Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berakhir
"Bukankah kau membawa senjata kak" tanya Clarine
"Ada tapi peluru nya habis aku gunakan untuk membalas serangan dari pengawal Arley
"Lalu dimana seluruh pengawalku dan pengawalmu" tanya Clarine
"Dia mensabotase acara ini lampu di seluruh gedung tiba tiba mati " ucap Helin mulai menjelaskan peristiwa yang baru saja terjadi
"Kemudian ada beberapa orang membawa kami ke titik dimana disana sangat terjepit dan saat semuanya kembali menyala semua orang yang sudah tergeletak di lantai karena saat lampu padam mereka menyemprotkan cairan bius" jelas Helin
"Lalu.. "
"Udah aku sudah paham dengan sepenggal ceritamu itu" ucap Clarine
Clarine menuju ke sebuah meja yang disana di penuhi banyak makanan
"Apa aunty lapar" tanya Deven polos
Membuat keluarga nya tertawa kecuali Helin dan Gabriel
"Apa yang kau lakukan Clarine" tanya Helin
Clarine kembali dengan membawa sebuah kue di tangannya
"Aunty mau makan kue" tanya Deven
"Hushh diam dulu" ucap Vito mengingatkan karena saat ini situasi masih tegang
"Ciumlah" ucap Clarine pada Helin
Helin menuruti apa kata adiknya itu dia mulai mencium bau kue tersebut namun merasa tidak ada yang aneh
"Ada apa tidak ada yang aneh" ucap Helin
"Coba ciumlah kak" ucap Clarine kini pada Gabriel
Kata kata dan gerak gerik Clarine membuat semua orang merasa aneh dan bertanya tanya sebenarnya ada apa?
Gabriel mulai mendekatkan hidungnya pada kue itu
Beberapa saat Gabriel menghirup aroma kue itu
"Ada yang aneh di kue ini pasti ada sejenis racun atau obat bius" ucap Gabriel dan dibenarkan oleh Clarine
"Hah tapi tadi aku rasa tidak ada yang aneh" ucap Helin
"Karena kau kurang peka" ucap Dito
"Diam kau" ucap Laura
"Bukan hanya pada kue ini tapi pada setiap makanan Arley mencampurkan bubuk bius" jelas Clarine
Jangan tanya bagaimana nasib Arley? Karena kini tubuh Arley tergeletak di bawah kaki anggota keluarga Viraxel tanpa ada seorang pun yang ingin menolongnya kecuali Syahila
"Kak ini gak di tolong" tanya Syahila perlahan pada kakak kakaknya
"Gak usah orang jahat gak perlu pertolongan" ucap Deven menyela
"Nah Deven aja tau masa kamu gak tau" ucap Sean
Clarine menuju salah satu pengawalnya yang tergeletak hampir semuanya tergeletak di depan pintu masuk membuat Clarine sedikit jauh melangkah
Clarine mulai membangunkan tubuh pengawalnya dan tak butuh waktu lama dia tersadar
"Nona muda... maaf saya lalai" ucap pengawal. itu sambil menunduk
"Bangunkan pengawal yang lain" perintah Clarine kemudian kembali ke arah tangga
Satu menit hanya satu menit seluruh pengawal Clarine Helin dan juga Gabriel sudah terbangun
Hanya pengawal bukan orang orang yang ikut hadir mereka membiarkan mereka masih pingsan
"Hanya pengawal saja yang lainnya" tanya Laura
"Biarkan satu jam lagi mereka akan bangun dosis yang dia berikan tidak terlalu tinggi" ucap Clarine
"Nona muda" semua pengawal kini berada di hadapan Clarine sambil menunduk
"Bawa dia ke rumah sakit dan untuk biaya pengobatan nya kalian hubungi aku biar aku yang membayar semuanya " ucap Clarine
"Serahkan semuanya pada Dio" ucap Gabriel setengah berbisik
"Dio" panggil Gabriel
"Kepercayaan aku serahkan padamu" ucap Clarine
Sebagian pengawal mulai membawa tubuh Arley dan membawanya ke rumah sakit
"Kita pulang saja malam mulai larut" ucap Clarine
"Iya kalian semua pasti lelah" ucap Vina
"Deven" Laura mendekat ke arah Deven yang berada di sebelah Dina dengan wajah yang terlihat biasa saja
"Apa kau tidak trauma atau ketakutan karena kejadian tadi" tanya Laura membuat semua orang fokus pada Deven
"Enggak biasa aja oh ya uncle Gabriel nanti ajarkan aku ya" ucap Deven
"Mengajari apa" tanya Gerlad
"Bermain senjata " ucap Deven dengan santai
Ucapan Deven membuat Helin Clarine dan juga Gabriel tersenyum tapi tidak dengan yang lainnya karena merasa cemas
"Ok nanti kita belajar sama aunty Helin dan Clarine ya" ucap Gabriel
"Aku juga mau belajar keluarga ini mulai memasuki zona bahaya dimana musuh musuh Clarine dan Helin akan menyerang keluarga ini" ucap Laura
"Kau yakin" tanya Vina tak percaya
Dibalik sikap kekanak kanakan Laura selama ini ternyata memiliki keberanian tinggi namun tadi dia tidak berani menyerang karena dia tidak membawa senjata apapun
"Aku juga" ucap Viola Sean Gerlad dan juga Dito
"Kau tidak juga kakak" tanya Gabriel pada Vito dan Dina
"Aku sudah bisa" ucap Vito dan Dina kompak
"Tapi aku akan mengasahnya lagi" ucap nya lagi
"Hah"
"Apa kalian tidak percaya" tanya Vito
"Aku masih percaya jika kak Vito bisa bermain senjata tapi kak Dina..." ucap Viola menggantung
"Apa kalian lupa aku berasal dari keluarga mana keluarga ku juga memiliki banyak musuh jadi aku juga dilatih untuk berjaga jaga tapi sudah lama aku tidak memegang senjata" jelas Dina
Dibalik wajah polos nya ternyata ada kekuatan dan keberanian yang tersimpan
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu