NovelToon NovelToon
Meira

Meira

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: aniela za

Meira Putri adalah seorang gadis yang luar biasa uniq, lebih tepatnya sih oon. Kehidupannya biasa dengan wajah yang cukup manis namun cenderung berbuat ceroboh dan kadang-kadang oon'nya tidak ketulunganan, dan karena keteledoran dan ke oon an itu lah Meira harus berurusan dengan ZACKS genk kampus yang ditakuti para mahasiswa lainnya. Siapa pun berani menentang dan membuat masalah dengan ZACKS siap-siap kena siksa.

Apa jadinya ketika seorang Meira membuat masalah dengan para ZACKS karena kecerobohannya. Apakah Meira juga akan disiksa.

Novel lama, karena ini pernah saya tulis di waatpad sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aniela za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 16

"Ayo pulang!" Ajak Alando pada Meira yang dari tadi tidak berhenti membuat Steven menjadi pendengar yang baik untuk menampung celotehannya Meira. Mungkin sepuluh menit lagi kalau Alando tidak menjauhkan Meira dari Steven, bisa jadi temannya itu jadi penghuni ruang ICU.

"Asyik... pulang sama kak Al Al." Meira segera menghampiri kak Al Alnya. Yang cuma mendapat gelengan kepala dari teman-temannya Alando.

"Gue rasa... gue membutuhkan psikiater saat ini juga!" tanpa mengatakan apa pun lagi, Steven langsung berjalan keluar ruangan meninggalkan mereka. Keempat temannya cuma memandang kepergian Steven dengan wajah bingung dan tanda tanya. Dan beralih menatap ke arah Meira yang cuma tersenyum tanpa dosa.

"Meira... Steven kenapa?" tanya Zaden yang masih bingung, kenapa tiba-tiba Steven membutuhkan psikiater.

"Ehh... ?" Meira tampak berpikir. "Mungkin kak Stip tip mau beli roti." jawab Meira asal.

"Roti...? Oh gue tahu. Steven pasti kelaparan gara-gara dengerin celotehan Meira." tuduh Christ.

"Iih... Kok Meira yang disalahin sih? bukan Meira!" bantah Meira dengan rengekan khas anak kecilnya, dan.

"Bukk... bukk..." Christ mendapat geplakan dari Zaden dan Kenny sekaligus di kepalanya.

"Aw... Aw... Ini kekerasan namanya!" Christ tidak terima. "Gue laporin kalian sama kanjeng mami gue." ancam Christ yang memang manja sama mami nya.

"Dasar anak mami loe!" ejek Kenny. Namun cuma diabaikan oleh Christ yang sedang mengusap-usap kepalanya yang habis digeplak.

"Kak Stip tip nggak laper kok." Meira menatap ke arah Alando, lebih tepatnya ke arah perut Alando yang kata Kak Ken ken ada roti sobeknya. Alias perut roti sobek.

"Apa...?" tanya Alando ketus, karena Meira tiba-tiba menatap ke perutnya dan itu membuat Alando merasa risih.

"Kata kak Ken Ken tadi kan, Kak Al Al taruh roti di perut nya. Jadi kak Stip tip mau ikut-ikutan!" Pikir Meira dalam imajinasinya.

Semua mata tertuju pada Kenny dengan tatapan membunuh mereka.

"Loe kok gue?" Kenny menunjuk dirinya sendiri. "Gue nggak ngomong apa ap... tunggu dulu, gue tadi ngomong apa ya? Ehmm..." Kenny mengingat-ingat apa yang baru dia katakan sama Meira.

"Oh, gue cuma ngomong Alando punya perut roti sobek kok hehee..." Kenny cuma cengengesan tanpa rasa berdosa sepertinya dia baru ketularan penyakitnya Meira.

"Bukk... bukk... bukk..." pukulan, geplakan, toyoran semua menjadi satu dan itu dia dapat dari ketiga sahabatnya. Tentu saja Christ yang paling bahagia karena dia bisa membalaskan dendamnya. Ingatkan Kenny untuk tidak sembarangan bicara di depan Meira lagi.

 

* * *

 

"Berhenti bertanya Meira...!" Sekarang mereka sudah berada di luar ruangan dan menuju tempat parkir, sedangkan teman-temannya masih asik saling memukul, bukan memukul dalam artian sebenarnya. Dari pada terus menyaksikan kekonyolan mereka, Alando segera menarik Meira untuk keluar karena seperti biasa, mungkin lebih tepatnya sudah lima hari ini Alando bertugas mengantar Meira pulang setelahnya langsung pergi ke kantor perusahaan startup yang baru mereka dirikan, mereka masih melakukan pengembangan dan penelitian sebelum akhirnya bisa menemukan pasar yang tepat. Mereka juga sudah merekrut lima orang tambahan yang memang kompeten dalam bidangnya. Sehingga kuliah mereka juga tidak terganggu karena sudah ada orang-orang hebat yang ikut membantu mereka.

"Tapi Meira masih penasaran! Kok bisa roti di taruh di perut?" Ingatkan Alando untuk menjauhkan Meira dari mulut beracun Kenny.

"Kenny nggak usah dipercaya, dia sesat." tuduh Alando. Kini Alando menggandeng tangan Meira, karena Meira kalau jalan tidak bisa fokus ada saja yang dia perhatikan, entah itu pohon, bunga-bunga cantik, kucing yang melenggang santai bahkan mungkin daun yang berjatuhan bisa menjadi fokus barunya.

Mereka bukan sepasang kekasih! belum ada pernyataan cinta, belum ada pernyataan kepemilikan, dan belum ada kata posesif yang keluar dari mulut Alando untuk Meira. Meskipun Meira sering mengatakan rasa suka dan rindunya pada Alando nyatanya mereka bukan pasangan yang terikat dengan kata, yang orang kenal dengan istilah kekasih atau pacaran tapi semua berjalan begitu saja secara natural.

"Oh. Iya...! Kata ayah, Meira cuma boleh percaya sama Tuhan nggak boleh sama yang lain. Itu sirik namanya. Tapi selain Tuhan Meira boleh kok percaya sama Ayah, Ibu, dan Radodo, eh... enggak deh Radodo nakal, tapi kan Meira juga sayang sama Radodo? ya udah deh Meira juga percaya sama Radodo, terus Meira juga percaya sama kak Al Al, Kak Al Al kan baik dan ganteng. Kak Zad Zad juga selalu baik sama Meira.Terus Mimi, Sansan dan Mimit. Tapi Meira nggak percaya sama Kak Kris Kris apalagi sama kak Ken Ken! gak boleh. Oh iya kak Stip tip juga baik jadi Meira percaya, bla... bla... bla..." ada saja yang di bicarakan Meira tanpa habis kosakata tapi Alando tidak berniat untuk menghentikan omongan Meira, dia sudah terbiasa mendengarnya. Justru kalau Meira berdiam diri artinya ada yang salah pada dirinya.

Bahkan kini tatapan-tatapan para mahasiswa tertuju pada mereka, tentu saja tidak ada yang berani mengomentari kalau mereka masih ingin merasakan ketenangan di kampus.

Namun ada satu orang yang tidak suka dengan kedekatan mereka, yang sekarang sedang memandang iri sekaligus marah dengan kedekatan mereka.

"Kamu bawel banget sih...?" ucap Alando lembut dan memakaikan helm ke kepala Meira. Meira baru menyadari sekarang mereka sudah berada di tempat parkir dan sudah di samping motornya kak Al Al. Meira jadi malu sekaligus senang sekarang Kak Al Al nya memakaikan helm untuk pertama kalinya dan jangan lupakan jarak yang sangat dekat antara mereka bahkan Meira mampu mencium wangi parfum yang melekat di tubuh Alando. Bukan cuma Meira, Alando pun merasakan hal yang sama. Seakan ada magnet yang membuat Alando terus menatap wajah Meira yang baru disadarinya, ternyata Meira sangat cantik dengan wajah lugunya yang makin membuatnya terlihat menggemaskan. Mungkin kecantikan Meira selama ini tertutupi oleh tingkahnya yang tidak biasa itu.

"Ehem... Ehem... Apakah sekarang ada shooting drama romantis nih?" goda Kenny yang baru sampai di parkiran.

"Drama korea lebih tepatnya, kata Meira sih opa Min-Min sama siapa itu namanya? vaksin-vaksin itulah, ribet namanya." komentar Christ yang sudah sering mendengar celotehan Meira tentang drama korea kesukaannya.

"Apa gue sekarang harus cari pasangan baru juga nih? biar nggak jomblo-jomblo banget?" tanya Zaden pada dirinya sendiri.

"Terserah kalian!" cuek Alando, dan langsung menjalankan motornya menghilang dari hadapan mereka.

"Hahaa...." puas mereka menggoda Alando yang tampak kesal.

"Apasih bagusnya tuh cewek..? gayanya aja kayak anak kecil gitu. Gue cantik, sexy, kaya. Apa yang kurang dari gue lan? kok loe gak pernah lihat gue...?" kesalnya. Padahal selama ini dia berusaha untuk mencari perhatian seorang Alando bahkan dari saat mereka masih masa-masa ospek, namun Alando sedikitpun tidak pernah melihatnya. Bahkan dia pernah dibentak saat mencoba mendekatinya, hingga dia tidak berani untuk lebih dekat lagi. Tentu saja gadis itu kesal, apa lagi dia dikalahkan oleh gadis yang levelnya berada jauh di bawahnya.

"Pokoknya gue akan menjauhkan gadis itu dari Alando." Tekadnya.

* * *

Kasih dukungan dong vote, like, dan coment. Biar semangat nulisnya. Sudah saya usaha in nih buat up tiap hari. Nulis sore sampai malam. Terima kasih sudah mau baca.

Alando x Meira

1
Ummu Akatsuki
baca lagi, entah ini yg keberapa kali/Smile/
Suryanih
keren bnget ceritanya luar biasa🥰🥰🥰🥰
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😄
Endang Sulistia
🤦🤦🤦
Endang Sulistia
🤦🤦🤦🤣🤣🤣🤣
Endang Sulistia
mantap si adel del...
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣
Endang Sulistia
jangan jangan Reno yg suka Ama Meira dulu ya
Endang Sulistia
kasian meira
Endang Sulistia
kasian si meng...😭😭😭
Endang Sulistia
habis kak Al Al Ama si Meira 🤦🤦🤦🤣🤣🤣
Felicya
😂😂😂😂
reRe (^_^メ)
kek dongeng
Erna Wati
seneng saya punya saudara yg pengertian dan sayang
Maria Mahdalena Manalu
Lumayan
Rahmaniar
baca untuk yang entah keberapa kalinya...pokoknya maira dan alando gak ada bosan nya meski Uda baca berulang ulang kali,tetap aja kangen bacanya...,👍👍👍
Lisa Natalia
kangen sama meira baca ulang lagi ni thor🥰
Ana Mardiani
suka banget ma cerita y Krn ku punya anak yg juga disabilitas moga anakku BS seperti meira bisa menjalani hidup dengan baik tuk AUTHOR makasih banget cerita y bagus . 💪💪💪💪💪💪
Siarsazkia Siarsazkia
ngulang dulu aku
Ard@n
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!