Alya Rahmadhani, anak kedua dari keluarga Hasan dan Rahma, menerima perjodohan pilihan Ayahnya. Menggantikan Kakaknya yang bernama Tyas, Karena Ia sudah memiliki calon lebih dulu.
Dimas yang baru menyadari ternyata Anak ke-2 pak Hasan yang akan ia nikahi. Menjadi dilema karena Raka adiknya sudah menyukai lebih dulu sejak awal masuk kuliah. Tetapi Dimas juga sudah mulai suka kepada Alya.
Kini pria yang pernah Alya jumpai saat berada di Jogja beberapa tahun lalu akan menjadi pendampingnya, dan tanpa Alya sadari perlahan ia mulai menyukai Dimas.
Karena belum bisa menerima perjodohan tersebut, Raka lebih memilih ke Kalimantan sesuai permintaan Ayahnya. Mengubur jauh rasa sayang untuk memiliki Alya.
Tetapi takdir berkata lain, ada banyak polemik yang menerjang hubungan mereka.
Akankah Alya menikah dengan Dimas atau Raka akan kembali ke Jakarta menghentikan pernikahan Alya dan Dimas ?
Ikuti novelnya sampai tuntas ya readers, untuk dapat klimaks nya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Kim Gagal
Mobil yang dikendarai Raka berjalan tanpa tentu arah, saat ini pikirannya kalut membayangkan masa-masa bersama Alya 3 tahun terakhir akan terhapus dengan pernikahan antara Alya dengan Kakaknya.
(Kenapa Al? kenapa harus Kamu yang menjadi calon untuk kak Dimas? Gumam Raka).
Jalan kota Jakarta macet ketika malam minggu seperti saat ini, melihat panjang antrian kendaraan beberapa kilo lagi Raka memutuskan berbelok kearah cafe didekat pinggir jalan. Memasuki halaman parkir sudah ramai tentunya kendaraan yang nasibnya seperti dirinya korban dari kemacetan.
Didalam sedang ada live music, Raka duduk dipojok menghadap luar Rooftop. Sepasang muda mudi tertawa lepas, pandangan yang membuat hatinya kembali sakit.
"Raka sedang apa Kamu disini?" Tanya seorang wanita.
Suara wanita yang cukup familiar membuat lamunan Raka terhenti dan menoleh kearah sumber suara. Terlihat Kim yang berpenampilan sexy menjinjing tas branded nya dengan bangga.
"Tidak sengaja mampir Karena macet diluar." Jawab Raka tanpa memperdulikan Kim, lalu melihat kembali ke arah Rooftop.
Kim menarik kursi dan duduk berhadapan, tak lama pelayan datang.
"Selamat malam Kak, ada yang ingin dipesan?" Tanya pelayan cafe.
"Pesankan 2 cocktail ya." Jawab Kim tetap memandangi Raka.
"1 saja mba, 1 nya lagi buatkan orange juice saja." Potong Raka yang melihat kearah Kim dengan kesal.
"Baik, Mohon ditunggu sebentar." Jawab pelayan cafe.
"Mau Mu apa sih Kim? Jangan mengikutiku." Ucap Raka.
"Jelas Kamu sudah tahu, Aku mau diri Mu." Jelas Kimberly.
"Sadarlah Kim, wanita jangan mengejar pria berlebihan seperti ini. Pilihlah pria yang mencintai Mu." Ucap Raka.
"Aku tetap mau Kamu Raka. Aku ke Toilet dulu." Jawab Kimberly.
Kim berjalan menuju dapur cafe itu, mencari pelayan yang menerima pesanannya.
(Nah itu dia orangnya. Gumam Kim).
"Mbak pesanannya Saya bantu bawakan." Ucap Kimberly.
"Jangan Kak, tidak enak dengan atasan Saya." Jawab pelayan cafe.
"Sudah tenang aja, ini tips untuk Mu. Aku mau layani pacar Ku dengan spesial." Ucap Kim berbohong.
Lalu Kim berjalan keluar, ia berhenti sebentar di meja sebelum menuju tempat Raka duduk, ia mengeluarkan serbuk putih dicampurkan kedalam orange juice. Lalu membuang asal bungkusan itu kedalam tempat sampah. Rencananya akan dimulai malam ini. Senyum penuh arti Kim berjalan menuju meja duduknya bersama Raka.
"Kenapa kamu yang bawa?" Tanya Raka sambil mencari pelayan saat awal pesan.
"Tidak sengaja berpapasan dengan pelayan yang mau antar, terus dipanggil atasannya ya sudah sekalian saja Aku bawain." Jawab Kim berbohong.
Harapannya semoga Raka mempercayai segala ucapannya. Raka hanya terdiam, rasanya tidak mungkin seorang Kim repot-repot membawakan pesanan. Ia berusaha untuk tidak memperdulikannya. Mulai mengambil orang juice, ketika baru menegukkan sedikit minumannya ponsel miliknya berdering. Lalu meletakkan kembali gelas minuman dimeja. Berjalan menjauhi Kim untuk mengangkat panggilan masuk.
(Sial ! Gagal Aku ngerjain Dia) Umpat Kim sambil memandangi belakang tubuh Raka yang sedang menerima panggilan.
"Maaf ya Kim, Aku harus segera pergi ada urusan mendadak." Ucap Raka cepat tanpa duduk kembali dimejanya.
"Setidaknya minum dulu Ka, baru datang pesanannya." titah Kim dengan kecewa.
"Maaf buru-buru, nanti Aku bayar dikasir sambil berjalan keluar. Bye." Ucap Raka dan melangkah menuju kasir.
Hampir saja Ia terjebak dengan rencana Kim, beruntung Aldo menelfon untuk datang ke Apartmentnya membahas tugas kampus. Kalau tidak saat ini dirinya sudah jatuh pingsan dan Kim memanfaatkan situasi tersebut.
Kim menghubungi seseorang setelah kepergian Raka. beberapa menit kemudian datanglah seorang pria berwajah oriental mendatangi tempat duduk Kim. Mereka berpelukan mesra layaknya pasangan. Lalu berbincang membicarakan kelicikan Kim untuk mendapatkan Raka.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Dimas baru sampai dikediaman orangtuanya. Ketika hendak melangkah menuju kamar, Lestari memanggilnya dari arah dapur. Lalu Dimas menghampiri dan duduk dikursi dapur.
"Bagaimana keadaan Alya saat ini Dim?" Tanya Lestari.
"Sudah lebih baik Mah." Jawab Dimas.
"Syukurlah, Kamu harus terus memantau perkembangannya. Mamah tidak ingin terjadi sesuatu lagi dengan calon mantu. Jaga dia Dim." Jelas Lestari.
"Iya Mah, Dimas akan berusaha untuk menjaga Alya. Oh iya mulai minggu depan Dimas tinggal di apartment yah." Jelas Dimas.
"Loh kenapa mau keluar rumah? udah lama apartment itu kamu tinggalin gitu aja." Jelas Lestari.
"Justru itu mah Dimas mau tempatin." Ucapnya kembali.
"Ya sudah terserah Kamu." Ucap Lestari pasrah.
Dimas memeluk sejenak mamahnya kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar. Malam hari Dimas masih belum terlelap karena bayangan Alya belakangan menghiasi lamunannya. Tetapi khawatir dengan sikap Raka yang semakin menjauhi dirinya. Mungkin kepindahannya sementara ke apartment bisa mengurangi perubahan sikap Raka.
Dimas meraih ponsel diatas nakas, mulai mencari nama untuk mengirim pesan WhatsApp.
📱Dimas
Assalamualaikum Al, sudah tidur?
Beberapa menit kemudian ada pesan masuk.
📱Alya
Waalaikumsalam. Belum kak, ada apa?
📱Dimas
Besok bisa ketemu diluar?
Belum ada balasan dari Alya, Dimas bolak balik melihat layar ponselnya. Tetapi belum kunjung datang balasan chat, akhirnya Ia tertidur hingga adzan subuh berkumandang. Sayup-sayup menatap arlojinya dilengan kanan, kemudian bergegas berwudhu dan menggelar sajadah.
Pukul 7 pagi Dimas sudah terlihat rapih untuk siap-siap berangkat kekantor. Dengan mengenakan kemeja putih dibalut jas abu-abu Dan celana bahan yang senada. Ia berjalan menuruni tangga menuju meja makan bertemu dengan yang lainnya
"Sarapan dulu Dim." Sapa Lestari.
"Pagi ini ada meeting Mah, Dimas buru-buru. Assalamualaikum." Jawab Dimas.
"Waalaikumsalam, hati-hati." Ucap Lestari menatap kepergian anak sulungnya perlahan menghilang dibalik pintu utama.
Raka melanjutkan sarapan pagi, belakangan Ia lebih banyak diam jika berada dirumah. Subadiyo memperhatikan gerak gerik anaknya, sebenarnya Ia sudah merasa curiga ada yang tidak beres dengan sikapnya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Didalam mobil yang dikemudikan sendiri oleh Dimas mendengar suara pesan masuk dari ponselnya segera ia membuka.
📱 Alya
Assalamualaikum Kak, maaf baru balas pesan. Sore ini bisa Kak, tapi Alya ajak Bagas ya.
📱Dimas
Oke Al, nanti sore Saya jemput dirumah.
Dimas meletakkan ponselnya di dashboard, melanjutkan kemudinya membelah jantung Kota Jakarta yang sudah padat dengan kendaraan pribadi maupun umum meramaikan jalan protokol. Sesampainya di kantor para karyawan memberikan hormat kepada Dimas.
"Ini untuk Bapak. Terimakasih selalu menjaga mobil saya dengan baik." Ucap Dimas yang baru saja turun dari mobil lalu memberikan uang tips untuk penjaga yang meletakkan mobilnya di parkiran.
"Terimakasih banyak Tuan." Jawab penjaga keamanan kantor.
Tertulis nama 'Joko' dari tanda pengenal diseragam yang digunakannya. Dimas selalu bersikap dermawan kepada siapapun, terutama kepada karyawannya yang sudah bekerja keras dengan baik. Sifat dermawan itulah yang diturunkan oleh Subadiyo, Ia selalu mencotohkan hal-hal positif kepada anak-anaknya.
.
.
.
Renata nya Thor