Season 2
Novel ini kelanjutan dari novel yang berjudul 'Berpindah ke tubuh gadis polos' disarankan baca yang season dulu, ahr paham asal usul dari pemerannya.
Di season 2 ini bercerita tentang seorang gadis bangsawan bernama Yu Xia dari keluarga Perdana Menteri Yu di kekaisaran Hua. Dinasti yang mana tak ada tercatat dalam sejarah di negara manapun.
Karena ini karangan author hehe. Abaikan.
Meskipun anak dari Perdana Menteri Yu bersama istri sahnya, tapi kehidupan Yu Xia jauh dari kata layak, karena dia selalu mendapat siksaan, hinaan, cemoohan dan sebagainya. Dia memiliki seorang kakak yang sangat menyayanginya bernama Yu Tian Mo. Tapi karena dia di kirim ke akademi membuatnya tidak tahu jika adik kesayangannya sedang meregang nyawa akibat siksaan dari para saudara dan saudari serta selir ayahnya.
Bagaimana kisah kehidupan Yu Xia yang jiwanya di gantikan oleh Dea dari zaman modern....
Ikuti ceritanya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.16
Mereka tak sadar jika sedang di awasi oleh dua pasang mata. Tapi bukannya Yu Xia benar-benar tak sadar, tapi Yu Xia membiarkan saja, karena dia merasa tidak ada niat jahat dari kedua pasang mata tersebut, jadi dia mengabaikannya.
"Kak aku lapar," keluh Yu Xia sambil mengelus perutnya dengan wajah polosnya.
"Oh lapar, kita cari rumah makan dekat sini," ucap Yu Tian Mo seraya berdiri.
Yu Tian Mo merangkul adiknya kemudian turun kejalanan. Mereka berjalan mencari rumah makan yang tak terlalu ramai dan mereka menukarnya. Tak besar, tapi bersih, rumah makan itu terlihat elegan dan rapi, ornamen-ornamen yang di gunakan juga sepertinya berkualitas tinggi.
"Permisi," panggil Yu Tian Mo.
Seorang Pelayan pun datang menghampiri keduanya.
"Ada yang bisa saya bantu," pelayan.
"Kami ingin makan di sini," Ya Tian Mo.
"Tap...," belum sempat pelayan itu menjawab datang seorang pemuda yang lumayan tampan "Silakan masuk dan naik ke lantai dua yang di khususkan untuk para bangsawan," dengan senyum ramahnya pemuda itu mengarahkan Yu Tian Mo dan Yu Xia menaiki tangga menuju lantai dua.
Mereka di persilahkan masuk ke sebuah pintu yang dari penjelasan pemuda tadi bahwa itu ruangan VIP khusus untuk para bangsawan yang ingin makan di rumah makan tersebut. Tapi anehnya saat di lantai satu saja hanya beberapa orang saja yang makan itu pun hanya orang biasa, Yu Tian Mo dan Yu Xia sempat bingung, tapi mereka mengabaikan kebingungan mereka tersebut, tapi saat pemuda itu menyebut mereka bangsawan, darimana pemuda itu tahu kalau mereka berdua bangsawan, dari pakaian? Pakaian mereka biasa saja, tak ada yang menunjukkan kebangsawanan. Bukan bingung lagi tapi lebih ke penasaran tentang rumah makan yang misterius ini, pasalnya di lantai dua pun tak terdengar satu orang pun di dalam ruang VIP tersebut.
Salah satu pelayan pun di panggil untuk mencatat pesanan Yu Xia dan Yu Tian Mo.
"Karena tugas saya di sini telah selesai say permisi," ucap pemuda tadi.
"Terimkasih," ucap Yu Tian Mo.
"Sama-sama," pemuda itu pun keluar meninggalkan Yu Xi dan Yu Tian Mo.
"Rumah makan ini lumayan juga, meskipun tak sebesar dan seramai rumah makan lainnya, tapi nyaman untuk berada di sini," ucap Yu Xia.
"Kau benar," sahut Yu Tian Mo.
Beralih ruangan, tepatnya ruangan yang berada di lantai tiga, yang dikhususkan untuk rauangan pemilik rumah makan.
"Bagaimana," ucap pria bertopeng.
"Lancar tuan," sahut pemuda yang membawa Yu Xia fmdan Yu Tian.
"Apa hubungan mereka?"
"Dari informasi yang saya dapat dari Quan mereka berasal dari kediaman Perdana Menteri Yu dan emruoakan nona kedua dan tuan muda pertama, jadi mereka adik kakak,"
"Oh, ternyata tuan muda dan nona kediaman Perdana Menteri. Pantas saja aku sedikit familiar dengan mereka, meskipun yang satunya menggunakan cadar dan yang lain memakan pil penyamaran," dengan mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja. "Bagus Shen, suruh Quan untuk mengawasi mereka terus," lanjutnya.
"Baik tuan," jawan Shen tegas.
Kembali ke ruangan Yu Xia dan Yu Tian Mo yang sekarang sudah menyantap makanan mereka. "Makanan nya lumayan enak," ucap Yu Xia.
"Lumayan? Ini namanya sangat enak, aku tidak pernah makan sebanyak ini," ucap Yu Tian Mo dengan semangat sambil terus makan.
"Enak ya," Yu Xia sih merasa masakan itu biasa-biasa saja, karena masakannya lebih enak.
Setelah selesai, mereka pun turun dan membayar makanan mereka di kasir.
Kemudian mereka pun keluar dari rumah makan tersebut, tapi mereka merasa ada yang aneh pasalnya sedari mereka keluar rumah makan tersebut, mereka selali di perhatikan orang-orang dan tak sengaja Yu Xia mendengar percakapan orang-orang yang mereka lewati.
"Ku dengar tidak sembarang orang yang bisa masuk kerumah makan tersebut," A
"Kau benar, aku saja pernah melihat putri dari Menteri Keungan yang memaksa masuk tapi tetap di usir," B
"Iya iya, aku juga pernah melihat rombongan anak-anak bangsawan memaksa hendak makan di sana malah berakhir babak belur akibat tidak mau menyerah dan menyuruh pengawal mereka merusuh, dan alhasi tak seorang pun tidak medapat pukulan haha," C
Itulah yang di dengar Yu Xia karena pendengarannya yang tajam dan dapat mendengar isi pikiran orang-orang jadi dia tak sulit untuk mencari tahu keanehan itu.
"Momo, apakah kau tahu sesuatu seoama berada di rumah makan tadi?" Tanya Yu Xia pada Momo melalui pikiran.
"Aku merasa aura yang cukup kuat dari dalam rumah makan tersebut, perasaanku mengatakan jika pemilik dari rumah makan tersebut bukan orang biasa, dan juga pelanggan dari rumah makan tersebut tidak banyak karena kemungkinan orang-orang tertentu saja yang perbolehkan masuk. Yuyu dengar sendiri kan kalau bangsawan saja tak sembarangan bisa masuk," Momo.
"Benar, aku juga sempat lihat tadi salah satu pelanggannya bukan bangsawan malah terbilang golongan bawah," Yu Xia. "Baiklah, itu bukan urusan kita juga, meskipun pemilik nya kenal dengan kami, tapi kan kami tidak, jadi abaikan saja, kecuali jika dia sendiri yang datang kepadaku,"
Yu Xia dan Yu Tian Mo kembali menyusuri pasar, sesekali mampir ke kedai makanan kecil, barang-barang yang menarik, kecuali toko perhiasan. Yu Xia paling malas jika melihat perhiasan, lihat saja pakaian sehari-harinya, jika di belikan yang menurutnya terlalu berlebihan dalam artian terlalu mewah, pasti akan di ubahnya atau disimpan nya saja.
"Kak kita pulang, aku sudah lelah," ajak Yu Xia.
"Bagaimana tidak lelah, kau berlarian kesana kemari. Ayo pulang," Yu Tian Mo.
Mereka pun mengambil kuda di penitipan dan Yu Xia sedang membayar jasa mereka. Saat sudah di atas kuda tiba-tiba kudanya menjadi liar akibat terkejut saat ada seseorang berlalu melewati nya.
"Hei pencuri berhenti," panggil beberapa orang yang sedang mengejar orang yang berlari tadi.
Yu Xia merasa ada yang janggal, karena dari penampilan orang yang di kejar itu tak terlihat jika dia seorang pencuri, apakah mungkin seorang pencuri memakai pakaian berkualiatas bagus.
Tanpa menghiraukan Yu Tian yang sedang mau naik ke kudanya dan terkejut sambil memanggil-manggil Yu Xia, tapi tak di dengar Yu Xia akibat terlalu fokus kedepan dan mencari jalan lain untuk mengejar pencuri yang di sebut.
Yu Xia memilih jalan memutar dan itu membuat Yu Tian Mo kehilangan jejak Yu Xia.
Kembali kepada Yu Xia yang sekarang di ujung jalan yang jauh di hadapannya terlihat yang di sebut pencuri tadi berlari. Yu Xia turun dari kudanya dan meninggalkannya setelah mengikatnya dan bersembunyi di balik rumah warga.
Merasa seseorang yang di tunggu mendekat Yu Xia segera menarik nya kedalam persembunyiannya dan membekap mulutnya.
"Diamlah," bisik Yu Xia pelan tapi penuh tekanan dan sedikit mengeluarkan aura intimidasi.
Tak lama saat Yu Xia menarik yang di sebut pencuri tadi orang-orang yang mengejar lewat dan terus berlari kesepian mengejar orang yang di kejar mereka.
~.........~
Happy Reading
terlalu lemah
cm typony itu loh thor trll banyak.
semangat thor