hamil dan melahirkan anak Reno yang tak pernah di inginkannya.
Apa yang terjadi setelah mereka punya anak? Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bermimpi
Dan Runa pun terbangun kala ayahnya memencet hidungnya agak lama Runa matanya langsung melek dan terbangun. Runa menengok ke kanan dan kekiri, terlihat ada Ayahmya dan juga Reno yang masih duduk di kursi sebelahnya.
"Ini sudah sampai di rumah ya," ucap Runa sembari melebarkan matanya.
"Iya Run, kamu sudah sampai di rumah. Kamu tidurnya nyenyak amat sih, sudah sampai di rumah juga nggak tau. Di bangunin sama Mas Reno juga nggak bangun-bangun. Ayah bangunin baru kamu terbangun."
Mendengar kata "di bangunin Mas Reno", Runa reflek memegang bibirnya. Ada apa ya.
"Ayo kita turun," ajak Reno.
Runa pun turun di sambut tangannya oleh Ayahnya.
"Makasih Yah," ucapnya.
Runa buru-buru masuk ke dalam rumah. Sedangkan Reno masuk ke dalam rumah bareng Pak Rudi.
"Habis jalan-jalan dari mana Mas Reno," tanya Pak Rudi dari balik punggung Reno. Reno pun menoleh ke arah Pak Rudi dan langkahnya terhenti.
"Habis jalan-jalan dari pantai, Om."
"Oh dari pantai to, pantes jam segini baru pulang. Runa itu memang sangat menyukai pantai, hampir setiap satu bulan sekali dia pergi ke sana. Kalau Mas Reno juga suka ke Pantai ya," tanya Pak Rudi.
"Mulai sekarang aku suka Pantai Om, sama kayak Runa."
"Baguslah kalian kalau sama-sama suka Pantai."
Reno pun pamit ingin ke kamarnya, karena akan membersihkan diri dan beristirahat karena capek. Reno mulai berjalan ke kamarnya. Pak Rudi tersenyum dari balik punggung Reno yang tengah berjalan menuju kamarnya.
"Mas Reno, kamu terlihat bahagia saat bersama Runa, Om senang melihat kalian bersama lagi," gumam Pak Rudi.
Runa sudah ada di kamarnya, dia sudah mandi dan membaringkan badannya karena capek.
"Capek banget hari ini, tapi aku seneng banget di sela pekerjaanku menemani Reno aku masih bisa pergi ke pantai," ucap Runa bicara sendiri.
Runa pun tertawa senang karena hari ini bisa pergi ke pantai seperti biasanya. Tiba-tiba senyum renyah Runa terhenti, dia teringat kalau tadi waktu dia tertidur di dalam mobil dia bermimpi.
Mimpi itu seperti nyata. Di dalam mimpi itu ternyata Reno berbuat berani kepada Runa. Tiba-tiba saja Reno mendekatkan wajahnya ke wajah Runa hingga semakin dekat, dan Reno mengecup bibir lembut Runa dengan sangat berani, parahnya Runa pun tidak menolak dalam mimpi itu. Runa merasa sangat malu kala mengingat mimpi itu.
"Untung saja itu cuman mimpi," kata Runa sembari memegang bibirnya lagi.
Runa masih asyik dengan lamunannya. Reno yang saat ini ada di kamarnya memanggil-manggil namanya dari depan pintu kamar, tak di hiraukanya.
Reno mengtok-ngetok pintu Runa yang terbuka dengan sangat keras Runa baru mendengarnya.
Runa yang tadi berbaring, sontak langsung bangun dan berdiri.
"Ada apa Ren kamu ke sini?" tanya Runa yang terlihat malu menatap Reno.
"mencari kamu lah."
"Ada apa kamu nyariin aku," tanya Runa lagi sembari menatap Reno malu dan berpaling dengan tanganya memegang bibirnya.
"Kamu kenapa sih kok seperti itu," tanya Reno yang melihat sikap Runa yang aneh karena terlihat memegang bibirnya, yang tadi hampir sedikit di cium olehnya.
"Nggak kenapa-napa ," ucap Runa melepas tangannya yang tadi memegang bibirnya.
"Kamu sebenarnya ngapain sih nyariin aku, ini kan udah malem," tanya Runa lagi.
"Aku butuh di temenin sama kamu, aku nggak bisa tidur. Aku msu kamu nidurin aku kayak waktu dulu. Mau ya...," pinta Reno memohon-mohon.
"Ih Reno kamu kan sudah dewasa melebihi aku,dan kamu sebentar lagi juga akan menikah. Masak tidur aja masih minta di tidurin.
Aku nggak mau," ucap Runa sedikit kesal, kaeena peeintah Reno.
"Ya anggap sajalah ini terakhir kalinya kamu menemaniku tidur, karena sebentar lagi aku akan tidur dengan orang lain," ucap Reno.
"Nggak Reno, aku nggak mau, aku malu lah."
"Malu, malu kenapa?"
"Ya malu lah, pokoknya aku nggak mau dan nggak mau, ucap Runa dengan suara yang sangat keras.
"Kalau kamu nggak mau, gimana kalau aku tidur di sini saja.ancam Reno.
Reno memvaringkan badanya di ranjang Runa. Runa pun matanya melebar melihat tingkah Reno.
"G..., kamu ya masak kamu mau tidur di sini," ucap Runa marah.
"Mankanya kamu temenin aku tidur di kamarku, dan nanti kalau aku sudah tertidur baru kau boleh pergi."
Runa hanya menyerngit, dan menuruti perintah Reno.
"Ayo," ajak Reno.
Runa pun mengikuti ke kamar Reno. Reno srngaja ingin di temani Runa, karena tidak ingin jauh dari Runa.
Reno sudah sampai di kamarnya, dan membaringkan badanya. Runa masih berdiri mematung, dan sangat geli melihat Reno.
"Runa, ayo sini," ajak Reno. Runa hanya terdiam.
"Apa-apaan sih Reno, ngapain aku harus ada di sampingnya, dia kan sudah dewasa, nggak malu apa," gumam Runa dalam hatinya.
"Runa, ayo sini. Aku nggak akan tidur kalau kamu nggak mendekat ke sini," ucap Reno mengancam Runa lagi.
"Iiih..., ucap Runa dalam hatinya. Dengan wajah cemberut, Runa mendekat ke Reno yang tengah berbaring di ranjangnya.
"Dulu kamu membacakan dongeng untukku," ucap Reno.
"Dulu kan kamu masih anak-anak, sekarang sudah dewasa nggak pantes di bacaain tau," bentsk Runa.
"Ahh..., aku mau tidur saja. Ingat, kalau aku belum tidur kamu jangan tinggalin aku ya," pinta Reno.
"Baiklah sekarang kamu cepat tidur ya...," ucap Runa.
Runa pun duduk di samping Reno yang tengah berbaring. Dan tak berapa lama Reno memejamkan matanya. Runa pun masih di situ menunggu Reno sampai tertidur lelap.
Runa memandangi wajah Reno yang matanya merem, dia melihat apakah Reno sudah tertidur lelap atau belum. Dari matanya Reno Runa beralih memandang ke bibir Reno. Runa pun teringat dengsn mimpinya lagi kala Reno menciumnya dengan sangat erat.
Runa hanya mengerjap-ngerjapkan matanya, karena malu.
"Iih..., kenapa aku jadi teringat mimpi itu terus ya," gumamnya.
Runa beralih memandang ke matanya Reno yang terpejam dan terlihat Reno seperti sudah tertidur lelap. Dan Runa pun ingin beranjak meninggalkan Reno yang sudah tertidur lelap.
Runa bangun dari duduknya dan berdiri, tiba-tiba saja Reno menarik tangan Runa dengan sangat kuat, dan Runa pun terjatuh di atas tubuh Reno yang terbaring.
Wajah mereka saling bertemu, bibir mereka berdekatan. Dengan cepat Reno ******* bibir Runa dengan sangat lembut dan lama. Runa yang berusaha menolaknya tidak mampu melepasnya, karena kecupanya begitu kuat dan tangan Reno mendekap tubuh Runa dengan kuat.
Itu mungkin yang di maksud Reno, akan membuat Runa tidak akan melupakanya, dan akan selalu mengingatnya.
sukses
semangat
tetap semangat
like 3 episode terakhir playboy mengejar cinta y
baca karya ku juga yuk😍